KHUSUS AREA DEWASA!
"Wanita itu menyuruhku untuk melupakan adegan panas yang dilakukan dengannya semalam?
yang benar saja!!.."
"Tidak semudah itu
nona Kaira!..." (Arka)
Seharusnya tak harus terjadi tapi memang itu kenyataannya, Kaira menyukai sosok lelaki tampan blasteran New York (Arka Bryanditama) sekaligus kakak ipar juga pria yang sempat ia tolak dulu saat dijodohkan dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
"Apa ini baik pah? jika dilihat-lihat Arka lebih banyak menghabiskan waktunya bersama Kaira karena terus terlibat dalam pekerjaan, sedangkan Indah istrinya sendiri jarang di rumah seperti sekarang.." Lirih mama Luna resah.
Rangga terdiam apa yang diucapkan istrinya ada benarnya juga.
"Yang mama takutkan mereka berdua memiliki perasaan salah satunya, dulu juga yang ditawarkan perjodohan ini adalah Kaira bukan Indah.."
"Tidak mungkin mereka saudara ipar, Arka kelihatan menyayangi Kaira sebagai adiknya. Papa akan kembali bicara pada Indah anak itu sedikit susah diatur padahal untuk berbakti kepada suaminya sendiri.." Ucap Rangga sambil memijit keningnya pusing.
"Bagaimana jika keluarga Ditama tahu? ah itu akan sangat memalukan.." Timpal Luna. "Sekarang juga Indah belum pulang, sebenarnya anak itu kemana sih?..."
"Tidak mungkin jika masih bersama lelaki brandal itu..."
"Maksud papa Novan?.." Tanya Luna.
"Walaupun dia bilang sendiri hubungan mereka berakhir 4 bulan yang lalu tapi aku ragu ma, apa perlu diselidiki lagi?.." Timpal Rangga.
"Coba saja pah, aku tidak mau melihat interaksi Indah dan Arka minim sekali padahal pernikahan ini sudah lama. Seharusnya mereka sudah memiliki momongan.."
"Jika iya Indah masih berhubungan dengan Novan, papa murka sekali!..." Timpal Rangga, ia sontak menghubungi seseorang untuk membuntuti kegiatan Indah selama di luar rumah dan kantor.
Sementara itu....
Kaira melirik Arka yang sedang fokus menyetir. "Kenapa aku semakin terlibat dengan orang ini?." Batinnya.
"Aku memilih tinggal sementara di mansion tante Veena, sudah lama sekali tak bertemu dengannya.." Mulai Kaira.
"Dari perusahaan ke rumah orang tuaku jauh dibandingkan dengan apartemen..." Jawab Arka tanpa melihat Kaira.
"Tapi kita tidak bisa berduaan di sana, bisa-bisa orang tua kita mencurigai yang tidak-tidak.." Timpal Kaira tak mau terkena masalah..
"Aku akan memberi alasan kepada papa tenanglah..."
"Haish kau ini pemaksa sekali!.." Kesal Kaira terhadap lelaki dingin itu.
"Jika kau ingin tinggal di rumah utama pergi saja sendiri kesana, jangan merepotkanku Kaira Sharena..." Timpal Arka seraya melirik wajah cantik itu sekilas.
"Yang benar saja! oke baiklah, tapi kau harus memberikan nomor hp Maya kepadaku.." Ujar Kaira tak mau kalah.
"Tidak semudah itu, kau harus berusaha sendiri mencarinya juga alamat rumah utama Ditama..." Acuh Arka.
Mulut Kaira menganga terkejut dengan ucapan Arka. "Bahkan alamatnya pun kau enggan memberitahuku? oke aku akan mencarinya lewat internet..."
"Tidak akan ketemu aku sudah menyembunyikannya..." Jawab enteng Arka..
Kaira menatap lemas lelaki tampan itu. "Kau benar-benar menyusahkanku, akan ku beritahukan kepada om Ditama saat di perusahaan nanti!!..." Ancamnya.
"Silahkan saja, papa sudah pensiun aku yang mengambil alih perusahaan sekarang..." Timpal Arka.
Mata indah Kaira membulat sempurna, perusahaan besar itu sekarang Arka direktur utamanya bukan John Ditama papanya.
"Tetaplah di sisiku Kai jangan pernah coba menghindar atau kau tahu akibatnya..." Lirih Arka.
"Tidak ada hubungan diantara kita jangan mengikatku, aku ke kota A hanya untuk bekerja di perusahaan sesuai keinginanmu..."
"Cih..." Arka tersenyum sinis mendengar jawaban Kaira.
Mobil itu mendadak berhenti di tepi jalan karena Arka sengaja melakukannya.
"Sampai kapan kau akan terus bicara seperti itu? seolah-olah tak menyukaiku..." Tanya Arka sambil menatap lekat wajah Kaira yang juga menatapnya.
"Diantara kita memang tak ada hubungan tapi kau milikku, sampai kapanpun akan ku buat kau menyetujuinya..." Lanjut Arka.
Kaira terdiam gelora cinta dalam diri wanita itu kembali membara, benar semua yang ada pada diri Arka membuat Kaira tak bisa menolak akan pesonanya.
"Jadilah wanitaku...." Ucap Arka sambil menatap lekat wajah cantik itu. "Kau menolaknya sekarang tak apa, karena kata-kata itu akan terus ku lontarkan sampai kau menyetujuinya Kaira..."
Jantung Kaira berdebar kencang tatapan matanya tertuju pada bibir sexy Arka, siapa saja pasti tak akan bisa menolak jika seperti ini.. "Aku memang lemah menghadapi lelaki satu ini..."
Kaira menarik kerah kemeja putih Arka, ia mencium bibir lembut lelaki itu setelah puas Kaira melepasnya kembali. "Aku menyetujuinya..."
Arka terdiam terkejut dengan apa yang wanita itu lakukan . "Kita lanjutkan di apartemen...."
Bersambung....
Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗
wesss.. sak karepmulaah, Ka...
wong penak tooo...
awalnya agak males baca.
tapi akhirnya tertarik buat baca kesimpulannya KAIRA begok itu aja sih.. pick me bgt. klo ngomong gak terus terang jd ambigu. gak bisa ambil keputusan.
padahal semua keluarga udah setuju ya kan tinggal bilang iya pacaran sama Arkaa gitu aja, nggak usah ribet orang tua keduanya juga setuju gitu. lah si kairanya NGLONTE sukanya.