NovelToon NovelToon
Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Jodoh Pilihan Untuk Sang CEO

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta setelah menikah / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Di hari pernikahannya, Farhan Bashir Akhtar dipermalukan oleh calon istrinya yang kabur tanpa penjelasan. Sejak saat itu, Farhan menutup rapat pintu hatinya dan menganggap cinta sebagai luka yang menyakitkan. Ia tumbuh menjadi CEO arogan yang dingin pada setiap perempuan.

Hingga sang ayah menjodohkannya dengan Kinara Hasya Dzafina—gadis sederhana yang tumbuh dalam lingkungan pesantren. Pertemuan mereka bagai dua dunia yang bertolak belakang. Farhan menolak terikat pada cinta, sementara Kinara hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya.

Dalam pernikahan tanpa rasa cinta itu, mampukah Kinara mencairkan hati sang CEO yang membeku? Atau justru keduanya akan tenggelam dalam luka masa lalu yang belum terobati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Begitu sampai di dalam kamar, Kinara langsung merapikan selimut di ranjangnya yang sempat terlipat tak beraturan.

“Mas mau sholat isya sekarang?” tanya Kinara sambil meraih mukena dari dalam lemari, membuat Farhan mengangguk.

"Iya.” jawab Farhan yang membuat Kinara tersenyum kecil.

“Kalau begitu biar aku yang siapin alat sholatnya ya mas, mas Farhan ambil wudhu dulu."

Farhan mengangguk, ia segera bergegas masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, sementara Kinara tampak menggelar sajadah yang akan mereka gunakan untuk sholat isya berjamaah bersama suaminya. Setelah Farhan selesai mengambil air wudhu, Kinara langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu sebelum ia akhirnya kembali menghampiri suaminya, dan berdiri di belakangnya untuk menjadi makmum.

Mereka berdiri sejajar. Farhan mengangkat tangannya dan memulai sholat isya dengan suara yang tenang. Kinara mengikutinya dari belakang. Gerakan demi gerakan dilakukannya dengan khusyuk. Bacaan Farhan terdengar jelas, tidak tergesa-gesa, seolah ia benar-benar ingin menikmati setiap ayat yang ia lantunkan malam itu. Dan Kinara mengikutinya dengan penuh penghayatan. Hatinya terasa damai. Ada rasa aman yang perlahan tumbuh di dalam hatinya setiap kali ia sholat berjamaah dengan Farhan.

Beberapa saat kemudian setelah Kinara dan juga Farhan selesai mengerjakan sholat, keduanya tetap duduk di sajadah untuk sejenak. Suasana hening menyelimuti ruangan. Farhan menunduk, lalu mengangkat kedua tangannya untuk berdoa yang langsung diikuti oleh Kinara.

Doa Farhan terdengar singkat, tapi tulus. Ia memohon ketenangan, keberkahan, dan kekuatan untuk menjadi pemimpin yang lebih baik. Membuat Kinara mengamini dengan lirih. Setelah selesai, Kinara langsung merapikan mukenanya. Sementara Farhan masih duduk di sajadah nya, seolah ada sesuatu yang menahannya untuk berdiri.

“Mas?” panggil Kinara pelan.

Farhan mengangkat wajahnya dan membuat tatapan mereka bertemu. Ada sesuatu di mata Farhan malam itu yang tidak seperti biasanya.

“Kinara,” ucap Farhan, suaranya rendah.

“Iya mas, kenapa?”

Farhan berdiri perlahan. Tangannya bergerak ke arah lemari kecil di sudut kamar. Ia membuka laci bawah, lalu mengeluarkan sebuah buket bunga mawar merah yang sejak tadi ia simpan dengan hati-hati. Bunganya masih segar, warnanya merah pekat dan indah.

Kinara terdiam. Matanya membesar sedikit, seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat.

“Mas… Ini?” suaranya nyaris berbisik.

Farhan mendekat, lalu menyerahkan buket itu padanya. Tangannya sedikit gemetar, tapi ia tetap tersenyum tipis.

“Ini buat kamu.”

Kinara menerima bunga itu dengan kedua tangannya. Jemarinya menyentuh kelopak mawar untuk memastikan bahwa ini nyata. Aroma bunga yang lembut memenuhi indra penciumannya.

"Bunganya cantik sekali mas, terima kasih. Hmm, kalau Kinara boleh tahu, kenapa malam ini mas tiba tiba kasih Kinara bunga?" tanya Kinara lirih sementara matanya berkaca-kaca, membuat Farhan menghela napas pelan.

“Nggak ada alasan khusus. Mas cuma pengen kasih kejutan untuk kamu.”

Kinara menunduk, menahan senyum yang tiba-tiba ingin muncul dari bibirnya. Dadanya terasa hangat, begitu hangat sampai ia sulit merangkai kata.

“Terima kasih, mas. Kinara seneng banget sama kejutannya.” ucap Kinara akhirnya dengan tulus.

Farhan belum selesai. Ia kemudian merogoh saku celananya, lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna gelap. Kotak itu dibukanya perlahan dan memperlihatkan sebuah cincin emas putih dengan berlian kecil di tengahnya. Membuat Kinara terdiam lebih lama kali ini.

“Mas…” suara Kinara bergetar sementara

Farhan menatapnya dengan sungguh-sungguh.

“Mas tahu, kita sudah menikah. Tapi mas merasa kalau mas belum benar-benar memperlakukan kamu seperti istri mas seharusnya.” ucap Farhan yang membuat Kinara menggeleng pelan.

“Mas—”

“Dengerin mas dulu, Kinara.” potong Farhan dengan lembut. “Mas mau mulai dari hari ini, kita bisa menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya. Mas akan mencoba untuk mencintai kamu dan menyayangi kamu. Kamu mau kan menerima mas Farhan menjadi suami kamu?" tanya Farhan sembari mengambil cincin itu, lalu menggenggam tangan Kinara dengan hati-hati. Jari-jarinya terasa dingin, sementara tangan Kinara terasa hangat.

"Iya mas, Kinara mau." jawab Kinara yang akhirnya membuat air matanya jatuh tanpa bisa ia cegah.

Farhan menyematkan cincin itu ke jari manis Kinara dengan gerakan perlahan dan penuh kehati-hatian, seolah takut merusak momen penting itu. Begitu cincin itu terpasang, Kinara menatap tangannya sendiri, lalu menutup mulutnya untuk menahan isak tangisnya.

"Kinara... Terima kasih. Terima kasih karena kamu mau bersabar sama mas dan mau menerima segala kekurangan dan kelebihan yang mas miliki." ucap Farhan sembari dengan suaranya yang bergetar sementara kedua tangannya tidak henti-hentinya menyeka air mata istrinya.

"Sama sama mas, justru Kinara yang seharusnya mengucapkan terima kasih sama mas, karena mas sudah berusaha untuk berubah dan menerima Kinara sebagai istri mas."

Kalimat itu menghujam jauh ke dada Farhan.

Farhan mengangkat tangannya, terlihat ragu sejenak, lalu mengusap puncak kepala Kinara dengan lembut. Kinara membiarkannya, lalu menyandarkan kepalanya ke dada Farhan. Untuk pertama kalinya, Farhan tidak menarik diri.

Ia membiarkan Kinara bersandar dan membiarkan kehangatan itu menetap. Selama beberapa saat mereka hanya diam dan saling berpelukan. Kinara masih menyandarkan kepalanya di dada Farhan, mendengar detak jantung suaminya yang berdetak pelan namun terasa nyata. Tangan Farhan berada di punggung Kinara, tidak bergerak, seolah ia takut mengganggu ketenangan yang baru saja mereka temukan.

Lalu perlahan, Farhan menarik napas dalam.

Tangannya bergerak naik. Ia menangkup wajah Kinara dengan kedua telapak tangannya, jemarinya menyentuh pipi istrinya dengan hati-hati, seakan Kinara adalah sesuatu yang rapuh dan berharga. Kinara mendongak. Tatapan mereka bertemu.

Farhan menatapnya dalam dalam. Ada kehangatan, keinginan yang tertahan, dan juga kelembutan yang jelas terasa. Kinara menelan ludahnya dengan berat, sementara dadanya naik turun pelan.

“Mas…” suaranya nyaris tak terdengar.

Farhan tidak menjawab. Ia hanya menatap Kinara beberapa detik lebih lama, seolah ingin memastikan bahwa yang ia lakukan ini bukan kesalahan. Bahwa ini bukan sekadar dorongan sesaat. Lalu, perlahan Farhan mendekatkan wajahnya.

Kinara bisa merasakan napas suaminya yang hangat dari jarak yang dekat. Terlalu dekat untuk diabaikan. Jantungnya berdetak semakin cepat. Ia tidak bergerak, tidak juga mundur. Kinara hanya diam dan menunggu.

Dan ketika bibir Farhan akhirnya menyentuh bibirnya, Kinara terkejut.

Sebuah ciuman singkat yang terasa seperti pengakuan dirasakan Kinara dan membuatnya membuka matanya lebar-lebar selama sepersekian detik lalu memejamkannya perlahan. Tangannya terangkat, lalu melingkar di leher Farhan. Gerakannya masih ragu, tapi tulus. Seolah ia sendiri sedang belajar menerima kedekatan ini.

Farhan memperdalam ciumannya sedikit. Tetap lembut dan hati-hati. Tidak ada paksaan di sana, hanya keinginan yang ditahan dengan kesadaran penuh.

1
Ghiffari Zaka
tp AQ suka dech Farhan,AQ suka km yg tegas GK terpengaruh,AQ suka km yg konsisten dlm ber komitmen,dan AQ suka km ketika saat seperti ini msh ingat akan istrimu🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
ud Farhan GK usah lama2 usir aja,dan kasih peringatan os karyawanmu untuk GK izhinkan dia msk LG ke kantor mu,jangan bertele2 nnt setan msh goda km loh.....
Ghiffari Zaka
serius nnt2 Farhan GK tergoda,ah lanjut lah Thor.....
Ghiffari Zaka
hah...lanjut thooor ..AQ ud GK sabar mau lihat kelanjutannya,apa Farhan msh mau menerima Dilla LG atau GK,lok terima lgi,siap2 ya author kehilangan AQ,😂😂😂😂 maaf Thor...banyak ngancem,soalnya nasib mereka ada di tangan mu🙏🙏🙏🙏
Ghiffari Zaka
thooooor...awas ya lok author buat mereka balikan kg,AQ GK mau kasih like LG,AQ bakal mogok like sama GK mau kasih subscribe ya thoor...🤭🤭🤭🙏🙏🙏,pokoknya AQ ngambek,kan kasihan Kinara to thoor,ud berkorban bgt besar loh dia,ah emboh lah...pokoknya AQ ngancem dech😢😢😢😢
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: gak bakalan balikan kok kak mereka, tenang aja🤭
total 1 replies
Ghiffari Zaka
nah loh Buto ijo ud datang,semoga cinta Kirana dan Farhan kuat ya...jangan mudah di ganggu sm masa lalu yg udah nyakiti kalian🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
yaaah ud 6 bln aja,dan bentar lagi pasti ada Buto ijo yg datang buat ganggu ketenangan mereka,pliiis...lindungi mereka ya Thor....🙏🙏🙏🙏
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: pasti kak😄
total 1 replies
Anis Widayanti
ini yang namanya mencintai karena Allah 😍
Anis Widayanti
Farhan gengsinya yg terlalu besar...suatu saat akan runtuh
Anis Widayanti
bismillahirrahmanirrahim
niatkan karena Allah...semua ajan indah pada waktunya
Anis Widayanti
Masya Alloh...
Anis Widayanti
pepatah Jawa mengatakan "witing tresno jalaran Soko kulino" bisa dicoba Farhan...
Anis Widayanti
yg benar saja tidak butuh wanita, menang lahir dari mana Farhan
၄၃𝚃𝚛ị𝚗𝚑𝙷à𝚗𝚃𝚞𝚢ế𝚝౨ৎ
y
Ghiffari Zaka
itu karma Adilla,itu sakit yg blm seberapa,itu malu yg jg blm seberapa,dibandingkan km yg SDH mempermalukan dan menyakiti Farhan dan keluarganya.....
Ghiffari Zaka
wah kriteria istri shalihah ini....duuuh JD GK sabar mau belah duren ini thooooor🤭🤭🤭,semoga sukses ya 🥰🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
achem echem...semarak tenggorokan q Thor.....
ya ud di lanjut aja lah🤭🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
handduuuuh...kok ikut mewek sih AQ Thor?? tisu mana tisu???😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah akhirnyaaaaa,semoga ini hasil dr kesabaran Kinara ya Thor....🥰🥰🥰
Ghiffari Zaka
eheeem eheeem.....Alon Alon seng penting kelakon Iki ceritane🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!