NovelToon NovelToon
Sistem Kepelatihan Xiao Han

Sistem Kepelatihan Xiao Han

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: MagnumKapalApi

Genre: Sistem, Sport, Tactical.
Sub-Genre: Romance, Drama, School, Slice of Life, Friendship.

Arc 1 : Kebangkitan Calon Pelatih Trainee (Chapter 1 — 21) - (22.691 kata)
Arc 2 : Asisten Pelatih yang Diremehkan (Chapter 22 - ... ) - (Ongoing)

Dari gelandang tengah SMA Hangzhou menjadi seorang pelatih muda? Dibekali Sistem Kepelatihan, Xiao Han merajut kembali mimpinya, setelah dokter memvonisnya tak bisa menjadi pesepak bola lagi karena cidera. Mampukah ia menapaki sepak bola sekali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MagnumKapalApi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

Di tengah hiruk-pikuknya standar globalisasi, dataran China mendobrak perekonomian dunia. Namun, negara ini mendapati kemerosotan di bidang Sepak Bola. Tak mendekati kualitas rata-rata dari kebanyakan federasi.

Chinese Football Asociation hanya mampu membawa tim nasional pria menapaki piala dunia jauh sebelum Xiao Han terlahir, hanya sampai di turnamen besar tahun 2002.

Di tahun 2025, Xiao Han, pemuda tujuh belas tahun yang digadang-gadang aset masa depan, pemain gelandang, calon bintang tim nasional China di masa mendatang, mengalami cedera serius pada tengkuk kepalanya setelah membentur tiang gawang dalam turnamen nasional antar sekolah menengah atas, serta satu kaki yang telah patah karena sengaja diinjak oleh tim lawan.

Di dalam ruang inap rumah sakit yang berbau antiseptik yang dingin oleh AC, Xiao Han terduduk di ranjangnya, menyaksikan tim-nya sendiri berlaga-tanding di partai puncak turnamen pada televisi ruangannya.

Pertandingan final antara SMA Xiao Han berada, Hangzhou no.9 Highschool dari Zhejiang. Kontra sekolah langganan juara, Tshinghua University Highschool dari Beijing. Skor tertinggal membuat urat-urat di dahi pemuda bermata tajam itu menegang.

“Oh apa yang terjadi penonton, tim keselebasan Hangzhou melakukan blunder fatal dari pemain nomor tiga belas, Xian Jinq,” ucap komentator televisi. “Kini serangan berbalik dari Tshinghua, sangat bahaya sekali pemirsa.”

“Aduh, kau kenapa Xian Jinq!” kritik Xiao Han. “Jika aku yang bermain, pasti bola itu sampai ke kaki Ye Chen!”

Xiao Han menatap skor yang sudah tertinggal di menit ke-79, waktu pertandingan sedang berlangsung.

“Ayok hadang! Kita harus juara! Ini tahun terakhir kita sebelum lulus!” Xiao Han mengepal tangan, gemas. “Skor kita sudah tertinggal dua dan belum tercipta gol untuk tim sama sekali.”

Komentator terus menyoroti pertandingan akbar, Xiao Han keringat dingin, jantung berdebar-debar. Seandainya ia bisa membantu tim, kebuntuan mungkin saja menemukan titik terang sedari babak pertama.

“Liu Kang melakukan umpan panjang ke depan, dan oh ... menukik dengan indahnya, serangan yang presisi dari proses serangan balik Tshinghua, pembangunan serangan yang ciamik, aku teringat counter-attack Real Madrid, kelas king!”

“Tidak. Tidak. Tidak,” panik Xiao Han hampir melompat dari ranjangnya. “Meqi Lubau sundul bolanya!”

Namun komentator terus membuat Xiao Han menahan napasnya, ketegangan memuncak ketika sang juru pertandingan berkata, “Bola diterima nomor sembilan Tshinghua, sang Striker yang haus gol.” lalu disusul teriakan. “GOOOLLL.” bergemuruh dari penonton di televisi serempak dengan si penyiar, membuat pemuda di ranjang terpatung seketika. “Hattrick dari Lu Gacheng sungguh LUAR BINASA, SAUDARA-SAUDARA!”

Seakan dunia terhenti, Xiao Han memandang kosong televisi rumah sakit, Lu Gacheng dengan keselabasan tim dari SMA Tshinghua menang telak, walaupun waktu masih menunjukan menit ke-84, tapi Hangzhou telah mati sebelum perang usai.

Tshinghua merayakan selebrasi.

Xiao Han mematung.

“GOLLL LU GACHENG, ASTAGA QUADTRICK DARI PENYERANG CALON BINTANG MASA DEPAN TIM NASIONAL CHINA!”

Xiao Han menunduk, tak kuasa menatap layar siaran. Hatinya berkata, seandainya aku bisa bermain, tapi dokter telah menjatuhkan vonis, aku tak boleh bermain bola lagi. Bibirnya gemetaran. Sialan!

“LAGI, LAGI, DAN LAGIIII ... LU GACHENG MENCETAK GOLNYA YANG KE-LIMA UNTUK TSHINGHUA!”

Sial ... tiga tahun kami selalu gagal, dan harus gagal lagi di tahun terakhir pada final yang kami nanti-nanti, batin Xiao Han.

Xiao Han menatap kakinya yang diperban, cedera bukan hanya kepala, namun kaki yang patah membuatnya harus putus harapan, setelah kegagalan ini, satu-satunya pilihan hanya meninggalkan sepak bola yang ia cintai.

Air mengalir dari pipinya. “Dasar cengeng,” katanya sembari terkekeh. “Kau laki-laki Xiao Han.” namun isak semakin menderas lirih. “Sialan! Apa kata ibuku nanti jika melihat tangisan ini?”

Di dalam hati Xiao Han, kekalahan ini menyakitkan. Namun, dirinya tak mampu meninggalkan jalan hidup yang selama ini telah menemani langkahnya, sepak bola.

Ding!

Suara notifikasi berdengung di kepala Xiao Han, ia mendongak. Siaran televisi masih berlangsung di pluit terakhir pertandingan.

“Ha-hanya halusinasi saja,” gumam Xiao Han menatap piala yang diangkat Lu Gacheng untuk tim Tshinghua University Highschool.

[ Sistem menemukan kualifikasi Host terpilih ]

Mendadak, layar biru ke-emasan dengan corak naga mitos Tiongkok kuno muncul dihadapannya, anehnya, lukisan naga itu terbang membawa si kulit bundar.

“A-Apa yang terjadi?!” Xiao Han membelalak, ia menampar pipinya sendiri. “S-Sakit! Ini bukan mimpi!”

[ Selamat! Host terpilih oleh dewa sepak bola ]

“Hah?! Apa katanya?! Maradona mati reinkarnasi jadi dewa sepak bola, kah?” Xiao Han mengerjap beberapa kali, tapi sistem tetap ada, lalu menggaruk-garuk rambutnya, heran. “I-Ini halusinasi? Apa aku sekarang gila?”

[ Sistem Kepelatihan : Tingkat Trainee ]

Xiao Han terdiam, melihat teks yang ditampilkan layar yang menyebut dirinya sebagai sistem. Bagi pemuda itu, terasa seperti vonis yang merujuk dirinya untuk tetap berkecimpung di dunia olahraga, sepak bola.

[ Tingkat Sistem Kepelatihan : Trainee - Junior - Profesional - Legenda ]

[ Benefit : Statistik Kepelatihan dapat Ditingkatkan ]

[ Misi : Akuasisi yang Diterapkan dari Berbagai Kemungkinan yang Dihadapi Host ]

[ Hadiah : Skill Istimewa Pelatih Sepak Bola Modern ]

[ Gacha Sistem : Hadiah acak Sistem Dadu ]

Xiao Han ternganga dengan liur yang menetes satu per satu ke selimut yang ia kenakan di pahanya.

[ Apa Host ingin menjadi pelatih? ]

[ Terima / Tolak ]

“Apa ini nyata?” kata Xiao Han pelan. “Beneran nyata?” tanya ingin memastikan.

Layar sistem, pikir Xiao Han hal itu hanya ada dalam webnovel populer bertema urban-fantasy system. Tapi ... jendela biru yang menumpuk di hadapannya bukan hal remeh yang harus ia abaikan.

“J-Jika kuterima ... apa aku masih bisa menikmati sepak bola sebagai tokoh yang memainkan konflik olahraga?”

Xiao Han berpikir dalam-dalam, kecintaannya pada sepak bola, atau lari dari cedera yang mengakhiri karirnya sebagai pemain di usia dini.

“Jika kutolak ... apa ada bidang lain yang bisa kutekuni?”

Kedua tangannya mengepal kencang hingga urat-urat di tangan timbul di kulit.

“Persetan dengan profesi lain! Jika aku bisa juga aku tak mencintai lebih dari sepak bola.” senyum terbit di bibir Xiao Han “ Jika aku tak bisa menendang, biarkan otakku bekerja sebagai mesin tempur tim yang kuasuh.”

Dalam dadanya, hanya ada bola yang disepak, dan kesenangan akan permainan di lapangan hijau.

Sembari menunduk, ia bertekad.

“Akan kupastikan, sepak bola bagian dari diriku. Walau tak bisa menjadi pemain, aku akan menjadi seorang pelatih!”

[ Terima / — ]

“Aku akan terima, jika itu memang sepak bola, akan aku jalani!”

1
Hong Biyeon Adolebit
keren bgt kak, Xiao Han😍
heroestupai: berakkkkkk
total 1 replies
Apakah transgender disunat?
sudah 39 chapter dan tidak ada insect😡
heroestupai: /Smug//Smug//Smug/
total 1 replies
Ren si Pegawai Kantoran
Pak Chen Hao kerjanya ngapain? Eh iya motivasinya kan kecil 🗿
Limian Avina
Iyap, aku pun malas baca itu, jadi diskip/Proud/
Limian Avina: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Limian Avina
Ini kayaknya enggak terlalu diperlukan deh/Sweat/
heroestupai: skill issue aja kak, maklumin, cmn ngindarin yg repetitif aja
total 3 replies
Limian Avina
Kebelet ganti PoV😂
Limian Avina
Kenapa jadi PoV satu/Sweat/
heroestupai: ahh iya, bocor POV, nanti saya revisi kak
total 3 replies
Limian Avina
Iya, mengerikan seperti ...
Limian Avina: Enggak jadi/Blackmoon/
total 2 replies
Limian Avina
Beliau terlalu percaya diri :v
Limian Avina: 🗿🗿🗿🗿🗿
total 2 replies
Limian Avina
Gambarnya kayak kamar pribadi🗿
Manusia Biasa: wkwkw tapi masih bagus kok kak, dari ai sih😂🙏
total 1 replies
Limian Avina
Ada gacha-nya/Scare/
heroestupai: masih jauh sih di gacha sistem itu /Facepalm/
total 1 replies
Limian Avina
/Curse//Curse/ Namanya kenapa harus Gacheng?!
heroestupai: Kepikiran itu aja 🗿
total 1 replies
Limian Avina
Nulisnya "Goal" deh seharusnya/Sweat/
Limian Avina: /Scare//Scare/ Secara arti goal = tujuan/sasaran/Facepalm/
total 2 replies
Limian Avina
Woah~! Riset sejarah .../Blush//Blush/
heroestupai: huum 🗿🗿
total 1 replies
Ren si Pegawai Kantoran
cukup menghibur
heroestupai: makasih kak
total 1 replies
Penjaga Gerbang
keren
Ren si Pegawai Kantoran
ditunggu Thor updatenya
Ren si Pegawai Kantoran
developmentnya sedikit terasa di sini, sistem gak semata-mata Deus ex machina, ada konsekuensi juga dari analisa MC, dan emang jadi pelatih itu harus mikirin pemain, bukan semata2 sistem novel lain yg bikin pemain jadi OP kah? 🤔
Ren si Pegawai Kantoran
Thor, jangan lupa huruf miring kalo monolog batin PoV 3 ya 🗿
Ren si Pegawai Kantoran
kambek 4-3
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!