NovelToon NovelToon
Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos
Popularitas:295
Nilai: 5
Nama Author: Erna Lestari

Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"bukan bersamamu aku rasa utuh bukan karena segalanya sempurna namun karena aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa takut di hatimu atau ditinggalkan.

DI CAFE “SINAR MALAM”

Mobil Rekai melaju dengan tenang di jalan raya yang mulai sepi menjelang malam. Dia menarik ponsel dan menghubungi Kalash dengan suara penuh kekhawatiran.

“Kalash, kita perlu segera bertemu dengan Pak Ketua di Cafe Sinar Malam ya!” ujar Rekai dengan cepat setelah sambungan terhubung. “Ada hal penting yang harus kita bahas bersama!”

Setelah memutus panggilan, Rekai langsung mengirim pesan singkat kepada Biru menyampaikan lokasi pertemuan. Tak lama kemudian, Biru tiba di cafe kecil yang sudah tidak asing lagi baginya – tempat di mana Elona bekerja paruh waktu sebagai barista.

Ketika Biru masuk, dia melihat Rekai dan Kalash sudah menunggu di sudut pojok yang lebih sepi. Tanpa berlama-lama, Rekai mulai bercerita dengan suara yang sedikit tertekan.

“Kita harus mewaspadai apa yang mungkin terjadi pada Elona,” ujar Rekai dengan serius. “Setelah kejadian di sekolah tadi, aku merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan sikap Ibu Sherly terhadap Elona. Aku khawatir ada hal lain yang akan mereka lakukan.”

Biru mengerutkan kening dengan ekspresi yang semakin tegas. “Apa yang kamu maksud?”

“Elona bilang kalau Ibu Sherly – ibu Luna – sudah mulai mencari celah untuk menyakiti Elona,” jelas Rekai. “Dan setelah kejadian perkelahian tadi, aku merasa mereka tidak akan tinggal diam. Kita harus lebih hati-hati dan selalu siap melindungi Elona.”

Kalash mengangguk dengan berat. “Betul sekali. Kita tidak bisa biarkan mereka menyakiti Elona lagi. Terutama setelah kita tahu bagaimana kondisi keluarganya yang tidak mudah.”

“Kalau begitu, kita harus segera membuat langkah antisipasi,” ujar Biru dengan suara yang mantap. “Kita tidak bisa biarkan hal buruk terjadi pada Elona lagi.”

Rekai kemudian menambahkan dengan suara yang lebih rendah. “Selain itu, Pak Ketua. Elona bekerja di cafe ini setiap malam setelah sekolah lho. Jadi kalau ada yang ingin mengganggunya, pasti akan memilih saat dia bekerja di sini.”

kalish menoleh ke arah bagian dalam cafe dengan ekspresi yang semakin khawatir. Dia melihat beberapa karyawan sedang sibuk bekerja dan mengenali sosok Elona yang sedang melayani pelanggan dengan senyum ramah. “Aku baru tahu bahwa Elona bekerja di sini,” ujarnya dengan suara yang penuh rasa hormat.

Pak ketu kok ngga kagett apa pak ketu sudah tau tanya Kelash

Biru hanya menggangguk, menurutmu apa yang tidak saya tau tentang Elonaa

Dasar Bucinnnnn....ejek Kalish

Rekai mengangguk. “Ya Pak Ketua. Elona bekerja di sini untuk membantu neneknya dan menyimpan uang untuk kuliahnya. Dia benar-benar anak yang sangat kuat dan tanggung jawab.”

Biru mengangguk perlahan sambil tetap memperhatikan setiap gerakan Elona yang sedang sibuk bekerja. Dia merasa semakin kagum dengan gadis yang satu ini. Namun, pikirannya tiba-tiba terganggu dengan pemikiran bahwa mungkin ada bahaya yang mengancam Elona saat bekerja di sini.

 

DI RUMAH SHERLY

Sementara itu, di sebuah rumah mewah, Ibu Sherly sedang duduk di ruang tamu bersama beberapa orang pria yang tampak tidak biasa. Dia sedang melihat dokumen yang berisi informasi tentang Elona.

“Begitu memang informasi yang kita dapatkan,” ujar salah satu pria yang berdiri di depannya. “Anak itu bernama Mahira Elona. Ayahnya sudah pergi dan meninggalkan dia bersama neneknya yang hanya menjual makanan di pasar. Ibunya sudah meninggal dan kini dia tinggal bersama neneknya yang sudah lanjut usia.”

Ibu Sherly menghela napas dengan marah. “Begitu saja? Padahal aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan hati Oskar. Tapi malah pada anak yang seperti itu?”

“Maaf, Bu,” ujar pria tersebut dengan sopan. “Kita hanya melaporkan apa yang sebenarnya terjadi saja.”

Ibu Sherly mengerutkan kening dengan marah. “Baiklah. Kalau begitu, lakukan apa yang sudah kita rencanakan. Pastikan agar gadis itu tidak akan pernah lagi bisa berdampingan dengan Oskar!” katanya dengan suara yang semakin tinggi. “Suruh beberapa orang untuk mengganggunya saat dia bekerja nanti. Biarkan dia tahu bahwa dia tidak layak berada di sisi Oskar!”

Pria tersebut mengangguk dengan sopan sebelum keluar dari ruangan, menyisakan Ibu Sherly yang masih duduk dengan wajah penuh kemarahan. Dia melihat foto keluarga yang terpajang di dinding dengan ekspresi yang semakin menyakitkan. “Aku tidak akan pernah mengizinkan gadis itu mengambilnya dariku,” gumamnya dengan suara penuh dendam.

 

DI CAFE “SINAR MALAM” MALAM ITU

Saat malam tiba, cafe mulai ramai dengan pelanggan yang datang untuk menikmati suasana malam yang hangat. Elona sedang sibuk melayani pelanggan dengan senyum ramah. Namun, dia merasakan ada beberapa orang pria yang masuk dan melihatnya dengan ekspresi yang tidak biasa.

Beberapa saat kemudian, mereka mendekat ke arah Elona dengan langkah yang tidak ramah. “Kamu adalah Mahira Elona ?” tanya salah satu pria dengan suara yang kasar.

Elona mengangguk dengan sopan. “Ya, pak. Ada apa saja?”

Pria tersebut hanya memberikan senyum yang menyakitkan sebelum mulai berbicara dengan nada yang penuh penghinaan. “Kita hanya ingin memberitahumu agar kamu menjauh dari seseorang yang tidak pantas untukmu. Jangan berpura-pura bisa mendapatkan apa yang tidak kamu pantaskan!”

Sebelum mereka bisa berkata lebih jauh, suara yang akrab terdengar dari belakang. “Hei! Apa yang kalian lakukan di sini?!”

Mereka berbalik dan melihat Rekai, Biru, dan Kalash yang sudah tiba dengan ekspresi yang penuh kekhawatiran. Biru segera melangkah maju dengan wajah yang penuh kemarahan. “Apa yang kalian lakukan di sini?!” serunya dengan suara yang jelas terdengar di seluruh cafe.

Para pria tersebut terkejut dan segera berusaha untuk pergi. Namun Biru tidak mengizinkan mereka pergi begitu saja. “Tidak ada yang boleh pergi sebelum memberikan penjelasan yang jelas!” ujarnya dengan tegas.

Salah satu pria mencoba untuk membantah, tapi melihat ekspresi Biru yang semakin marah membuat mereka segera terdiam. Mereka sempat melawan tapi pada akhirnya tetap kalah.Mereka akhirnya mengaku bahwa mereka diperintahkan untuk mengganggu Elona oleh seseorang yang tidak ingin disebutkan namanya.

Setelah mereka pergi dengan terpaksa, Elona melihat ke arah Biru dengan ekspresi yang sedikit khawatir. “Pak Ketua, aku tidak mengerti kenapa mereka harus melakukan hal seperti ini padaku.”

Biru mendekat dengan lembut dan menepuk bahunya. “Jangan khawatir Elona. Kita akan selalu ada untukmu dan melindungimu dari bahaya apa pun.”

Rekai dan Kalash segera mendekat dengan senyum ramah. “Tenang aja Elona! Kita akan selalu ada untukmu ya!” ujar Kalash dengan suara ceria.

Elona hanya bisa tersenyum dengan rasa syukur yang mendalam. Dia merasa sangat bersyukur memiliki teman-teman yang selalu ada untuknya dalam suka maupun duka.

Di sudut hatinya, dia juga merasa ada sesuatu yang hangat yang berasal dari sosok ketua OSIS yang selalu melindunginya. Mungkin saja, seperti yang dikatakan neneknya – cinta memang tidak bisa dipaksakan, tapi terkadang ada seseorang yang datang dalam hidup kita dengan cara yang tidak terduga dan membuat kita melihat dunia dengan cara yang berbeda.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!