Disekian banyaknya cinta,akhirnya aku hanya memilihmu untuk kucintai.
Suatu penantian dari seorang Ibu yang terbaring lemas dan berpesan kepada seorang pria muda yang selalu merawatnya
dan menjaganya. Bernama Dirga Arbian seorang aktor terkenal diamanahkan untuk menjaga anak gadisnya, ke Dirga seorang aktor kaya dan juga CEO terkenal memaksa menikahinya. Gadis tersebut bernama Tiara Bella.Tiara adalah Gadis nan cantik,terseret banyak masalah membajirinya.Hingga gadis yang yang dibenci seorang lelaki yang sah menjadi suaminya itu.Akhirnya mencintainya setulus genangan air mengalir.Bulir-bulir air mata bisa mereka lalui karena kisah cinta mereka yang datang sendiri.Tumbuhnya cinta membuat mereka buta akan nikmatnya.Kebencian dulu,hingga kebahagian datang dan kesedihan larut dalam garam yang mereka buat.
Akankah mereka selamanya bahagia?Sama dengan cerita drama?Ayo lanjutkan membaca awal kisah mereka...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sifatnya berubah-ubah.
Wow.Aku baru semenit dikamar.Sudah banyak makanan yang terhidang disini.Belum juga ingin membantu mereka.
Ara terseyum membungkuk melihat para pelayan sudah berbaris seperti biasa di ruang makan.
"Selamat pagi semua."Ara menyapa semua para pelayan termaksud Pak Dra.
"Selamat pagi Nona."semua menjawab dengan kompak dan membungkuk kan badan mereka.
Ara masuk lagi ke kamar.Dia melihat Dirga kesusahan memakai dasi.Dia mendekat ke Dirga.Tapi Dirga yang melirik langkah gadis itu menepis tangan gadis itu hingga terjatuh.
"Jangan ikut campur.Kau disini hanya melayaniku.Mengerti!"Dirga memasang muka dingin pada Ara.
Aww.Sakit tahu,kenapa sifanya mudah sekali berubah ya.Apa dia hanya memanfaatkanku saja.Jika aku baik padanya.
Ara mendongak saat Dirga keluar tanpa rasa bersalah.Langkahnya mengikuti Dirga ke ruang tamu lagi.Seperti biasa,Ara menyajikan satu lembar roti ke piring Dirga.Dan menuangkan susu murni ke dalam gelasnya.
"Mau selai rasa apa Mas."Ara duduk saat memandang beberapa lengkap rasa selai.
"Coklat."
"Baiklah."Ara mengambil stoples selai kecil yang terpajang rapi di dekat samping roti.
Setelah mengoleskan selai keroti, Dirga menaruhnya sendiri.Ara mengambil stoples kacang rasa kesukaanya.Selesai sarapan Ara mengantarkan suaminya masuk mobil.Asisten Rayyan menyudahi aktivitasnya karena selesai memasuk kan kebutuhan kelengkapan saat Dirga bekerja nanti.
"Mas.Hati-hati ya!"Ara memberikan tas berisi leptop kerja Dirga.
"Haam."Dirga mengambil tas berisi leptop dan melangkah pergi.
"Nona.Jika anda membutuhkan sesuatu pakailah kartu yang diberikan Tuan kepada anda."
Asisten Rayyan membungkuk kan badan setelah mengucap akhiran katanya.
Lagi-lagi dia.Dia yang mengajakku bertengkar kemarin.Gak minta maaf lagi.Rasain gak aku jawab.
Ara masuk kerumah lalu melangkahkan kaki ke kamar untuk mengambil tas.Karena Ara memakai kemeja kantor.Entah dimana dia akan diterima kerja.Kemana arahnya dia akan menerima dengan bersyukur.
"Nona.Mau kemana?"Pak Dra muncul diluar kamar.
"Saya mau cari pekerjaan Pak Dra."
"Memang Nona.Sudah meminta izin pada Tuan Dirga."
"Iya.Saya permisi."Tidak mau bicara banyak Ara langsung bergegas pergi.
"Silakan Nona."
Pak Dra kembali beraktivitas menuju pos kantor yang ada di daerah rumah Dirga.Ara menunggu taksi yang baru dia pesan.disanalah saatnya Ara menunggu, tidak butuh waktu lama.Taksi bertanya pada penumpang yang memesanya.Ara langsung naik taksi.
Tiba di Wacana Grup sebuah gedung besar yang terkenal di Kota itu.Menara panjang yang ada diatas gedung.Menjulang menghiasi sinar utraviolet matahari di teriknya cahaya siang.Ara turun dari mobil.
"Ini ongkosnya Pak.Terima kasih!"Ara menyodorkan uang berwarna merah ke pemilik mobil.
"Mbak.Ini terlalu banyak.Sesuai dengan permitaan tadi hanya 35 ribu saja kok Mbak."
"Gak apa-apa kok.Pak,buat Bapak saja semuanya."Ara turun dari mobil.
"Terima kasih banyak.Ya Mbak!"
"Iya.Sama-sama Pak."Ara masuk kedalam gedung membawa ijazah serta surat-surat penting untuk melamar pekerjaan.
Saat memasuki gedung dan pintu terbuka.Ara menghirup udara segar dari bau kantor itu.Bau ini sangat membuatnya bahagia.Karena dari dulu ingin sekali masuk kesini dan melamar pekerjaan.Tidak mudah untuk keluar masuk disini.Karena orang-orang yang bisa diterima posisi ini, ingin dan berusaha mengembangkan sesuatu yang membuat mereka lolos disini.Sama dengan Ara hari lalu dia sudah latihan dan lolos mengisi jawaban fomulir yang diberikan dikantor ini.
"Mbak.Saya melamar pekerjaan kemarin dan lolos.Apa saya bisa di tes lagi?"Ara mengambil lembaran tesnya saat lolos.
"Oh.Baiklah.Mbak bisa masuk keruangan itu tapi tunggu perseta lain keluar.Dan harus mengambil nomor urut dulu."
Kata wanita yang menungu di meja informasi.
"Terima kasih Mbak."Ara melangkah menuju mesin mengambil nomor urut disana.
"Alhamdulilah.Cuma 3 perseta lagi.Berarti gak kesiangan juga aku datang.Masa cuma 5 perseta yang datang."
Ara menunggu di kursi tunggu.
"Nomor 3!"
Seorang wanita berkemeja kantoran dan rok kantoran memanggil perseta sesuai nomor urut.Ara masih menunggu giliranya.
Jantungnya mulai berdebar lebih kencang.
Tadi pagi saat bersama Dirga.Kini di tempat umum orang belalu lalang di depannya dan pendingin ruangan tidak membuatnya tenang.
Keringatnya di kening bercucuran.Sehingga lelah mengusap keringatnya.
"Nomor urut 5.Silakan masuk untuk di wawancara."
"Baik Mbak."Ara masuk kedalam ruangan wawancara.
Disana banyak lima panitia yang melihat Ara masuk.Ara mencoba menarik nafasnya dalam-dalam sehingga tidak akan gugup.Setelah dipersilakan duduk oleh panitia.Salah satu panitia menanyakan pertayaan karena tes wawancara sudah dimulai.
"Baiklah.Kami menerima kamu."Setelah lulus dalam semua banyak pertayaan Ara merasa senang.
"Terima kasih.Pak,Bu.Saya permisi."Ara membungkuk kan badan dan keluar ruangan.
Alhamdulilah.Terima kasih ya Allah,Ibu.Bapak harapanku terkabul.Aku senang,semoga kalian bahagia disana.
Ara sekarang bisa memulai bekerja.Karena kata panitia dia diterima di bagian seketaris.Entah mengapa ada yang aneh
tapi walau seaneh apapun dia akan menerimanya.Dan ini baru pertama kalinya Ara bekerja di sebuah kantor ternama di Kotanya.Dia begitu senang.Hingga ingin berteriak sekencang mungkin.
"Mbak.Saya diterima kerja saat ini.Tadi beberapa staf disini bilang saya keruangan ini.Apa benar Mbak?"
Ara menyodorkan sehelai kertas alamat ruangan yang diberikan oleh seorang wanita yang bekerja disini.
"Iya.Betul Mbak.Selamat ya Mbak.Semoga betah,anda boleh masuk.Silakan!"Staf wanita itu pergi.
Ara membuang nafasnya lalu mengetuk pintu.Dan beberapa kali melirik di bagian depan pintunya.Ada nama 'Derektur'.
"Masuk!!"Suara dari dalam.
"Permisi Pak.Saya lulus tes wawancara tadi.Dan saya diterima kerja menjadi seketaris disini Pak."
Ara gugup tapi dia berusaha tenang.Tubuhnya begitu bergetar dan tenaganya lemah.Jantungnya juga bergoyang terus tanpa henti.Tapi pria ini duduk membalikkan badan.Dikursi kebesaranya.
"Oh ya.Kamu harus bisa menguasai bahasa.Harus 6 level tinggi!"Lelaki itu memutar kursinya menghadap ke Ara.
"Ba...baik Pak."
Beneran cuma firasat kalo lelaki yang menjadi atasanku nanti akan sedingin es dikutub selatan.
Makanya cocok dengan ruangan ini.Seleranya begitu tinggi terhadap sifatnya.
"Iya.Siap Pak.Saya akan bekerja dengan semangat."Ara menaiki kedua tanganya menyemangati dirinya sendiri.
"Bagus.Sekarang ini.Selesaikan semuanya,ini jadwalku!"Lelaki itu menyodorkan map pada Ara.
"Baik Pak."Ara mengambil map di meja atasanya.
"Kenalkan dirimu!"
"Sa..saya Pak?"Ara kebinggungan karena gugup.
"Iya.Siapa lagi memangnya diruangan ini?Hahaha."Lelaki itu tertawa dingin.
"Oh.Iya benar.Nama saya Tiara Bella.Dipanggil Ara Pak."Ara menunjuk dirinya.
Bersambung...
Mohon maaf kalau sy salah, tapi terus terang sy aga bingung mengimajinasikan reka adegannya di episode ini, terutama yg bagian akhir.. 🙏🏻
Semangat berkarya.. 💪🏻💪🏻💪🏻
lanjut tor...
ditunggu feedbacknya 🤗🦋