"Manut yo, nek gak manut koe mau jadi anak durhaka!?"
"Perempuan iku musti ayu! musti lues! musti biso sekabehane! Koe ndak perlu berpendidikan tinggi, cukup jadi perempuan yang cantik, semua materi datang padamu, nduk."
Lahir dari keluarga miskin, tinggal di rumah gubuk, tapi memiliki orang tua yang berambisi tinggi untuk menjadi kaya. Rukmini, di tempa menjadi anak yang serba bisa. Dia anak satu - satunya tapi tercekik oleh ke egoisan orang tuanya, sehingga tumbuh dendam dan kebencian pada orang tua nya.
Dia melawan aturan, melawan takdir bahkan melawan Tuhan nya, dengan membuat ikatan perjanjian darah dengan yang gelap hanya agar dia bebas dari orang tua nya, tidak peduli apa konsekunsinya..
"WANI TEKO WANI MATI!"
[Novel RUKMINI ini adalah kisah lengkap tentang Rukmini, Sosok ibu yang ada di novel SUARA]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.19. Dendamku sudah terpupuk untuk mereka [RUKMINI]
Dua bulan setelah nya.. Rukmini sedang merias dirinya, sejak dia memutuskan untuk berubah.. Dia jadi gemar bersolek di depan kaca, ibunya bahkan heran.. Tapi ibunya juga senang karena tamu Rukmini makin banyak, uang yang di dapat juga semakin banyak.
Padahal sebenar nya Rukmini melakukan itu untuk suami ghoib nya, setiap malam suami ghoib Rukmini selalu menyuruh Rukmini begini dan begitu dari mimpi nya. Setiap malam juga Rukmini merasa saat tidur dirinya di peluk seseorang, itu suami ghoib Rukmini.
'Den mas, aku sudah cantik?' Tanya Rukmini dari batin nya.
'Istriku sangat cantik.' Suami ghoib Rukmini menjawab.
Tentu percakapan itu juga hanya mereka berdua yang tahu, Rukmini lalu bersenandung lagu jawa.. Terdengar seperti orang yang sedang nyinden. Tiba - tiba ibunya masuk ke dalam, sambil membawa gelas.
"Mini, minum jamu." Ucap ibunya, Rukmini melirik menatap ibunya, lalu tersenyum.
Tapi senyum Rukmini kali ini rasanya beda dengan biasanya, setelah penampilan Rukmini berubah.. Tatapan nya juga berubah, menjadi lebih tegas dan dingin.
"Koe kenapa?" Tanya ibunya, Rukmini menggeleng pelan.
"Ndak apa - apa, ibu hari ini ke sawah?" Tanya Rukmini, sambil tangan nya mengambil gelas jamu dari ibunya.
"Ndak, ibu mau ke pasar, Wa Minten minta ibu beli sesuatu. Mungkin balik nya agak sore, koe mau titip apa? Ucap ibunya, Rukmini melirik di pintu dimana ada ayah nya sedang berdiri.
"Ndak ada.." Jawab Rukmini, ibunya lalu pergi.
"Bu, bapak ke sawah yo." Teriak bapak Rukmini, dan ibunya menyahuti dari dalam dan ibunya pergi ke belakang.
Rukmini seperti tau akan terjadi sesuatu, saat bapak nya sudah pergi dari rumah Rukmini menghampiri tas ibunya. Rukmini mengambil dompet ibunya dan meletakan nya di bawah bantal yang ada di kursi, selain itu Rukmini juga menghampiri ibunya yang kini sudah membawa tas belanja.
"Bu, nek aku mau ngomong sesuatu, ibu mau dengarkan ndak?" Tanya Rukmini, ibunya keheranan.
"Ngomong opo toh?" Tanya ibunya, Rukmini tersenyum.
"Ibu jangan kepasar hari ini, Mini lihat sebentar lagi hujan." Ucap Rukmini, tapi ibunya malah terkekeh saja.
"Hujan yo hujan, setiap hari juga hujan. Wes, ibu pergi dulu mau beli kebutuhanmu, koe jangan kemana - mana." Ucap ibunya Rukmini, Rukmini hanya tersenyum..
Senyum Rukmini itu semakin hari semakin terasa beda di mata ibunya, entah kenapa senyum nya seperti mengejek nya.
"Ibu, ndak penasaran sama cerita Mini?" Tanya Rukmini, ibunya hanya menatap Rukmini lalu pergi dari rumah.
Setelah ibunya pergi, Rukmini lalu pergi masuk ke dapur.. Dia berencana membuat teh hangat untuk dirinya sendiri, dan mata Rukmini melirik seolah tau ada yang datang.
Rukmini lalu pergi masuk kedalam kamar nya, entah kenapa sekarang dia suka dengan warna merah. Kelambu nya merah, sprei nya merah, karpet di lantai nya juga merah. Dia masuk kedalam kelambu dan membaringkan tubuh nya di atas ranjang sambil menyamping menatap pintu kamar nya.
"Bapak balik lagi?" Ucap Rukmini, setelah beberapa saat sungguh muncul ayah nya Rukmini.
"Koe tau yo bapak balik lagi?" Ucap ayah nya, dia masuk kedalam kamar Rukmini dan melihat siluet Rukmini yang sedang berbaring menyamping di ranjang.
"Karena ibu ke pasar." Ucap Rukmini, ayah nya terkekeh.
"Cuaca juga dingin, bapak kurang enak badan. Nduk, bantuin bapak yo, ini kan juga.."
"Salah satu kewajiban, Mini." Ucap Rukmini, ayah nya terkekeh.
"Sekarang koe makin pengertian yo, nduk." Ucap ayah Rukmini.
Ayah Rukmini itu mendekat dan kemudian membuka kelambu ranjang Rukmini, saat itulah terlihat Rukmini tersenyum padanya. Ayah Rukmini tanpa bicara apa - apa lagi tangan nya sudah menggerayangi tubuh Rukmini, tapi Rukmini diam saja dan hanya terus tersenyum.
Dan.. Terjadi lagu hal yang sangat di luar akal sehat manusia, ayah Rukmini kembali menyentuh Rukmini untuk yang kesekian kali. Air mata Rukmini meleleh tapi bibir nya tetap tersenyum, sesakit itu menjadi dirinya yang harus jadi pelampiasan nafsu semua orang termasuk ayah nya.
Tapi di tengah pergumulan itu, tiba - tiba pintu kamar rukmini terbuka.. dan yang datang adalah ibunya Rukmini yang mematung melihat pemandangan di depan nya. Rukmini melihat ibunya, tapi ayah nya tidak sadar istrinya sudah datang, dia terlalu fokus dengan kegiatan nya. Ibu nya menutup mulut nya, ia dan Rukmini saling pandang dengan tatapan Rukmini ysng seolah mengatakan "Lihat ini bu."
"BAPAK!!" Teriak ibunya Rukmini, ayah Rukmini terkejut dan langsung buru - buru bangun.
"I- ibu!? Bu iki - iki!" Ayah Rukmini gelagapan karena dia tidak memakai sehelai benang pun, juga dengan Rukmini.
Tapi Rukmini tetap diam, dia tidak gelagapan atau takut sama sekali. Dia bahkan tidak menutup tubuh nya, seolah membiarkan ibunya melihat semua nya.
"Bajingan! Rukmini iku anakmu dewe, pak!" Teriak ibunya, dia mendekat dan langsung menarik paksa ayah Rukmini.
"Aduh bu! Bu dengar bapak dulu!" Ayah Rukmini mencoba menjelaskan.
Mereka berdua keluar meninggalkan Rukmini, Rukmini lalu bangun dan duduk, ia lalu menutup tubuh nya dengan kain jarik dan mendengarkan bagaimana ibunya memarahi ayah nya.
"Aku khilaf bu! Aku khilaf!" Ucap ayah nya.
"Khilaf sama anakmu dewe (sendiri) bapak otak nya dimana!!? Rukmini anakmu pak! Tubuhnya memang di jual ke tamu - tamu, tapi bukan berarti bapak juga boleh pakai dia toh pak!!" Teriak ibunya, barang - barang di dapur sepertinya berterbangan karena suaranya sangat gaduh.
"Yo siapa suruh ibu ndak melayani bapak lagi!" Ucap ayah Rukmini, ibunya terdiam..
"Tapi mbok yo jangan Rukmini toh pak, hiks.. Hiks.." Ibunya Rukmini menangis.
"Maaf bu, bapak khilaf. Bapak janji ndak begitu lagi, janji bu." Ucap ayah Rukmini, ibunya Rukmini masih menangis sesenggukan.
Rukmini sengaja membuat ibunya nya melihat kelakuan suami nya itu pada dirinya, Rukmini ingin tau.. Apa kira - kira yang akan di lakukan ibunya pada ayah nya itu, karena kelakuan ayah nya melebihi binatang.
Tapi ternyata, selain ribut besar dan tanpa ujung kejelasan.. ibunya Rukmini tidak menghukum ayah nya Rukmini sama sekali, dia hanya mengamuk dan memukul tapi lalu kembali hening.. Rukmini yang di dalam kamar hanya bisa tersenyum getir.
"Ternyata memang ndak ada keadilan buatku." Gumam Rukmini.
"Yono, Sri.. podo - podo binatang!" Gumam Rukmini, tatapan matanya penuh dendam.
"Pateni, den ayu."
DEG!!
Rukmini kembali mendengar suara yang beberapa kali sering terdengar oleh nya. Suara itu adalah suara suami ghoib Rukmini yang beberapa kali berinteraksi dengan Rukmini, dulu Rukmini tidak tahu tapi sekarang dia sudah mengerti bahwa suara ghoib yang sering berinteraksi dengan nya itu lah suara suami ghoib nya.
Dan suami ghoib Rukmini itu memanggil Rukmini dengan sebutan den Ayu, karena Rukmini sudah menikah dengan nya.
"Gimana caranya, Den mas?" Kali ini Rukmini tidak bertanya atau mencari wujud pemilik suara itu, dia hanya tetap diam di tempat.
"Den Ayu sudah yakin?" Tanya Suara itu, Rukmini menatap kedepan dengan dingin.
"Yakin, aku pengen Yono dan Sri mati." Ucap Rukmini, Yono dan Sri adalah nama bapak dan ibunya.
"Hahaha! Nek gitu, ikuti perkataanku.." Ucap suara itu, dan Rukmini mengangguk.
"Malam iki.. den Ayu harus.."
Sosok itu menyebutkan apa saja yang harus Rukmini lakukan, itu adalah persyaratan awal yang harus Rukmini lakukan. Rukmini sudah mengingat semua yang harus dia siapkan dan akhir nya dia bangun untuk bersiap - siap pergi, dia memakai kebaya nya dan rambutnya sudah di gelung.
...BERSAMBUNG!...