Chun Yi Seorang Dokter jenius sekaligus pembunuh bayaran yang tiada tandingannya. Akhirnya Dia harus mati mengenaskan di tangan keluarga pasien yang salah duga. Teman dekatnya yang sama-sama menjadi Dokter melakukan operasi jantung pada seorang pasien . Namun entah mengapa, malah membuat Si pasien meninggal Dunia, keluarga pasien tak Terima, dia mencari sang Dokter, tapi malah bertemu dengan Chun Yi Dan menusuk dadanya. Hingga mengenai jantung yang membuat Dia mati muda . Dan saat Dia terbangun lagi , Dia berada di tubuh seorang gadis yang terkenal buruk rupa serta bodoh . Yang memiliki nama hampir sana yaitu Song Chun Yi (lagu musim semi) . Dia di benci semua orang Karena Dia tidak memiliki bakat Dan tidak bisa berkultivasi. Dia berwajah buruk karena di wajahnya terdapat tanda lahir hitam besar di pipinya. Semua itu membuat dia di benci dan di kucilkan oleh keluarga maupun masyarakat . Bagaimana kisa selanjutnya si gadis Chun Yi ,Kita baca sam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTARUNGAN
Mendengar jawaban Bibi Mai, Chun Yi menatap pada Wanita paruh baya yang telah merawat dan melindungi Dia sejak kecil dengan harapan sayang dan hormat. tanpa wanita ini, entah apa yang terjadi pada hidup Chun Yi di tengah keluarga Song yang membenci Dia. Walaupun Dia bukan Chun Yi yang asli, tapi Dia sudah berada di tubuh Chun Yi asli, maka karena itu, semua tanggung jawab Song Chun Yi , Dialah yang harus meneruskannya. Tak lama terlihat senyum lembut di bibir Chun Yi.
" Kalau begitu minumlah ini... Dan aku juga punya buku untuk memperlancar Kultivasi Bibi dan mungkin Cocok pada Bibi... Bibi bisa mempelajarinya, tapi kalau tidak Cocok, Bibi bisa berkata padaku...." Ucap Chun Yi sambil menyerahkan sebutir pil untuk membuka Kemacetan di tubuh Bibi Mai dan satu Buku kecil dan tipis yang berisi tentang sebuah kekuatan yang cocok untuk Bibi Mai yang dia ambil dari perpustakaan Istana Biku miliknya.
" I.. Ini pil Kultivasi tingkat empat... " Seru Bibi Mai sambil menatap pil dan buku di tangannya dengan tangan gemetar dan wajah tak percaya.
"Benar Bi... oil itu akan membuka kemacetan pada kultivasi Bibi... minumlah dan berlatihlah kembali. bukankah Bibi ingin selalu menjagaku... " ucap Chun Yi sambil tersenyum.
"Nona... darimana Nona mendapatkan pil ini... bukankah satu butir pil ini harganya sangat mahal.. " ucap Bibi Mai.
"Seseorang memberiku pil itu. dan aku ingin memberikannya pada Bibi. Jangan mengingatkan harga Pil itu, Bibi adalah orang yang telah menjagaku sejak kecil tanpa pamrih dan penuh kasih sayang, Walaupun Bibi melakukannya demi ibuku. Tapi tanpa Bibi Chun Yi tidak akan bertahan sampai saat ini . jadi Bi... minumlah pil itu, jangan melihat harganya atau apapun itu. Okey...? " ucap Chun Yi.
"O.. okey.. ? " ucap Bibi Mai menirukan ucapan Chun Yi yang tak sengaja.
"Oo... maaf... maksud Chun Yi. Bibi harus melakukan apa yang seharusnya Bibi lakukan.. " ucap Chun Yi.
" Jadi pil ini benar- benar untuk Bibi Non...? ucap Bibi Mai tak percaya.
" Tentu saja Bi...Memang untuk siapa lagi...jadi sejak tadi Chun Yi ngomong Bibi tidak mengerti..." Ucap Chun Yi sambil tersenyum lembut.
"Bu.. bukan begitu Non... Bibi hanya tidak percaya saja... " ucap Bibi dengan wajah gembira.
"Iya.. pil dan buku itu Chun Yi berikan pada Bibi.. sekarang Bibi susah mengerti dan percaya omongan Chun Yi kan... " ada nada kesal, dan juga geli do suara Chun Yi.
"Tri.. Trimakasih Nona... " Ucap Bibi Mai dengan gembira. Terlihat airmata haru mengalir di pipinya.
" Ya sudah Bibi boleh keluar, , aku tidak memerlukan Bibi ..." Ucap Chun Yi.
"Sekali lagi trimakasih Nona...Bibi keluar dulu . Kalau ada perlu panggil Bibi... " Ucap Wanita paruh baya tersebut.
"Baik ... " Jawab Chun Yi sambil tersenyum. Bibi Mai pun segera keluar dari dalam kamar sang Nona. Ruang kediaman Chun Yi sangat luas dan besar . ada beberapa kamar yang ada di dalam rumah tinggalnya . Melihat keindahan tempat tinggal Chun Yi, Bibi Mai sangat bahagia. Karena sejak kecil sang Nona tidak pernah hidup bahagia. Namun yang membuat Bibi Mai heran, sang Nona terlihat biasa saja melihat keindahan dan mewahnya rumah kediaman Keluarga Yun. Walau awalnya hanya ada kekagetan sebentar saja. Setelah itu dia terlihat tenang seolah dia sudah terbiasa tinggal di tempat mewah seperti ini.
Tapi Bibi Mai tak perduli reaksi sang Nona kecilnya. Karena kebahagiaan Song Chun Yi gadis muda yang dia asuh dari sejak bayi itu merupa kan Prioritas utamanya. Dia lalu melihat pil dan buku di tangannya.
"Nona...Trimakasih atas pemberian Nona ini. Hamba berjanji, hamba akan melatih diri hamba lebih giat lagi. Dengan pil peningkat kultivasi ini, akan membantuku membuka kemacetan di dalam kultivasi ku. Trimakasih Nona... Kepercayaan Nona akan menjadi semangat hamba untuk lebih kuat lagi semoga ilmu dalam buku ini cocok untuk hamba. " Ucap Bibi Mai yang berjalan kearah kamarnya yang tak jauh dari kamar sang majikan.
Dan saat makan malam di kediaman Keluarga Yun, walaupun Putra pertama (tuan Yun Jhinan) terluka Dan juga Putra Kedua dalam keadaan Kona, , terlihat keadaan di ruang makan sangat hangat, Namun Bibi kedua tidak bisa makan bersama, karena Dia menjaga dan merawat Paman kedua.
" Min'er , Jin'er.. Kau ajak Adik kecilmu jalan- jalan besok. Perlihatkan juga Perguruan Jisangyun padanya. Sebab pada awal pelajaran ini, Dia akan Kakek masukkan keperguruan itu. untuk belajar bersama kalian . Dan Besok Perlihatkan Perguruan Jisangyun padanya , Biar dia mengenal dulu sekolah tempat dia akan belajar nanti. Agar saat dia masuk nanti, Dia sudah tahu Dan bisa menyesuaikan diri... " Ucap Sang Kakek.
"Tapi aku besok tidak bisa mengajak Adik kecil ke perguruan Kek. . Ada tugas yang harus aku selesaikan .." Ucap Kakak sepupu kedua dengan wajah sedih . Sebab dengan adanya tugas itu, maka Dia tidak bisa mengantar atau membawa sang adik kecilnya jalan- jalan . Andai tugas dari Perguruan tidak harus dia kerjakan sekarang, bukankah dia bisa mengantarkan adik kecil berkeliling Perguruan, Dan juga kota ini.
"Biar aku sendiri yang akan mengajak adik kecil pergi kesana kek.." Ucap Kakak ketiga dengan wajah gembira.
" Kami juga bisa ikut kak. Kami tidak Ada tugas dari perguruan yang harus kami kerjakan ..." Ucap Si kembar Yilan .
"Benar Kek...kami tidak sibuk, sebab tugas dari Perguruan sudah kami kerjakan.." Ucap si kembar Yihan .
* kalau begitu kalian bertiga bisa mengajak adik kalian pergi kesana, ingat.. jaga adik kalian dengan baik. Kakek tidak ingin sesuatu terjadi padanya..." Ucap Tuan Yun Hai Gun sambil mengusap kepala Chun Yi yang duduk di dekat sang Kakek.
"Baik Kek. " Jawab ketiganya dengan gembira. Melihat itu, Chun Yi tersenyum lembut. Ada perasaan hangat saat mendapat perhatian dari keluarga sang Kakek. Bagaimana tidak menjadi perhatian, jika di dalam keluarga Yun hanya ada dia yang menjadi cucu Wanita satu- satunya.
Mereka melanjutkan makan dengan hati gembira. Setelah makan Chun Yi berkata.
"Kakek... Apakah di sini ada Vihara...! " Ucap Chun Yi sambil menatap sang Kakek .
"Ada sayang.. Vihara Tongyan yang ada di pinggiran kota . Kenapa kau tanyakan, apakah kau ingin pergi kesana .? " Tanya sang Kakek.
"Benar Kek..Chun Yi ingin kesana.." Jawab Chun Yi.
"Biar aku yang mengantarkan Dia kek.. Aku sering datang kesana dan biksu Tong Yi Sun sudah sangat mengenal ku .. * jawab kakak pertama Yun Si Wang .
" Kalau begitu aku merepotkan kakak untuk mengantarku kesana. . " Ucap Chun Yi.
" Nak... Apakah kau berniat bertemu dengan kepala Vihara.. ! " Tanya sang Kakek.
"Benar kek... Ada pesan dari Ibu yang harus aku sampaikan.. " Jawab Chun Yi.
" Kalau begitu pergilah dengan kakak tertuamu, Dia tahu cara menemui Biksu Tong Yi Sun... " Ucap sang Kakek.
"Baik Kek... " Jawab Chun Yi.
"Kau beuntung Dik... dalam dua hari lagi, Biksu Tong Yi Sun bari keluar dari pengasingan... kita bisa kesana dua atau tiga hari lagi .
"Tidak masalah Kak... kita akan kesana setelah beliau keluar dari pengasingan... " jawab Chun Yi.
Keesokan harinya, Chun Yi seperti biasa bangun pagi sebelum matahari terbit. Dan karena di sana ada tempat pelatihan bagi para Prajurit anak buah sang Kakek Dan sang Paman, Dia ingin berlatih di tempat itu. Dan saat Dia datang kesana, Dia melihat Puluhan atau mungkin ratusan Prajurit sedang berlati di tanah lapang di bagian barat rumah keluarga Yun. Karena terlalu banyaknya Prajurit yang berada di sana, akhirnya Chun Yi membatalkan latihannya dan memilih kembali ke tempat tinggalnya. Melihat Chun Yi kembali, sang Bibi bertanya.
"Kok sudah kembali Nona..? ' tanya Bibi Mai.
" Banyak prajurit yang berlatih Bi malu nanti di kira cari perhatian... " Ucap Chun Yi.
"Cari perhatian...? maksud Nona..?" tanya Bibi Mai tak mengerti.
"Maksudku...terlalu banyak Pria berlatih, masalah iya Chun Yi berlatih bersama mereka.. * ucap Chun Yi yang membuat Bibi Mai tersenyum saat mendengar ucapan Chun Yi .
"Lalu Nona ingin berlatih di mana ? " Tanya Bibi Mai dengan sabar.
"Biarlah untuk hari ini, Chun Yi tidak latihan dulu nanti aku akan mencari tempat yang sepi di dekat sini.. " Ucap Chun Yi.
"Biar nanti Bibi yang cari Non. Tenang saja , pasti Bibi menemukannya ... " Jawab sang Bibi.
"Trimakasih Bi... Bibi memang yang terbaik. Oo ya Bi. Apakah Bibi sudah Mulai berlatih dengan buku yang Chun Yi berikan...? " Tanya Chun Yi.
"Tadi malam Bibi belum sempat membaca isi buku tersebut Non... " Jawab Sang Bibi.
"Ya sudah nggak masalah. semoga buku itu cocok untuk Bibi. kalau begitu aku masuk dulu bi.... " Ucap Chun Yi.
"Silahkan Non... " Jawab Bibi Mai .
Chun Yi segera berjalan masuk kedalam kamarnya. Dan saat waktunya makan di pagi hari, seorang pelayanan yang di utus sang Nenek datang memberitahu kalau sang Nenek telah menunggu Dia untuk makan pagi. Chun Yi tidak tahu di Jaman Kuno ini, ada kewajiban para Putra, Menantu dan Cucu untuk memberi salam di pagi hari pada Sang Nenek dan Kakek yang di tuakan. Dan karena sang Nenek menyadari bagaimana kehidupan Chun Yi yang di abaikan di rumah Tuan Song dari cerita Yun Baimin, Nenek Yun tidak mempermasalahkan masalah itu. Malah sangat Nenek sempat menangis saat Mengetahui kehidupan Chun Yi di kediaman Keluarga Song tersebut . Perasaan bersalah menyelimuti dada dan hati mereka.
Setelah makan di pagi hari, Chun Yi di ajak oleh ketiga sepupunya pergi jalan- jalan terutama pergi ke Perguruan Jisangyun. Perguruan yang berada tak jauh dari Istana. karena Perguruan itu masih dalam kekuasaan Istana Baiyun . Perguruan Jisangyun letaknya tidak terlalu jauh dari Istana Kekaisaran. Kepala perguruan merupakan salah satu orang terkuat di Kerajaan tersebut selain Kaisar dan Biksu Tong Yi Sun . Dan Perguruan Jisangyun telah melahirkan banyak cendikiawan Dan para pejabat terbaik di Kerajaan Baiyun. Karena itu di setiap tahunnya penerimaan Murid baru sangatlah banyak. Dan untuk masuk menjadi murid Perguruan tersebut sangat sulit. Tidak semua orang bisa masuk menjadi murid Perguruan itu. Seleksi penerimaan murid baru sangatlah ketat. Mereka tidak perduli murid tersebut Putra Atau Putri siapa, Yang di lihat adalah kecerdasan Dan kekuatannya . Walaupun Dia anak bejabat tinggi atau perdana menteri, jika tidak memenuhi syarat maka dia tidak akan di terima di Perguruan tersebut. Namun jika orang tersebut anak rakyat jela tetapi memenuhi syarat, mereka bisa masuk dan di terima di Perguruan Jisangyun. Namun selain Perguruan Jisangyun, ada Vihara Tongyan. di tempat ini lebih sulit lagi masuk menjadi Murid mereka. Vihara Tongyan, selain sebagai tempat beribadah Umat Buda, juga merupakan perguruan paling Tua di Negara atau Kerajaan Baiyun. Murid di tempat ini, merupakan murid paling terkenal di Kerajaan Baiyun, Selain kuat dalam ilmu kanuragan Dan batin, Mereka merupakan Murid yang terkenal welas asih Dan bijaksana. , Begitu juga dengan ilmu pengobatannya. jarang Murid Vihara Tongyan keluar atau turun ke masyarakat. Mereka akan turun Dan membantu saat Negara atau Kerajaan membutuhkan. Namun soal Pengobatan Dan Beladiri Perguruan ini, jangan di tanyakan kekuatannya. Karena itu, bagi yang ingin menjadi murid dari Perguruan ini, harus memiliki kekuatan Batin, Dan Fisik yang benar- benar kuat .
Dan kini Chun Yi sedang pergi ke Perguruan itu. Ketika kereta mereka telah sampai di pintu gerbang Perguruan, Chun Yi dan ketiga kakak sepupunya segera turun dari kereta. Dan saat mereka sedang berjalan menuju pintu gerbang, mereka berpapasan degan beberapa murid yang sepertinya merupakan murid senior di perguruan tersebut. Dan saat mereka melihat Chun Yi, mereka tertegun dan tak bisa lepas melihat wajah Chun Yi. Melihat semua mata menatap sang adik, Yun Baimin sangat marah. Walaupun dia menyadari sang adik memang sangat cantik Dan tidak aneh kalau mereka tak bisa melepaskan tatapan mereka dari wajah cantik sang adik, tapi Dia tetap marah melihat tatapan mereka seperti seekor Srigala yang melihat mangsa. .
"Jaga tatapan mata kalian..."ucap Yun Baimin marah. ucapan itu menyadarkan mereka.
"Waa... Keluarga Yun.. Siapa ini...bungah cantik di antara pecundang...Hai gadis cantik..ikutlah dengan bangsawan tampan ini. Kau akan hidup bahagia denganku. Jangan kau bersama para pecundang itu..." Ucap Pria yang berada di tengah dan bersikap sangat angkuh dan sombong . Tatapannya dalam menatap Chun Yi bagai ingin menelan saja . Wajahnya memang cukup tampan, tetapi sikapnya sangat memuakkan , sombong, angkuh dan terlihat licik. Mendengar ucapan Pria itu , Yun Jihan terlihat sangat marah. Dia ingin maju, Namun langkahnya terhenti saat tangannya di pegang oleh saudara kembarnya. dan terdengar ucapannya
" Sang Gu Min...Kau katakan kami pecundang...? Tapi Apakah kau berani melawan salah satu dari pecundang ini...? Jangan membuat kami muak melihat tingkahmu..." Ucap Yun Yilan dingin.
"Brengsek Sialan.. Siapa kau...hanya karena Yun Si Wang sudah berada di tahap Tianwu Puncak, kalian berani sok kuat dan bisa se sombong itu. Tapi apa kah kalian Lupa,, Bukankah Dia sudah jatuh Dan tak bisa berkultivasi lagi . Bukankah dia sekarang sudah menjadi sampah yang tak berguna ..?apakah itu masih menjadi kebanggaan kalian ha...! Dasar pecundang.. " Seru Pria yang bermarga Sang tersebut .
"Kau fikir karena Kakak pertama terluka, kami akan jatuh...? Mimpi....Siapa kau.. Selain wajahmu yang jelek, ternyata otakmu terpengaruh oleh kejelekan wajahmu juga... " Ucap Chun Yi dingin.
Mendengar ucapan sangat adik yang tajam dan beracun itu, ketiga Pria dari keluarga Yun tersebut berusaha menahan tawa.
"Brengsek dasar wanita tak tahu diri. Kau tahu siapa aku.. Aku adalah Tuan muda keluarga Sang, kau berani menghinaku ha. " Ucap Pria bermarga Sang tersebut dengan marah.
"Kau fikir aku takut saat mendengar marga keluarga Mu...? Bodoh....!" Ucap Chun Yi dengan nada kesal.
"Dasar wanita murahan dan tak tahu diri...ku bunuh kau.. " Serunya marah. Melihat Sang Gu Min akan menyerang Chun Yi, Ketiga kakaknya bersiap melindungi sang adik . Tapi Chun Yi segera berkata.
"Biarkan aku menghadapi Dia kak. Jangan sampai masalah ini akan mempengaruhi keluarga Yun..." Ucap Chun Yi pelan. Segera Chun Yi menghadapi Pria bermarga Sang tersebut
"Hati-hati adik kecil. Dia sudah berasa di level enam.." Ucap Yun Baimin.
"Tidak masalah kak. " Ucap Chun Yi .
Sepertinya Pria ini lebih kuat dari semua orang yang ada di kelompoknya. Dan pertarungan terjadi, Chun Yi yang bertarung hanya mengandalakan kekuatan fisik dan ilmu beladiri jaman modern . Dia hampir kewalahan melayani kekuatan orang yang bisa berkultivasi. dan levelnya juga tinggi. Apalagi sudah berada di level enam . Untung saja kecepatan Dia dalam bergerak bisa mengimbangi kekuatan Pria sombong itu. Namun karena Kekuatan mereka tidak seimbang, akhirnya sebuah tendangan mendarat dengan mulus di tubuh Chun Yi , hingga Dia terpental Dan terlihat darah keluar dari mulutnya. Namun Chun Yi berdiri kembali . kembali terjadi pertarungan. dan kini Chun Yi memiliki kesempatan memukulkan kekuatan tinjunya kearah wajah Sang Gu Min, serta di barengi dengan tendangan Taekwondo dari kaki Chun Yi yang menghantam dada lawan. membuat Pria itu terjatuh dan memuntahkan darah segar. Ternyata pelatihan Chun Yi di ruang Istana Biku membuat tenaganya sangat kuat.
Melihat Sang Gu Min bisa terjatuh karena tendangan Chun Yi , membuat Teman - temannya kaget bukan main. gadis yang tidak memiliki akar kultivasi, ternyata mampu menjatuhkan Sang Gu Min. Namun bagi Sang Gu Min sendiri, Dia sangat marah pada Chun Yi. Dia merasa terhina karena di jatuhkan. Dia segera mencabut pedang yang ada di pinggangnya dengan kekuatan yang dia miliki. Dia menghantamkan tangan kirinya dengan kekuatan penuh , sedangkan tangan kanannya menebas kearah tubuh Chun Yi . Melihat pria itu menggunakan kekuatan kultivasinya Dan berbarengan dengan serangan ilmu pedangnya, Chun Yi kaget dia terpaku tak berdaya , apalagi dia tak memegang senjata. Dia sampai lupa kalau Dia bisa mengambil senjata di ruang Istana Biku nya . melihat semua itu, ketiga kakaknya tak sempat menolong karena jarak terlalu jauh Dan mereka tidak menyangka kalau Sang Gu Min berniat membunuh sang adik , Membuat mereka hanya bisa berteriak dengan nada cemas.
"Awas adik kecil ..!" Seru mereka serempak.
Dengan putus asa Dan perasaan marah, mereka tertegun tak percaya . Sedangkan Chun Yi tertegun Dan hanya bisa pasrah . Namun di detik yang berbahaya mengancam nyawa Chun Yi, sebuah kekuatan menghantam Kearah Sang Gu Min. hingga Pria dari keluarga Sang tersebut terpental cukup jauh Dan kembali memuntahkan darah segar . Dan di depan Chun Yi telah berdiri BibI Mai yang berdiri dengan tegar .
" Seorang Tianwu puncak " Seru mereka saat melihat kekuatan yang di miliki Bibi Mai.
" Seorang Pria yang sudah berada di Level enam tahap dasar kultivasi, apakah pantas menyerang wanita yang tidak memiliki Kekuatan kultivasi sama sekali. Kau Pria pengecut ..kau tak pantas memakai baju gagah seorang Pria ganti saja bajumu dengan baju wanita. ." Ucap Bibi Mai dingin.
"Siapa kau. Berani sekali kau ikut campur urusan ini. Kau tidak tahu siapa aku ha.. ! " Seru Tuan Muda Sang marah .
"Aku tidak perduli siapa kamu, yang aku tahu kau ingin membunuh majikanku yang tidak memiliki kekuatan Kultivasi, apakah seorang pengasuh sekaligus pengawal tidak boleh melindungi majikannya....? " Ucap Bibi Mai dingin .
"Kau.. Kau pengawal Dia. ! " Seru Tuan Muda Sang kaget dan Syok. Sebab Dia tidak melihat keberadaan wanita ini sejak tadi . Tiba-tiba saja wanita itu ada Dan melindungi gadis itu.
"Dan aku akan melaporkan ini pada kaisar Dan kepala Perguruan.. Kau telah melanggar aturan Perguruan. " Ucap Yun Baimin dengan suara marah dan kesal. Mendengar ucapan Yun Baimin sepertinya Pria itu takut. Dia segera membawa teman-teman nya pergi dari tempat itu. Terlihat dia berjalan dengan di bantu oleh teman-teman nya.
Udahan dulu ya... aku lanjut pada episode selanjutnya. Maaf aku lupa. SELAMAT HARI NATAL . BAGI UMAT KRISTEN DAN KATOLIK.
Bersambung.
jangan jangan yang menyebabkan para paman dan kakak Chun Yi kena racun juga karena ulah kelurga Sang.
waaah makin seru nih.
Ayo lanjut up lagi Thor...... semangat ya 💪