NovelToon NovelToon
Maafkan Mama, Pa

Maafkan Mama, Pa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:456.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Safira

"Ma, Papa Anin masih hidup atau sudah pergi ke Sur_ga?" tanya bocah cantik bermata sayu yang kini berusia 5 tahun.

"Papa masih hidup, Nak."

"Papa tinggal di mana, Ma?"

"Papa selalu tinggal di dalam hati kita. Selamanya," jawab wanita bersurai panjang dengan warna hitam pekat, sepekat hidupnya usai pergi dari suaminya lima tahun yang lalu.

"Kenapa papa enggak mau tinggal sama kita, Ma? Apa papa gak sayang sama Anin karena cuma anak penyakitan? Jadi beban buat papa?" cecar Anindita Khalifa.

Air mata yang sejak tadi ditahan Kirana, akhirnya luruh dan membasahi pipinya. Buru-buru ia menyeka air matanya yang jatuh karena tak ingin sang putri melihat dirinya menangis.

Mendorong rasa sebah di hatinya dalam-dalam, Kirana berusaha tetap tersenyum di depan Anin.

Sekuat tenaga Kirana menahan tangisnya. Sungguh, ia tak ingin kehilangan Anin. Kirana hanya berharap sebuah keajaiban dari Tuhan agar putrinya itu sembuh dari penyakitnya.

Bagian dari Novel : Jodoh Di Tapal Batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 - Bunyi Tak Terduga

"Aku pernah lihat Hana jalan sama seorang pria masuk ke salah satu apartemen di daerah Kemang. Setahuku Aldo kan gak punya apartemen di Jakarta," ujarnya.

"Kapan? Apa sudah lama atau baru-baru ini?" cecar Rama seraya menatap serius rekannya yang bernama Fajar.

"Udah lama banget. Mungkin udah lima atau enam tahun yang lalu. Kalau gak salah waktu itu lagi ada acara reuni alumni kampus angkatan kita yang pergi liburan ke Bali selama beberapa hari,"

Rama dan Aldo menghadiri acara di Bali. Sedangkan Fajar kala itu tak bisa ikut. Dikarenakan Fajar ada meeting penting harus bertemu klien yang sudah terjadwal jauh-jauh hari dan tak bisa ditunda. Kebetulan kliennya menginap sementara di apartemen daerah Kemang tersebut.

Saat mengantarkan kliennya ke apartemen di Kemang, tanpa sengaja ia melihat Hana berjalan menuju lift dengan seorang pria yang tak dikenal Fajar. Pria itu memakai topi dan kacamata warna hitam serta tubuhnya terbungkus jaket.

"Apa keduanya jalan mesra kayak pasangan?" tanya Rama.

"Enggak sih. Mereka jalan biasa. Cuma kan setahuku Hana anak yatim piatu. Pastinya pria itu bukan keluarga Hana. Kalau semisal teman Hana, ya cukup aneh saja. Hana kan seorang ibu rumah tangga dan tidak kerja kantoran juga. Apalagi waktu itu mereka cuma jalan berdua dan gak ada teman yang lain," ungkap Fajar.

Singkat cerita, dari kejadian tersebut ada satu hal yang disayangkan oleh Fajar karena ponselnya mati daya. Otomatis dia gak bisa membidik Hana dengan pria misterius tersebut secara visual gambar nyata sebagai bukti.

"Masa Hana punya hubungan spesial sama pria yang diceritakan Fajar tadi?" batin Rama terbesit kecurigaan samar membayang.

☘️☘️

Hari ini Mia meminta izin pulang cepat pada bosnya setelah menemani karoke bersama langganan tetap di sana. Izin sudah didapat, Mia berjalan keluar dari tempatnya bekerja dalam kondisi sudah berpakaian seperti orang normal pada umumnya bukan baju se_xy saat jadi pemandu karaoke.

Rama setia menunggu Mia di area parkiran mobil. Ia memberi kode pada lampu mobilnya pada Mia saat mendapati wanita itu keluar dari pintu khusus karyawan.

Ceklek...

Pintu mobil dibuka oleh Mia. Lalu ia pun masuk untuk duduk di kursi depan samping kemudi. Rama menyetir mobilnya sendirian.

"Teman-temanmu udah pulang?" tanya Mia seraya tangannya sedang berusaha memakai sabuk pengaman. Melihat Mia sedikit kesulitan, Rama pun ikut membantunya secara refleks.

"Sudah pulang dari setengah jam yang lalu," jawab Rama.

Klik...

Bunyi sabuk pengaman Mia sudah terpasang oke.

"Oh, begitu." Mia menganggukkan kepalanya kecil.

"Bawaanmu banyak sekali," ucap Rama seraya pandangannya melirik ke arah tas ramah lingkungan yang berukuran cukup besar yang sedang dibawa oleh Mia.

"Ini baju dan tas Kirana," jawab Mia singkat. "Gara-gara temanmu si Aldo tadi yang bawa paksa Kirana pergi, jadi barang-barang temanku tertinggal!" protesnya.

"Biar aku bawa saja. Nanti aku serahkan ke Aldo,"

"Gak perlu. Biar nanti Kirana yang akan ambil barangnya ke kosanku. Aku harus menjaganya baik-baik. Takutnya nanti malah kamu jual atau gadaikan!" cibir Mia di ujung kalimatnya.

"Astaga, masa bawa mobil begini sampai tampang ku yang ganteng ini terlihat seperti pria yang hendak menggadaikan barang wanita sih!" gerutu Rama.

"Siapa tau?" ketus Mia. "Kali aja mobil yang aku tumpangi ini bukan milikmu. Cuma mobil rental doang! Sekarang kan banyak penjahat mo_dus pakaian rapi dan berdasi kayak pejabat. Ujungnya cuma tipu-tipu," cibirnya.

Mia tipikal wanita yang sudah banyak makan asam garam tau kehidupan malam serta para pria hidung be_lang. Walaupun dirinya bukan pemain di dalamnya. Alhasil membentuk dirinya menjadi pribadi yang tak mudah percaya dengan lawan jenis.

Rama pun membuka tas kecil miliknya yang berisi dokumen penting seperti STNK mobilnya, SIM dan KTP nya. Lalu, ia mengeluarkannya dan menunjukkan pada Mia.

"Nih kamu baca saja sendiri dokumen pribadiku terutama yang berhubungan dengan mobil ini. Tapi maaf, BPKB fisik mobilku jarang aku bawa. Saat ini lagi ada di apartemen,"

"Aku pikir malah BPKB mobil ini mungkin kamu sekolahkan,"

"Maksudmu aku gadaikan begitu?"

"Ya,"

"Apa perlu kita ke apartemenku biar kamu lebih percaya dengan melihatnya langsung?"

"Gak perlu. Toh kita gak sedekat itu!" tolak Mia.

"Mau dekat juga enggak apa-apa. Aku single dan kalau ku tebak kamu pasti juga sama,"

"Sama apanya?" sungut Mia.

"Sama-sama jomblo,"

"Maaf aku tak tertarik denganmu!" tolak Mia. "Cita-citaku pengin dapat calon jodoh bertemunya di tempat yang baik. Bukan ketemu di tempat karaoke!" desis Mia.

"Aku pergi ke sana juga karena diajak teman-teman yang lagi bahas bisnis sambil have fun biar otak kita gak jenuh dengan rutinitas,"

"Ya sudah, ayo pulang saja. Aku ngantuk," ucap Mia seraya menguap di depan Rama.

"Oke," jawab Rama. "Tapi katanya kita mau ngobrol sebentar soal Aldo dan Kirana," sambungnya.

"Besok kan juga masih bisa," tawar Mia.

"Baiklah kalau memang kamu lagi capek dan pengin cepat pulang," ucap Rama yang tak memaksa.

☘️☘️

Tiba-tiba terdengar bunyi tak terduga...

Krucuk...krucuk...

Rama yang hendak menekan pedal gas mobilnya seketika urung dan menoleh ke arah Mia.

"Kamu lapar?"

"Dasar perut gak punya akhlak! Kenapa harus bunyi sekarang sih? Aku kan jadi malu di depan dia. Huft !!" keluh Mia di dalam hatinya.

"Sorry kelepasan," jawab Mia dengan wajah menunduk malu di depan Rama.

"Ayo makan dulu," ajak Rama seraya tersenyum tipis melihat tingkah Mia yang justru menggemaskan baginya.

Bagaimana tidak menggemaskan ?

Sebelumnya Mia bersikap seperti kucing cantik yang garang dan jutek padanya. Namun, kini mendadak Mia bersikap malu-malu meong karena suara perutnya yang sedang lapar dan tak bisa diajak kompromi.

"Tak perlu. Langsung pulang saja. Nanti di kosan aku bisa bikin mie instan sama telur," jawab Mia.

"Besok kamu bisa makan mie instan mu tadi. Tapi, malam ini kamu harus makan yang sehat. Marah juga butuh tenaga soalnya," goda Rama namun ucapannya tetap serius perihal mengajak Mia untuk makan bersama.

"Jangan ajak aku makan! Nanti uangmu cepat habis. Soalnya aku kalau makan banyak loh," balas Mia sengaja memprovokasi agar Rama mengurungkan niat makan bersama.

"Kalau habis ya artinya aku harus kerja lebih keras lagi biar uangku kembali banyak,"

"Terserah kamu deh!" Mia pun akhirnya memilih untuk menyerah dan mengakhiri perdebatan dengan Rama.

"Makan di mana kita?" tanya Rama.

"Aku gak mau makan di restoran mahal. Lidahku gak cocok di tempat begituan!" jawab Mia.

"Aku orang baru di kota ini. Walaupun pernah beberapa kali bertandang ke sini karena ada urusan pekerjaan. Tapi, aku kurang paham tempat makan yang enak versi kamu. Boleh bantu aku kasih petunjuk tempatnya. Mungkin tempat langganan makan yang biasa kamu datangi,"

"Kita makan penyetan lele saja," ucap Mia.

"Lele?" tanya Rama yang wajahnya terlihat kikuk.

"Ya, lele. Ikan yang punya kumis itu dan warnanya hitam. Apa kamu enggak tau bentukan ikan lele?" cibir Mia.

"Tau sih. Cuma..." ucapan Rama sedikit menggantung.

"Cuma kenapa?" potong Mia.

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Tutik Karlos
manusia purba....
Dew666
🪸🪸🪻🪻
Al Fatih
kurang ajar bin biadab sekali tuh manusia purba...😡
Iccha Risa
brengssekkk...
Iccha Risa
kenyataan pahit banget beneran ibliss ngambil hak anak yatim, dzolim banget c purba gilaa.. perlu pembalasan setimpal tuh org ...
cecla9
malas gw bacanya....langsung aja nape kasian amat Yulia astagaaaa anak2 polos...kebiri si purba *wajib*
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
sedihnya ya ALLAH. purba jahat sekali. kasihan banget yulia... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
purba benar-benar iblis. semoga balasan kejahatannya setimpal. karena dari kisah yg kemarin-kemarin dia masih lolos dari karma. 😭
Nurhartiningsih
emang iblis si purba
Tuti Tyastuti
𝘱𝘶𝘳𝘣𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘨𝘦𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘳𝘮𝘢𝘮𝘶
Ruwi Yah
tunggu purba sebentar lagi kejahatanmu akan segera terkuak
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴 𝘱𝘶𝘳𝘣𝘢
Ray Aza
child grooming
kaylla salsabella
kasihan yuli
Putri Dhamayanti
oalah... modusnya purba. Nanti diancam mau disebarin rekaman cctv nya niie keqx klo gak mau diajak ninaninu, hadeuhhh

Gw amin dah do'a nya kenzo kmrn, bnr² jahat tuh si manusia purba
cecla9
Aldo loe kudu basmi tuh parasit setan lintah sampai ke akarnya...balikin semua harta kirana Dan keluarga...Hana loe mesti buat dia semenderita Malah lebih parah Dari kirana alami...paham
Nia nurhayati
furba sialannnn dasar iblisss kauuu😡😡😡
Sugiharti Rusli
sepertinya mereka harus mengumpulkan bukti" kejahatan si Purba yah, karena dia orang militer jadi mereka juga butuh back- up kuat dari sana, karena Aldo sekarang bukan dari sana lagi background nya,,,
Sugiharti Rusli
seharusnya bukan hanya Aldo aja sih yang akan marah akan perbuatan si Purba, baik ke dirinya maupun ke Kirana dan keluarganya sekarang, dan bodohnya dulu Kirana mengikuti arahannya buat balas dendam ke Aldo,,,
Sugiharti Rusli
ternyata si Purba itu jenis laki" iblis yah dia selama ini, pantas dulu dia menyakiti Aldo dengan perkataan kekerasan verbal tentang mama kandung dan bundanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!