NovelToon NovelToon
Say, Love You Too

Say, Love You Too

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Ketos / Perjodohan
Popularitas:162.3k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Dijodohkan dan bertunangan sejak putih abu membuat Naka dan Shanum menyembunyikan hubungan keduanya dari orang lain termasuk teman-temannya. Terlebih, baik Naka ataupun Shanum tak pernah ada di daftar putih masing-masing.

Tapi siapa menyangka, diantara usaha keduanya, perasaan cinta justru hadir mengisi setiap ruang hati satu sama lain. Siapakah yang akan duluan menyatakan cintanya?

Say, love you too....
Katakan, aku juga cinta kamu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Biar mata yang berbicara

Jalanan beraspal itu terlihat basah, bahkan hujan sesiang sampai pukul 4 sore tadi menyisakan batang pohon-pohon berbau kayu basah dengan sisi lembabnya yang ditumbuhi lumut.

Sisa tetesan air hujan di dedaunan sesekali jatuh membasahi hiruk pikuknya aktivitas para pengguna jalan yang masih saja sibuk di bawah kungkungannya.

Hawa sejuk itu mendukung siapapun untuk lebih merapat dan mendekat demi mencari kehangatan, tak terkecuali Shanum yang menyarangkan kedua tangannya di saku samping jaket Naka.

Pemuda itu mengantarkan Shanum sampai di rumahnya dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun, untuk kemudian pulang ke apartemen.

"Ngga mau mampir lebih lama lagi, Ka?" ajak bunda, begitupun Sheyna yang heboh.

"Naka langsung pulang ya, tante...om, Shey..." pamit Naka.

Dan gelagat Naka yang menjauh dan melajukan kembali motornya itu masih diawasi Shanum yang berdadah ria padanya.

"Cieee nempel banget tuh, padahal dulu ada yang mewek gara-gara dijodohin sama bang Naka!" oceh Sheyna mengganggu lamunan Shanum yang menghadiahi ucapan adiknya itu dengan bibir yang julid, nye--nye--nye.

"Hati-hati, berduaan terus yang ketiganya setan." Cibir Sheyna lagi seolah tak tenang melihat Shanum tentram begini. Lihat saja, bahkan raut wajah dan rona bahagia kakaknya itu bisa terlihat dari jarak 10 meter.

"Tenang aja, setannya takut sama Naka kok..." jawab Shanum sambil berlalu untuk bersih-bersih.

"Dih, aku bilangin ya sama bang Naka!" Sheyna cengengesan sendiri.

Shanum memeletkan lidahnya pada sang adik, "bilangin aja." Lantas ia terkikik lagi, bayangan kejadian tadi terlalu membekas di pikirannya, tentang Naka, tentang celana, dan tentang petak umpet.

Karpet ruang OSIS telah disapu bersih, bahkan ruangannya telah disemprot obat nyamuk sebelumnya oleh pengurus yang piket hari ini.

Bel pulang sudah berbunyi. Satu persatu dari mereka mulai memenuhi ruang OSIS. Diantara kesibukan para siswa ada mereka yang lebih sibuk setiap harinya, ya.. pengurus OSIS.

Bendahara, sekertaris sudah siap dengan buku notes dan laptopnya. Lembaran buku bersih bahkan sudah siap dicorat-coret. Spidol sudah diisi penuh dengan penghapus yang ada di tempatnya. Agar nanti tak ada drama macet atau tinta habis di tengah-tengah rapat.

Siang ini, OSIS dan MPK mengadakan rapat gabungan demi acara dan program yang akan mereka selenggarakan di bulan Oktober ini dalam rangka memperingati dan memeriahkan hari sumpah pemuda.

Setiap tahunnya mereka memang biasa menggelar acara dan siapapun akan antusias dengan acara tahunan OSIS ini. Terlebih, rumor undangan sekolah lain yang justru membuat kehebohan penuh rasa excited diantara siswa-siswi Budi Pekerti X, bahkan MAK BUTI beberapa kali mengulas rumor ini di mading sekolah, entah siapa yang membocorkan rencana OSIS kali ini.

Naka meraih jas kebesaran OSIS lalu memakainya, begitupun mereka para pengurusnya.

Daftar hadir sudah terisi tanda tangan para pengurus yang hadir, termasuk anggota kepengurusan MPK yang mulai berdatangan.

Naka melirik anggota MPK yang telah datang, ia hitung baru 3 orang itu pun Canza salah satunya, dimana hari ini pertama kalinya dalam sejarah, ia dan Jemima duduk bersisian dan berbicara tanpa ada adu urat yang mewarnai meski bogeman, cubitan atau hardikan kasar tetap ada.

"Num--num belum kesini, Ma?" tanya Pandu menghentikan tepisan tak berarti Mima pada Canza, ada alis terangkat dari Pandu dengan sorot mata yang---*lagi pada ngapain lagi ini berdua, elahhh! Habis Shanum---Naka terbitlah Mima---Canza*, bikin kepalanya pening.

"ya elah Ndu, Num--num datang sama lakinya lah kalo lagi mode MPK begini!" jelas Jemima berkelakar yang praktis saja membuat Naka menajamkan sorot matanya, dan berdehem tak nyaman.

"Hahaha!" Chika tertawa, "lakinya yang mana, Juna? Lakinya Num--num ada banyak."

Ghibran hanya terkekeh mendengar nama temannya di bawa-bawa, memang kenyataannya seperti itu, Arjuna pernah mengakui jika dirinya menyukai Shanum. Dan tentu saja, ia bukan tidak tau kegelisahan sang kawan tentang rumor yang mulai beredar jika Mainaka pun kini mulai melirik Shanum.

Frizka ikut bersuara, "Num--num said---"

"Apaan sih..." kompak Chika, Pandu, Frizka dan Jemima bersamaan menirukan gaya bicara Shanum dengan menyunggingkan bibirnya ilfeel sambil bergidik.

Kini Adit yang sudah bersila di dekat Frizka bicara, "lah lakinya Shanum bukannya Bruno Mars ya?"

Pandu kini menggeleng, "lakinya Num--num Wang Yibo."

Hahaha, Chika kembali tertawa bersama Jemima, "Dylan Wang." Ucap mereka bersamaan.

*Ppffttt*!

"Saravvv." Chika mengumpat.

"Ini pasti Shanum lagi kepanasan telinganya digibahin lo semua." Ujar Canza.

*Ekhem*!

*Pluk*! Naka menaruh pulpen dengan kasar nan sembarang. Ia bahkan menendang sampah plastik yang entah terbawa oleh siapa dari luar sehingga mampir di karpet.

Savero mendengus geli, "kesurupan deh tuh."

Jemima tak begitu mengindahkan hal itu sebab tak cukup paham selain daripada ia tau jika---Naka memang doyan kesurupan, Naka juga menyukai Shanum yang entah itu benar atau tidak.

Kini langkah beberapa orang mulai menyasar ke arah ruang OSIS, orang-orang yang ditunggu sebagai peserta rapat.

Tentu saja mereka yang memakai handband di lengannya, ada Arjuna, Altair, Shanum, dan Jihan. Disusul Bayu Aji, Navvaro sebab sempat ijin sebentar pada ketua ekskul yang mereka ikuti.

Seperti biasa, tatapan yang terkesan tak ramah antara Mainaka dan Arjuna tak pernah berubah, selalu begitu, meski keduanya saling mengangguk sopan saat ini. Namun siapapun bisa melihat bahwa persaingan dan permusuhan itu begitu mencolok.

Dan Shanum melirik-lirik canggung ke arah Naka berakhir dengan sapaan hangat teman-temannya, "Num! Sini..." pinta Jemima dan Frizka yang kemudian, Arjuna justru menjegal langkah Shanum.

"Num, kalo bisa duduk deket gue...biar gue gampang kalo butuh apa-apa..." ucapannya itu, bahkan Naka masih bisa mendengarnya, ia merotasi bola matanya malas. Ingin sekali ia mendorong Arjuna ke jurang atau langsung ke tengah jalan biar ketabrak mobil.

Shanum dibuat nyengir dengan rasa getir, ia melirik sejenak Naka yang enggan membalas lirikannya, *sorry*...

"Bisa kita mulai aja?" suara Naka mulai mengambil kondisi. Begitu ciri khas suaranya yang bisa membuat orang-orang menghentikan obrolannya dalam sekejap, memperhatikannya sebagai fokus atensi.

Shanum duduk melipat kaki di samping Juna, ada Jemima dan Frizka, posisinya juga duduk di dekat Chika.

"Rapat OSIS dan MPK hari ini kita mulai, ya..."

Benar, aura yang dimiliki Naka memang mampu menggiring orang pada situasi yang serius, kritis dan analitis.

"Terimakasih untuk anggota MPK dan para pengurus OSIS yang sudah hadir hari ini..." ucapnya melirik langsung ke arah mata para peserta rapat ini satu persatu.

Lalu setelah kondisi ia kuasai, bahkan suasana riuh di luar ruangan tak mampu mengganggu kondisi khusyuk di dalam, barulah Naka meminta Pandu sebagai ketua divisi organisasi dan kaderisasi menjabarkan rancangan program mereka untuk acara sumpah pemuda tahun ini.

Selesai dengan itu, angin yang berhembus dari kipas angin di atas mereka turut membuat para peserta rapat adem meski kemudian Chika memaparkan list pendanaan acara dan darimana saja sumber yang akan mereka dapatkan termasuk percetakan milik Naka yang menjadi salah satu sponsor mereka nanti.

Arjuna melirik Shanum dan Jemima beberapa kali demi men-sinkronkan pertanyaan dan poin yang perlu didiskusikan secara serius terutama masalah undangan.

30 menit berlalu dengan semua penjabaran proposal yang telah secara resmi ditanda tangani oleh pembina OSIS dan pembina MPK, begitupun ijin yang di dapat dari kesiswaan dan kepala sekolah.

Sejak tadi, mata Naka menangkap pemandangan yang memuakan meski dirinya berusaha untuk tak begitu mengindahkan itu. *Apa-apa Shanum....apa-apa Shanum*...

"Untuk ketua Majelis, Perwakilan Kelas," jedanya dengan aura yang---tentu saja semua orang notice jika itu bukan hanya nada bertanya melainkan seperti menegur--mengajaknya adu jotos.

"Ada yang ingin disampaikan?" pungkas Naka.

Matanya sempat menatap Shanum seolah ingin menerkam tunangannya itu, membuat Shanum membuang muka so sibuk sendiri dengan mengajak Jemima bicara.

Arjuna meraih buku notes yang Shanum berikan.

"Terimakasih untuk ketua OSIS, dan seluruh jajarannya, atas program yang telah dibuat dan dipikirkan...baik, ada beberapa poin yang menjadi perhatian kami. Yang pertama..." Arjuna kini angkat bicara menatap langsung ke arah Naka, Savero, Pandu dan jajarannya. Namun ketika pandangannya kembali mendarat pada Naka, seolah matanya itu berbicara----*ngga usah so kecakepan lo. I see...dari tadi Lo liatin Shanum*.

.

.

.

1
sweet escape
Lah iya dong d liatin wong tunanganny. Junaa minggir ya, sebelum kamu kecewa😪
sweet escape
Wibawa calon ceo mah nggk kaleng2 wkwkw
sweet escape
Lah junaaaa ngesekin banget
sweet escape: *ngeselin
total 1 replies
sweet escape
Panas ya ka wkwwkwk makin makin pengen publish wkwkwkw
sweet escape
Hahahaa ini sih beneran sahabat, kl udah bisa praktekin gaya ngomong kita🤭🤭🤭🤭
sweet escape
Wkkw tauny mima canza udah lbh jauh hubunganny dr naka sama shanum wkkwkw lebih plot twist lagi😂😂😂😂
sweet escape
Ini pandu mungkin admin mak buti😂😂😂😂😂
sweet escape
Wkwkwkw 😂😂😂 num num , eling num wkwkwkwkwk
sweet escape
Udah lama mereka nge date bun di kantor wkkwkww
biby
Naka said : ya, emang gue liatin shanum karena dia milik gue lu jgn nempel2 gue tonjok lo..
Salim S
antagonis nya belum muncul ya teh masih menebak nebak apakah juna atau ada yang lainnya...ya nggak apa-apa lah orang num num tunangan nya naka sah sah aja dong mau larak lirik or ngeliat in juga ngga masalah sirik lo ya kalau juna tahu num num udah tunangan sama naka syok berat dia 🤭🤭🤭
maret
lahhh shanum nya naka kok.. bebas liatin shanum donnggg.. 🥰🥰🥰
Kᵝ⃟ᴸ _ᵉᵖʰᶦ
filling gua dah kayaknya si Arjuna tahu kalau Naka sama Shanum ada apa-apanya...secara sering mampir kerumah num-num bisa jadi ortu/adiknya Shanum keceplosan soal perjodohan duo manusia itu
Attaya Zahro
Naka : Emang gue peduli ma Elo..suka² gue lah,mau gue sosor juga gpp 😂😂😂
hiro_yoshi74
keren bngt kk 👍
devinisi buah jatuh sepohon" nya
karakter naka plek ketiplek kayak pap ganes cuma agak kaleman dikit ngk gedebak gedebuk modelan anomali 30 an 🤭 semangat kk💪
mama_im
aq kok gak suka ya sama juna, gak tau kenapa kayak bad yg berkedok good, ngeri kalo ampe jadi obsesi kayak kenzi.
hiro_yoshi74: juna titisan om ibas x kk
total 1 replies
PuputMega Shelviana SuJanii
lg dong kak🤭
🎃
lha sukak² sinakal mau liatin shanum apa engga org tunangannya kok bebas dong kok situ sewot... jgnkan cuma diliat elunya uda panas. gmn tau kalo udah disosor.hemm auto.megap² dek looo
Tysa Nuarista
awas num jgn Deket" Juna Klo GK mau tambah ngamuk ntar titisan papa ganesh ini.... lama" pasti Naka GK tahan buat publish hubungan mereka.
bunga citra
darah muda😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!