NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Saudara palsu / Duda / Menikah dengan Kerabat Mantan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:592.2k
Nilai: 5
Nama Author: Kikan dwi

Belva Kalea harus menelan kekecewaan saat mengetahui calon suaminya berselingkuh dengan saudara tirinya tepat di hari pernikahannya. Bukan hanya itu saja, Glory diketahui tengah mengandung benih Gema Kanaga, calon suaminya.

Di sisi lain, seorang pengusaha berhati dingin bernama Rigel Alaska, harus menelan pil pahit saat mengetahui istrinya kembali mengkhianatinya. Disakiti berulang kali, membuat Rigel bertekad untuk membalas rasa sakit hatinya.

Seperti kebetulan yang sempurna, pertemuan tak sengaja nya dengan Belva membuat Rigel menjadikan Belva sebagai alat balas dendam nya. Karena ternyata Belva adalah keponakan kesayangan Roland, selingkuhan istrinya sekaligus musuhnya.

Akankah Rigel berhasil menjalankan misi balas dendam nya?
Ataukah justru cinta hadir di tengah-tengah rencananya?

Mampukah Belva keluar dari jebakan cinta yang sengaja Rigel ciptakan?
Ataukah justru akan semakin terluka saat mengetahui fakta yang selama ini Rigel sembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

"𝘈𝘱𝘢 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥 𝘶𝘤𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘖𝘮 𝘙𝘪𝘨𝘦𝘭?"

Keponakan Rigel yang tak lain dan tak bukan adalah Gema, putra semata wayang Karmila Kanaga, kakak angkat Rigel.

Hubungan Rigel dan keluarganya tidak terlalu dekat, tepatnya sejak Kanaga dan Rebecca, orang tua Rigel, meninggal dalam kecelakaan pesawat. Karmila yang merupakan kakak angkat Rigel menjadi wali satu-satunya Rigel yang kala itu masih berusia 16 tahun.

Semua harta peninggalan orang tua Rigel untuk sementara diamanatkan pada Karmila hingga Rigel berusia 17 tahun. Namun hingga Rigel genap berusia 20 tahun, Karmila justru enggan mengembalikan harta yang semestinya menjadi hak Rigel itu.

Hingga suatu ketika, Rigel tidak sengaja mendengar perbincangan Karmila dan Geri suaminya.

"Mil, sebaiknya kita kembalikan saja semua harta peninggalan orang tua Rigel, termasuk perusahaan." Kata Geri. Suami sekaligus ayah Gema itu untuk kesekian kalinya memperingati Karmila jika harta yang selama ini mereka agung-agungkan sebenarnya bukan lah miliknya, akan tetapi milik Rigel.

"Enak saja, selama ini aku yang sudah susah payah mengurus Kanaga Corp hingga sebesar saat ini. Dan sekarang, Mas nyuruh aku kembalikan pada Rigel? Jangan harap!"

Karmila merasa ia paling berhak atas Kanaga Corp, karena selama ini dia lah yang mati-matian membantu orang tua angkatnya mengurus perusahaan itu. Namun ternyata, justru Rigel lah yang mendapatkan perusahaan itu, bocah ingusan yang menurutnya tidak bisa apa-apa.

"Tapi Mil, Rigel yang lebih berhak atas perusahaan itu. Kamu harus ingat, Kamu cuma anak angkat."

Ucapan suaminya itu begitu menohok hati Karmila. Ya, Karmila tidak lupa, ia cuma anak angkat di keluarga Kanaga.

"Aku tidak perduli, untuk apa aku susah-susah melenyapkan mereka, kalau aku gak dapat apa-apa."

Kecelakaan pesawat yang menimpa Kanaga dan Rebecca ternyata bukan murni kecelakaan. Tapi karena Karmila sengaja menyuap pilot jet pribadi yang ditumpangi Kanaga supaya mengalami kecelakaan.

"Jadi, kecelakaan itu---"

"Ya, kecelakaan itu terjadi atas perintah ku."

Deg

Tanpa mereka sadari Rigel mendengar semua yang Karmila katakan. Ia tidak menyangka ternyata kakaknya sendiri yang sudah tega menghabisi nyawa kedua orang tua yang sudah merawatnya itu dengan keji. Hanya demi harta, ia gelap mata.

Padahal jika Karmila meminta perusahaan secara baik-baik padanya, Rigel tidak mungkin akan menolak. Ia sangat sayang pada kakaknya itu walaupun bukan kakak kandungnya.

Namun Karmila lebih memilih jalan licik hanya untuk mencapai tujuannya, demi keserakahan nya.

"𝘔𝘰𝘮, 𝘋𝘢𝘥 ...." 𝘕𝘢𝘱𝘢𝘴 𝘙𝘪𝘨𝘦𝘭 𝘵𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘤𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘨𝘰𝘳𝘰𝘬𝘢𝘯. 𝘋𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘯𝘢𝘪𝘬 𝘵𝘶𝘳𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘦𝘮𝘰𝘴𝘪. "𝘈𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘬𝘦𝘢𝘥𝘪𝘭𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯."

Rigel ingin meraung, ingin memaki bahkan ingin melenyapkan Karmila saat itu juga. Namun logikanya masih waras, Rigel tetap menahan gejolak amarahnya dengan sekuat tenaga. Demi membalaskan rasa sakit yang jauh lebih menyakitkan dari yang Rigel rasakan saat ini.

"𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘪𝘮𝘶, 𝘒𝘢𝘳𝘮𝘪𝘭𝘢!"

Untung saja, di saat kondisinya sedang kacau, Rigel masih sempat berpikir untuk merekam apa yang baru saja di dengarnya. Walaupun bermodalkan rekaman saja tidak cukup untuk dijadikan bukti.

"Apa Kamu tidak waras Karmila? Mereka orang yang sudah merawat dan membesarkanmu, Kamu tega melakukan itu? Dasar tidak waras!"

Geri menatap nyalang Karmila, pria itu sangat tidak membenarkan perbuatan istrinya. Bahkan mengecam keras dan nyaris ingin menampar Karmila. Namun ucapan istrinya kemudian sangat menampar harga dirinya sebagai seorang pria.

"Aku melakukan semua ini demi Gema, demi masa depannya. Karena Kamu sebagai ayahnya tidak bisa diandalkan!"

Deg

Geri hanya karyawan biasa, ia tidak terlahir dari keluarga berada. Namun Geri memiliki dedikasi dan kejujuran yang luar biasa, tidak bisa disogok ataupun tergiur dengan materi.

"Baiklah, kalau begitu aku menyerah," ucap Geri dengan lirih. Geri tidak menyangka selama ini ia dipandang begitu rendah oleh istrinya. Bahkan ke-tidak mampuan nya dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan istrinya.

"Maksud Kamu apa?"

"Ayo kita berpisah."

Duarrrr

Bak palu godam yang menghantam hatinya, Karmila sangat sakit dengan ucapan suaminya. Walaupun suaminya itu tidak bergelimang harta, tapi Karmila sangat tulus mencintai Geri.

Karena itu, Karmila berjuang keras bahkan sampai menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya yakni, kebahagiaan putranya. Karena menurutnya, Geri tidak akan pernah bisa memberikan kebahagiaan itu untuk putranya.

Padahal, kebahagiaan tidak selalu tentang harta, tidak hanya diukur dengan materi. Namun Karmila tidak pernah menyadari hal itu, baginya kemewahan adalah kebahagiaannya.

"Kamu tega, Mas. Selama ini aku tidak pernah menuntut apa pun sama Kamu. Aku berjuang mati-matian buat kita. Tapi ini balasannya?"

Karmila menatap kecewa pada suaminya. Matanya memerah menahan luka dan amarah bersamaan.

"Kamu memang tidak pernah menuntut apa pun dariku. Tapi Kamu menjadikan kekuranganku untuk membenarkan tindakan mu yang sudah keterlaluan." Geri berusaha keras menahan amarah dan kecewa yang menggerogoti hatinya "Bahkan Kamu sampai membunuh orang yang tidak berdosa, karena aku tidak bisa memberikan mu kemewahan."

Karmila tidak membantah, ia hanya menunduk dengan tangis yang semakin menjadi.

"Mungkin dengan kita berpisah, Kamu akan berhenti dengan kegilaan mu pada harta." Geri tidak bisa membendung air matanya, hatinya sangat perih. Ia begitu mencintai Karmila, tapi ia tidak ingin istrinya itu semakin jahat jika hidup bersamanya. Karena sampai kapan pun ia tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup Karmila yang terlalu hedon.

"Kamu harus ingat, bahagia tidak selalu tentang harta. Walaupun kita memerlukan harta untuk kebutuhan hidup, tapi bukan berarti harus mendewakan harta." Untuk terakhir kalinya Geri mencoba menasehati Karmila, ia berharap pemikiran Karmila akan berubah. "Semoga Kamu bahagia. Aku titip Gema."

Dengan langkah kaki yang terseok Geri meninggalkan Karmila yang meraung memintanya untuk mencabut perkataannya. Namun Geri tetap bersikukuh pada keputusannya. Sebelum Karmila berubah, ia tidak akan pernah kembali pada Karmila.

Saat Geri membuka pintu yang tidak tertutup rapat, ia mematung mendapati Rigel yang entah sejak kapan mematung di sana. Matanya memerah, Geri melihat samar bekas air mata di pipi Rigel. Geri pun memejamkan matanya, 𝘈𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢𝘯𝘺𝘢? 𝘉𝘦𝘯𝘢𝘬 𝘎𝘦𝘳𝘪.

Tidak perlu bertanya, Geri sudah menemukan jawabannya dari sorot mata Rigel yang memancarkan amarah dan luka yang mendalam, Rigel pasti mendengar semua ucapan Karmila.

"Rigel---"

"Ini semua karena Gema, kakak membunuh Mommy dan Daddy-ku."

Geri menggelengkan kepalanya, ia ingin menjelaskan jika semua yang terjadi tidak ada hubungannya dengan Gema. Karena dirinya yang tidak bisa memberikan kemewahan pada Karmila, membuat Karmila gelap mata dan menghalalkan segala cara.

Namun Rigel tetap pada pemikirannya, Gema lah yang menjadi penyebabnya. Karena ingin memberikan kemewahan pada Gema, Karmila merampas semua miliknya tak bersisa.

Sejak saat itu Rigel memutuskan untuk hidup mandiri. Ia tidak mengatakan apa pun pada Karmila, termasuk tentang kebusukan Karmila yang sudah ia ketahui. Rigel tetap bungkam, ia menunggu waktu yang tepat untuk membongkar semua kejahatan Karmila. Rigel akan mencari bukti lainnya untuk menjebloskan Karmila ke dalam penjara.

Karmila awalnya merasa janggal dengan permintaan Rigel yang tiba-tiba ingin pergi, namun setelah dipikirkan lagi, kepergian Rigel justru sangat menguntungkan untuknya. Ia tidak perlu susah-susah untuk mengusir adiknya itu.

Sampai saat ini Karmila tidak mengetahui jika Rigel sudah mengetahui semua fakta yang ia sembunyikan selama ini. Yang ia tahu Rigel tinggal di Bandung, menempati rumah kakek dan neneknya yang sudah meninggal. Hanya itu.

...----------------...

"Apa ini sudah saatnya?"

Rigel mengusap sudut matanya yang berair. Melihat Gema seolah membuka kembali luka lamanya yang masih menganga.

Rigel menghembuskan napasnya, tangannya menggenggam sesuatu yang mungkin bisa menghancurkan hidup Karmila dan Gema.

𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥

1
Saptyaning Rahayu
belva ketemu sama om duda
Risna Tanjung
sammaa,,, ternodai akoh nya thor😔🤭
Saptyaning Rahayu
kasihan Abel
Saptyaning Rahayu
mantap ayukk balas belva
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙤𝙘𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙧𝙣𝙮𝙖𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙟𝙤𝙨𝙤𝙝 𝙩𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙣𝙖.🤭
𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙖𝙨𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙩𝙝𝙤𝙣 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙖𝙟𝙖, 𝙖𝙠𝙝𝙞𝙧 𝙗𝙖𝙗𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙤𝙘𝙖𝙠 𝙡𝙜... 𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙙𝙥𝙩 𝙠𝙚𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙩𝙞𝙜𝙖 𝙮𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙙𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝𝙝 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙟𝙙 𝙗𝙪𝙢𝙚𝙧𝙖𝙣𝙜.😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙘𝙢 𝙟𝙖𝙣𝙟𝙞2 𝙙𝙤𝙖𝙣𝙜 𝙧𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙩𝙧𝙨 𝙙𝙞 𝙪𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙡𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙡𝙜, 𝙥𝙧𝙞𝙖 𝙨𝙚𝙟𝙖𝙩𝙞 𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙞 𝙥𝙖𝙨𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙙𝙧 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙖𝙬𝙖𝙡 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙣𝙜𝙚𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙚𝙢𝙤𝙨𝙞 𝙣 𝙜𝙖 𝙗𝙚𝙧𝙥𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙪𝙘𝙖𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙞𝙣 𝙆𝙖𝙡𝙚𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙪 𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙣𝙟𝙖𝙧𝙖𝙠𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠 𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙘𝙖𝙡𝙤𝙣 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙪 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙗, 𝙘𝙖𝙢𝙚𝙧 𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙙𝙖𝙠.😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙮𝙖 𝙖𝙢𝙥𝙪𝙪𝙣𝙣 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙗𝙞𝙨𝙠𝙪𝙞𝙩 𝙤𝙩𝙖𝙠𝙢𝙪 𝙩𝙧𝙚𝙫𝙚𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙩𝙧𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜2 𝙙𝙪𝙙𝙖... 𝙝𝙖𝙡𝙖𝙡𝙞𝙣 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙡𝙖𝙝.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙮𝙖 𝙑𝙖𝙣𝙙𝙚𝙧, 𝙗𝙤𝙨 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜2 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙠𝙚𝙧𝙚𝙥𝙤𝙩𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙨𝙚𝙧𝙗𝙖 𝙗𝙨 𝙟𝙙 𝙖𝙥𝙖𝙥𝙪𝙣😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝, 𝙇𝙤𝙫𝙞𝙧𝙖 𝙖𝙥𝙖 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙪𝙧𝙪𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙞𝙣𝙙𝙖𝙠 𝙇𝙖𝙣𝙙 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙁𝙖𝙧𝙚𝙨 𝙜𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙖𝙠𝙞𝙣 𝙟𝙖𝙪𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙠 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙡𝙚𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙙𝙪𝙝 𝙤𝙢𝙖 𝙍𝙚𝙣𝙖 𝙠𝙖𝙜𝙚𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙣𝙜𝙖𝙠𝙖𝙠.😄😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙇𝙤𝙫𝙞𝙧𝙖 𝙜𝙖 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠2 𝙠𝙖𝙢𝙪, 𝙁𝙖𝙧𝙚𝙨 𝙟𝙜 𝙜𝙖 𝙢𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙖𝙥𝙖 𝙙𝙞𝙖 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙣𝙮𝙖𝙧𝙞 𝙙𝙪𝙞𝙩 𝙙𝙧 𝙥𝙚𝙧𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖𝙖𝙣 𝙊𝙡𝙖𝙣𝙙 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙪 𝙧𝙪𝙨𝙖𝙠 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙥𝙤𝙣𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙧 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙮𝙜 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞𝙢𝙪 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙧𝙞𝙯𝙠𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙟𝙚𝙣𝙜 𝙟𝙚𝙣𝙜 𝙟𝙚𝙣𝙜.. 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙮𝙚𝙥𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙞𝙧𝙞𝙥 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙊𝙡𝙖𝙣 𝙠𝙧𝙣 𝙇𝙤𝙧𝙖 𝙖𝙣𝙖𝙠𝙢𝙪.
𝙩𝙥 𝙠𝙤𝙠 𝙣𝙖𝙢𝙖 𝙇𝙤𝙧𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙠 𝙢𝙞𝙧𝙞𝙥 𝙟𝙜 𝙢𝙚𝙧𝙚𝙥𝙚𝙩 𝙠𝙚 𝙍𝙤𝙡𝙖𝙣𝙙.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖 𝙤𝙩𝙖𝙠 𝙥𝙞𝙘𝙞𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙤𝙗𝙖𝙩, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙨𝙞𝙡𝙖𝙥𝙤𝙧𝙞𝙣 𝙠𝙚 𝙥𝙤𝙡𝙞𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖 𝙨𝙤𝙢𝙗𝙤𝙣𝙜 𝙩𝙧𝙨 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙙𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙨𝙞 𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖.
𝙊𝙩𝙖𝙠 𝙬𝙖𝙣𝙞𝙩𝙖 𝙢𝙚𝙢𝙤𝙧𝙮𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙪𝙖𝙩 𝙍𝙞𝙜𝙚𝙡 𝙟𝙙 𝙢𝙖𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙝𝙣𝙥𝙪𝙣 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙮𝙜 𝙢𝙚𝙥𝙚𝙩 𝙨𝙖𝙢𝙗𝙪𝙣𝙜 𝙠𝙚 𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙨𝙞𝙩𝙪 𝙮𝙖 𝙙𝙞 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜..😄😄
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙉𝙤 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣 𝙡𝙖𝙝 𝙣𝙮𝙞𝙢𝙖𝙠 𝙖𝙟𝙖.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙆𝙖𝙢𝙞𝙡𝙖 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙖𝙣𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙩𝙥 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙣𝙜𝙪𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖𝙣𝙮𝙖..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!