NovelToon NovelToon
ASH

ASH

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Persahabatan / Roh Supernatural / Horor
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Luckystar20

Elio pindah bukan karena mau.Seminggu setelah neneknya meninggal di desa, ibunya memaksanya pindah dari Jakarta ke SMA pinggiran yang dikelilingi kebun dan kabut. Rumah peninggalan nenek itu dingin, lembab, dan penuh sesajen yang belum sempat dibuang.Di malam terakhir nenek, nenek membisikkan satu hal sambil menggenggam tangan Elio erat: "Nenek buka jalannya ya, biar kamu gak kesepian."Sejak itu Elio melihat mereka.Awalnya hanya bayangan di ujung sawah. Lalu anak kecil tanpa kepala yang duduk di gerbang sekolah. Elio pikir dia gila.Sampai dia bertemu Ash.Di gudang belakang SMA-nya yang terkunci, ada cowok seumuran pakai seragam lama yang sobek. Tampan, pucat, dan tersenyum ke Elio. "Akhirnya ada yang bisa lihat lagi."Namanya Sean. Mereka memanggilnya Ash, karena dia seperti abu — tipis, beterbangan, selalu ada di sebelah, gak bisa diusir.Masalahnya, Ash bukan satu-satunya.SMA baru Elio menyimpan arwah penasaran dari tahun 90-an, dan semua mulai mendekat karena mata Elio

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luckystar20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak yang Terhenti di Tengah Malam

Langkah kaki mereka baru aja mau menerobos lorong tengah yang gelap gulita itu. Bau apek debu tua bercampur aroma bunga kenanga kusam makin menyengat di hidung. Senter SWAT di tangan Elio membiaskan bayangan-bayangan panjang yang menari-nari di dinding kayu rumah yang lapuk.

Tapi, belum sempat kaki Elio menginjak ubin lorong yang dingin...

SRAK! SRAK!

Suara langkah kaki kencang menembus semak belukar pekarangan luar mendadak terdengar dari arah teras depan!

"SIAPA DI DALAM?!"

Suara berat dan membentak milik seorang pria setengah baya bergema nyaring di tengah malam yang hening membuat semuanya terperanjat. Cahaya lampu senter sorot yang super terang dari arah pintu luar langsung menerobos masuk lewat celah pintu yang terbuka, menyorot tepat ke muka Elio, Alvian, Bima, dan Ayu!

"ANJIR! KETAHUAN KITA!" jerit Bima setengah berbisik, refleks loncat ke belakang punggung Alvian buat kesepuluh kalinya malam ini.

Seorang pria berbadan tegap mengenakan sarung yang dililitkan di leher dan memegang senter ronda besar melangkah masuk melewati ambang pintu. Mukanya kelihatan galak banget, alisnya menukik tajam pas merhatiin empat remaja yang berdiri di dalam rumah kosong itu.

Pria itu adalah Pak RT—salah satu warga senior Desa Parangkusuma.

"Kalian ini anak-anak persekolahan ngapain malam-malam begini di rumah kosong?!" bentak Pak RT dengan nada suara yang penuh curiga dan kekesalan. "Bawa-bawa linggis sama tang besi segala! Kalian mau merusak atau mau berbuat macam-macam di sini, ya?!"

Alvian bergerak cepat melangkah ke depan, mencoba bersikap tenang dan sopan kayak biasanya. Dia membetulkan letak kacamatanya. "Maaf, Pak RT... kita gak ada niat jahat. Kita cuma—"

"Gak ada alasan!" potong Pak RT kencang, gak mau denger penjelasan sama sekali. Tangannya menunjuk-nunjuk ke arah pintu keluar. "Rumah ini tuh sudah ditutup dari zaman dulu! Warga desa saja gak ada yang berani dekat-dekat ke sini, apalagi malam minggu jam satu malam gini! Ayo keluar! Sekarang juga! Entah apa yang kalian cari. "

Ayu yang berdiri di samping Elio mendadak mengepalkan tangannya rapat-rapat. Bibirnya terkatup rapat, tapi raut mukanya kelihatan kesal banget. Tatapan matanya yang tadi tenang berubah jadi penuh keningitan dan kejengkelan yang ditahan. Dia menatap lorong gelap di dalam rumah itu dengan pandangan berat, seolah-olah kesempatan emasnya buat membongkar sesuatu baru aja dihancurkan gitu aja.

Elio yang merhatiin raut muka Ayu langsung bertanya-tanya dalam hatinya. Kenapa Ayu bisa se-kesal ini? Padahal dia kan cuma anak kelas sebelah yang ngaku tahu soal rumah ini... Apa sebenernya yang bikin dia ngebet banget pengen masuk ke lorong itu?

Bukan cuma Elio yang mikir gitu. Di udara, Ash yang melayang rendah di sebelah Elio juga merhatiin Ayu dengan dahi berkerut. "El, cewek ini beneran aneh. Kesalnya dia tuh bukan kayak orang biasa yang gagal uji nyali, tapi kayak orang yang barang pentingnya gagal diambil," bisik Ash pelan di samping telinga Elio.

"Cepat keluar! Kalau kalian gak mau pulang sekarang, saya laporkan ke orang tua kalian dan ke Mbah Damar biar dipanggil ke balai desa sekalian!" gertak Pak RT makin tegas.

Mendengar nama Mbah Damar disebut, Alvian langsung ngasih kode mata ke Elio dan Bima. "Baik, Pak RT. Kita minta maaf. Kita pulang sekarang." Sebelum pergi Alvian sekali lagi berkata.

"Maaf Pak, tolong jangan katakan ini sama kakek. bapak bisa berjanji?" Pak RT hanya diam.

"Bisa pak?" ucap Alvian sekali lagi.

Pak RT menghela nafas kasar sesaat lalu mulai berbicara. "Sebenarnya apa tujuan kalian kesini? disini bukan tempat untuk bermain. Anak-anak seperti kalian seharusnya tidak berada disini, berbahaya ini rumah lama bangunannya juga sudah tidak layak. Jika ada sesuatu bagaimana?" ucapnya panjang lebar seolah pak RT ini tidak tahu mengenai misteri ini hanya sekedar menjaga tempat ini saja.

"Untukmu ayu, tadi bapak bertemu ibumu dia mencari kamu, cepatlah pulang jangan buat dia khawatir. Kamu ini anak gadis loh, keluyuran tengah malam kayak gini bahaya, cepat pulang ya. untuk semuanya juga segera pulang. Dan Alvian, bapak nggak akan beritahu kakekmu. Sudah puas? ayo pulang semuanya."

"Baik Pak, kita semua pulang sekarang." balas Alvian.

Mereka bertiga akhirnya melangkah gontai keluar menembus pintu depan. Daripada urusannya makin panjang dan bikin Mbah Damar makin curiga, mundur adalah satu-satunya pilihan yang paling masuk akal saat ini.

Begitu mereka semua sampai di pekarangan luar yang dibasahi embun malam, Pak RT mengunci kembali rantai pintu rumah tua itu pakai kawat tebal yang dia bawa, lalu mengawal mereka berempat berjalan menuju persimpangan jalan utama desa.

"Jangan pernah coba-coba balik ke rumah itu lagi!" peringat Pak RT galak pas mereka sampai di persimpangan jalan yang terang lampu jalan. "Pulang ke rumah masing-masing! Sekarang!"

"Iya, Pak... terima kasih, Pak," sahut Bima sambil mengangguk-angguk ketakutan.

Setelah Pak RT berjalan menjauh balik kanan menuju pos ronda, suasana di persimpangan jalan itu berubah jadi hening dan canggung.

Bima mendesah napas panjang yang kelewat lega, menyapu keringat dingin di jidatnya. "Gila... nyaris aja kita digelandang ke balai desa! Selamat, selamat... jantung gue rasanya udah pindah ke usus buntu."

Ayu menghentikan langkahnya di bawah pendaran lampu jalanan. Dia balik badan menatap Elio, Alvian, dan Bima. Wajahnya yang tadi kesal perlahan kembali datar, tapi tatapan matanya tetap tegas.

"Malam ini kita mundur," kata Ayu dengan suara yang pelan tapi gak bisa dibantah. "Gak ada gunanya kita maksa masuk lagi malam ini. Pak RT pasti bakal patroli di sekitar sana sampai subuh."

Elio menatap Ayu lekat-lekat. "Terus gimana, Yu? Lu beneran gak mau cerita lu sebenernya tahu apa soal rumah itu?"

Ayu menghela napas pendek, merapatkan jaket rajut cokelatnya. "Bukan di sini tempatnya. Besok di sekolah, pas jam istirahat, kita bahas lagi semuanya. Kita susun rencana yang lebih rapi tanpa ketahuan warga."

Ayu menatap mereka bertiga sekali lagi, lalu balik badan dan berjalan sendirian menembus kegelapan lorong desa bagian selatan tanpa takut sedikit pun.

Elio, Alvian, Bima, dan sosok gaib Ash cuma bisa berdiri merhatiin punggung Ayu yang makin lama makin menghilang ditelan malam.

"Eh, kita belom minta nomor nya! gimana cara hubungin dia nanti?" Teriak Bima.

"Yaelah, bikin gue jantungan aja. lo kan tahu akun dia, ya lo chat lah disana gitu aja ribet." cerocos Elio yang terkejut karena omongan nya tadi yang mendadak ditengah-tengah keheningan malam.

"Oh iya ya, hehe. Maaf gue lupa."

Misi penerobosan malam ini emang gagal total gara-gara ketahuan pak RT, tapi rasa penasaran mereka—terutama soal sosok Ayu dan rahasia Jalan Kenanga Nomor 14—justru makin menyala-nyala buat dibongkar besok di sekolah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!