NovelToon NovelToon
Dinding Tak Bertelinga

Dinding Tak Bertelinga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:592
Nilai: 5
Nama Author: Nukhbatul

Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.

Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.

Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?

BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19.Nekad Ingin Membunuh Hendra

Kepergian Hendra dalam hatinya membuatnya makin terpuruk ditambah kini ia sedang hamil muda. Ia pun tak mau berdiam diri menangisi kepergiannya. Cintanya dengan Hendra yang dulu begitu bergelora kini memercikan api kebencian yang kian menyala.

Malam ini ditengah guyuran hujan yang deras, Dengan tekad yang sangat kuat ia menerobos tanpa ada rasa takut akan gemuruh suara petir. Winda membawa pisau dari dapur yang ia selipkan didalam tasnya. Amarahnya kian hari kian memuncak bila mengingat Hendra yang dengan gampangnya meninggalkan diriku begitu saja. Abis manis sepah dibuang seperti itulah pepatah yang sekarang dialami oleh Winda. Setelah ia memperjuangkan mati-matian sampai harus bercerai dari suaminya, Johan.

Namun Hendra sekarang lebih memilih kembali kedalam pangkuan istrinya. Selama ini yang dikorbankannya telah menjadi sia-sia belaka. Cinta yang dulu ia banggakan telah berubah menjadi api kebencian.

Ditengah malam ia terus menerjang banjir. Aku menyambangi rumahnya. Bila Hendra tidak bisa dimiliki olehku. Maka istrinya, Sulastri pun tidak boleh memilikinya lagi. Nama baik Winda dikantor pun sudah tercoreng atas skandal yang telah dilakukan oleh mereka berdua. Saat ini ia tidak bisa berpikiran normal lagi. Luka di hatinya terlampau sakit, bila mengingat apa yang sudah ia korbankan.

Winda sudah tepat didepan rumah Hendra. Dengan muka yang penuh amarah dan mata sembab. Ia pun mengetuk pintu rumahnya. Dengan rasa tak sabar ingin rasa dirinya menusuk kekasih gelapnya itu dengan menggunakan pisau yang sudah ia selipkan didalam tasnya.

Didalam rumahnya pun sedang asik bercinta dengan istrinya, sudah lama rasanya ia tidak menikmati bercinta dengan istrinya tersayangnya. Hendra tidak menyangka kalau istrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali dirumah ini.

"Terimakasih ya sayang, kamu sudah memaafkan dan menerima mas kembali untuk kita berkumpul dirumah ini ". Ucapnya kepada istrinya Lastri dengan nada lembut yang penuh cinta.

"Mas janji ya, Kamu jangan berhubungan kembali dengan perempuan itu. Dia juga kan udah punya suami kenapa mau dengan kamu, Mas".

Balas Lastri kepada suaminya dengan nada suara manja.

Ketukan pintu Hendra semakin lama semakin kencang sampai tuan rumahnya pun terkejut dan merasa terganggu. Lastri dan Hendra yang tengah asik bercinta pun harus berhenti dan membukakan pintu rumahnya.

"Siapa toh mas, tengah malam ada yang bertamu kerumah kita, tidak seperti biasanya". Tanya Lastri kepada suaminya dengan nada penasaran.

"Tidak tau Las, coba mas liat dulu ke jendela ya, siapa yang datang. Kali aja mereka ada perlu dengan kita". Balas Hendra kepada Istrinya.

Setelah Hendra mengintip dari balik jendela, ia sangat terkejut ternyata yang sedang mengetuk pintunya ialah Winda kekasih gelapnya itu ada rasa rindu di lirikan matanya bila melihatnya walau dari balik gorden rumahnya saja.

Dengan muka panik dan jalan terburu-buru Hendra pun langsung masuk kekamar lagi dan menemui istrinya supaya Lastri saja yang membukakan pintu rumahnya.

"Las, yang mengetuk pintu rumah kita itu, Prita Las. Tolong kamu bukakan pintunya. Kalau ia nanya Mas. Bilang saja mas sudah merantau ke luar kota". Ucapku kepada istrinya dengan nada takut.

Winda malam itu bukan seperti wanita yang biasa yang dia kenal. Winda yang dulu wanita yang sangat manis, lembut dan ramah. Namun malam itu Hans melihat muka Winda dipenuhi dengan dendam, amarah, kecewa. Campur aduk jadi satu.

Lastri pun segera membukakan pintu rumahnya karena suara ketukan pintu rumahnya sampai kencang sekali, ia tidak ingin suara pintu rumahnya menganggu tetangganya yang sedang istirahat bahkan ada yang sudah tidur.

"Ada perlu apa kamu kesini, apa jambakan dan tamparan aku waktu itu belum cukup". Tanya Lastri kepada Winda dengan muka judes dan sambil bertolak pinggang.

Dengan amarah yang sudah memuncak dan kekalutan Winda ditambah ia melihat Lastri dengan rambut berantakan dan sedang mengenakan baju dinas yang sangat seksi.Dia yakin ia lagi sedang bercinta dengan suaminya. Sakit rasanya aku melihat hal itu.

Lastri sengaja tidak mengganti baju tidurnya dulu sebelum bertemu denganku agar Aku tau kekasih gelapnya itu sekarang berhasil kembali kedalam pelukannya lagi

Disaat Winda sedang sakit hati menahan kecewa dan amarahnya. Hendra malah sedang asik memadu kasih dengan istrinya. Sepertinya pacarnya itu sudah melupakannya dengan mudahnya.

"Mana suamimu itu, Keluar dari rumahnya. Dia harus tanggung jawab, aku sedang hamil muda". Teriak Winda kepada Lastri dengan nada amarahnya.

"Gausah kamu teriak-teriak dirumah saya. Sekarang sudah malam. Suamiku sekarang sudah kerja lagi diluar kota". Balas Lastri kepada Winda dengan nada berbohong.

Winda yakin kalau wanita ini sedang berbohong. Lastri sedang melindungi dirinya. Atau Hendra yang takut dan pengecut untuk menemui dirinya.

Prita pun menerobos masuk kedalam rumah Lastri dan berteriak memanggil nama Hendra.

"Hendra.... Hendra.. Hendra... dimana kamu, Kamu harus tanggung jawab, aku sedang hamil anak kamu Hans jangan jadi lelaki pengecut ya". Teriak Winda didalam rumah Lastri dengan nada amarah.

"Hei, kamu tidak sopan main nyelonong masuk kerumah saya. Tidak ada yang menyuruh kamu masuk kerumah saya". Balas Lastri kepada Winda dengan nada ngegas.

"Suami kamu harus tanggung jawab aku sedang hamil. Dia main pergi begitu saja meninggalkan saya". Ucap Winda Kepada Lastri".

"Siapa suruh kamu jadi wanita murahan. Sudah tau kalau Mas Hans punya istri kenapa mau tidur dan tinggal bareng dengan suamiku". Balas Lastri kepada Winda.

Ucapan Lastri yang menyakitkan hatinya, tangan Prita pun gatal dan tak kuasa ingin menampar dan menjambak rambutnya.

"Aduh sakit, ah sakit...berani sekali kamu menampar dan menjambak rambutku". Ucap Lastri sambil meronta kesakitan karena Winda menjambak rambutnya.

Hendra pun segera keluar dari tempat persembunyiannya mendengar rintihan suara istrinya itu. Ia pun keluar dan menemuiku. Winda pun melepas rambut Lastri. Dan mengambil pisau dapur yang sudah ia selipkan didalam tasnya.

Sebelum mendekati Hendra pun melihat Winda sedang mengeluarkan pisau dapur dari dalam tasnya. Ia pun langsung berlari kedalam kamar tidur dan langsung mengunci pintu kamarnya lagi.

Dari luar pun Winda mengedor dan menarik pintu yang sudah dikunci olehnya. Lastri pun berlari keluar dan meminta pertolongan Pak RT didaerah rumahnya karena ada seseorang yang berniat ingin membunuh suaminya itu.

Hendra pun tidak menyangka kalau Winda menjadi wanita seberani itu ingin membunuh dirinya. Wanita lembut seperti Dia bisa juga menjadi wanita nekad. Rasa sakit dihatinya yang begitu perih membuatnya melakukan hal nekad itu.

"Buka Hendra pintunya atau aku dobrak pintu kamar rumahmu. Pengecut kamu tidak mau tanggung jawab atas perbuatan kamu ini. Aku hamil Anak kamu, Hendra". Ucapku kepadajua sambil terisak menangis dengan penuh amarah.

Rasa cinta dan rasa benci itu diibaratkan bagaikan setipis tisu. Dulu mereka adalah dua orang yang saling mencintai, dan tak ingin terpisahkan. Namun kenyataannya sekarang berbanding terbalik. Cinta yang dulu bersemi dan bersemayam dihati mereka berdua, kini rasa itu sudah mati dan pudar. Mereka sekarang adalah dua manusia yang saling membenci bahkan Prita pun ada niat ingin membunuh Hendra.

Tak ada lagi Cinta, tak ada lagi Rindu, tak ada lagi hasrat ingin bercinta bahkan tak ada lagi niat untuk saling memiliki. Yang ada sekarang ini Winda berniat ingin mengabisi nyawa Hendra sekarang juga. Tanpa tunggu nanti ataupun tanpa tunggu jeda.

1
Nawa Liya
maaf ya ceritanya bikin aku mual... sampai di sini aja bacanya
Nukhbatul: Terima kasih atas masukannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!