NovelToon NovelToon
Sang Pendiri Kekaisaran

Sang Pendiri Kekaisaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: yogasurendra

Huang Xuan dengan kekuatannya mengguncang dunia memimpin pemberontakan kepada Dewa. Disaat menuju kemenangannya, hal aneh terjadi hingga membuatnya kalah yang kemudian terjatuh kembali ke alam manusia. Disaat kejatuhannya, alam manusia telah memiliki peradaban maju yang ditandai dengan berdirinya dinasti Xia yang merupakan mandat dari alam Dewa untuk manusia. Setiap pemimpinnya memiliki garis darah Dewa membuatnya menjadi penguasa sejati alam manusia. Huang Xuan yang membenci para Dewa memulai perjalanannya dengan menggulingkan Dinasti Xia sebelum dirinya kembali memberontak ke alam Dewa.


"Dengan pedang sebagai pena dan darah sebagai tinta, aku Huang Xuan menulis sejarah dengan cara berdarah-darah. Tidak takut kepada Dewa, Setan dan Iblis karena aku lah penguasa sesungguhnya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Darah Di Atas Salju

Seseorang berdiri di atas benteng kota mengenakan zirah perang menatap dingin daratan salju jauh sepanjang mata memandang. Tatapan matanya sedingin es bahkan nafasnya merupakan hawa dingin seakan-akan ia tercipta dari energi dingin alami Beiyue. Dari kejauhan pasukan Jendral Besar Tang Weiran membawa obor menyalakan api di tengah badai salju dari qi mereka masing-masing. Dengan wibawanya ia memimpin pasukan tak gentar mengadapi udara dingin Beiyue. Tak ada raut wajah eskpresih selain tatapan dingin yang rumit untuk dijelaskan.

"Tembakkan api!"perintahnya tegas.

Bola-bola api melayang di udara bagaikan meteor yang menghantam tembok pegunungan kota Hanjin. Dentuman demi dentuman terdengar memekakkan telinga. Kota Hanjin dihujani oleh bola api berukuran raksasa yang telah disiapkan sepanjang perjalanan untuk menaklukkan daerah dengan medan alami berupa daratan salju. Kubang pelindung kota telah aktif dengan empat penjuru arah mata angin melindungi para penduduk biasa dari segala serangan dari luar.

"Bangkitlah wahai pasukanku!"teriakan Jendral Hantu Han Wuzhi sang penjaga benteng kota yang telah bersumpah menjaga kota Hanjin dari balik tubuh beku nya.

Teriakannya begitu lantang menggema menyerukan perlawanan mutlak. Mendengar teriakan perintah junjungannya seketika pasukan hantu salju bangkit dari tanah es memegang senjata berlari menyerang di tengah badai membunuh pasukan Jendral Besar Tang Weiran dalam sekali serang membuat tubuh mereka berjatuhan dari kuda. Jendral Besar Tang Weiran menghentikan kuda nya melihat sekeliling yang hanya terdapat badai salju tidak sekalipun orang yang terlihat.

"Jangan-jangan dia? Sepertinya Adipati Beiyue telah menyiapkan segalanya," batin Jendral Besar Tang Weiran menyadari ada sesuatu yang salah kemudian teringat akan suatu hal.

Ia menyatukan kedua telapak tangannya kemudian api menyala yang kemudian sesuatu meleleh menjadi air. Segera diperintahkannya para prajurit berelemen api melindungi sesamanya membentuk perlindungan api yang membuat pasukan hantu salju meleleh menjadi air.

"Keluarlah! Aku tahu kau telah bangun dari tidurmu," ucap Jendral Besar Tang Weiran.

Jendral Hantu Han Wuzhi menghilang dari tempatnya kemudian muncul tepat di hadapan Jendral Besar Tang Weiran. Bentrokan energi keduanya menciptakan momentum hebat dimana salju tak berani untuk mendeti mereka.

"Pergi!"ucap Han Wuzhi.

Ucapannya mengandung energi dalam penuh dominasi dan penekanan kuat yang membuat seluruh pasukan Jendral Besar Tang Weiran terhuyung akibat hempasan tenaga dalam yang diterima olehnya.

"Panggil Adipati untuk ke luar maka aku akan pergi,"ucap Jendral Besar Tang Weiran mengungkapkan keinginannya.

"Orang-orang dari Xia tak berhak untuk menyuruh ayah ku ke luar dari kota Hanjin," ucap Luo Qingyao tiba-tiba muncul berjalan mendekati mereka menambah ketegangan yang terjadi.

Jendral Besar Tang Weiran mengepalkan tangannya erat begitu emosi mendengar jawaban Luo Qingyao. Wei Liancheng dan Liang Zhaoren muncul yang langsung bisa dikenali olehnya.

"Kau yang membawa pesan itu!"ucap Jendral Besar Tang Weiran menghilang dalam sekejap muncul di hadapan Wei Liancheng dengan kepalan tangan yang dilapisi oleh qi.

Boommm!!

Ledakan energi dahsyat terjadi ketika tenaga dalam luar biasa derasnya dan begitu brutal milik Jendral Besar Tang Weiran ditahan oleh Wei Liancheng. Energi Yin di tubuhnya melonjak berusaha menekan kebrutalana tenaga dalam Jendral Besar Tang Weiran. Han Wuzhi muncul menepuk punggung Wei Liancheng membuat tenaga dalamnya bertambah mendorong paksa  tenaga dalam Jendral Besar Tang Weiran yang berusaha menghancurkan organ dalam nya.

Tapp!!

Han Wuzhi menghilang dari belakang Wei Liancheng mengayunkan pedangnya membuat Jendral Besar Tang Weiran melepaskan kepalan tangannya mundur ke belakang. Ia segera mengeluarkan kembali tombak miliknya dan keduanya kembali bertempur. Ketika kilatan api dan hembusan hawa dingin beradu menciptakan uap panas yang membumbung tinggi.

"Serang!!"ucap mereka serempak.

Seluruhnya larut ke dalam pertempuran berdarah di atas salju dengan hitungan korban yang tak terhitung banyaknya. Setiap prajurit hantu yang meleleh dan udara dingin berhembus maka mereka bisa bangkit selagi berada dalam tanah beku. Badai salju kian kencang disertai kemunculan kepingan bunga es salju berikut tawa indah dari seorang wanita. Suhu semakin dingin membuat aliran darah menjadi lebih lambat untuk bergerak. Teratai salju raksasa muncul menahan berbagai serangan. Satu per satu tubuh prajurit meledak membuat yang lain kebingungan. Jantung mereka membeku kemudian hancur menjadi berkeping-keping tanpa menyadari bagaimana cara menghindarinya. Han Wuzhi menoleh untuk melihat sosok yang mengubah medan perang menjadi titik beku yang bahkan manusia biasa kesulitan hidup.

"Xue Lian!"ucapnya melihat istrinya muncul.

Xue Lian membalasnya dengan senyuman memimpin enam wanita cantik melayang di udara menyerang musuh membunuhnya dalam sekali serang. Tawa mereka mengalun di tengah gejolak perang membantai para musuh menciptakan amarah dari Jendral Besar Tang Weiran.

"7 bidadari kota Hanjing. Semuanya hati-hati!" ucap Jendral Besar Tang Weiran.

Tujuh wanita cantik membunuh tanpa belas kasih tertawa riang gembira melayang dan menginjakkan kakinya pada mayat yang bergelempangan menari-nari di udara. Pertempuran kian memanas ketika sang Jendral Besar mengaktifkan darah Dewa miliknya. Api membara menyala di tengah badai salju membumbung tinggi avatar nya memegang tombak raksasa mengayunkannya kepada Han Wuzhi yang membalasnya dengan mengerahkan prajurit hantu berkuda miliknya menerjang tombak tersebut hingga berbagai dentuman ledakan terjadi dimana-mana.

"Mati!!!" teriak Jendral Besar Tang Weiran mengibaskan tombaknya menciptakan tebasan energi hingga meratakan pasukan hantu dalam sekali serang dan menggores tembok pegunungan.menciptakan gelombang kejut. Wei Liancheng, Liang Zhaoren dan Luo Qingyao dibuat mundur oleh gelombang energi tersebut. Pedang es Han Wuzhi patah tatkala energi tersebut menghantam nya yang membuat zirah putih miliknya retak hingga hancur berkeping-keping.

Lonjakan energi  melesat menuju langit disertai kemunculan proyeksi Adipati Beiyue yang begitu agung ketika wujudnya memiliki cincin kristal kepingan es di belakangnya. Tekanan dominasinya menyebar ke seluruh medan perang membuat Jendral Besar Tang Weiran tertawa sinis.

"Dimana dia berada? Aku menginginkannya sebagai pertukaran kesepakatan,"ucapnya dengan penuh percaya diri.

"Kau begitu sombong membawa pasukan mu hingga kemari. Apakah kau lupa Yinluo adalah Tanah Yang Dijanjikan. Sikap aroganmu mendatangkan malapetaka. Pergilah kembali ke Xia dan jangan pernah menginjakkan kaki mu di Beiyue,"balas Adipati Beiyue berbicara dengan nada penuh kewibawaan.

Cihhh!!!

"Hari ini seluruh wilayah Yinluo akan takluk kepada Xia termasuk Beiyue. Jika kau tak menyerahkannya maka aku akan memaksa masuk mencarinya sendiri. Aku Tang Weiran tak pernah mundur dan takut kepada kalian para manusia biasa. Aku memiliki garis darah Xuanwu dengan kemurnian tertinggi menantang mu untuk bertarung!"

"Kau telah melampaui batas mu. Prestasi mu akan hancur mulai hari ini dan klan Tang sudah saat nya menerima karma dari pembantaia yang telah dilakukan berpuluh-puluh tahun menghilangkan nyawa di medan perang,"ucap Adipati Beiyue meledakkan energinya hingga gelombang kejut menyapu seluruh daratan Beiyue.

1
Nanik S
Huang Xuan lupa ingatan
Nanik S
Perang lagi
Nanik S
Ternyata Menyelamatkan Qingyun agar terhindar dr peoerangan
Nanik S
Kaisar ternyata licik juga
Nanik S
Naga perak pasti lenyap
Nanik S
Petikan senar hanya menghancurkan tombak 👍👍
Nanik S
Budak para dewa
Nanik S
Apakah Huang Xuan akan meninggalkan dunia Fana
Nanik S
Lanjuutkan
Nanik S
Huang Xuan .. menyesuaikan kondisi tubuhnya di alam yang baru
Nanik S
Hadir 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!