NovelToon NovelToon
Mengandung Anak Mantan Suami

Mengandung Anak Mantan Suami

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:14M
Nilai: 4.7
Nama Author: febyanti

Sarah harus menelan pil pahit, suami yang dicintainya malah menggugat cerai. Namun, setelah resmi bercerai Sarah malah dinyatakan hamil.

Kenyataan pahit kembali, saat ia akan mengatakan bahwa dirinya hamil, ia malah melihat mantan suaminya bersama teman wanitanya yang terlihat lebih bahagia. Sampai pada akhirnya, ia mengurngkan niatnya.

Sarah pergi dari kehidupan mantan suaminya. Akankah mantan suaminya itu tahu bahwa dirinya hamil dan telah melahirkan seorang anak?

Ini hanya sekedar hiburan ya, jadi jangan berkomentar tak mengenakan, jika tidak suka skip saja. Hidup itu harus selalu dibawa santai😊😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon febyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16

Anak kecil itu langsung bergelayut manja.

"Papa, aku laper," ucap anak itu.

Bayu dan mama Farhan masih belum percaya apa yang tengah dilihatnya saat ini. Bahkan merasa terhipnotis dengan pemandangan itu, sekali pun mata keduanya tidak berkedip.

"Bayu, bawakan makanan yang paling enak ke sini, anak-ku mau makan," titah Farhan.

Namun, lelaki itu malah diam saja. Saat menyadari tatapan tajam sang bos, ia langsung mengangguk dan segera pergi. Sedangkan mama Farhan yang bernama Amel itu mendekati anak kecil yang katanya cucunya. Mengusap rambut anak itu, lalu menelisik wajahnya karena masih belum percaya. Tapi dilihat secara detail, wajah mereka memang mirip.

Seketika, wanita itu langsung memukul anaknya menggunakan tas mahalnya.

"Dasar anak kurang ajar! Wanita mana yang kamu hamili, hah? Kamu itu laki-laki tidak bertanggung jawab!" cerocosnya sambil terus memukul.

"Stop, Ma! Ini anak-ku dan Sarah," ujar Farhan.

"Sa-Sarah?" Wanita paruh baya itu menghentikan aksinya, sejak anak dan menantunya bercerai tak pernah sekali pun dirinya bertemu. Bahkan percerainnya pun ia tidak tahu. Saat tahu mungkin sekitar sudah satu bulanan.

Saat itu juga ia dan suaminya marah besar. Sarah anak sahabatnya yang dititipkan kepadanya. Tak hanya disitu, Farhan pun mendapat hukuman darinya karena telah menceraikan Sarah.

"Iya, Ma. Sarah, menantu kesayangan, Mama. Panjang ceritanya." Farhan pun mulai menceritakan semuanya, ibunya mendengarkan sambil menatap wajah cucunya.

Tanpa terasa air matanya terjatuh begitu saja.

"Lalu, di mana Sarah?" tanya mama Amel.

"Di sini, dia kerja di sini, Ma. Di perusahaanku, lima tahun dia di sini dan aku sama sekali tidak tau," terang Farhan.

Mama Amel langsung meraih tubuh cucunya dan menggendongnya. "Siapa namamu, sayang?" tanya mama Amel pada cucunya itu.

"Putra," jawab anak kecil itu.

"Ini, Nenek. Mama-nya Papamu," ujar mama Amel.

Tak lama, Bayu datang membawakan makanan untuk anak bosnya. Mama Amel pun menyuapi cucunya. Putra begitu lahap menikmati makanan yang jarang ditemuinya.

"Papa, nanti aku mau makan makanan kayak gini lagi ya, rasanya enak sekali. Aku makan enak hanya sebulan sekali, itu pun nunggu mama punya uang," tutur bocah itu.

Hati mama Amel merasa tercubit, air matanya luruh saat itu juga.

"Iya, sayang. Papa akan bawakan makanan enak setiap hari untukmu, habiskan-lah," jawab Farhan.

Putra pun selesai makan.

"Papa, aku mau ketemu mama. Kita ada di tempat mama kerja 'kan?" tanya Putra.

Mama Amel sampai lupa akan kedatangannya kemari yang hendak menemui anaknya karena ada suatu hal yang harus diselesaikan. Sudah beberapa hari ini Farhan belum juga pergi ke butik untuk fiting baju. Bahkan sangat susah dihubungi.

Namun ternyata, ini alasan kenapa Farhan tidak menepati janjinya dengan dokter Celine yang tak lain adalah calon istrinya.

Wanita yang merawatnya saat Farhan seperti orang gila. Mama Amel tidak tahu apa penyebab anaknya seperti orang stres, pria itu tidak pernah cerita setiap kali ada masalah. Pikiran mama Amel mulai kalang kabut, apa yang harus dilakukannya saat setelah tahu adanya cucu dari menantunya?

"Papa ...," panggil Putra.

"Iya, sayang," jawab Farhan.

"Temui mama," ujar Putra lagi.

"Iya, kita temui mama sekarang." Farhan melihat jam di tangan, waktu menunjukkan jam 6 sore. Itu artinya Sarah sedang beristirahat karena hari ini wanita itu tengah lembur karena dikejar exspor.

"Temuilah, dan ajak Sarah kemari Mama ingin berremu," kata mama Amel.

***

Farhan menggendong anaknya, menyusuri lorong menuju tempat produksi. Ingat kalau ini jam istirahat, ia pun akhirnya pergi ke kantin.

Di kantin cukup ramai, hadirnya Farhan di sana membuat karyawan merasa aneh, apa lagi saat menggendong seorang anak kecil.

"Sarah, bukannya itu anakmu." Tunjuk teman Sarah yang tengah beristirahat dengan Sarah.

Sarah pun menoleh dan melihat keberadaan mantan suaminya. Tak lama, seorang pria datang menghampiri Sarah sambil membawakan minuman.

"Ini punyamu, makanannya tunggu sebentar ya, masih antri," ujar lelaki itu tersenyum manis pada Sarah.

Farhan yang melihat hanya bisa diam saja, rasanya ingin sekali menarik tangan Sarah dan membawanya pergi dari kerumunan itu, apa lagi melihat seorang pria yang sok perhatian pada mantan istrinya.

"Papa, aku mau turun. Aku mau sama mama." Putra mencoba melepaskan tangan papanya yang sedari tadi menggendongnya. Saat Putra turun, anak kecil itu segera berlari.

"Eh, ada Putra. Sama siapa ke sini?" tanya laki-laki yang membawakan minuman tadi.

"Om Ramdan, aku ke sini sama Papa." Putra menunjuk ke arah Farhan yang masih berdiri tegak di belakang sana.

Pria yang bernama Ramdan pun menoleh, lalu melihat ke arah Sarah. Seakan meminta penjelasan apa yang diucapkan Putra itu benar? Ramdan kenal betul siapa laki-laki itu, pemilik pabrik di mana tempat kerja ia dan Sarah.

Sarah langsung memalingkan wajah, ia tak ingin karyawan tahu bahwa ia adalah mantan istri bosnya. Ia takut akan menjadi bahan gosip di sana. Tak ingin membahas masalah itu, Sarah pura-pura menanyakan makanan yang dipesannya.

"Makanannya kok lama ya, aku sudah lapar," ujar Sarah.

"Sebentar, aku coba lihat." Ramdan beranjak dan pergi dari sana.

Ada kesempatan, Farhan menghampiri dan ikut duduk di samping Sarah. Sarah nampak canggung dengan keadaan di sana. Namun, ia berusaha cuek. Ia malah mengajak anaknya mengobrol.

"Tadi siang kemana saja?" tanya Sarah pada anaknya.

"Jalan-jalan, Ma. Hari ini aku senang sekali. Papa membelikanku banyak mainan." Ujar Putra sembari melebarkan kedua tangan saking banyaknya.

Tak lama, Ramdan datang membawakan dua mangkuk mie ayam. Untuknya juga untuk Sarah.

"Makan, Pak?" tawar Ramdan.

Farhan hanya mengangguk sambil tersenyum tipis, padahal dalam hatinya gereget sekali ingin segera pergi mengajak Sarah untuk menemui mamanya.

Ada acara drama segala dihadapannya, pria itu sok perhatian kepada mantan istrinya. Yang di mana ada adegan si pria mengelap bibir Sarah menggunakan tisu. Kalau bisa dilihat, mungkin kedua tanduk Farhan sudah muncul mengibarkan api.

Farhan merasa bosan sekali, mungkin kalau statusnya di sana bukan bos, ia sudah menghajar laki-laki yang kurang ajar itu.

"Papa tidak ikut makan?" tanya Putra.

"Papa sudah kenyang," jawab Farhan sambil melirik ke arah Sarah.

"Kenyang? Papa 'kan belum makan," kata Putra lagi. "Mama tidak pesankan makanan untuk, Papa? Kasian, Ma. Papa juga laper," ujar anak itu polos.

"Jangan bicara terus, Mama lagi makan," jawab Sarah. Mau laper atau belum makan itu bukan urusannya, pikir Sarah.

Yang Sarah tahu mantan suaminya itu punya istri, tidak seharusnya ia memberikan perhatian pada laki-laki yang sudah bukan makhram-nya.

Tak lama, jam istirahat pun selesai. Sarah yang memang sedang lembur mau tak mau harus meninggalkan anaknya.

"Putra sayang, Mama belum bisa pulang, kamu pulang duluan ya," kata Sarah.

Anak kecil itu mengangguk.

"Antar Putra pulang, jangan pulang malam-malam," ujar Sarah pada mantan suaminya, setelah itu pergi begitu saja tanpa pesan apa pun lagi.

Farhan hanya bisa diam mendapati sikap Sarah yang memang sepertinya membencinya.

1
dwie 2025
Farah memang buat cerita novel ini jd hidup....😄😍
Nindya Sukma
menarik
sudarti darti
suami memanjakan istrinya itu kewajiban
istri manja juga bisa mandiri kok
lagian manjanya sama suami sendiri bukan sama orang lain
wajar saja
Elsa Fitria
pliss aku muak sekali lakinya menye" gampang di bodohi /Scream//Scream//Scream/
dwie 2025
Terooooossss tor apa dong kelebihan Sarah.....
Loly Askhara
kasian Nisa dan Putra belum dikaruniai anak tapi novelnya sudah tamat
Marlyn Tantang
mlsbanget
Mazree Gati
kaya ga ada cowo lain uda di cerai di sakiti mau balik apa karena farhan kaya coba klo kere,,,end,,,unsub,,,
Winda Basir
terlalu menye menye dan karakternya lembek
💗 AR Althafunisa 💗
Kaya ada yang aneh, jadi kaya Ramdan yang dilamar 😩😅 masa naggalin tanggal ke rumah ouihak cowo 🤣
💗 AR Althafunisa 💗
Tuhkan benar, dia rindu kemanjaannya 😏
💗 AR Althafunisa 💗
Kelak, kamu akan merindukan sifat manjanya Farhan kalau kamu rujuk. Kamu akan merasakan betapa istri kamu mandiri yang berakhir kamu merasa tidak bisa diandalkan 😅
💗 AR Althafunisa 💗
Tuh, manja-manja ge masih diurus laki. Dan ga berselingkuh juga, ini malah dicerai hanya krna manja, pencemburu dan tukang belanja. Etdah 😡
💗 AR Althafunisa 💗
Iya kali pacaran bisa putus, ini nikah. Kaya jadi permainan aja, sebenarnya yang kekanakan itu si Farhan 😡
💗 AR Althafunisa 💗
Semanja-manja seseorang kalau itu istrimu, terus kenapa? wanita kalau ga selingkuh mah mau manja atau males begawe, buat apa suami kaya 😬
Dysha♡💕
motin Morin 🤣
Dysha♡💕
tergila gilanya beneran gila si farhan🤣
Evi Lusiana
dr kluarga sederhana tp emng iy bgtu d manj bgt smp² bkin kopi aj gk bs,kok aneh y biasany dr kluarga sderhana justru terdidik mandiri
Achmad
semangat Thor
Kiki Sahetapy
Ternyata sh Dokter ular bebisa🤭😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!