bertemu dengan pria yang super duper nyebelin udah mah dia yang di tabrak ke mobil sekarang dia yang harus ganti rugi
itu yang di alami Ara bertemu dengan yoga pria yang paling nyebelin versi dia
ehh harus bertemu lagi dengan pria nyebelin dalam ikatan pacar(sewaan)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Septiayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
gak bisa sembunyikan lama
Sore itu, suasana mall tampak ramai. Lampu-lampu terang memantul di lantai mengilap, suara langkah kaki dan percakapan pengunjung bercampur menjadi satu.
Yoga dan Arabella berjalan berdampingan. Bella sesekali melirik etalase toko baju, sementara Yoga berjalan santai dengan kedua tangan di saku celana.
Bella akan mendatangi acara reunian sekolah nya dan tentu sama Althea tapi entah kenapa Althea menolak beli baju bareng
Thea menyuruh Bella dengan yoga aja,aneh menang
“Yoga, kamu serius nggak sih nemenin aku? Dari tadi cuma jalan doang,” protes Bella sambil meliriknya kesal.
Yoga mengangkat bahu santai. “Ya aku nemenin, kan? Kamu aja yang lama milihnya.”
Bella berhenti di depan salah satu toko, menatap sebuah dress. “Ini bagus nggak?”
Yoga menoleh sekilas, lalu mengangguk cepat. “Bagus.”
Bella langsung memutar bola matanya. “Kamu bahkan nggak lihat!”
Yoga tersenyum tipis, mendekat sedikit. “Yang penting kamu yang pakai, pasti bagus.”
Bella terdiam sejenak, pipinya sedikit memerah. “Gombal…” gumamnya pelan.
Mereka masuk ke dalam toko. Bella mulai memilih beberapa pakaian, sementara Yoga duduk di kursi tunggu, sesekali memperhatikan Bella dengan senyum tipis.
Tak lama, Bella keluar dari fitting room dengan dress yang tadi ia pilih.
“Gimana?” tanya Bella, sedikit ragu.
Yoga menatapnya beberapa detik lebih lama dari biasanya. “Cantik.”
Bella mengerutkan kening. “Serius?”
Yoga mengangguk. “Iya. Cantik banget.”
Bella tersenyum kecil, tapi berusaha menutupinya. “Yaudah, aku ambil ini.”
Setelah selesai berbelanja, mereka keluar dari toko sambil membawa beberapa paper bag.
“Capek juga ya,” ucap Bella sambil menghela napas.
“Makanya jangan lama-lama milih,” balas Yoga santai.
Bella hendak membalas, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti.
Di depan mereka, terlihat dua orang yang sangat familiar.
“Rafi…?” gumam Yoga, sedikit heran.
Bella ikut menoleh, lalu matanya membesar. “Itu… Althea?”
Rafi dan Althea berdiri tidak jauh dari mereka. Tapi yang membuat mereka kaget… posisi mereka terlalu dekat.
Tangan Rafi terlihat menggenggam tangan Althea.
Bella mengerjap, memastikan ia tidak salah lihat. “Yoga… aku nggak salah lihat, kan?”
Yoga menyipitkan mata. “Kayaknya… nggak.”
Belum sempat mereka bereaksi lebih jauh, Rafi dan Althea akhirnya menyadari keberadaan mereka.
Rafi langsung kaku. “Eh… Yoga? Bella?”
Althea juga terlihat panik, refleks melepaskan tangan Rafi. “Kalian… di sini?”
Suasana mendadak canggung.
Bella menatap mereka bergantian. “Tunggu… kalian berdua…”
Yoga melipat tangan di dada, menatap tajam tapi dengan sedikit senyum sinis. “Jangan bilang ini cuma kebetulan.”
Rafi menggaruk belakang kepalanya, tertawa canggung. “Hehe… jadi… gimana ya jelasinnya…”
Althea menunduk, pipinya memerah. “Kita… sebenarnya…”
Bella mendekat satu langkah, masih tidak percaya. “Kalian pacaran?!”
Rafi dan Althea saling pandang, lalu akhirnya mengangguk pelan.
“Iya…” jawab Rafi.
Hening beberapa detik.
Bella membelalakkan mata. “KALIAN PACARAN DI BELAKANG KITA?!”
Yoga langsung menahan tawa, tapi bahunya sedikit bergetar. “Gila… gue nggak nyangka lo bisa sembunyiin ini, Fi.”
Rafi mengangkat tangan, mencoba membela diri. “Eh, bukan gitu! Kita cuma… belum sempat cerita!”
Althea menambahkan cepat, “Iya, ini masih baru! Kita juga bingung mau bilangnya gimana…”
Bella menatap mereka dengan ekspresi campur aduk antara kesal dan kaget. “Jadi selama ini kalian pura-pura biasa aja di depan kita?!”
Rafi tersenyum canggung. “Ya… sedikit.”
Yoga akhirnya tertawa kecil. “Gue kira cuma gue yang punya hubungan aneh. Ternyata lo lebih parah.”
Bella masih menggeleng-gelengkan kepala. “Ini gila sih. Kita berdua aja penuh drama, kalian malah diam-diam pacaran.”
Althea tersenyum malu. “Maaf… kita nggak bermaksud nyembunyiin lama-lama.”
Bella menatapnya, lalu menghela napas panjang. “Yaudah… tapi serius, kalian bikin kaget banget.”
Rafi mendekat ke Yoga, menepuk bahunya. “Ya setidaknya sekarang lo tahu. Jadi nggak cuma lo yang ribet soal hubungan.”
Yoga tersenyum tipis. “Iya… tapi tetap aja, gue lebih dulu.”
Bella langsung menyikut lengan Yoga pelan. “Apaan sih!”
Mereka semua akhirnya tertawa, meski masih ada sisa kaget di wajah Bella dan Yoga.
Mall yang tadi terasa biasa saja, kini berubah jadi penuh kejutan.
Dua pasangan, dengan cerita yang sama-sama rumit… kini berdiri saling berhadapan, sama-sama menyimpan rahasia yang akhirnya terungkap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mall yang tadinya terasa biasa saja, tiba-tiba berubah jadi “arena pengadilan dadakan”.
Bella masih berdiri dengan ekspresi shock maksimal.
“JADI KALIAN PACARAN DI BELAKANG KITA?!” suaranya sedikit terlalu keras sampai beberapa orang menoleh.
Rafi langsung panik. “Ssst! Bella, ini mall, bukan sinetron!”
“YA KALIAN YANG BIKIN SITUASINYA KAYA SINETRON!” balas Bella tanpa menurunkan volume suara.
Yoga berdiri di samping Bella, berusaha terlihat tenang… tapi jelas-jelas menahan tawa. “Gue sih cuma mau bilang… ini plot twist-nya bagus.”
Althea menutup wajahnya dengan kedua tangan. “Aduh, malu banget…”
Bella langsung menunjuk Rafi. “Lo! Selama ini sok paling update, paling tahu semuanya—TERNYATA MALAH NYEMBUNYIIN BEGINIAN?!”
Rafi mengangkat tangan seperti tersangka. “Oke, oke, gue bersalah, Yang Mulia! Tapi ini hubungan masih baru, sumpah!”
Yoga langsung nyeletuk, “Baru? Pegangan tangan di tempat umum gitu ‘baru’?”
“Refleks!” jawab Rafi cepat.
“Refleks apaan?!” Bella melotot.
Althea akhirnya bicara pelan, “Kita… sebenarnya udah beberapa minggu…”
Bella langsung membeku. “Beberapa… minggu?”
Yoga pelan-pelan menoleh ke Rafi, lalu mengangguk. “Wah, makin parah.”
“INI BUKAN PARAH, INI PENGKHIANATAN PERSAHABATAN!” Bella dramatis sambil menaruh tangan di dada.
Rafi langsung mendekat. “Eh, jangan lebay! Kita cuma belum cerita!”
Bella mundur satu langkah. “Jangan dekat-dekat! Aku butuh waktu untuk mencerna kebohongan ini!”
Yoga akhirnya tidak tahan dan tertawa. “Bella, santai… kita juga dulu lebih parah.”
Bella langsung menoleh cepat. “KITA BEDA!”
“Beda apanya?” tanya Yoga santai.
“Kita… kita… ya beda aja!” Bella mulai kehabisan alasan.
Althea tertawa kecil, suasana mulai mencair. “Jujur, kita juga takut kalau kalian tahu bakal begini…”
“YA JELAS!” Bella langsung menjawab. “Aku kaget, shock, terkejut, dan… sedikit tersinggung!”
Rafi mengangguk serius. “Oke, noted. Lain kali kita bikin pengumuman resmi.”
Yoga langsung nyeletuk, “Undangan digital sekalian?”
“Boleh,” jawab Rafi santai.
Bella menatap mereka berdua, lalu menggeleng-geleng. “Kalian ini… serius ya…”
Tiba-tiba Bella menyipitkan mata ke arah Althea. “Tunggu… dari kapan kalian mulai?”
Althea melirik Rafi, ragu.
Rafi menghela napas. “Ya… waktu kita sering bareng bantu urusan kalian berdua…”
Yoga langsung menunjuk mereka. “OHHH jadi selama kita ribut, kalian malah romantis di belakang?!”
“Eh, nggak gitu juga!” Althea buru-buru membela.
Bella menutup wajahnya. “Ya Allah… kita drama, mereka healing…”
Yoga menepuk pundak Bella. “Hidup memang tidak adil.”
Bella langsung menyikut Yoga. “Kamu juga jangan ketawa!”
Rafi tiba-tiba menyeringai. “Eh tapi jujur ya… kalian berdua juga nggak kalah absurd. Dari pacar sewaan jadi beneran.”
Bella langsung diam.
Yoga ikut diam.
Hening.
Lalu…
“ITU RAHASIA!” Bella dan Yoga teriak barengan.
Rafi dan Althea langsung tertawa.
“Akhirnya diakui juga,” kata Rafi santai.
Bella langsung salah tingkah. “Nggak! Maksudku—itu beda konteks!”
Yoga menggeleng sambil tersenyum. “Udahlah… sama-sama aneh.”
Althea mendekat ke Bella, menggenggam tangannya pelan. “Maaf ya… kita nggak bermaksud nyembunyiin lama.”
Bella menghela napas, lalu akhirnya tersenyum kecil. “Yaudah… tapi serius, kalian bikin kaget banget.”
Rafi langsung merangkul pundak Yoga. “Jadi… sekarang kita double date?”
Yoga mengangkat alis. “Cepat banget lo naik level.”
Bella langsung menunjuk. “TUNGGU! Aku belum siap!”
Althea tertawa. “Santai aja, Bella.”
Yoga mendekat sedikit ke Bella, berbisik pelan, “Padahal tadi kamu santai banget milih baju.”
Bella langsung menatapnya. “ITU BEDA SITUASI!”
Rafi langsung nyeletuk, “Oke fix, ini bakal seru.”
Mall yang tadi biasa saja kini berubah jadi penuh tawa, teriakan kecil, dan kekacauan ringan.
Empat orang dengan hubungan yang sama-sama rumit… kini justru menemukan momen paling lucu mereka di tempat yang tak terduga.
Dan satu hal yang pasti—
hari itu, bukan cuma belanja yang mereka dapat… tapi juga kejutan besar yang nggak akan mereka lupakan.