NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Karya ini telah terpilih sebagai kandidat YAAW 2026 periode 1 kategori 1🥳🎉🎉🎉

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Begitu sampai di dalam kamar, Kinara langsung merapikan selimut di ranjangnya yang sempat terlipat tak beraturan.

“Mas mau sholat isya sekarang?” tanya Kinara sambil meraih mukena dari dalam lemari, membuat Farhan mengangguk.

"Iya.” jawab Farhan yang membuat Kinara tersenyum kecil.

“Kalau begitu biar aku yang siapin alat sholatnya ya mas, mas Farhan ambil wudhu dulu."

Farhan mengangguk, ia segera bergegas masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, sementara Kinara tampak menggelar sajadah yang akan mereka gunakan untuk sholat isya berjamaah bersama suaminya. Setelah Farhan selesai mengambil air wudhu, Kinara langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu sebelum ia akhirnya kembali menghampiri suaminya, dan berdiri di belakangnya untuk menjadi makmum.

Mereka berdiri sejajar. Farhan mengangkat tangannya dan memulai sholat isya dengan suara yang tenang. Kinara mengikutinya dari belakang. Gerakan demi gerakan dilakukannya dengan khusyuk. Bacaan Farhan terdengar jelas, tidak tergesa-gesa, seolah ia benar-benar ingin menikmati setiap ayat yang ia lantunkan malam itu. Dan Kinara mengikutinya dengan penuh penghayatan. Hatinya terasa damai. Ada rasa aman yang perlahan tumbuh di dalam hatinya setiap kali ia sholat berjamaah dengan Farhan.

Beberapa saat kemudian setelah Kinara dan juga Farhan selesai mengerjakan sholat, keduanya tetap duduk di sajadah untuk sejenak. Suasana hening menyelimuti ruangan. Farhan menunduk, lalu mengangkat kedua tangannya untuk berdoa yang langsung diikuti oleh Kinara.

Doa Farhan terdengar singkat, tapi tulus. Ia memohon ketenangan, keberkahan, dan kekuatan untuk menjadi pemimpin yang lebih baik. Membuat Kinara mengamini dengan lirih. Setelah selesai, Kinara langsung merapikan mukenanya. Sementara Farhan masih duduk di sajadah nya, seolah ada sesuatu yang menahannya untuk berdiri.

“Mas?” panggil Kinara pelan.

Farhan mengangkat wajahnya dan membuat tatapan mereka bertemu. Ada sesuatu di mata Farhan malam itu yang tidak seperti biasanya.

“Kinara,” ucap Farhan, suaranya rendah.

“Iya mas, kenapa?”

Farhan berdiri perlahan. Tangannya bergerak ke arah lemari kecil di sudut kamar. Ia membuka laci bawah, lalu mengeluarkan sebuah buket bunga mawar merah yang sejak tadi ia simpan dengan hati-hati. Bunganya masih segar, warnanya merah pekat dan indah.

Kinara terdiam. Matanya membesar sedikit, seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat.

“Mas… Ini?” suaranya nyaris berbisik.

Farhan mendekat, lalu menyerahkan buket itu padanya. Tangannya sedikit gemetar, tapi ia tetap tersenyum tipis.

“Ini buat kamu.”

Kinara menerima bunga itu dengan kedua tangannya. Jemarinya menyentuh kelopak mawar untuk memastikan bahwa ini nyata. Aroma bunga yang lembut memenuhi indra penciumannya.

"Bunganya cantik sekali mas, terima kasih. Hmm, kalau Kinara boleh tahu, kenapa malam ini mas tiba tiba kasih Kinara bunga?" tanya Kinara lirih sementara matanya berkaca-kaca, membuat Farhan menghela napas pelan.

“Nggak ada alasan khusus. Mas cuma pengen kasih kejutan untuk kamu.”

Kinara menunduk, menahan senyum yang tiba-tiba ingin muncul dari bibirnya. Dadanya terasa hangat, begitu hangat sampai ia sulit merangkai kata.

“Terima kasih, mas. Kinara seneng banget sama kejutannya.” ucap Kinara akhirnya dengan tulus.

Farhan belum selesai. Ia kemudian merogoh saku celananya, lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna gelap. Kotak itu dibukanya perlahan dan memperlihatkan sebuah cincin emas putih dengan berlian kecil di tengahnya. Membuat Kinara terdiam lebih lama kali ini.

“Mas…” suara Kinara bergetar sementara

Farhan menatapnya dengan sungguh-sungguh.

“Mas tahu, kita sudah menikah. Tapi mas merasa kalau mas belum benar-benar memperlakukan kamu seperti istri mas seharusnya.” ucap Farhan yang membuat Kinara menggeleng pelan.

“Mas—”

“Dengerin mas dulu, Kinara.” potong Farhan dengan lembut. “Mas mau mulai dari hari ini, kita bisa menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya. Mas akan mencoba untuk mencintai kamu dan menyayangi kamu. Kamu mau kan menerima mas Farhan menjadi suami kamu?" tanya Farhan sembari mengambil cincin itu, lalu menggenggam tangan Kinara dengan hati-hati. Jari-jarinya terasa dingin, sementara tangan Kinara terasa hangat.

"Iya mas, Kinara mau." jawab Kinara yang akhirnya membuat air matanya jatuh tanpa bisa ia cegah.

Farhan menyematkan cincin itu ke jari manis Kinara dengan gerakan perlahan dan penuh kehati-hatian, seolah takut merusak momen penting itu. Begitu cincin itu terpasang, Kinara menatap tangannya sendiri, lalu menutup mulutnya untuk menahan isak tangisnya.

"Kinara... Terima kasih. Terima kasih karena kamu mau bersabar sama mas dan mau menerima segala kekurangan dan kelebihan yang mas miliki." ucap Farhan sembari dengan suaranya yang bergetar sementara kedua tangannya tidak henti-hentinya menyeka air mata istrinya.

"Sama sama mas, justru Kinara yang seharusnya mengucapkan terima kasih sama mas, karena mas sudah berusaha untuk berubah dan menerima Kinara sebagai istri mas."

Kalimat itu menghujam jauh ke dada Farhan.

Farhan mengangkat tangannya, terlihat ragu sejenak, lalu mengusap puncak kepala Kinara dengan lembut. Kinara membiarkannya, lalu menyandarkan kepalanya ke dada Farhan. Untuk pertama kalinya, Farhan tidak menarik diri.

Ia membiarkan Kinara bersandar dan membiarkan kehangatan itu menetap. Selama beberapa saat mereka hanya diam dan saling berpelukan. Kinara masih menyandarkan kepalanya di dada Farhan, mendengar detak jantung suaminya yang berdetak pelan namun terasa nyata. Tangan Farhan berada di punggung Kinara, tidak bergerak, seolah ia takut mengganggu ketenangan yang baru saja mereka temukan.

Lalu perlahan, Farhan menarik napas dalam.

Tangannya bergerak naik. Ia menangkup wajah Kinara dengan kedua telapak tangannya, jemarinya menyentuh pipi istrinya dengan hati-hati, seakan Kinara adalah sesuatu yang rapuh dan berharga. Kinara mendongak. Tatapan mereka bertemu.

Farhan menatapnya dalam dalam. Ada kehangatan, keinginan yang tertahan, dan juga kelembutan yang jelas terasa. Kinara menelan ludahnya dengan berat, sementara dadanya naik turun pelan.

“Mas…” suaranya nyaris tak terdengar.

Farhan tidak menjawab. Ia hanya menatap Kinara beberapa detik lebih lama, seolah ingin memastikan bahwa yang ia lakukan ini bukan kesalahan. Bahwa ini bukan sekadar dorongan sesaat. Lalu, perlahan Farhan mendekatkan wajahnya.

Kinara bisa merasakan napas suaminya yang hangat dari jarak yang dekat. Terlalu dekat untuk diabaikan. Jantungnya berdetak semakin cepat. Ia tidak bergerak, tidak juga mundur. Kinara hanya diam dan menunggu.

Dan ketika bibir Farhan akhirnya menyentuh bibirnya, Kinara terkejut.

Sebuah ciuman singkat yang terasa seperti pengakuan dirasakan Kinara dan membuatnya membuka matanya lebar-lebar selama sepersekian detik lalu memejamkannya perlahan. Tangannya terangkat, lalu melingkar di leher Farhan. Gerakannya masih ragu, tapi tulus. Seolah ia sendiri sedang belajar menerima kedekatan ini.

Farhan memperdalam ciumannya sedikit. Tetap lembut dan hati-hati. Tidak ada paksaan di sana, hanya keinginan yang ditahan dengan kesadaran penuh.

1
Watie Zack
farhan cemen, ngapain tantrum, apa masih ada rasa
jangan sampai Kirana pergi dr sisi mu farhan
Watie Zack
pelakor tdk tau malu, jijik
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: emang ada kak, pelakor yang tahu malu? nggak ada kan🤣🤣🤣
total 1 replies
Watie Zack
jangan sampai thor, dilla ngerusak rumah tangga farhan
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: siap kak 😄
total 1 replies
Ragil Saputri
minta dipecat tu pegawai Lo Han
Ragil Saputri
hrsnya pegawai itu bilang dlu k Farhan ato asistennya, biar GK disalahkan....
hikmah araffah
itu farhan bego ga bisa lupain dila
hikmah araffah
ini mah emng farhan ga bisa moveon dr dila ,klo emng udh ga cinta sm dila ga mngkn farhan marah" ,kasian kinara cuma jd pelampiasan doang
hikmah araffah
pdhl farhan kaya raya tampan ngapain blm moveon sm pelakor
hikmah araffah
farhan lembek bgt jd cwo ,ga bisa moveon hadeh
hikmah araffah
jangan sampe si farhan bnti kegoda sm pelakor dila
hikmah araffah
nah kan jiwa pelakor dila muncul
hikmah araffah
awww
hikmah araffah
ishh bisa"nya CEO ga punya pembantu😭
hikmah araffah
awas aja klo adilla muncul lagi dihadapan farhan
hikmah araffah
knpa tbrb panggilannya lo gw si ,pdhl udh bagus km aku gt
Ifana
mau jd pelakor ya setelah dibuang agensinya 🙄
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ceritanya bagus 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terima kasih bintang limanya kak 🙏😍
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kirain Kinara ngasih hadiah ke Farhan kl dia hamil nak ke dua Thor 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Azzam gemesin nih ☺️😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kenapa gak panggil Abi dan Umi aja Thor ☺️☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!