NovelToon NovelToon
Lepaskan Aku Mas, Aku Menyerah

Lepaskan Aku Mas, Aku Menyerah

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / CEO / Penyesalan Suami / Romantis / Romansa / Cintapertama
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Itz_zara

Lima tahun menikah, Samira tak pernah dicintai.

Pernikahannya lahir dari kesalahan satu malam bukan dari cinta, melainkan kehamilan yang memaksa Samudra menikahinya.
Ia mencintai sendirian. Bertahan sendirian.

Hingga suatu hari, lelah itu tak bisa lagi ditahan.

“Lepaskan aku, Mas… aku menyerah.”

Karena pernikahan tanpa cinta hanya akan mengajarkan satu hal: kapan seseorang harus berhenti bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itz_zara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Pelukan Hangat

Di dalam kamar, Samudra sebenarnya belum benar-benar ingin tidur. Ia masih terbaring dengan satu tangan diletakkan di atas dahi, menatap langit-langit kamar yang remang-remang.

Pikirannya kembali pada ucapan ibunya siang tadi.

Tentang anak teman Mamanya yang kini sudah menjadi duda.

Tentang kemungkinan menjodohkan pria itu dengan Samira… jika nanti ia benar-benar menceraikannya.

Samudra menghela napas panjang. Baru saja ia ingin menyingkirkan pikiran itu ketika suara pintu kamar terbuka pelan.

Ceklek.

Samira masuk.

Samudra sedikit menoleh.

“Bibi sudah tidur?” tanyanya.

“Sudah, Mas,” jawab Samira pelan.

Wanita itu berjalan menuju meja rias. Ia duduk sebentar, lalu mulai memakai skincare seperti biasanya. Gerakannya tenang dan teratur, seolah itu sudah menjadi rutinitas yang dilakukan tanpa perlu dipikirkan lagi.

Samudra hanya memperhatikan sekilas sebelum kembali menatap langit-langit.

Tak lama kemudian Samira selesai. Ia mematikan lampu meja rias lalu berjalan menuju ranjang.

Tanpa banyak bicara, Samira naik ke tempat tidur dan berbaring di sisi ranjangnya sendiri.

Ruangan kembali sunyi.

Beberapa menit berlalu. Samudra masih berada pada posisi yang sama. Matanya tetap terbuka.

Namun ia merasa aneh karena dari sampingnya tidak terdengar suara apa pun.

Biasanya Samira masih akan bergerak sedikit, mengganti posisi, atau menarik selimut.

Samudra akhirnya melirik ke arah samping. Ternyata Samira sudah tertidur.

Napasnya teratur. Wajahnya terlihat tenang. Samudra terdiam. Untuk beberapa saat, ia tidak mengalihkan pandangannya.

Ini mungkin pertama kalinya ia benar-benar memperhatikan Samira yang sedang tidur.

Rambut panjang wanita itu terurai di atas bantal. Wajahnya terlihat lembut dalam cahaya lampu kamar yang redup.

Dan saat itulah Samudra baru menyadari satu hal. Samira… ternyata sangat cantik.

Bukan cantik yang mencolok. Tapi cantik yang tenang. Cantik yang nyaman dilihat.

Tanpa sadar Samudra berbisik pelan dalam hatinya.

Kamu cantik, Ra. Kamu juga jadi ibu yang baik untuk Binar… dan istri yang baik untuk aku.

Ia tahu itu semua. Samira selalu bangun lebih pagi. Menyiapkan sarapan. Mengurus rumah. Mengurus Binar. Memasak makanan yang selalu hangat di meja makan.

Dan tidak pernah sekalipun ia mendengar Samira mengeluh.

Semua yang ada pada kamu… sebenarnya sempurna.

Samudra tahu itu. Tidak banyak perempuan yang cantik seperti Samira, pandai memasak, sabar, dan bisa menjadi ibu sekaligus istri yang begitu baik.

Tapi satu hal yang selalu membuatnya bingung adalah…

Kenapa aku tidak pernah bisa jatuh cinta sama kamu?

Pertanyaan itu kembali menggantung di kepalanya.

Samudra menghela napas pelan.

Sepertinya aku memang harus segera melepaskan kamu.

Kalau kamu hidup lebih lama dengan gue… takutnya hidup kamu malah makin menderita.

Ia menoleh lagi ke arah wajah Samira yang tertidur.

Maaf… untuk selama ini.

Gumam itu hanya ada di dalam hatinya.

Namun saat Samudra sedang memikirkan itu semua, ucapan ibunya kembali terngiang.

Banyak laki-laki yang antre.

Kalau Samira jadi janda… Mama bisa kenalin dia sama anak teman Mama.

Samudra mengerutkan kening.

Ah… mungkin Mama benar juga.

Bagus dong kalau ada laki-laki yang benar-benar bisa mencintai Samira.

Seseorang yang bisa memperlakukannya lebih baik.

Seseorang yang bisa membuat Samira bahagia.

Seseorang yang mungkin… bisa jatuh cinta padanya dengan mudah.

Samudra mencoba meyakinkan dirinya sendiri dengan pikiran itu.

Namun anehnya— di sudut hatinya yang paling dalam, ada rasa yang tidak bisa ia jelaskan.

Rasa yang terasa seperti… tidak rela.

Tidak rela membayangkan Samira berada di sisi pria lain.

Tidak rela melihat wanita itu tersenyum untuk orang lain.

Samudra mengerutkan kening.

“Ah… gue kenapa sih,” gumamnya pelan.

Ia memejamkan mata. Tidak ingin terus memikirkan hal-hal yang membuat kepalanya semakin penuh.

Mungkin gue cuma capek.

Besok juga perasaan ini hilang.

Dengan pikiran itu, Samudra akhirnya mencoba memaksa dirinya untuk tidur.

Beberapa menit kemudian, napasnya mulai teratur.

Samudra benar-benar tertidur.

@@@

Samira terbangun ketika merasakan sesuatu yang berat di pinggangnya.

Ia mengerjap pelan, masih setengah mengantuk. Namun ketika kesadarannya mulai kembali, Samira langsung terkejut.

Samudra.

Pria itu berada sangat dekat dengannya. Tangan Samudra melingkar di pinggangnya, seolah tanpa sadar memeluknya dalam tidur.

Samira menahan napas. Biasanya… selalu ada batas di antara mereka.

Sebuah bantal panjang yang diletakkan tepat di tengah ranjang, menjadi pemisah yang tak pernah dilanggar selama bertahun-tahun pernikahan mereka.

Namun pagi ini bantal itu sudah entah berada di mana.

Saat ingin berteriak kaget, Samira segera mengurungkan niatnya.

Ia takut membangunkan Samudra.

Dan yang lebih aneh lagi— alih-alih panik, Samira justru merasa… nyaman.

Hangat.

Perlahan senyum kecil muncul di wajahnya. Samira bahkan tidak mencoba bergerak.

Ia hanya memejamkan matanya kembali, menikmati momen yang terasa begitu langka.

Sangat langka.

Belum tentu aku bisa merasakan ini lagi, batinnya pelan.

Samira menatap wajah Samudra yang masih tertidur.

Napas pria itu teratur. Wajahnya terlihat lebih lembut ketika tidur, tidak sedingin biasanya.

Mas…

Kenapa kamu bisa sedekat ini sama aku?

Pandangan Samira kemudian beralih ke jendela kamar.

Langit pagi sudah terlihat cerah. Cahaya matahari bahkan sudah masuk melalui celah tirai.

Sepertinya ia bangun lebih siang dari biasanya. Samira terkekeh kecil dalam hati.

Mimpi apa ya aku semalam… sampai bisa bangun dalam pelukan kamu seperti ini, Mas.

Ia tidak ingin bergerak. Takut jika ia bergerak sedikit saja, Samudra akan terbangun dan semua kehangatan ini akan menghilang.

Namun beberapa menit kemudian Samudra sedikit bergerak.

Pelukannya di pinggang Samira mengencang sebentar, seolah mencari posisi yang lebih nyaman.

Jantung Samira langsung berdetak lebih cepat.

Pipinya memerah.

Samudra bahkan menarik tubuhnya sedikit lebih dekat tanpa membuka mata.

Refleks.

Gerakan orang yang masih terlelap.

Tapi bagi Samira, itu sudah cukup membuat dadanya terasa penuh.

Samira menggigit bibirnya pelan agar tidak tersenyum terlalu lebar.

Mas… kalau kamu tahu aku bahagia cuma karena ini… mungkin kamu bakal heran.

Beberapa saat kemudian Samudra akhirnya membuka mata perlahan.

Ia berkedip beberapa kali. Awalnya ia tidak menyadari apa yang terjadi.

Namun ketika pandangannya fokus, Samudra langsung membeku.

Tangannya… masih melingkar di pinggang Samira.

Tubuh mereka sangat dekat. Sangat dekat.

Samudra langsung melepaskan pelukannya seperti tersengat.

Ia buru-buru menjauh dan duduk di atas ranjang.

“Maaf.”

Hanya satu kata itu yang keluar dari mulutnya.

Samira yang sedari tadi pura-pura memejamkan mata akhirnya ikut bangun.

“Tidak apa-apa, Mas,” jawabnya pelan.

Namun meski berkata begitu, Samira tetap menundukkan wajahnya agar Samudra tidak melihat senyum kecil yang masih tertinggal di bibirnya.

Samudra mengusap wajahnya kasar.

“Kayaknya… aku nggak sengaja.”

Samira hanya mengangguk.

“Tidak apa-apa.”

Hening sejenak.

Samudra melirik ke arah bantal panjang yang tergeletak jatuh di lantai.

Sepertinya saat tidur semalam mereka tidak sadar mendorongnya.

Samudra mengambil bantal itu lalu meletakkannya kembali di tengah ranjang.

Gerakan yang sangat familiar. Gerakan yang selama ini selalu ada di antara mereka.

Samira melihatnya sebentar. Senyum kecilnya perlahan memudar.

Namun ia tetap berkata lembut.

“Aku siapin sarapan dulu ya, Mas.”

Samudra hanya mengangguk singkat.

“Iya.”

Samira turun dari ranjang lalu berjalan keluar kamar.

Saat pintu tertutup pelan—

Samudra menatap bantal panjang di tengah ranjang itu.

Tangannya menyentuhnya sebentar.

Entah kenapa…

pagi tadi saat ia bangun dengan Samira di dalam pelukannya— untuk sesaat… ia merasa sangat… nyaman.

Samudra menghela napas panjang.

“Gue kenapa sih akhir-akhir ini…”

gumamnya pelan.

@@@

Hai Semuanya!

Selamat Datang Di Cerita Baru Aku!!!

Mohon maaf kalau alurnya terasa lambat. Aku memang sengaja membuatnya bergaya slow burn supaya setiap detail dan emosi dalam cerita nya bisa lebih terasa.

Jangan lupa like, comment, follow, dan share cerita ini ya!!!

Terima Kasih!

1
Favmatcha_girl
akhirnya ya🥺
Favmatcha_girl
Betul itu😍
Favmatcha_girl
Biarin😝
Favmatcha_girl
Gak jadi kayaknya mah, anaknya lagi kecintaan🤭
Favmatcha_girl
Tumben amat🤭
Favmatcha_girl
Gampang ya nyuruh² orang😅
Favmatcha_girl
Huhuhu🥺 kasihan nya
Favmatcha_girl
Lagi bahagia sayang🥺
Favmatcha_girl
Lagi kasmaran mungkin😅
Favmatcha_girl
Masakin batu dan kayu aja🤭
Favmatcha_girl
Baik dong kan ajaran ibu yang baik😍
Favmatcha_girl
Anak lagi masa pertumbuhan🥺
Itz_zara: Iya nih makannya makan banyak
total 1 replies
Favmatcha_girl
Tumben ngomong maaf🤭
Itz_zara: Jarang ya😆
total 1 replies
Favmatcha_girl
Gengsi aja digedhein😑
Itz_zara: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Favmatcha_girl
Emang cantik, baru tau ya, lo🤭
Itz_zara: Selama ini dia tutup mata🤭
total 1 replies
Favmatcha_girl
Gas lah ma jodohin aja Samira sama duda kaya raya🤭
Itz_zara: Hahaha Duren kan ya🤭
total 1 replies
Favmatcha_girl
Rasain deh🤭 gak diinget anak
Itz_zara: Rasakan😆
total 1 replies
Favmatcha_girl
Gemes banget si kamu😍
Itz_zara: Maacih🥰
total 1 replies
Favmatcha_girl
Santai Pak jawabnya 😡
Itz_zara: Gak bisa😆
total 1 replies
Favmatcha_girl
Kasihan pasti dah anggap mantu kaya anak sendiri 🥺
Itz_zara: Udah sayang level tinggi kak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!