NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi / Perperangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa aku di tangkap?

Hoss..

Hoss..

Yu-nian dan Yi-bao kelelahan karena berlari untuk menghindari kejaran para prajurit. Fu Tian terlihat kewalahan karena mengejar Yu-nian.

"Ternyata gadis itu tidak bisa di remehkan." ucap Fu Tian dengan nafas memburu.

"Gadis itu larinya cepat sekali, komandan. Kira kira dia makan apa?" salah satu prajurit malah tertawa setelah mengejar Yu-nian.

"Lebih baik kalian berhenti, mereka sudah pergi." kata Ren Fen.

"Aku tidak pernah mengira akan mendapatkan lawan seperti ini, dia bertarung denganku seperti seorang prajurit." Fu Tian kemudian menarik prajuritnya.

Feng Shiyan meminta para prajuritnya untuk segera kembali, Dia kemudian berdiri sebentar menatap ke beberapa arah, dia yang dari tadi memperhatikan dari atap rumah para warga Dia kemudian turun.

Yu-nian dan Yi-bao sedang bersembunyi di suatu tempat, mereka berdua nampak gemetar, tubuh mereka panas dingin seolah tubuh mereka habis tercebur di dalam kolam. "Aku sudah tidak mendengar suara mereka." ucap pelan Yu-nian ketika dari tadi dia memperjelas pendengarannya.

"Benarkah? Mereka sudah pergi?" tanya Yi-bao.

"Iya, tidak ada suara sama sekali, kita tunggu beberapa saat. Aku yakin mereka semuanya sudah pergi dari sini." jawab Yu-nian dengan yakin. setelah itu dia memberanikan diri untuk keluar dari tempat persembunyian mereka.

Ketika Yu-nian sangat yakin kalau para prajurit sudah pergi dari tempat itu, Dia mengintip keluar dan benar memang tidak ada orang sama sekali. Dia tersenyum dengan begitu lebar, dia keluar dari tempat persembunyiannya yang ternyata tidak jauh dari tempat para prajurit tadi berada.

"Tuh kan tidak ada orang, Mereka sudah pergi dari sini." kata Yu-nian dengan yakin. dia keluar dari tempat persembunyiannya bersama dengan Yi-bao.

Yi-bao sendiri nampak bernafas lega, mereka berdua mengira kalau mereka sudah lepas dari masalah yang tiba-tiba menjerat mereka. "Sebenarnya apa yang dilakukan oleh para prajurit itu? Kenapa juga tiba-tiba ada kepala melayang ke arah kita?" tanya Yu-nian dengan penasaran.

"Sudah jangan banyak tanya, lebih baik kita pergi dari sini." jawab Yi-bao yang kemudian bergegas mengajak Yu-nian pergi dari tempat itu.

Baru saja mereka berdua hendak pergi dari tempat itu ke berapa langkah tidak jauh dari tempat persembunyian Yu-nian dan Yi-bao tiba-tiba saja Feng Shiyan keluar.

"Ternyata kamu bersembunyi di sini ya?" suara yang nampak terdengar begitu berat itu membuat langkah kaki Yu-nian dan Yi-bao langsung terhenti. Mereka berdua memutar tubuh mereka, menatap seorang pria berpakaian sederhana namun wajahnya menunjukkan ketegasan yang begitu luar biasa.

Yu-nian yang melihat itu dia menelan ludahnya dengan susah payah, langkah kakinya berjalan mundur dengan perasaan takut yang langsung menjalar ke seluruh tubuh. "Ternyata ini jebakan." ucap Yu-nian pelan.

Yi-bao menarik tangan Yu-nian. "Bagaimana ini? kita pasti akan ditangkap." ucap Yi-bao ketakutan.

"Tenang saja, aku pasti akan membuat mereka merasakan bagaimana tendangan kakiku yang kuat." jawab Yu-nian. Walaupun dalam hati dia nampak ketakutan, apalagi melihat pria dengan sorot mata dingin yang ada di depannya itu membuatnya berpikir untuk mencari cara kabur dari tempat itu.

"Maaf ya tuan, kami ini bukan penjahat, kami tidak bersalah. Kenapa kami dari tadi dikejar sih?" tanya Yu-nian yang tidak mau pasrah begitu saja, jika tidak bisa dengan cara berbicara baik-baik maka dia akan memakai cara kekerasan.

Feng Shiyan tidak menjawab, tapi dia hanya tersenyum menatap seorang gadis yang tingkahnya seperti prajurit pria. Hal itu membuatnya tersenyum namun senyumnya itu tidak akan bisa dilihat oleh siapapun. (mungkin bisa dilihat oleh makhluk tak kasat mata.) Langkah kaki Yu-nian mundur, dia nampak ketakutan.

Tak ada kata yang keluar dari mulut Feng Shiyan, Dia berjalan maju sedangkan Yu-nian dan Yi-bao berjalan mundur.

"Kalian menyerah atau...," perkataan Feng Shiyan terhenti namun tangannya langsung memegang pedang yang ada di pinggangnya.

"Aduh.., mereka bakal membunuh kita." ucap Yu-nian yang membuat Yi-bao langsung ketakutan. tubuhnya gemetar, tiba-tiba celananya langsung basah tanpa dia sadari.

"Yu-nian, aku ngompol." bisik Yi-bao yang membuat Yu-nian melotot.

"Kamu gila ya, kok bisa sih?" ucap Yu-nian yang kemudian menatap ke arah celana saudaranya itu.

"Aku takut jika tiba-tiba kita dibunuh, lalu kepala kita menggelinding seperti bola yang selalu kita mainkan." jawab Yi-bao.

Yu-nian menelan ludahnya dengan susah payah, niat hati ingin kabur itu seolah langsung sirna, pria yang ada di depannya itu begitu menakutkan. Sorot matanya tajam seperti pembunuh berantai. Yu-nian menghela nafas begitu dalam, tiba-tiba dia langsung mengeluarkan jurus seribu tipu dayanya.

"Huaaa...," Yu-nian tiba-tiba menangis, dia menangis dengan keras kemudian menggenggam tangan Yi-bao. "Tuan, apa sebenarnya salah kami? Kenapa tiba-tiba kami mau ditangkap? tadi sudah mau ditangkap oleh para penjahat itu, sekarang malah mau kalian tangkap. Sebenarnya apa dosa ku?!" teriak Yu-nian dengan sangat keras.

Yi-bao membisikkan sesuatu di telinga Yu-nian. "Kalau menangis keluarkan air matamu biar kelihatan nyata." bisik Yi-bao.

"Diam kamu!" bentak Yu-nian dengan pelan. Dia kemudian melanjutkan aktingnya menangis, dia terduduk di sana sembari menepuk tangannya sendiri. "Tuan Ini siapa sih.. memangnya Tuan kenapa tiba-tiba mau menangkap kami? oh dewa... betapan malangnya nasibku ini, barusan dikejar sama penjahat sekarang mau ditangkap. Sebenarnya apa sih salah dan dosaku?" ucap Yu-nian yang kemudian menangis tersedu-sedu.

Feng Shiyan tidak menunjukkan reaksi apapun, dia hanya menatap gadis yang ada di depannya itu tiba-tiba menangis, dalam hati dia itu malah tersenyum, seolah dia baru melihat sosok wanita yang begitu unik dan aneh.

"Apa yang akan kita lakukan Yu-nian?" tanya Yi-bao kembali.

Yu-nian tidak menjawab, tapi dia hanya melotot menatap Yi-bao. "Dengarkan Aku baik-baik, ikuti aba-abaku kemudian langsung kabur." ucap Yu-nian pelan sembari mengedipkan matanya. Yu-nian berdiri, Dia kemudian membersihkan pakaiannya.

"Dengar ya tuan, Aku bukan penjahat. Jadi tolong jangan mengejarku lagi." ucapnya. Dia kemudian memberi aba-aba Yi-bao untuk lari dari tempat itu.

Namun sebelum dia melakukannya, sayangnya Feng Shiyan tahu akan rencananya. Jenderal kebesaran kerajaan Tangyu itu tidak akan mudah dikelabui. Feng Shiyan kemudian melesat dengan begitu cepat, pria itu tiba-tiba memukul pundak Yu-nian hingga membuat gadis itu langsung tidak sadarkan diri. Sedangkan Yi-bao yang melihat itu dia langsung mematung ketakutan dan tidak bisa melakukan apapun.

"Kalau kamu macam-macam saudaramu ini akan aku habisi." ujar Feng Shiyan yang membuat Yi-bao menganggukkan kepalanya dengan pasrah.

*bersambung*

1
Zheyra
semangat thor
Pa Muhsid
mohon lebih teliti nulisnya tor typo masih banyak dan kita membacanya kadang harus mikir dulu ini maksudnya apa gitu jadinya tidak langsung konek
Zheyra
lanjut Thor
Zheyra
lanjut
Atalia
hajar aja biar tau rasa mereka 🤭
Atalia
lanjut🤭
Zheyra
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!