"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Komoditas di Mata Predator
Suasana apartemen itu mendadak sunyi, hanya suara detak jam dinding yang terdengar seperti hitungan mundur menuju kehancuran. Nathan meraih ponselnya, lalu dengan kasar melemparkannya ke atas meja makan hingga meluncur tepat di depan Kyra.
Di layarnya, terpampang foto yang dikirim Juno semalam. Foto Kyra yang sedang terlelap dalam pelukan posesif Juno, dengan tanda merah yang sangat jelas di lehernya.
"Siapa pria ini?!" suara Nathan menggelegar, namun bukan suara suami yang terluka, melainkan suara bos yang marah karena asetnya dirusak.
Kyra menatap foto itu. Bukannya takut, ia justru merasa bangga. Setidaknya di sana ia terlihat dicintai. "Dia pria yang memberiku apa yang tidak pernah bisa kamu berikan, Nathan."
Nathan tertawa sumbang, sebuah tawa kering yang menghina. Ia berjalan memutari meja, mendekati Kyra dengan tatapan merendahkan.
"Oh, jadi sekarang kamu menuntut lebih? Kamu mulai berani mencari kepuasan di luar karena aku tidak bisa meladeni nafsumu yang menjijikkan itu?" Nathan mencengkeram rahang Kyra dengan kuat. "Dasar wanita tidak tahu bersyukur! Aku sudah menyelamatkan ayahmu dari penjara, aku membayar hutang-hutangnya yang tidak masuk akal, bahkan aku membiayai ibumu yang gila itu di panti!"
"Kamu tidak menyelamatkanku, Nathan! Kamu membeliku!" teriak Kyra.
"Benar! Aku membelimu! Dan sebagai barang yang sudah dibeli, harusnya kamu tahu diri!" Nathan melepaskan rahang Kyra dengan kasar. Ia menunjuk foto itu lagi. "Lihat pria ini. Siapa dia? Gigolo yang kamu sewa dengan uang belanja dariku? Atau selingkuhan murahan?"
Nathan tidak tahu bahwa pria di foto itu adalah Herjuno Allegra, milyarder yang kekuasaannya bisa melumat Nathan dalam sekejap. Di mata Nathan, pria itu hanyalah "pria liar" yang berani menyentuh miliknya.
"Kalau memang kamu sudah tidak tahan ingin dipuaskan di ranjang, kenapa tidak bilang?" Nathan mendekat, membisikkan kalimat yang membuat darah Kyra membeku. "Daripada kamu main dengan gigolo tidak jelas, lebih baik kamu main dengan rekan bisnisku. Tuan Wijaya dari konsorsium properti itu sudah lama ngiler melihatmu. Kalau kamu bisa 'melayaninya' semalam saja, kerjasamaku dengannya akan lancar tanpa potongan komisi."
Kyra terbelalak. Rasa mual yang hebat menghantam ulu hatinya. "Kamu... kamu gila. Kamu suamiku, Nathan! Bagaimana bisa kamu menyuruhku tidur dengan orang lain demi bisnismu?"
"Suami?" Nathan mencibir. "Aku ini investor dalam hidupmu, Kyra. Dan sejauh ini, investasiku rugi banyak gara-gara ibumu. Jadi, anggap saja ini cara untuk membayar sisa hutang ayahmu. Kamu itu sangat cantik, Kyra. Sayang kalau kecantikanmu hanya habis untuk gigolo yang tidak punya uang. Pakailah untuk membantu karirku."
Batin Kyra benar-benar hancur. Ia menyadari satu hal yang mengerikan: di mata Nathan, ia bahkan lebih rendah daripada barang bekas. Tanda merah di lehernya yang sengaja ia perlihatkan untuk memancing kecemburuan, justru dianggap Nathan sebagai "nilai jual" tambahan.
"Aku tidak akan pernah melakukannya," desis Kyra tajam.
"Kamu akan melakukannya, atau aku pastikan ibumu dibuang ke jalanan hari ini juga!" ancam Nathan.
Tepat saat Nathan sedang berteriak, ponselnya berdering. Sebuah panggilan dari asisten pribadinya. Nathan mengangkatnya dengan kasar. "Apa lagi?! Aku sedang mengurus istriku yang tidak tahu diri ini!"
Wajah Nathan yang tadinya merah padam, mendadak berubah menjadi pucat pasi seputih kertas. Ia terdiam cukup lama, mendengarkan suara di seberang sana.
"Apa maksudmu... saham kita jatuh 15% dalam satu jam? Dan... kontrak dengan grup Allegra dibatalkan sepihak?!" suara Nathan bergetar hebat. "Kenapa?! Siapa yang melakukannya?!"
Kyra menatap Nathan dengan bingung, namun di dalam hatinya, sebuah harapan mulai muncul. Nama 'Allegra' baru saja disebut. Nama belakang Juno.
Nathan menatap Kyra dengan pandangan ketakutan yang luar biasa. Ia kembali menatap foto di ponselnya, kali ini dengan lebih teliti. Ia baru menyadari jam tangan yang dipakai pria di foto itu... jam tangan Patek Philippe edisi terbatas yang hanya dimiliki oleh segelintir orang paling kaya di dunia.
"Kyra... siapa sebenarnya pria di foto ini?" suara Nathan mendadak mengecil, penuh ketakutan.
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/