NovelToon NovelToon
Ta'Aruf Terindah

Ta'Aruf Terindah

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Ragnar Aditya van Der Veen—pria berdarah campuran Indonesia–Belanda—memiliki segalanya: karier mapan di Jakarta, wajah tampan, dan masa lalu yang penuh gemerlap. Namun di balik itu semua, ia menyimpan luka dan penyesalan yang tak pernah benar-benar sembuh. Sebuah kesalahan di masa lalu membuatnya kehilangan arah, hingga akhirnya ia memilih kembali pada jalan yang lebih tenang: hijrah, memperbaiki diri, dan mencari pendamping hidup melalui ta’aruf.
Di Ciwidey yang sejuk dan berselimut kebun teh, ia dipertemukan dengan Yasmin Salsabila—gadis Sunda yang lembut, sederhana, dan menjaga prinsipnya dengan teguh. Yasmin bukan perempuan yang mudah terpesona oleh penampilan atau harta. Baginya, pernikahan bukan sekadar cinta, tapi ibadah panjang yang harus dibangun dengan kejujuran dan keimanan.
Pertemuan mereka dimulai tanpa sentuhan, tanpa janji manis berlebihan—hanya percakapan-percakapan penuh makna yang perlahan mengikat hati. Namun perjalanan ta’aruf mereka tak semulus jalan tol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perempuan ke Perempuan

Kafe itu terletak di sudut kota Bandung yang tenang, dikelilingi pepohonan tinggi dan udara yang lebih sejuk dari Jakarta. Yasmin datang lebih awal. Ia mengenakan gamis biru tua sederhana dan jilbab krem yang dililit rapi. Tangannya sedikit dingin meski ia berusaha tampak tenang.

Ia tidak memberi tahu Ragnar.

Bukan karena ingin menyembunyikan sesuatu, tetapi karena ia ingin berdiri dengan kakinya sendiri dalam pertemuan ini.

Beberapa menit kemudian, Clara datang.

Langkahnya percaya diri. Rambutnya tergerai rapi. Blazer cokelat muda membingkai tubuhnya dengan elegan. Ia tampak seperti perempuan yang terbiasa memasuki ruangan dan langsung menguasainya.

Tatapan mereka bertemu.

Clara tersenyum tipis. “Yasmin?”

Yasmin mengangguk. “Iya.”

Mereka berjabat tangan. Sentuhan Clara hangat, tapi ada ketegangan di baliknya.

Clara duduk tanpa menunggu dipersilakan. “Kamu lebih cantik dari yang aku bayangkan.”

Yasmin tersenyum kecil. “Terima kasih.”

Tidak ada basa-basi panjang. Clara langsung pada inti.

“Kamu sudah tahu tentang malam itu?”

Yasmin menatapnya tenang. “Sudah.”

Clara menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Bagus. Berarti kita tidak perlu berpura-pura.”

Hening sejenak.

“Kamu mencintainya?” tanya Clara tiba-tiba.

Yasmin tidak langsung menjawab. Ia menimbang kata-kata.

“Dalam ta’aruf, cinta bukan titik awal. Tapi insyaAllah bisa menjadi tujuan.”

Clara tertawa pelan. “Jawaban yang sangat… islami.”

Yasmin tidak tersinggung.

Clara mencondongkan tubuhnya sedikit. “Aku mengenal Ragnar saat dia masih liar. Ambisius. Penuh ego. Tapi juga penuh gairah. Dia mencintaiku dengan cara yang kamu mungkin tidak akan pernah rasakan.”

Kalimat itu tajam.

Namun Yasmin tetap tenang. “Dan apakah kamu mencintainya dengan cara yang membuatnya lebih baik?”

Clara terdiam sepersekian detik.

“Aku mencintainya apa adanya.”

“Termasuk ketika dia memilih jalan berbeda?”

Clara menatap tajam. “Kamu pikir aku tidak mencoba?”

Yasmin memandangnya tanpa permusuhan. “Aku tidak tahu. Aku hanya tahu dia berubah. Dan perubahan itu tidak mudah.”

Clara menarik napas dalam. Untuk pertama kalinya, wajah percaya dirinya sedikit retak.

“Malam kecelakaan itu,” katanya pelan, “kami bertengkar hebat. Dia bilang ingin menikah denganku dengan cara islami. Aku menolak. Aku belum siap meninggalkan hidupku.”

Yasmin mendengarkan tanpa menyela.

“Dia marah. Aku marah. Hujan deras. Mobil melaju cepat. Lalu semuanya terjadi begitu saja.”

Suara Clara menurun.

“Aku sering berpikir… kalau saja aku tidak menolak, mungkin pria itu masih hidup.”

Yasmin melihat sesuatu di mata Clara.

Bukan hanya ego.

Tapi juga penyesalan.

“Kamu juga merasa bersalah,” kata Yasmin lembut.

Clara tersenyum pahit. “Tentu saja. Tapi dia yang memikul semuanya. Dia yang masuk Islam. Dia yang berubah total. Seolah-olah aku adalah bagian dari kehidupan yang harus dia hapus.”

Yasmin terdiam.

Jadi ini bukan hanya soal cinta.

Ini soal ditinggalkan oleh versi lama seseorang.

“Kamu ingin dia kembali seperti dulu?” tanya Yasmin.

Clara memandang keluar jendela. “Aku tidak tahu. Aku hanya tidak ingin merasa kalah.”

Kejujuran itu menggantung di udara.

Yasmin memahami sekarang.

Clara bukan sekadar mantan yang posesif.

Ia adalah perempuan yang kehilangan—dan belum menerima kehilangan itu.

“Kalau dia memilihku,” kata Yasmin pelan, “itu bukan berarti kamu kalah.”

Clara menatapnya tajam. “Kamu polos sekali.”

“Mungkin,” jawab Yasmin. “Tapi aku tidak ingin bersaing. Kalau dia memang masih mencintaimu, aku tidak akan memaksakan diri.”

Clara terdiam lama.

Ia menilai Yasmin, mencari celah, mencari kelemahan.

Tapi yang ia temukan justru ketenangan yang sulit digoyahkan.

“Kamu tahu?” Clara akhirnya berkata pelan. “Bagian yang paling menyakitkan bukan ketika dia berubah. Tapi ketika dia terlihat lebih damai tanpaku.”

Kalimat itu membuat hati Yasmin bergetar.

Karena ia tahu, itulah yang sebenarnya terjadi.

Ragnar menemukan kedamaian setelah semua itu.

Dan mungkin… Clara belum menemukannya.

Pertemuan itu berakhir tanpa teriakan. Tanpa drama.

Hanya dua perempuan yang sama-sama membawa luka berbeda.

Sebelum pergi, Clara berkata pelan, “Jangan lukai dia.”

Yasmin mengangguk. “Aku juga berharap kamu tidak melukainya lagi.”

Clara tidak menjawab.

________________________________________

Di Ciwidey, Ragnar menerima pesan singkat dari Yasmin.

“Kita perlu bicara nanti malam.”

Jantungnya berdegup lebih cepat.

Ia tahu Yasmin bertemu Clara.

Entah bagaimana, ia merasakannya.

Malam itu, mereka berbicara lewat panggilan video.

“Aku bertemu dia,” kata Yasmin langsung.

Ragnar terdiam beberapa detik. “Aku seharusnya ikut.”

“Tidak,” Yasmin menggeleng. “Ini memang harus perempuan ke perempuan.”

Ragnar menatapnya penuh kecemasan. “Apa yang dia katakan?”

“Banyak. Tapi intinya… dia belum sepenuhnya melepaskan.”

Ragnar memejamkan mata. “Aku sudah.”

“Aku tahu,” jawab Yasmin lembut. “Tapi aku ingin bertanya satu hal.”

“Apa?”

“Kalau suatu hari nanti aku berubah… tidak lagi seperti yang kamu kenal sekarang. Apakah kamu akan tetap memilihku?”

Pertanyaan itu membuat Ragnar terdiam lama.

“Manusia pasti berubah,” katanya akhirnya. “Tapi selama perubahan itu mendekatkan kita pada Allah, aku akan tetap memilihmu.”

Yasmin tersenyum tipis.

“Kalau menjauh?”

Ragnar menarik napas panjang. “Maka tugasku adalah mengingatkan. Bukan meninggalkan.”

Air mata Yasmin menetes pelan.

Jawaban itu sederhana.

Tapi terasa jujur.

________________________________________

Di sisi lain kota, Clara berdiri di balkon apartemennya.

Ia menatap langit Bandung yang mulai gelap.

Pertemuan tadi tidak berjalan seperti yang ia bayangkan.

Ia berharap Yasmin marah. Cemburu. Ragu.

Tapi yang ia temukan justru ketenangan.

Dan itu lebih menakutkan.

Untuk pertama kalinya, Clara merasa mungkin… memang sudah waktunya ia berhenti menggenggam sesuatu yang bukan lagi miliknya.

Namun di saat yang sama, ponselnya berbunyi.

Pesan dari Rafi.

“Apa kita lanjutkan rencana berikutnya?”

Clara menatap pesan itu lama.

Rencana berikutnya.

Ia tahu, jika ia melangkah lagi, ia tidak hanya melukai Yasmin.

Ia juga akan menghancurkan sisa harga dirinya sendiri.

Angin malam berembus pelan.

Dan untuk pertama kalinya, Clara tidak langsung membalas.

Sementara di Ciwidey, Yasmin menutup panggilan dengan Ragnar dan menatap cermin di kamarnya.

Perjalanan ta’aruf ini bukan hanya tentang menerima masa lalu Ragnar.

Tapi juga tentang menerima bahwa cinta bukan medan perang.

Dan ia harus memutuskan…

Apakah ia cukup kuat untuk menjadi perempuan yang tidak bersaing—tapi tetap tidak kalah?

1
Alvaraby
namanya juga novel 🤣
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
bukannya kecelakaan motor????
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
kok mbulet y thor,,,,kan diawal sudah dijelaskan masa lalu yang hampir menikah namanya Clara,,,,awal awal ceritanya bagus pertengahan kok mbulet gini????
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
Clara gak ada nyerah nyerahnya y
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
lanjut,,,,,😍😍😍😍😍😍
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
penasaran lanjut,,,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
masa SMP udah gak ingat wajahnya Yasmin???
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
kata katanya tertata rapi banget thor,,,, lanjut semangat berkarya 💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!