NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Reinkarnasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Queenza Celeste tidak pernah menyangka suami yang selama ini dia cintai, tega menduakan cintanya. Di detik terakhir hidupnya dia baru sadar jika selama ini Xavier hanya memanfaatkan dirinya saja untuk menghancurkan keluarganya. Saat Queenza terbangun kembali, dia memutuskan untuk membalas semuanya.

Bagaimana kisah selengkapnya? Simak kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Maaf Aku Tidak Sengaja

Bryan mengikuti Queen ke kamar bayinya. Akan tetapi, dia tidak menyangka jika ternyata sesampainya di kamar Ellara, Queen langsung meny*sui bayi itu. Bryan tertegun sesaat, dia tidak menyangka dengan kondisinya yang babak belur seperti itu, Queen tetap meny*sui bayinya.

Queen tidak tahu jika Bryan melihatnya sedang meny*sui Ellara. Dia terlalu fokus menatap mata cantik gadis itu. Saat Bryan tiba-tiba berdiri di sebelahnya, Queen tersentak kaget.

"Kamu! Kenapa kamu masuk." Queen mencoba menutupi dadanya, tapi tatapan mata Bryan bahkan tidak pernah melirik dada Queen. Dia justru menatap wajah Queen yang begitu menyedihkan.

Bryan menyentuh sudut bibir Queen, wanita itu mendesis kesakitan. "Sshh, sakit."

"Jika sakit, kenapa kamu masih datang ke sini?"

"Aku sudah berjanji padamu, jadi aku tidak akan menghianati kepercayaanmu. Lagi pula sejak kemarin aku terus kepikiran Ellara, bagaimana jika dia masih tidak mau minum memakai botolnya?" Bukannya terpukau mendengar alasan Queen, alis Bryan semakin berkerut tajam, bahkan mungkin bisa membunuh seekor lalat.

"Bagaimana bisa kamu kerampokan? Apa yang hilang? Nanti aku akan meminta Ethan membantumu menemukan perampoknya."

Mendengar suara Bryan yang cemas dan peduli, Queen tidak bisa menahan senyumnya. Wanita itu menepuk punggung Ellara hingga bersendawa dan lalu kembali menidurkan gadis kecil itu ke dalam boksnya.

Queen lalu menatap Bryan dengan serius. "Apakah kamu berpikir aku benar-benar kerampokan?"

Saat Bryan mengangguk, Queen lantas tertawa. Dia sedikit mendesis saat lukanya tertarik, tetapi meski begitu dia tetap merasa lucu. Suara tawanya begitu memikat. Namun, kerutan di alis Bryan tidak kunjung hilang, ia menatap Queen dengan ekspresi bingung.

"Kenapa kamu tertawa?" tanya Bryan.

"Kamu tidak perlu cemas. Ini bagian dari rencanaku. Aku tidak akan membuat diriku menderita kerugian besar."

"Tapi wajahmu .... "

Queen menyentuh sudut bibirnya dan semakin tergelak, seolah dia mendengar lelucon yang sangat lucu.

"Jika tidak begini, aktingku akan segera ketahuan, Tuan Bryan. Rasa sakit ini tidak seberapa dibanding rasa sakit yang aku rasakan sebelumnya. Aku akan membuat dua orang yang tidak tahu diri itu pergi tanpa harta sepeser pun."

Bryan memandangi Queen dengan pandangan menelisik, ia mencoba mencari kebohongan dari perempuan itu, dan sepertinya dia berkata jujur. Bryan tidak tahu harus memberikan tanggapan seperti apa. Namun, Bryan merasa lega, karena perempuan ini mau menceritakan semuanya padanya. Itu artinya, Queen mempercayai dirinya sepenuhnya. Meski begitu, Bryan masih penasaran dan bertanya dalam hati, seberapa sakit hatinya wanita ini sampai sampai dia rela membuat dirinya sendiri babak belur seperti itu.

Bryan berbalik keluar dan mengambil kotak P3K. Dia masuk lagi ke kamar putrinya dan memberi isyarat pada Queen untuk duduk di ranjang. Queen pun duduk dengan patuh. Brian mengeluarkan cairan antiseptik dan kapas. Dia mulai membersihkan luka di wajah Queen dengan hati-hati. Setelah selesai, dia memberikan salep di sekitar memar di wajahnya.

Saat keduanya berdekatan, Queen bisa mencium aroma parfum maskulin yang lembut dan memikat. Dia menatap ke arah Bryan, jantungnya tiba-tiba saja berdebar kencang dan membuatnya gugup.

Queen mencoba sedikit mundur, menarik tubuhnya ke belakang, tetapi dia lupa, jika dia duduk di ujung ranjang. Jadilah saat dia hampir terjatuh ke belakang, Bryan mencoba menangkapnya, tetapi badannya seketika tertarik ke bawah karena tangan Queen mencengkeram kerah kemejanya.

BRUK!!

Keduanya jatuh dengan kencang, beruntung tangan Bryan berada di belakang kepala Queen, sehingga melindungi kepala Queen dari benturan. Keduanya terjatuh dengan posisi saling menindih.

Mata Queen terbelalak saat dia merasakan sensasi dingin dan empuk mengenai bibirnya. Dia melihat wajah Bryan tanpa jarak. Tubuhnya langsung kaku.

"Oh God." jantung Queen semakin bertalu tidak menentu. Dia sangat yakin pria di atasnya ini pasti bisa mendengar suara debarannya. Wajah Queen langsung memerah sepenuhnya.

Bryan membuka matanya. Dia melihat wajah Queen seperti kepiting rebus. Bryan pun segera bangkit. Bibirnya masih terasa hangat karena berbenturan dengan bibir Queen tadi.

"Maaf, aku tidak sengaja menarikmu," ujar Queen salah tingkah. "Ini sungguh murni kecelakaan."

Bryan menjilat bibirnya, dia mengusap bekas bibir Queen dengan lembut. Queen memberanikan diri mengangkat wajahnya, dia mematung mendapati Bryan menatap ke arahnya sambil mengusap bibirnya.

Queen segera bangkit dan dia pun langsung berbalik keluar kamar.

"Sungguh memalukan," gumamnya.

Setelah kejadian itu, Queen jadi lebih sering menghindari Bryan. Bahkan saat makan pun, Queen beralasan ingin makan di kamar sambil meny*sui Ellara dan Sofia.

Di meja makan, kakek Lewis menatap cucu pertamanya dengan ekspresi penuh selidik. Bryan yang ditatap seperti tatapan seorang pemburu yang mengintai mangsanya, bersikap santai, seolah tidak terjadi apapun.

"Kenapa menatapku seperti itu, Kek?"

"Apa yang kamu lakukan pada Queen?"

"Tidak ada."

"Lalu kenapa dia tidak turun?"

"Kakek tidak lihat? Di sini semua anggota keluarga kita sebagian besar adalah laki-laki sedangkan dia perempuan. Jika dia normal, dia pasti akan merasa canggung berada di tengah-tengah kita."

Bryan meletakkan pisau dan garpunya. Dengan sikap yang elegan dia mengusap sudut bibirnya

"Aku sudah selesai, aku akan melihat Ellara di atas."

Bryan meninggalkan ruang makan. Adik dan sepupunya saling melempar tatapan. Mereka merasa hari ini Bryan agak lain.

"Kakek, Apakah kamu melihatnya tadi? Kakakku terlihat lebih lembut saat membicarakan Queen. Itu sangat berbeda saat dia bersama Fiona dulu."

"Jangan membicarakan orang yang sudah tidak ada di sini. Bagaimana pun juga, Fiona sudah memberikan keturunan di rumah ini. Jadi hargai dia meski raganya telah menjadi abu."

"Cih, perempuan itu dulu penuh tipu daya."

"Mike, jaga bicaramu!" suara kakek Lewis meninggi. Mike segera terdiam. Sementara yang lain, tidak berani memberikan komentar.

Di dalam kamar Ellara, Queen tanpa sengaja tertidur. Beberapa hari setelah malam naas itu ia tidak pernah bisa tidur, Setiap memejamkan mata, ia selalu teringat tentang rasa sakit saat tubuhnya terbakar dan tertimpa kayu. Queen telah mencapai titik lelahnya, tetapi di sini ia merasa semuanya aman, dia akhirnya merasakan kantuk yang tiba-tiba mendera.

Queen tertidur dengan Ellara dan Sofia si sebelahnya. Dia bahkan tidak sempat menyentuh makanannya. Isi piring itu masih utuh di atas meja.

Bryan membuka pintu kamar Ellara dengan hati-hati. Saat masuk ke ruangan, Bryan tertegun melihat pemandangan di depannya, di mana Queen sedang tidur memeluk kedua bayi itu.

Perasaan hangat menyusup ke dalam hatinya. Bryan merasa Queen sangat tulus memperlakukan putrinya. Dia tidak menganggap ini sebagai pekerjaan. Karena dia bisa merasakan sendiri, betapa wanita itu selalu lembut pada putrinya.

Bryan mendekat dan menatap Queen dari dekat. Saat melihat wajah Queen dari jarak sedekat ini, tiba-tiba saja dadanya merasa dihantam sesuatu. Dia seperti memiliki kilasan bayangan bertemu Queen sambil menggendong bayinya.

Bryan mundur selangkah, dia memegangi kepalanya yang mendadak terasa seperti mau pecah. Ingatan tadi, sebenarnya apa?

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hihh udah gedeg rasanya sama pasangan ular ini/Hammer/
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cpt hmpaskn mokondo tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
💪💪💪💪💪💪moga lncr semua
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kebtln cincin ny sm bryan.. apakh....??
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat... Semoga rencana kalian berjalan dengan baik
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cieee ada yg udah nggak sabar nunggu status jandanya Queen ini mah🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh ngaca woii, ngaca/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Berasa kek anak kembar, jangan² benar lagi kalo mereka dari bibit cebong yg sama😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cihh bilang saja kamu sibuk dengan j4l4ng itu kan😏
Apthiana Devi
cerita nya selalu bagus2
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next ahhh🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mcm ank kmbr mog xan tmbh mnjd ank yg baik slig pengrtian
🇦 🇵 🇷 🇾👎
menjijikn x gy kau tu
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo status Queen sudah jelas, coba minta Bryan untuk menikahinya, kek😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Queen
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk
Dewi kunti
dinikahkan sama bpknya ellara saja😄😄😄😄
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!