NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:167.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Malam tahlil

Pengajian di laksanakan di rumah Pak Kamil malam ini dan banyak warga yang datang karena mereka semua turut berduka cita apa yang telah terjadi, semua datang baik itu wanita atau para pria karena sudah terbagi menjadi dua bagian karena memang biasa orang membaca tahlil seperti ini dan mereka semua duduk bersama.

Namun yang bagian belakang mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan rumah Pak Kamil karena sejak tadi mencium aroma tidak sedap, tapi mereka semua masih diam karena tidak enak untuk langsung berbicara sebab nanti hanya akan menyinggung perasaan tuan rumah yang sudah berusaha keras untuk menyiapkan beberapa hidangan.

Awal nya mereka mengira bahwa ini adalah bau septiteng yang bocor sehingga bau tersebut menguar kemana-mana dan bisa di cium oleh mereka semua, tapi semakin lama bau itu semakin jelas tercium di hidung mereka dan bukan seperti bau busuk WC yang bocor lagi karena memang baunya semakin aneh dan ada sedikit amis juga.

Beberapa orang yang sedang membaca tahlil sempat mengusap hidung karena tidak tahan dengan bau itu tapi mereka tidak menghentikan bacaan, Bu Narti yang mencium aroma itu juga segera pergi ke dapur untuk meneliti apakah ada bau yang tidak sedap dari arah dapur ini karena nanti akan mengganggu para tamu yang datang.

Sebab mereka juga masih harus makan dan bila bau ini masih saja tercium maka yang ada mereka tidak akan selera lagi untuk memakan hidangan yang telah di buat, tapi walau sudah dicari namun tetap saja bau tersebut tidak di temukan asal muasalnya dari mana sehingga mereka semua menjadi bingung.

Pintu bagian belakang sudah di tutup oleh Bu Narti agar bau itu tidak masuk lagi ke dalam rumah karena mungkin saja bau tersebut berasal dari luar, hanya Bu Laras yang tetap tenang dan dia terlihat sedang memperhatikan sesuatu karena memang wanita ini memiliki kemampuan yang tidak biasa.

"Bau nya seperti bangkai yang masih menyimpan bau darah." bisik Mbak Nanda kepada Mbak Sri.

"Hust, tidak usah di bahas lagi." Mbak Sri memberi isyarat agar Nanda diam.

"Aku tidak kuat mencium bau terus seperti ini, tapi kalau pulang pun aku tidak berani." Nanda sangat resah ketika duduk karena dia juga sedang hamil muda.

"Kamu fokus aja membaca Yasin itu agar baut tersebut bisa hilang dengan sendirinya nanti." Bu Laras memegang lembut paha tanda.

"Aku kalau terus mencium bau ini bisa nanti muntah, malah tidak enak dengan yang lain juga." Nanda cemas bila dia akan segera muntah di sini.

"Hueeeek."

Hingga yang ditakutkan oleh Nanda terjadi juga karena memang dia belum bisa menguasai diri dari rasa mual, tapi beberapa warga cuek saja setelah mengetahui bahwa Nanda memang sedang hamil muda sehingga wajar bila dia mengalami mual muntah ketika mencium bau sesuatu yang tidak nyaman di penciuman wanita yang sedang hamil tersebut.

"Maaf aku permisi ke kamar mandi dulu ya, Bu." pamit Nanda kepada bu Narti.

"Yang belakang saja, Nduk." suruh Bu Narti karena kamar mandi yang di dalam sangat kotor.

"Iya." Nanda mengangguk setuju walau ada rasa ragu di dalam hati.

"Tidak apa apa, ada lampu juga kok di sana." Bu Narti tahu bahwa Nanda sedang takut.

Nanda pun segera menuju kamar mandi yang ada di bagian belakang atau lebih tepatnya di luar rumah karena yang di bagian sana jauh lebih besar dan lebih bersih, Bu Narti takut bila melihat kamar mandi yang jorok maka Nanda akan bertambah mual.

"Kok agak lumayan merinding begini ya aku." Nanda mengusap lengan yang terasa dingin.

Wuuussssh.

Wuuusssh.

Daun pisang yang ada di sebelah rumah mulai tertiup angin ke sana kemari sehingga Nanda merasa angin malam ini tidak biasa, cepat dia menuntaskan hasrat yang ingin keluar dari dalam lambung karena memang Nanda tidak sanggup mencium bau yang tadi sangat ketara di dalam rumah.

"Hueeeek, Hueeeeek. Aaah pahit sekali." keluh Nanda lemas.

"Huhuuhu....

"Hah!" Nanda tersentak karena mendengar seseorang sedang menangis.

Cepat dia matikan air yang sudah mengalir itu agar bisa mendengar suara dengan jelas karena barusan bercampur dengan suara air sehingga tidak tahu apa memang ada suara yang sedang menangis atau hanya pendengaran dia saja, Nanda menatap ke sana kemari dan dia tidak menemukan suara orang yang sedang menangis itu.

"Hanya perasaan ku saja kali ya." batin Nanda mengusap tengkuk yang sangat dingin.

"Ah sudah lah, aku tidak mau lama lama di luar." Nanda segera cuci tangan.

Wuuusssh.

Wuussssh.

Mata Nanda seolah dipaksa disuruh melihat bagian pohon pisang itu karena ada seseorang yang seolah ingin memanggil Nanda ke sana, hingga mata wanita yang sedang hamil muda ini menatap ke arah pohon pisang yang sangat rimbun itu karena memang sudah tidak sanggup untuk menahan diri.

"Allahu Akbar!" Nanda terdekat karena di pohon tersebut dia melihat sosok yang sedang berdiri.

"Tidak mungkin, aku pasti salah lihat!" Nanda menutup mata karena dia sangat takut.

"Ya Allah aku takut sekali, aku harus segera masuk kedalam rumah kalau seperti ini." Nanda bergegas untuk masuk kembali ke dalam rumah karena dia sangat ketakutan.

"Mbak Nanda....

Langkah wanita yang sedang terburu-buru ini menjadi tertahan karena dia mendengar sosok itu seolah memanggil nama dia, andai saja rasa takut ini tidak besar maka pasti Nanda sudah lari tunggang langgang masuk ke dalam rumah karena memang dia tahu bahwa itu adalah arwah Arman.

"Mbak Nandaaaa....

"Jangan ganggu aku, tolong jangan ganggu aku." Nanda ingin menangis ketakutan.

"Sakit sekali leher ku, tolong lah aku." isak suara Arman.

Blaaaaap.

"Aaaaaagkkkk!"

Nanda berteriak keras karena bersamaan dengan itu juga lampu padam sehingga suasana menjadi sangat gelap tidak terkendali, akibat rasa takut dan juga penglihatan dia yang tidak bisa melihat dengan seksama maka Nanda menjadi tidak karuan dan dia lari sembarang arah.

"Tolooooong, tolong aku!" pekik Nanda histeris sambil berusaha mencari orang.

"Sakiiiit, tolong aku." Isak suara itu kembali membuat Nanda kian lemas.

"AAAAAAHHHKK!"

Ternyata Nanda memang tidak berlari masuk kedalam rumah, dia malah lari menuju pohon pisang tempat Arman berdiri tadi sehingga sekarang bertatap muka secara langsung. syok sudah pasti dialami oleh wanita yang sedang hamil muda ini dan bila saja dia tidak kuat maka pasti segera pingsan, Nanda sungguh tidak sanggup menyaksikan sendiri bagaimana wajah Arman yang pucat dan lidah terjulur keluar lengkap juga dengan tali yang masih membelit di leher.

Selamat siang menjelang sore besti, jangan lupa like dan komen nya.

1
Raffaza Direzky87
bukannya tangan yang di tarik malah sorban,dasar maulana nih,kasian zidan sampai terseret
Cindy
lanjut kak
Dindin Paridudin
malam💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
astaga ngakak bisa2 nya ustad di seret 🤣🤣
Fiyan Ayu
takut si takut tp ya jangan narik sorbannya calon suami mba pur to 🤣🤣
Marsiyah Minardi
Mereka yang ketakutan tapi aku malah jadinya ngakak 🤣🤣🤣🤣
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
Endang Sulis
Bagaskara ternyata dari dulu sudah keren pantas menjadi panglima ular
NoviTa jungkook: selalu di tuh
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah bagus tuh kaya Bagas langsung babet aja ...duh cinta mu Pur harus kandas untuk Bagas demi kedamaian hidup mu ...untung Bagas mengerti ya kalo tidak jadi iblis sejati kalian 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!