NovelToon NovelToon
48 Months Agreement With CEO

48 Months Agreement With CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 5
Nama Author: taurus

Jason seorang CEO jatuh cinta dengan Lia, gadis yang selalu berani berargument dengan dirinya. Dengan memanfaatkan keadaan, Jason membuat Lia menandatangani surat perjanjian nikah.

Perjanjian 48 bulan sengaja dia buat agar Lia jatuh cinta dan sepenuhnya menjadi miliknya. Dengan Cinta pula Jason mengangkat martabat Lia, menjadi wanita yang tidak dapat disepelekan dunia.


"Ayo kita menikah. Cukup empat puluh delapan bulan. Setelah itu kau yang memutuskan akan tetap dalam pelukanku atau berlari bebas seperti kucing liar."

"Siapa takut asalkan kau bersedia memberikan uang sebesar empat puluh delapan juta dolar setelah kita bercerai."

"deal."

Mereka bersalaman dan menandatangani surat kesepakatan. Gadis itu tertawa penuh kemenangan tanpa menyadari syarat kedua dari kesepakatan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Shopping

Jam sudah menunjukan lima belas menit menuju pukul lima sore. Lia berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan gadis itu melarang Raja untuk menambahkan berkas pekerjaan pada Briant, karena dia tidak ingin rencananya hari ini tertunda.

"Kalau tidak penting, jangan antarkan dokumen apapun ke ruangan Briant. Dia hari ini berjanji akan mengantarku untuk berbelanja pakaian yang cocok untuk bekerja," pesan Lia dengan tegas kepada Raja.

"Memangnya kau tidak punya pakaian kerja?" tanya Raja.

"Halloo... kau lihat pakaian yang aku kenakan. Gak cocok bukan?"

"Cocok saja buat kamu."

"Iiihhh... Pokoknya nanti aku mau keluar sama Briant jam lima."

"Iya, aku mengerti. Maksudku kau tidak harus membeli baju kantor. Dengan pakaian mu seperti ini, merupakan pemandangan segar di kantor," ujar Raja sambil mengerdipkan matanya jenaka.

"Mau aku laporin sama mr. Andrew?" ancam Lia sambil menyeringai licik.

"Ah gak seru ah! Backingnya terlalu tinggi." ujar Raja sambil menarik satu sudut bibir nya.

"Jangan khawatir, aku juga ingin pulang cepat hari ini. Jadi aku tidak akan mengantar dokumen ini kepada Mr.Briant," ujar Raja sambil menepuk-nepuk tumpukan dokumen dihadapannya.

"Nah, itu pintar. Eh, kamu jadi kencan dengan Meta hari ini?" tanya Lia penasaran.

"Mau tau saja." ucap Raja sambil menutup rapat mulutnya.

Lia memandang Raja seraya menopang dagu dengan kedua tangannya diatas meja, gadis itu memandang Raja penuh rasa ingin tahu, seraya mengerdip-ngerdipkan kedua kelopak matanya yang lentik. Raja yang melihatnya merasa terganggu.

"Menggodaku lagi, aku masuk ke ruangan mr. Briant," ancam balik Raja seraya meletakan tangannya keatas dokumen.

"Aku mau memperbaiki riasan." Lia melengos pergi, mengacuhkan perkataan Raja.

Saat hendak menuju ke toilet, lia singgah di meja Meta, "Met yuk ke toilet."

"Iya a..ayo." jawab Meta dengan gugup.

Di dalam toilet wanita, Lia mulai membersihkan minyak-minyak di wajahnya dengan tisyu khusus. Kemudian menempelkan sedikit bedak juga mengoleskan lipbalm berwarna di bibir nya.

Meta melakukan hal yang sama.

"Met, hari ini apakah kau akan kencan dengan Raja?" tanya Lia langsung.

"Iya," sahut Meta lirih dengan malu.

"Yeaaaaa.... keren habis. Gerak cepat ternyata, " goda Lia.

"Jangan menggodaku ah, jadi malu."

"Ini nich, tambahkan polesan lipstik mu sekali lagi," tunjuk Lia kearah bibir Meta.

"Trimakasih."

"Untuk apa?"

"Kau baru sehari datang ke kantor ini tapi sudah menjadi mak comblang yang hebat, " ujar Meta dengan malu-malu sambil mematut dirinya di depan cermin.

"Ah itu... jangan khawatir. Aku memang ahlinya. Serahkan saja padaku, siapa saja yang mau di comblangi, aku akan bergerak cepat," ujar Lia dengan bangga.

"Senangnya aku bertemu denganmu. Kenapa tidak dari dulu saja kau bekerja disini," ujar Meta. Meta berpikir, seandainya Lia dari dulu berada di kantor ini, maka dia tidak perlu menunggu waktu lama untuk berkencan dengan Raja.

"Yeaaa... lebih seru sekarang, setelah perasaan kalian tumbuh, baru aku yang menyiraminya, biar segerrrr." ujar Lia meledek.

"Ah kamu." Wajah Meta semakin memerah.

"Ayo buruan kita keluar, nanti dikira kita lagi mau make up kaya artis."

Lia berjalan keluar dari toilet diikuti oleh Meta. Lia langsung masuk ke ruangan Briant dan menanyakan, apakah pria itu sudah siap untuk pergi dengannya. Briant mengiyakan dan Lia segera menuju ke ruangan Andrew untuk berpamitan.

"Brother Andrew, kau sudah selesai, apakah kau akan pulang hari ini?" tanya Lia pada calon kakak iparnya.

"Sebentar lagi aku akan kembali." sahut Andrew sambil menatap Lia sekilas.

"Baiklah, aku akan pulang dengan brother Briant yaaa." pamit Lia.

"Okey. Have fun." Ujar Andrew.

"Oh ya brother, by the way thankyou." ujar lia sambil menunjukan kartu karyawannya yang sudah berisi uang.

"It's okay. Berbelanjalah sepuasmu. Biarkan Briant yang membayar, nanti aku akan menggantinya." ujar Andrew tersenyum.

"Memang kau kakak ipar yang the best." Lia mengacungkan kedua jempolnya sambil tertawa dan meninggalkan ruangan Andrew.

Lia kemudian masuk kedalam ruangan Briant setelah mengetuknya.

"Sudah selesai brother?" tanya Lia dari balik pintu.

"Ah iya, tentu saja. Kau kelihatan sudah tidak sabar," Briant menggoda Lia dengan tersenyum tipis.

Lia jadi greget melihat Briant menyungging senyuman tipis. Senyuman yang sangat jarang tersungging di bibir sexy pria tampan itu. Dan meskipun tipis juga sepintas, mampu membuat Lia takjub dan terpaku untuk sesaat.

"Hei! Jadi pergi?"

Briant tiba-tiba sudah berdiri tepat di hadapan Lia. Gadis itu menjadi salah tingkah dan gugup seketika. Rona merah mulai tampak di wajahnya yang memanas.

Lia memalingkan wajahnya, seolah-olah biasa saja.

"I...iya.. ayo brother," ujar nya dengan gugup.

Lia berjalan lebih dahulu. Dia tidak ingin Briant melihat semburat merah di wajahnya. Lia menepuk-nepuk dadanya, seraya menarik nafas dalam-dalam agar debar di jantungnya bisa normal kembali.

Melewati meja Raja, pria itu mengedipkan mata pada Lia, membuat Lia tersenyum malu. Dia melirik kearah meja Meta yang tampaknya sudah siap untuk pergi juga.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Briant yang sudah berdiri disamping Lia saat mereka berdiri menunggu Lift.

"Memangnya aku kenapa?" tanya Lia tanpa menoleh.

"Wajahmu memerah dan kau menepuk-nepuk dadamu," kata Briant sambil menunduk memandang ke arah Lia disampingnya.

Aduhhh kelihatan ya dari belakang aku menepuk dada. Dan aaahh.... wajahku kenapa tambah panas ini. Aduhhhh.... memalukan.

"Lia, ayo masuk," ujar Briant yang sudah berada di dalam lift mengagetkan Lia.

"Eh... iya." Lia yang sempat melamun, terkejut melihat pintu lift sudah terbuka dengan Briant didalam nya.

"Kau yakin tidak sakit?" tanya Briant lago setelah pintu lift tertutup dan bergerak turun.

"Aku tidak apa-apa kok brother, hanya terlalu bersemangat untuk pergi shopping. Kan selama disini, aku hampir tidak pernah kemana pun," ujar Lia memberikan alasan

Hehehe otak ku encer juga, bisa mencari alasan yang tepat. Kan malu kalau ketahuan aku begini gara-gara dia.

"Ah benarr," ucap Briant membenarkan perkataan Lia.

Karena memang demikian adanya, semenjak Lia datang dari Indonesia dan masuk ke negeri paman Sam, dia tidak pernah sekalipun menjejakan kakinya di pusat pertokoan.

Briant bisa menerima alasan Lia dengan gamblang. Sesungguhnya, dia juga merasa kasihan karena Lia yang semenjak menjejakan kakinya di Miami, harus dihadapkan dengan perseteruan antara Diana dan Rachel.

Pintu lift sudah mengantarkan mereka ke basement. Sambil berjalan beriringan Lia dan Briant menuju ke mobil dan kemudian duduk berdampingan. Tidak ada sepatah kata pun keluat dari mulut Briant disaat dia melajukan mobilnya kearah pertokoan Mewah di daerah Palm Beach.

Setibanya di tujuan, Lia merasa takjub dengan pemandangan butiq di senja hari. Dia pernah melihat area ini, dimana banyak sekali artis ternama berbelanja. Butiq-butiq dengan merek mendunia yang berjajaran

"Kakakku sudah pernah kemari?" tanya Lia seraya memandang penuh kagum area pertokoan mewah itu.

"Tentunya sudah. Kita masuk disini, dia menjual banyak pakaian wanita dan lebih khas dengan size Asia." ujar Briant sambil mengajak Lia masuk.

"Kau sering kemari, brother?"

Briant bergumam.

"Mengantar kakak?" tanya nya polos.

"Diana selalu pergi dengan Andrew."

"Lalu, bagaimana dengan mu?"

"Aku beberapa kali datang ketempat ini sendiri terkadang dengan Grisella," sahut Briant dengan tenang.

"Oooo... sahabat kakak yang ternyata mantanmu?" gumam Lia.

"Aku akan menunggu di sini, kau pilihlah yang kau suka. Tidak perlu melihat harganya."

"Tentu saja. Buat apa melihat harganya, toh aku tidak perlu membayarnya," ujar Lia dengan tertawa kecil.

Briant menggelengkan kepalanya. Berbeda dengan Diana, seperti yang di ceritakan Andrew. Diana akan selalu merengek tentang harga yang terlalu mahal. Dia selalu mengatakan sayang sekali menghamburkan uang hanya untuk sepotong blouse. Tapi, Lia dengan santainya memilih beberapa pakaian dan benar-benar tanpa melihat harga.

Namun, satu hal yang Briant tidak ketahui, di dalam kamar pas, Lia melotot melihat harga pakaian tersebut seraya menutup mulutnya agar tidak menjerit.

Gilaaaa... gilaaaaa.... begini apa hidup menjadi seorang billioneir. Berbelanja tanpa perlu melihat harga???

Lia yang membawa beberapa baju sekaligus untuk dia coba di dalam kamar pas, justru merasa kagum dengan luasnya kamar pas tersebut.

"Ini mah bisa empat kali luas kamar pas di matahari departemen store."

Setelah memilih beberapa pakaian yang dia rasa cocok, Lia membuka pintu kamar pas dan disana dia dikejutkan oleh sosok pria yang tersenyun jenaka padanya. Dan Lia yang melihatnya sedikit merasa kesal.

💗💗💗💗💗💗💗

HAYOOOO KETEMU SIAPA SI LIA???

1
zhoedjie liem
apa istri simpanan ya...
zhoedjie liem
yes pencuri bibir
Gojong Rajagukguk
👍
Ardupi Labdhiworo Woro
Luar biasa
Irra Ajahh
aku nyari ko, gx ada jerat cinta tuan muda
Irra Ajahh
uluh2 aku udh bca bbrpa kali
Netti
mau donk di bawa terbang ceo tampan😊
Sendu Senja
cepet amat anak Diana besarnya.perasaan waktunya selisih 2thn dari kepergian lia
Miss c
kereen
Sastri Dalila
👍👍👍
Teguh wira admaja
thor aku gak ketemu novel Daniel
emang terbit dimana thor 🙄🙄🙄
Angelina Karin
jd nya si jason yg g pamtas buat diana
mknya g jodoh Hehehehe
Nayyira
lAnjut
🌾lvye🌾
ketemu si Jason pasti 😁
🌾lvye🌾
😂😂😂😂 ketiduran
tp gpp Jason kamu berhasil menjadi pencuri 😁😁😁
Mawar Hully
sangat suka
_nana_🐰
mampir di novel karyamu thor..kisahnya menarik sukses selalu thor
baidar baidar
bagus
Desti riya sari
lia lucu bgt dah 😃😃
ZQ
bagus banget ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!