NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA TUAN SAGA

TAWANAN CINTA TUAN SAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Barat / CEO / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Mafia
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Real cerita asli
No Jiplak!!!!
Yang jiplak gue gaplak

Ivana, wanita berusia 26 tahun harus merasakan pahit yang lebih dalam setelah kakaknya meninggal. Ia di haruskan menggantikan sang kakak untuk menikahi Saga, calon kakak iparnya setelah Olivia meninggal. Namun rupanya, Saga pun tak melepaskan Ivana, karena tahu bahwa jantung yang ada di dalam dirinya adalah milik Olivia.

"Tolong, izinkan aku pergi!" Rintihan itu terus Ivana ucapkan dari balik pintu kamar berinterior mewah.

Di depan kamar itu, terdapat beberapa orang yang mengawasinya.

"Kau mau kemana Ivana? Kau harus tetap di sini, Olivia tidak akan pernah membangkang padaku. Kau harus menurut, atau aku akan mengambil jantungmu dan memberikannya pada wanita lain sebagai Olivia" ucap Saga dari balik pintu kamar Ivana.

"Kau sudah gila Saga, lepaskan aku! Aku tidak ingin di sini! Aku ingin pergi! "

Ivana, apakah kamu benar-benar akan bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 04

Bibi Agnes kembali ke ruangan Ivana setelah dari kantin. Ia terkejut saat melihat para tenaga medis yang tengah memindahkan Ivana, pergi dari ruangan itu.

“Suster, Mengapa Nona Ivana di keluarkan dari ruangannya?,” tanya bibi Agnes pada salah seorang suster.

“Pasien akan segera di operasi, kami sudah mendapatkan pendonor jantung untuk pasien.” Mendengar hal itu, bibi Agnes pun bersujud syukur, ia tak berhenti mengucapkan terima kasihnya kepada Tuhan.

“Namun suster, apakah Anda sudah menemukan pendonor yang rela mengorbankan jantungnya untuk Nona Ivana? karena ini adalah jantung.”

“Tenanglah bibi, kami sudah mendapatkan izin dari pendonor, bahkan beliau sendiri yang ingin mendonorkan jantungnya pada pasien.”

Bibi Agnes yang mendengar hal itu pun semakin gembira, ia meneteskan air mata bahagianya karena pada akhirnya ia dapat melihat Ivana yang akan sehat kembali seperti sedia kala.

“Suster, siapa orang baik itu. Saya harus berterima kasih padanya,” suster itu hanya tersenyum. Ia menggenggam bahu bibi Agnes.

“Bibi akan tahu setelah operasi ini berhasil, karena dari pihak pendonor tidak ingin namanya di sebutkan sebelum operasi selesai. Jadi tenanglah, karena kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien,” Bibi Agnes pun benar-benar lega sekarang.

Ivana di bawa oleh para petugas medis ke ruang Operasi, rupanya di sana sudah terbaring seseorang yang jauh lebih dahulu berada di sana sebelum Ivana, dan orang itu, adalah Olivia.

2 Jam yang lalu sebelum Bibi Agnes bertemu dengan Olivia.

“Suster,” ucap Oliv pada suster yang merawatnya.

“Iya, ada apa Nona Oliv, apakah Anda membutuhkan sesuatu?” tanya suster itu kepada Olivia.

“Ya, bisakah Anda mendekat ke mari!”

Suster itu pun mendekat pada Olivia, “suster, bisakah kamu membantu!”

“Ya, Nona Oliv, saya akan membantu Anda”

“Bisakah carikan informasi tentang wanita bernama Ivana Wingston!, dia juga di rawat di sini. Dia adikku, dia punya penyakit jantung. Tolong beri tahu aku soal keadaannya.”

“Ya, Nona Oliv. Saya akan segera mencari tahu untuk Anda”

Suster tersebut kemudian mencari tahu tentang Ivana dan memberitahu semuanya pada Olivia.

“Jadi dia harus segera mendapat pendonor jantung, jika tidak maka dia akan mati. Kurang lebih seperti itu Nona Oliv,” ujar suster itu kepada Olivia.

“Suster, apakah ada kertas dan bolpoin?”

“Akan saya carikan, sebentar ya”

Suster itu kemudian mencari lembaran kertas kosong, ia kemudian memberikannya kepada Olivia, “suster, apa kamu lupa kalau aku buta?,” ucapan Olivia itu seketika membuat suster itu merasa bersalah padanya.

“Maaf nona Oliv,” Suster itu mengambil kertas dan bolpoin itu kembali ke tangannya.

“Tolong tuliskan saja sus!”

“Baiklah Nona”

“Kemarilah!,” suster itu pun mendekat setelah Olivia menyuruhnya. Olivia pun kemudian berbicara sesuatu dan di tulis oleh suster itu.

Setelah cukup lama, suster itu pun kemudian keluar dari ruangan Olivia, ia pergi menemui sekretaris Olivia yang tengah berjaga di luar, sekretarisnya pun kemudian masuk ke dalam ruangan itu. Suster itu pun pergi menemui Bibi Agnes.

*****

Setelahnya operasi pun akan berlangsung, sang pendonor masih sadarkan diri. “Suster, bisakah tolong bantu aku, aku ingin menggenggam lengan adikku untuk yang terakhir kalinya” ucapan Olivia benar-benar menyentuh hati semua orang yang ada di sana. Bagaimana ada seorang kakak dengan hati seluas ini.

Suster itu pun menarik meja kursi operasi milik Ivana agar lebih dekat dengan Olivia, suster itu bahkan membantunya, untuk mengaitkan tangan keduanya. Olivia bahkan tak melepaskan tangan adiknya. Air matanya menetes, membasahi pipinya yang penuh sayatan luka pecahan kaca.

“Nona Olivia, apakah Anda benar-benar yakin pada keputusan ini?” ujar Ahli Anastesi kepada Olivia yang sudah berbaring di atas kasur meja operasi.

“Saya sudah siap, tolong jangan tanya apa pun lagi,”

“Nona Olivia, apakah Anda sudah siap?” tanya dokter ahli bedah jantung padanya.

“Ya dokter, saya sudah 100% siap dan yakin.”

Para ahli medis pun melakukan operasi, lampu di atas ruang operasi pun kini menyala. Menandakan operasi tengah berlangsung. Di luar, ada Bibi Agnes yang tengah menunggu di luar ruangan itu tanpa mengetahui siapa pendonor jantung tersebut, karena Olivia masuk terlebih dahulu dalam ruangan itu sebelum Ivana.

Ahli medis pun mulai menyuntikkan obat bius ke tubuh Olivia, wanita itu pun mulai tak sadarkan diri. Meski pun begitu, tangan keduanya masih tetap saling menggenggam.

Prosesnya berlangsung cukup lama, sekitar lebih dari 2 jam. Lampu di ruang operasi telah berubah menjadi hijau. Para tenaga medis yang melakukan operasi itu pun menaruh kain putih pada tubuh Olivia yang telah meninggal.

Semua tenaga medis itu berdoa untuk Olivia, mereka bahkan tak berhenti menangis melihat perjuangannya untuk sang adik.

“Nona Oliv, salammu akan aku sampai kan pada adikmu. Dia akan segera sehat kembali, aku janji padamu” ucap dokter itu menutup kepala Olivia dengan kain putih.

Bibi Agnes yang melihat lampu telah berganti hijau pun mengucapkan rasa syukurnya. Beberapa saat kemudian, datang seorang wanita. Dia tampak seumuran dengan Ivana, wanita itu menangis tersedu-sedu.

“Nona, mengapa Anda menangis?” tanya bibi Agnes yang mulai sadar. Ia pun kemudian menutup mulutnya dengan kedua tangan.

“Nona, apakah di sana keluargamu?” tanya bibi Agnes sebari ikut menangis.

“Bukan?”

“Lalu apakah yang mendonorkan itu adalah pacarmu?”

“Ku bilang bukan,”

“Lalu mengapa kau menangis?”

“Yang ada di dalam ruangan itu adalah donaturku dan sekarang dia sudah pergi,” tangis wanita itu pecah. Bahkan kini mereka saling berpelukan satu sama lain, isakan tangis yang tak dapat terbendung.

“Kak Olivia, mengapa Anda harus meninggalkan saya,” mendengarkan wanita itu menyebut nama Olivia, membuat bibi Agnes langsung melepaskan pelukannya.

“Siapa tadi?”

“Olivia? maksudmu, Olivia Wingston?”

Wanita itu pun mengangguk, mendengar itu badan bibi Agnes langsung lemas. Rasanya seperti ia sudah tak kuat untuk berdiri, ia bahkan kini luruh di lantai.

“Bu, Anda kenapa. Apakah kamu sakit?”

“Beri tahu padaku, siapa kamu? kamu pasti berbohong kan soal ini,”

“Saya serius bu, saya tidak bohong. Saya adalah sekretaris kak Olivia, Sophia Violeta,” mendengar hal itu isakan tangisan semakin menjadi dari bibi Agnes.

Tak lama kemudian, pintu ruang operasi pun terbuka. Ivana di bawa oleh para ahli medis pergi dari ruangan itu. Sedangkan di belakangnya, ada satu jenazah yang juga di bawa oleh para ahli medis keluar dari ruang operasi itu. Bibi Agnes pun langsung berdiri detik itu juga, ia membuka kain putih yang menutup wajah Olivia, dan benar saja. Orang yang mendonorkan jantung itu adalah kakak Ivana sendiri. Bibi Agnes benar-benar tak kuasa menahan tangis. Sophia yang melihat hal itu pun memeluk bibi Agnes, ia mengelus punggung wanita itu. Mencoba menenangkan nya meski ia tahu hal itu percuma.

“Nona Olivia, mengapa harus anda. Apa yang akan sayang katakan pada Nona Ivana saat dia sadar nanti. Mengapa anda harus pergi nona, mengapa?,” rasanya benar-benar pilu, tak mudah menerima kenyataan pahit ini terlebih bagi bibi Agnes, wanita yang berumur 52 tahun itu tak pernah memiliki anak, bayi yang pertama kali ia gendong di pangkuannya adalah Olivia. Bayi yang lahir pada bulan purnama yang terang, penuh dengan harapan bagi semua orang. Bayi itu telah besar menjadi wanita yang cantik dan mandiri, dia adalah Olivia Wingston.

Ruangan VIP yang semula di pakai oleh Olivia kini telah di singgahi oleh Ivana atas keinginan dari sang kakak. Tak ada yang tahu akan hal ini hingga malam harinya, Saga datang dengan bunga mawar putih di tangannya. Berlari dengan perasaan senang.

“Olivia, aku tahu, kamu mungkin tak bisa melihat, tapi kamu pasti senang saat aku bawakan bunga ini untukmu. Baunya harum, bunga kesukaanmu” ucapnya sambil terus berlari sepanjang koridor rumah sakit.

Saga pun akhirnya sampai di ruangan Olivia, ia membuka pintu itu. “Olivia sayang, selamat, aku sudah mendapatkan pendonornya, hari ini kita bisa langsung operasi mata.” Namun bukan ini yang ia harapkan, bunga yang pria bawa itu pun jatuh ke lantai. Ia mendekati ranjang pasien, raut wajah dari Saga penuh dengan tanda tanya saat itu juga. “Ivana, bagaimana bisa jadi Ivana?”

“Lalu di mana Olivia?” Saga yang bingung itu pun keluar dari ruangan, ia pun bertemu dengan suster yang hendak masuk memberikan infus tambahan pada pasien.

“Suster, di mana pasien yang bernama Olivia. Mengapa yang ada di ruangan itu menjadi Ivana?,” tanya Saga, namun suster itu menunjukkan raut wajah kebingungan.

“Anda pasti tunangan dari Nona Olivia ya, sebentar ya tuan,” suster itu pun mengambil surat titipan dari Olivia.

“Tuan, Nona Olivia menyuruh saya untuk memberikan surat ini kepada Anda saat Anda sudah datang, dan Nona Olivia berpesan kepada saya untuk menyuruh Anda tetap tenang,”

“Apa maksudmu?” Saga dengan cepat langsung mengambil lembaran kertas dari tangan suster itu. Pria itu membacanya, tangannya gemetar saat ia membaca tulisan itu.

“Kau pasti bercanda, kau jangan main-main padaku. Kau jangan main-main DASAR GILA”

“Tuan, tolong jangan berteriak seperti itu. Ini adalah rumah sakit”

“Bagaimana aku bisa tenang, kau pasti bercanda. Kapan dia memberimu surat ini? Kapan hah? Kau pikir aku akan percaya padamu, Olivia bahkan tak bisa melihat. Bagaimana dia bisa menulis dengan serapih ini,”

“Tuan, saya yang menulis surat itu. Atas perintah dari Nona Olivia, dia yang menyuruh saya,”

“Lalu di mana dia sekarang?”

“Kamar jenazah”

Mendengar itu, Saga langsung berlari panik kalang kabut. Saat ia sampai di sana sudah ada Emalia, sophia, dan juga bibi Agnes di sana. Emalia menangis sejadi-jadinya sedangkan Sophia kini menenangkan Emalia dan juga bibi Agnes. Meskipun dirinya tak sanggup jika harus melihat hal ini.

“Oliv,” ujar Saga, sampai pada akhirnya pria itu pun menangis. Memeluk kekasihnya yang telah pergi.

“Olivia, tolong bangun. Ini mama sayang, mama ada di sini. Kenapa kamu harus pergi Oliv, mama sayang sama kamu,”

“Olivia, bukankah kita akan menikah. Mana janjimu padaku? Mengapa kamu pergi begitu saja sayang. Tolong bangunlah untukku Oliv, aku tak pernah keberatan dengan kondisimu aku tetap akan sayang padamu. Kembalilah aku mohon”

“Aku mohon Olivia bangunlah, tolong bangun” Saga terus memeluknya, pria itu bahkan mencium kening Olivia meski ia tahu bahwa kekasihnya telah tiada.

“Oliv, mengapa harus kamu,”

Olivia Wingston, gadis cantik dengan segudang prestasi. Meninggal dalam usianya yang masih muda, ia mungkin sudah lelah. Harapan akan hidupnya telah hilang, namun meskipun begitu, ia memberikan kesempatan hidup itu untuk adiknya. Ivana Wingston.

*****

(JANGAN LUPA LIKE, COMEN, SEE YOU GUYS, SEMOGA SUKA YA)

1
Mar lina
aku mampir
Thor
An_cin: Terima kasih kak😍
total 1 replies
Homerun
Alurnya bagus dan terkonsep. Aku suka. Lanjut thor🤗
An_cin
Yang suka akal-akalan barat, ayo sini
Homerun
aw aw, sempat suuzon sama Jane. Tapi ternyata baik juga tu anak 🤭btw semangat cintaku
An_cin: makasih sayangku🤭👍
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mantap thor
An_cin: Terima kasih kak, sudah mampir 🤭👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!