Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'
Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.
Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 19 : Masalah Mulai Datang
...Happy Reading^^...
...💮...
Terlihat Count muda Lorienfield yaitu Asher Lorienfield tengah berjalan di Koridor kastil Lorienfield. Dia berjalan menuju Ruang kerjanya Count Alder, Ayahnya sendiri. Beberapa pelayan yang berpapasan dengan Asher pun mendudukan kepala mereka dan memberikan jalan untuk Count muda tersebut.
Hari ini Asher dipanggil Count Alder untuk segera menghadap padanya di ruang kerjanya sehabis sarapan. Count Alder sendiri sarapan di dalam ruang kerjanya sejak pagi.
Akhirnya Asher sampai ke ruangan sang Ayah, di mana ada dua pengawal yang menjaga pintu tersebut.
Langsung saja Asher mengetuk pintu tersebut.
Tok! Tok! Tok!
"Maaf menganggu, Tuan Count! Ini saya Asher! Saya datang sesuai perintah anda!"
Walau dirinya adalah putra Count Alder, Asher tidak boleh menghilangkan sopan santunnya untuk menghormati pemimpin wilayah Lorienfield ini.
"Masuklah!" perintah Alder dari dalam dan Asher pun Langsung membuka pintu dan masuk ke dalam.
Terlihat Count Alder tengah menulis sesuatu di salah satu kertas, ada ajudannya yang berdiri di belakang Count Alder.
Count Alder mengangkat kepalanya dan menatap Putranya yang berdiri di depannya.
"Kamu sudah datang?"
Asher menundukkan kepalanya.
"Laporkan apa yang tertulis di surat yang kamu terima semalam!" perintah Count Alder dengan nada datar tapi menuntut.
Matanya menatap lurus pada pemuda yang memiliki wajah yang sama dengannya, itu walau rambut pemuda itu mewarisi keluarga L
Asher jadi teringat, saat dirinya ingin masuk ke dalam kamar setelah memberi isyarat pada pengawal yang membawa surat untuknya semalam itu. Dia tidak sengaja bertatapan dengan Count Alder sekilas, namun langsung dia hiraukan karena surat itu lebih penting.
"Kapal yang mengangkut bahan pangan dari daerah kita untuk dijual ke daerah lain dirampok di tengah laut. Count Alder,"
Laporan Asher tersebut membuat Count Alder dan pengawalnya terkejut bukan main.
Count bersurai cokelat dan bermata hijau bening itu mengatupkan rahangnya dan menutup matanya menahan amarahnya sebisa mungkin.
Dia menghela nafas lalu membuka matanya, satu tangannya memijit dahinya karena merasakan nyeri menyerang.
"Bagaimana masalah ini bisa terjadi, Count Muda Asher! Kita tahu bahwa akhir-akhir ini memang ada perampokan di laut. Seharusnya kamu yang kutunjuk untuk mengawasi pekerjaan ini sudah mengantisipasi salah satu masalah perampokan! Tapi malah berakhir seperti ini?!" tanya Count Alder dengan nada rendah tapi tegas penuh anceman.
Asher meneguk ludah karena baru kali kali ini melihat Ayahnya semarah itu.
"Maafkan saya, Count Alder!"
"Bagaimana keadaan orang-orang dikapal tersebut dan bagaimana kamu bisa mendapatkan laporan ini?" tanya Count Alder sambil menatap tajam anak pertamanya tersebut.
"Saya memang mengantisipasi kalau terjadi masalah di tengah perjalanan, salah satunya adalah perampokan ini. Rencana awal saya adalah menempatkan prajurit-prajurit terlatih yang akan menjadi pengawal kapal kali ini, tapi saya juga berusaha membuat rencana kedua bila para prajurit ini gagal dalam melindungi kapal..." Asher memperhatikan ekspresi Count Alder yang tampaknya penasaran dengan rencananya.
"...saya menempatkan banyak perahu kecil di dalam kapal sebagai rencana cadangan. Beberapa bahan-bahan milik kita ditempatkan di perahu-perahu tersebut. Dan bila ada masalah, beberapa pekerja masih bisa menyelamatkan bahan-bahan kita...walau ada kerugian,"
BRAK!
"Kerugian yang sangat banyak! Count muda Lorienfield! Kita kehilangan banyak bahan makanan yang akan kita jual! Kita kehilangan banyak pekerja dan kita juga kehilangan banyak prajurit terlatih!" Count Alder sangat marah sampai menggerbak meja kerjanya sendiri membuat botol tinta dan beberapa kertas tergeser dari tempat awalnya.
"Maaf Count Alder,"
"Maafmu tidak bisa mengembalikan semuanya, Count muda Lorienfield!" Count Alder menghela nafas karena masalah ini. Dia tampak pusing dan marah dengan coba menatap ke arah lain, bukan pada putranya yang menundukkan kepala di hadapannya.
"Laporan ini pasti datang dari pelabuhan dan orang-orang yang selamat, bukan? Kamu segera pergi ke sana dan pastikan bahan makanan kita yang selamat itu masih bagus dan utuh! Segera laksanakan hari ini juga!" perintah tegas Count Alder.
"Pergi cepat!"
Asher menundukkan kepalanya sebelum keluar dari kantor Count Alder.
"Hah!" Count Alder menghela nafas berat.
...💮...
Terlihat Azalea tengah dipakaikan baju baru oleh para pelayan. Dia masih memikirkan mimpi yang baru saja dia alami semalam.
Mimpi itu terasa sangat nyata untuk tidak Azalea pikirkan.
"Tampaknya potongan ingatan di kehidupan Azalea sebelumnya mulai masuk ke dalam ingatanmu dalam bentuk mimpi,"
Suara itu kembali terdengar membuat mata Aqeela yang kosong menatap langit kamar karena banyak pikiran, menjadi sadar dan terbuka lebar.
'Potongan ingatan kehidupan sebelumnya milik Azalea?'
"Benar!"
"Nona Azalea, kami telah selesai mengganti baju anda. Jadi kami akan keluar dulu untuk melanjutkan pekerjaan lain," ucap salah satu pelayan yang membantu Azalea berganti baju.
Azalea pun mengangguk. "Terima kasih dan segera lanjutkan pekerjaan kalian yang lain, takutnya Kepala Pelayan memarahi kalian."
Mereka tersenyum dan menundukkan kepala mereka sebelum membereskan ember dan pakaian Azalea yang kotor untuk dibawa pergi keluar kamar Azalea.
Setelah memastikan pelayan-pelayan itu telah pergi dan menjauh dari kamarnya, Azalea segera berkomunikasi dengan suara tersebut.
"Jadi, mimpi yang saya lihat semalam itu adalah potongan ingatan kehidupan masa lalu milik Azalea Lorienfield?"
"Benar! Bukankah aku sudah pernah bilang padamu, kalau ingatan kehidupan Azalea Lorienfield sebelumnya perlahan akan masuk ke ingatanmu dan meleburkan diri seakan itu adalah ingatan dan kisahmu sendiri?"
"Pantas saja rasanya terlalu nyata,"
Lalu Azalea mengedipkan mata seakan baru ingat sesuatu.
"Ada beberapa ingatan yang tampaknya tidak ada di novel yang aku baca,"
"Karena novel itu kebanyakan diambil dari sudut pandang tiga karakter yaitu Hedeia Celestian, Hades Celestian dan juga Persefone Celestian. Sementara mimpimu yang merupakan ingatan dari kehidupan Azalea Lorienfield sebelumnya itu...berdasarkan sudut pandang Azalea Lorienfield sendiri,"
"Iya, anda benar." Azalea setuju dengan pendapat suara tersebut.
"Aku melihat saat-saat di mana Asher Lorienfield telah jatuh sakit akibat suatu hal atau seseorang dari pelabuhan,"
"Berarti kau harus benar-benar menjaga kakakmu itu agar hal buruk yang terjadi padanya di kehidupan yang dulu tidak terjadinya di kehidupan sekarang."
Sekali lagi, Azalea mengangguk menyetujui perkataan suara tersebut.
"Lalu apa lagi yang ada di mimpimu?"
Azalea mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan tersebut.
"Apa anda tidak bisa melihat mimpi saya?"
"Tentu saja tidak, tugasku hanya sebatas untuk menjadi teman bicaramu, baik berbicara batin seperti ini atau berbicara langsung. Tapi tetap saja, hanya kau yang bisa mendengar suaraku. Aku tidak bisa melihat kau mimpi apa atau dengan siapa, aku bahkan tidak bisa melihat bajumu dilepaskan untuk diganti atau tubuhmu sedang dibersihkan di atas ranjangmu."
Seketika wajah Azalea memerah mendengar kalimat terakhir.
"Baiklah! Baik! Sudah cukup! Jangan berkata apapun lagi! Saya sudah mengerti!"
...💮...
...Bersambung....
...Thanks For Reading My Story^^...
...Dipublikasikan pada tanggal 25 Januari 2026....