NovelToon NovelToon
SHADOW OF DEATH

SHADOW OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bad Boy
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Kenzo Huang, pria keturunan Jepang&Cina yang terjebak dalam kasus palsu perdagangan barang ilegal, memasuki penjara dengan hati hampa dan sering diintimidasi oleh geng dalam tahanan. Sampai suatu hari, dia diselamatkan oleh Lin Dong – seorang tahanan yang ditangkap karena membela adik perempuannya, Lin Xian Mei. Meski berbeda latar belakang, mereka menjalin persahabatan yang seperti saudara kandung, berbagi cerita tentang keluarga dan harapan masa depan.
Demi membalas kebaikan Lin Dong, Kenzo Huang berjanji untuk mencari jejak dan menjaga adik serta ibu nya.
Dalam perjalanan mencari jejak sang adik Lin Dong, Kenzo Terlibat organisasi dunia bawah Shehua dan menjadikannya pembunuh bayaran yg di kenal dengan sebutan Shadow Of Death

(update setiap hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.1 — HILANGNYA LIN DONG

Suatu hari, di ruang perpustakaan penjara, Kenzo sedang serius membaca sebuah buku.

"Hei, Ken."

"Pagi, Kak Lin."

"Apa yang kau baca itu?"

Lin Dong duduk di sebelah Kenzo, lalu memperhatikan buku yang sedang dibacanya.

"Aku sedang mempelajari ilmu bisnis."

"Wah, kau ingin jadi pebisnis jika keluar nanti?"

"Ya, begitulah. Aku ingin memiliki sebuah usaha nanti, jika keluar."

"Usaha apa yang ingin kau jalankan?"

"Mungkin aku akan membuka sebuah kedai makan terlebih dulu, lalu membuka sebuah restoran, dan hotel, dan..."

"Cukup, cukup. Jangan diteruskan."

"Hah? Kenapa?"

"Itu terlalu banyak. Bagaimana kau akan mengurus semua itu?"

"Tentu saja denganmu."

"Denganku?"

"Ya. Saat Kak Lin bebas, aku akan menyiapkan sebuah usaha nanti, dan kita urus bersama."

"Hahaha..."

Mereka berdua pun tertawa bersama.

Hari demi hari, mereka berdua selalu bersama.

Dari berlatih di gym, membaca buku di perpustakaan, kerja di bengkel, membersihkan kamar mandi penjara mereka selalu bersama-sama.

Hingga suatu hari, karena mendapatkan jadwal yang berbeda, Kenzo bekerja di tambang di luar penjara.

Sedangkan Lin Dong bekerja di bengkel. Karena sedang asyik bekerja, dia tak menyadari jika di bengkel hanya tinggal dia seorang.

"Aduh, sial. Sudah melewati jam kerja."

"Sebaiknya aku lekas membersihkan diri, lalu menunggu Ken di lapangan."

Lin Dong pun meninggalkan pekerjaannya dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Suasana begitu sunyi karena para napi berada di lapangan siang itu.

Dengan perasaan tanpa curiga, Lin Dong membasuh dirinya dengan guyuran air shower sambil menggosok-gosok tubuhnya.

Tiba-tiba, seseorang mendekatinya dengan mengendap-endap sambil membawa sebuah pisau cukur di tangannya.

Setelah berhasil mendekati Lin Dong, pria tersebut langsung mendekap mulut Lin Dong dan menusuk-nusuk pinggang Lin Dong dengan pisau cukur sebanyak dua puluh kali hingga darah membasahi lantai kamar mandi dan mengalir ke lubang pembuangan, terkena air shower.

Setelah berhasil melakukan aksinya, pria tersebut melarikan diri, meninggalkan tubuh Lin Dong tergeletak tak bernyawa.

Hingga beberapa jam kemudian, mayat Lin Dong ditemukan oleh sipir penjara yang sedang berpatroli.

"(Segera kirim bantuan. Aku menemukan mayat napi di kamar mandi.)"

Kejadian tersebut menggemparkan seluruh penjara.

"Cepat, selidiki penyebab kematian napi tersebut!!"

Ucap kepala penjara kepada para sipir penjara.

Seluruh anjing pelacak pun dikerahkan, namun tak menemukan titik terang.

Hingga rombongan napi yang bekerja di tambang pun tiba.

Kenzo turun dari truk penjara dan berjalan dengan santainya, merasa aneh melihat situasi yang terjadi.

"(Ada apa ini?)"

Pikirannya pun bertanya-tanya.

Salah satu sipir penjara yang melihat Kenzo segera melaporkannya kepada kepala penjara.

"Pak Kepala, Kenzo, saudara angkat dari napi tersebut, telah kembali."

"Apa?!!"

"Jangan sampai dia tahu. Katakan saja padanya jika saudaranya telah bebas."

"Jangan sampai berita ini menyebar keluar. Bisa sangat merepotkan nanti."

"Siap, Pak!!"

Sementara itu, Kenzo masih tetap mencari keberadaan Lin Dong.

"Kemana dia? Harusnya dia telah selesai pekerjaannya di bengkel."

Kenzo menghampiri sipir penjara yang sedang menjaga di area lapangan penjara.

"Sore, Pak."

"Sore."

"Pak, apa Bapak lihat 1089 di sini?"

"Sepertinya aku tak melihatnya dari pagi."

"Mungkin dia sudah bebas."

"Bebas?!"

"Coba kau tanyakan kepada kepala penjara."

"Baiklah, terima kasih."

Kenzo pun melangkah menuju kantor kepala penjara sambil memegangi kepalanya dan mengusap-usap rambutnya.

"Aneh sekali. Kenapa Kak Lin tak menceritakannya kepadaku?"

"Apa mungkin dia mendapatkan potongan masa tahanannya?"

Seluruh pertanyaan demi pertanyaan muncul di kepala Kenzo.

Tok... tok... tok...

"Masuk."

"Permisi, Tuan Mao..."

"A-ahhhh... Kenzo."

"Ada perlu apa datang ke mari?"

"Tuan Mao, aku ingin menanyakan sesuatu."

"Apa itu? Katakanlah."

"Apa hari ini ada tahanan yang bebas?"

"Oh, ya. Itu benar. Hari ini, kalau tak salah..."

Sambil berpura-pura memeriksa berkas narapidana.

"Tahanan 1089."

"Dia bebas tadi pagi karena mendapatkan hadiah pengurangan masa tahanan."

Dalam hati, Kenzo berpikir.

"(Itu nomor tahanan Kak Lin.)"

"(Jadi benar, dia telah bebas bersyarat.)"

"Baiklah, kalau begitu terima kasih, Tuan Mao."

Kenzo pun meninggalkan kantor kepala penjara.

Kenzo pun melamun di ruangan selnya.

"Kenapa pikiranku tak bisa tenang?", gumam nya

"Harusnya aku senang melihat Kak Lin telah bebas."

Dia pun membalikkan badannya ke kiri, lalu tak lama dia kembali membalikkan badannya ke kanan.

Tak selang lama, dia kembali terlentang, dan kembali lagi ke kiri, lalu kembali ke kanan.

Kekhawatiran dalam dirinya menyelimutinya malam itu.

"Arghhh... kenapa pikiranku kacau seperti ini?"

Dia bangkit duduk dari tidurnya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Akhirnya, dia pun bangkit turun dari ranjangnya dan melakukan latihan fisik.

Hari demi hari pun berlanjut. Kenzo pun tetap sama.

Setiap malam, dia tidak dapat tidur dengan tenang dan selalu melakukan latihan fisik untuk membuat tubuhnya merasa lelah agar dapat tidur.

Tanpa disadarinya, tubuh Kenzo mengalami perubahan fisik. Tubuhnya terlihat kekar dan semakin besar.

Berbeda dengan tubuhnya saat pertama kali masuk ke dalam penjara.

Pagi itu, setelah selesai melakukan pekerjaan rutin di penjara, seperti biasa Kenzo pergi ke ruangan gym untuk berlatih ilmu tai chi yang diajarkan Lin Dong.

Lalu terdengar suara sirine tanda waktu aktivitas luar berakhir.

Kenzo pun duduk di sudut ruangan, tempat di mana dia dan Lin Dong selalu bercanda dan berbicara setelah latihan, sambil menyeka keringatnya dengan handuknya sebelum pergi untuk membersihkan tubuhnya di kamar mandi.

Setelah keringatnya mulai mengering, dia pun bangkit dari duduknya menuju ke kamar mandi.

Saat sampai di kamar mandi, dia terkejut melihat apa yang sedang terjadi.

Salah satu napi memainkan kelaminnya di bawah guyuran shower sambil memandangi foto yang ditempel di dinding di hadapan napi tersebut.

Kenzo terkejut bercampur marah saat mengetahui bahwa foto tersebut merupakan foto Lin Xian Mei, adik Lin Dong.

Kenzo dengan bergegas mendekati pria tersebut, lalu menghantam wajahnya dengan sangat keras, membuat tubuh napi tersebut terpelanting satu meter.

"S-siapa kamu?!"

Ucap napi tersebut terkejut dan menahan sakit di rahangnya.

"Cepat katakan, dari mana kau mendapatkan foto tersebut!!"

Dengan mata sangat merah layaknya orang yang kerasukan iblis, Kenzo mencekik leher napi tersebut.

"T-tolong, l-lepaskan..."

"Cepat bicara!!!"

"B-baik, a-aku katakan. T-tetapi lepaskan dulu."

"A-aku tak dapat bernapas."

Kenzo pun melonggarkan cekikannya.

"A-aku membeli foto itu seharga enam batang rokok dari 3367 di block C3."

Dengan amarah yang meluap-luap, Kenzo melangkah pergi.

Namun, Kenzo menghentikan langkahnya sejenak, lalu berbalik menatap napi tersebut dengan sangat tajam.

"M-mau a-apa kau..."

Tubuhnya bergetar, mulutnya pun mulai gagap berbicara saat melihat tatapan Kenzo yang sangat tajam, seakan-akan ingin menelannya bulat-bulat.

Dia melihat sosok bayangan hitam muncul di balik tubuh Kenzo, aura pembunuh yang sangat pekat menyelimuti ruangan kamar mandi itu. Bau anyir darah dan keringat bercampur, menciptakan stench yang membuat perut siap mual. Tetesan air dari shower masih mengalir, menciptakan suara berisik yang kontras dengan keheningan mencekam antara mereka berdua.

"J-jangan b-bunuh a-aku..."

Kenzo mengalihkan tatapannya ke kemaluan laki-laki itu yang sudah terlihat lemas tak berdaya dan mengeluarkan air kencing. Bau amonia menyengat hidung. Rasa jijik dan amarah bercampur dalam dada Kenzo, membuat dadanya terasa sesak.

Dengan sangat murka, saat terbayang kejadian awal itu, Kenzo menginjak-injak kemaluan napi tersebut hingga hancur. Suara remukan tulang dan jeritan melengking memenuhi ruangan. Napi itu mengerang dalam agony yang tak terbayangkan, tubuhnya menggeliat hebat.

"Akhhhh...!!!!!"

Lalu dengan sekali pukul, dia menghancurkan tengkorak kepala napi tersebut hingga matanya melotot dan bola mata kirinya keluar menggelinding di lantai basah. Darah menyembur ke dinding, menciptakan pola merah gelap yang mengalir perlahan. Kenzo tidak berhenti. Dia terus memukul, terus menghantam, sampai wajah napi itu tak lagi dikenali. Hanya berupa massa daging dan tulang hancur.

Dengan bergegas, Kenzo pun pergi dari tempat tersebut sambil meraih foto Lin Xian Mei yang terpasang di dinding. Jari-jarinya bergetar saat menyentuh foto itu. Wajah Xian Mei tersenyum polos, tak tahu bahwa fotonya telah menjadi objek obsesi busuk para monster di dalam penjara ini.

Di dalam sel, Kenzo terdiam sambil memandangi foto Lin Xian Mei. Cahaya lampu sel yang redup membuat bayangan wajahnya terlihat lebih tua, lebih lelah. Rasa marah dan sedih bercampur menjadi satu, menciptakan emosi yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

"Maaf, aku tidak bisa menjaga kakakmu."

Ucapnya lirih, sambil menitikkan air mata dan mengenai foto Lin Xian Mei. Tetesan air mata itu meninggalkan noda basah di permukaan foto. Kenzo mengusapnya dengan jari, takut merusak gambar satu-satunya yang tersisa dari adik sahabatnya.

...$ BERSAMBUNG $...

1
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
nah loh sapa tuh Kenz, kira-kira mau dibeli baik-baik Xiu nya atau diambil cara paksa?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Kenzo partner Kamu diculik tuh
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
bergabung dengan visi dan misi masing masing, yg pasti gak ada ketulusan. tapi semoga aja Kenzo gak dapat cewek lagi.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
owalah saya kira Buu komandan berbeda ternyata sama kaya sapa itu namanya yg bos nya Kenzo? Liu klu gak salah.
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: sengaja biar nanti pada nebak sendiri di akhir bakal dengan siapa Kenzo 🤭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Udah ada berapa perempuan diantara Kenzo nih? Empat ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
kasihan Lin, miris... gak rela Lin sama Kenzo.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
sama Liu kan cuma kebutuhan, bukan cinta.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
ini berbaju gak ceweknya?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Jangan sampe gadis yg diselamatkan Kenzo naksir juga.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
cuma sama Lin Xian Mei Kenzo bisa grogi
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
kenapa cuma mata kiri? kenapa gak dua-duanya. apa ada kelebihan Dimata Kenzo lepas dari penjara.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
jadi sebenernya Kenzo ini jahat atau GK ya
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Liat saja nanti kalau YueYan sedikit lebih dewasa, Kenzo pasti tergoda juga.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
berapa banyak target yg harus dihabisi Kenzo.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Wow Kenzo sama Liu ternyata
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Jarak cuma sepuluh tahun, tunggu saja dewasanya Yueyan
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
bukan permainan Liu kan sabotase panti ini?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
wuih Nenek minum bir? aman? gak apa" gitu?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
oh Kenzo tinggal di panti dgn Yue ya saya kira cuma nginap. awas Yue nanti jatuh hati dgn Kenzo
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
akankah Kenzo dipertemukan kembali dgn Yue
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!