Karena suami dari putrinya miskin, seorang ayah rela menjual putrinya kepada pria lain untuk membayar hutang judinya. Tapi ayah brengsek itu tidak tau jika pria yang membeli putrinya adalah putra menantunya sendiri. Semua rasa bersalah dari perbuatan ayahnya itu ia tanggung sendiri kepada sang suami. Tapi herannya, suaminya tidak marah saat mengetahui jika istrinya dijual dan dihamili oleh pria lain. Apakah Gina Penelope akan memaafkan sang suami karena telah mempermainkannya? Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Gina dan suaminya setelah kejadian satu malam dengan pria lain? Baca novel ini dan dukung untuk jadi favorit ya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SAUDARA IPAR
Gina masih terdiam dan memikirkan jawaban dari pertanyaan Abram.
"Ikutlah kami ke London, Kak. Hidup keluarga kami tidak seburuk yang tadi diceritakan kok meskipun ya banyak aturan dan kekangan dari sesepuh keluarga termasuk orang tua, tapi overall kehidupan kami adalah kehidupan yang diharapkan banyak orang" ucap Kate.
Gina menatap Kate dengan pandangan ragu.
"Selama ada aku dirumah, aku pasti mendukung dan membela mu" ujar Kate lagi.
Ternyata adik dan kakak iparnya tidak seburuk itu, pikir Gina.
"Aku akan menunggu jawaban mu besok pagi. Jika belum juga ada jawaban, mohon maaf, aku akan membantu orang tuaku memisahkanmu dan Abraham. Aku tidak ingin Abraham bersama wanita bingung sepertimu" ujar Abram lalu berdiri dan berniat keluar ruangan.
"Kate ayo ke hotel" ajaknya kepada sang adik.
"Boleh kah aku menginap disini, Kak? aku ingin mengenal kakak iparku lebih dekat" tawar Kate.
"Coba tanya yang punya ruangan" suruh Abram.
Kate menatap Gina dengan pandangan harap.
"Boleh kah aku menginap disini, Kak Gina? Sekalian aku bisa mengawasi keadaan Kak Abraham" bujuk anak bungsu keluarga Alexander itu.
Gina tersenyum tipis.
"Boleh" jawabnya dan Kate tersenyum lebar.
Abram tak bisa melarang.
"Kabari aku kalau ada perkembangan soal Abraham. Besok pagi mungkin daddy sama mommy sudah tidak sabar membawa Abraham ke London. Kamu pastikan keadaan Abraham baik baik saja melalui perjalanan udara yang cukup lama" ucapnya.
"Siap, Kak" sahut Kate.
Lalu Abram keluar ruangan.
Bersamaan Ben dan Jesica kembali dari kantin.
"Tuan" panggil Ben.
"Kate menginap bersama Gina. Kamu awasi dan jaga mereka, infokan jika ada sesuatu dengan Abraham" ujar Abram.
"Siap, Tuan" sahut Ben.
Jesica hanya diam saja memperhatikan kondisi lalu masuk ke ruangan Gina sambil membawa beberapa makanan.
"Aku membawakanmu beberapa makanan, Gin" ucap Jesica saat sudah berada dihadapan sahabatnya itu.
"Halo, Kak. Perkenalkan aku, Kate. Adik ipar Kak Gina" sapa Kate ramah kepada Jesica.
"Ternyata kamu bisa seramah ini ya tidak seperti orang tuamu itu" sindir Jesica yang memang sangat kesal melihat Charles dan Lily semena mena kepada Gina tadi.
Kate tidak marah, tapi Gina yang mengingatkan.
"Jesica jangan ngomong gitu. Mereka juga orang tua Abraham, mertuaku" ucap Gina.
Jesica menghela nafas panjang, lalu tetap menjabat tangan Kate untuk berkenalan.
"Aku Jesica, sahabat Gina" sahutnya.
Kate memberikan senyuman.
Mereka berdua pun duduk di samping kiri dan kanan Gina.
Di ruangan super eksekutif ini, ada 1 tempat tidur cukup luas bisa dihuni 2 orang penjaga pasien.
Tiba tiba Gina sudah menguap.
"Tidurlah, aku akan berjaga disini" suruh Jesica.
"Aku juga akan menjaga kakak" timpal Kate.
Gina pun mengangguk. Matanya sudah sangat mengantuk dan tubuhnya yang masih lelah.
Akhirnya Kate dan Jesica pindah ke sofa, memakan cemilan yang dibawa oleh Jesica dari kantin.
"Aku suka style kakak" puji Kate.
"Ini pujian atau hinaan dari anak orang kaya sepertimu?" sinis Jesica.
"Pujian dong, mgapain aku menghina style kakak. Aku cuma tidak berkesempatan explore style sendiri karena dari kecil sudah diatur styleku hingga akhirnya terbiasa dan suka" balas Kate.
"Jadi keluarga kaya dan turunan bangsawan juga tidak sebebas itu" lanjutnya.
"Mangkanya, aku tidak suka sama orang kaya. Selama aku jadi DJ dan waiters club, orang kaya selalu saja bersikap semena mena. Mentang mentang punya uang kadang kadang bersikap arogan" curhat Jesica.
"Itu mah orang baru kaya, Kak. Orang kaya lama seperti kami, keturunan maksudnya, old money, sebenarnya tidak bisa searogan itu. Hanya saja ayah ku memang terdidik sangat keras, semuanya ia lalukan untuk membangun bisnis sendiri selain mengandalkan keturunan bangsawannya. Sedangkan ibuku berasal dari keluarga terpelajar yang sangat menyukai keteraturan, sehingga terkadang yang terlihat tidak teratur dimatanya sangat mengganggu, selain Kak Abraham sih" jelas Kate.
"Kamu memang terlihat berbeda dari orang tuamu meskipun tetap terlihat kaya" sahut Jesica.
"Ya karena aku sudah terbiasa bersosialisasi dengan banyak kalangan, apalagi aku seorang dokter yang tidak selalu menangani orang penting atau orang kaya. Aku harus bisa berbaur" ujar Kate.
Sambil menyeruput minumannya, Jesica akhirnya bisa bernafas lega karena dari tadi merasa awas terhadap Kate ataupun keluarga Abraham yang lain.
"Oke baguslah, aku bisa lebih santai menghadapimu karena sejak keluarga kalian datang, aku dalam mode berjaga. Takut jika kalian menyakiti Gina" balas Jesica.
Kate tersenyum tipis.
"Kakak sangat peduli dengan Kak Gina ya. Beruntung sekali memiliki teman seperti kakak" sahutnya.
"Sebenarnya kami sudah lama tidak bertemu tapi tetap berhubungan melalui media sosial. Aku sangat senang saat kemarin Gina akan kesini tapi aku tidak menyangka jika seperti ini kejadiannya" ucap Jesica.
"Hmmm yaa, kita semua keluarga di London pun terkejut saat mengetahui Kak Abraham sudah menikah" ujar Kate.
"Jika besok pagi Kak Gina bersedia mengikuti kami ke London, akan lebih baik seperti itu karena bagaimanapun Kak Gina istri dari kakakku. Mau tidak mau harus dikenalkan kepada semua keluarga agar tidak terjadi salah paham" lanjutnya.
"Apakah kalian akan menyiksa Gina dengan aturan bangsawan kalian? Jika seperti itu, lebih baik Gina tetap disini. Aku bisa membantunya mencari hidup baru di Seattle" sahut Jesica.
"Menyiksa bagaimana? Sekarang kak Gina sedang mengandung keturunan keluarga kami, mana ada niat menyiksa. Kak Jesica terlalu memandang kami buruk" balas Kate dengan kikihan kecil.
"Karena aku kasihan melihat Gina. Aku melihat Abraham bersikap posesif gitu. Aku tidak ingin sahabatku tidak bahagia karena mendapatkan perlakukan mengekang dari pria yang ia cintai" perhatian Jesica untuk Gina.
"Kak Abraham memang seperti itu, ia tidak ingin melepaskan apa yang sudah ia cintai begitu saja. Selama ini ia selalu saja sudah mendapatkan apa yang ia mau, penuh aturan. Ini itu tidak boleh. Dan lagi, ia pernah di khianati cintanya hanya karena wanita yang ia cintai sudah dijodohkan oleh keluarganya" jelas Kate.
"Hahaha..ternyata memang pria posesif itu karena trauma ditinggal..tapi sebenarnya gak bisa buat jadi alasan untuk bersikap mengekang kepada wanita selanjutnya" balas Jesica.
"Ya begitulah. Mungkin ketika Kak Abraham sudah merasa tenang dan aman terkait cintanya Kak Gina padanya, ia akan kembali rileks" tebak Kate.
Jesica mengangguk paham.
Lalu keduanya pun mengobrol sampai sama sama mengantuk dan akhirnya tidur bersama.
Di ranjang yang sama kedua orang asing yang baru berkenalan dengan latar belakang yang berbeda, bisa tidur bersama.
Gina benar benar tidur lelap setelah menguap tadi, sampai tidak terbangun dengan obrolan Kate dan Jesica.
Wanita hamil ini sudah payah dengan keadaan dan perasaanya. Apa yang terjadi besok tergantung keputusan yang ia ambil.
Bertahan atau pergi.
lanjut thor