Inara Zahra Putri seorang siswi SMA kelas XI, ia pandai dalam seni lukis dan memiliki bakat bernyanyi.
Namun ia selalu menyembunyikan kemampuannya karena takut tidak diterima atau di anggap tidak serius dalam akademik.
Karena, sang ayah ingin ia menjadi seorang dokter di masa depan dan mengambilan pelajaran tentang kedokteran.
ia merasa dilema!!!
Apakah ia tetap memenuhi harapan keluarga menjadi dokter...?
Atau memperdalam bakatnya dalam bidang seni...?
••《 Inara juga memiliki rahasia kecil yang selalu ia simpan dalam hatinya, ia menyukai seseorang secara diam-diam...!》••
☆☆Dalam cerita mengacu pada paduan budaya Minang kabau dan kehidupan perkotaan modern.
●● Cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author tidak sesuai dengan sejarah..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Kenzo Datang
"Tidak usah pak lurah berikan tempat tersebut kepada warga yang tidak memiliki rumah, kami bisa mendirikan posko sendiri." Ucap ketua tim lagi.
"Oh begitu baiklah! maaf tempat kami hanya seperti ini, tidak bisa menyambut kalian dengan baik." Ucap pak lurah lagi.
" tidak masalah kami tau situasinya." Ucap ketua tim lagi. " oh ya pak lurah, jika ada warga tidak kebagian tempat,"
"kami masih membawa beberapa tenda untuk para warga yang belum memiliki tempat,"
"mereka bisa menggunakan tenda terlebih dahulu sebelum rumah mereka kembali dibangun." Ucap ketuam tim lagi.
"Terimakasih banyak, kami memang butuh beberapa tenda sekarang." Ucap pak lurah berterimakasih dengan sungguh-sungguh kepada semua tim PMR.
"Sama-sama!, oh ya pak lurah nanti akan ada lagi yang datang dari rombongan kami, sambil membawa sisa bantuan jika mereka sampai tolong kabari kami." Ucap ketua tim lagi.
"Baiklah, oh ya kalian didirikan posko kalian sebelah timur., disana tempatnya strategis jauh dari jangkauan bencana jika bencana susulan datang." Ucap pal lurah lagi.
Lalu ia mengantar tim PMR ketempat untuk mendirikan posko, kebetulan sekretaris juga kembali sambil membawa berkas catatan daftar semua warga.
Inara dan yang lainnya membangun posko, mereka mendirikan beberapa posko karena anggota anggota mereka terbilang banyak.
Tidak lama setelah itu posko selesai dibangun, mereka kembali memindahkan bahan-bahan bantuan keposko masing-masing.
Karena para penduduk korban bencana akan dikelompokkan menjadi beberapa kelompok saat mengambil bantuan, ini dilakukan supaya tidak terlalu banyak yang antri dan tidak terjadi keributan.
Pemimpin tim PMR sudah melihat semua daftar para penduduk dan ia juga sudah membagi penduduk beberapa kelompok.
Saat ini ia berada dikantor lurah, dan semua warga sudah berkumpul disana, berdiri dengan rapi beberapa barisan. Ketua tim membagi kelompok warga tersebut.
"Dengar semuanya, kami dari SMA Swasta padang membagikan sedikit bantuan, walaupun sedikit semoga bermanfaat untuk kalian." Ucap ketua tim
"Kami juga membagi kalian beberapa kelompok untuk mengambil bagian kalian, tenang kami membaginya secara adil sesuai dengan keebutuhan kalian."
"Apakah semuanya ada yang keberatan dengan pembagian kami?." Ucap nya lagi.
"Kami tidak keberatan nak, justru kami berterimakasih kepada kalian, karena sejak bencana terjadi hanya kelompok kalian yang baru datang membantu warga sini, kami sangat berterimakasih, kalian memang anak-anak bangsa yang berguna, semoga kelak kalian menjadi panutan negara." Ucap salah warga sangat berterimakasih dan tidak keberatan dengan pembagian tim pmr.
" terimakasih atas doanya untuk kami bapak, kami juga berusaha menjadi yang terbaik dan berguna bagi bangsa dan negara." Ucap ketua tim.
Setelah itu ia membagi kelompok warga, warga yang barisan pertama dan kedua mengambil bantuannya diposko nomor satu.
Warga barisan ketiga dan keempat mengambil bantuanya keposko nomor dua. Sedangkan warga barisan kelima dan ke enam mereka mengambil ke posko nomor tiga.
Setiap posko sudah diberi nomor urutan supaya warga tidak salah pilih posko. Setiap anggota posko juga memiliki daftar nama-nama warga.
Cara pengambilan bantuan menyebutkan nama, lalu anggota tim melihat daftar nama mereka bantuan apa yang layak dibagikan kepada mereka.
Saat pembagian berjalan tim dari bus kedua datang, mereka tiba tepat waktu karena bahan-bahan bantuan diposko mereka hampir habis, para warga masih ada yang belum mendapatkan bagian.
Inara mengikuti ketua tim untuk mengunjungi bus kedua, ia meminta teman disampingnya untuk melanjutkan tugasnya membagikan bantuan.
"Ketua ternyata masih ada yang datang ya, dari sekolah mana! saya lihat semua PMR ada dalam bus kita." Ucap Inara kepada ketua tim, ia tidak tahu ternyata pembagian kali ini ada dua tim.
"Mereka dari sekolah kita yang datang kali ini anggota osis bersama kepala sekolah."ucap ketua tim.
Deg!.
"Anggota osis, berarti bang kenzo." Gumamnya sambil menghenti langkah kakinya, tadinya ia sangat berharap Kenzo mengantar kepergian.
Tetapi saat Kenzo benar-benar datang jantungnya berdebar-debar, antara senang kedatangannya juga gugup bertemu dengannya, ia tidak tahu harus bertemu Kenzo atau tidak.
"Mengapa berhenti kamu tidak ingin bertemu dengan ketua osis." Ucap ketua tim PMR, sekolah siapa yang tidak tahu hubungan kenzo dengan Inara. Semua warga sekolah mengetahuinya kedekatan Kenzo dengan dengan Inara.
"Mmm..!!, ketua tim kamu aja yang datang kesana, aku kembali ke posko karena anggota lainnya masih membutuhkanku." Ucap inara ia sudah berbalik kembali ke poskonya, sebelum mendengarkan pendapat dari ketuam tim.
"Hey... mengapa kau lari." Panggil ketua tim, lalu dia kembali melangkahkan kaki menuju tempat tim kedua datang.
Belum sempat ketua tim berbicara ia sudah ditanyai beberapa pertanyaan, oleh seseorang.
"Mana Inara, mengapa aku tidak melihatnya." Ucap Kenzo, saat melihat ketua tim pmr ia langssung bertanya.
Ketua tim hanya memutar matanya malas, lalu menjawan pertanyaannya kenzo.
"Ia sibuk membagikan bantuan untuk para warga." Ucap ketua tim malas, lalu ia meminta anggota lainnya membawa bahan bantuan keposko.
"Apa dia tidak tahu kedatangan ku." Ucap Kenzo pelan, tetapi masih didengar oleh ketua tim PMR juga orang yang berada didekatnya.
"Tentu saja dia tahu, tetapi dia mempunyai tugas lebih penting, dia anggotaku yang bertanggung jawab." Ucapnya lagi, lalu mengabaikan Kenzo setelah semua barang diangkut di menemui pak lurah.
Sedangkan Kenzo yang diabaikan hanya mengusap rambutnya frustasi.
"Aku lupa lagi bertanya posko nomor berapa dia." Gumamnya, lalu ia mencari Inara disetiap posko, tak lama setelah itu ia menemukan Inara sedang membagikan bantuan dengan senyuman dibibirnya.
"Dia begitu bahagia berbagi-bagi dengan sesama." Gumam kenzo lagi, ia memperhatikan Inara dari jauh ia tidak berani mengganggu kesenangan Inara.
Tak lama setelah itu pembagian diposko dua selesai dengan lancar tanpa keributan.
"Huf! Akhirnya selesai juga.! " ucapnya lalu ia mengambil beberapa botol air minum lalu ia membagikan kepada teman-temannya kelompoknya.
Tiba-tiba saja terdengar keributan dari posko sebelah, jarak antara posko ke posko lain sekitar lima meter jadi masalah diposko lain pasti bisa didengar ditempatnya.
"Apa yang terjadi" tanya Inara kepada yang lainnya, karena suara tersebut sangatlah keras.
"Kami juga tidak tahu! Kalau didengar-dengar sepertinya masalah pembagian barang bantuan." Ucap salah teman Inara.
"Mengapa terjadi kesalahan, bukankah semuanya sudah terdaftar! Apa ada data yang salah." Tanya Inara lagi.
"Kami juga kurang tahu masalah itu! Karena dibagian kita daftarnya tidak masalah dan berjalan lancar." Ucap temannya lagi.
"Ayo kita lihat kesana, takut ada yang sengaja cari masalah." Inara mengajak teman-teman yang lainnya melihat ketempat kejadian, yang dia cemaskan ada yang sengaja mencari masalah.
.
.
.
terima atau tidak masalah nanti?