Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melamar
Sejak saat itu, hubungan keduanya makin dekat. hingga mereka pun menjalin hubungan karena sudah merasa cocok. Hana pun sudah tak merasa kesepian lagi, lantaran rangga selalu ada untuknya
" Hana, apa malam ini kau ada waktu? aku ingin mengajakmu makan malam" ucap Rangga
" Benarkah? tapi kita akan makan di mana?"
" Aku akan membawamu ke tempat yang sangat indah"
" Baiklah, aku mau" jawabnya
" Oke, malam nanti aku akan menjemputmu" ucap rangga
" Ya, aku akan bersiap" jawabnya tersenyum
Malam pun tiba, dengan penampilan sederhana, Hana pun menunggu kedatangan Rangga. senyumnya langsung merekah begitu melihat rangga datang dengan mobil sewaannya
" Silakan masuk tuan Putri" ucap Rangga sembari melebarkan tangan kanannya dan tangan kirinya membuka pintu mobil
" Terima kasih" jawab Hana tersipu malu
" Apa gak masalah jika penampilanku seperti ini?" tanya Hana tak percaya diri dengan penampilan sederhananya, dia takut akan membuat Rangga malu
" Ada apa dengan penampilanmu? Kamu cantik, aku suka" jawab Rangga
" Benarkah?"
" Iya Hana, aku suka kau apa adanya" jawabnya sekali lagi meyakinkan hana
Mendengar jawaban Rangga, membuat Hana bahagia. wajahnya terlihat merah merona
Tak lama, mereka pun tiba di salah satu restoran pinggir laut. meja pesanan Rangga sudah dihiasi bunga yang sangat indah, alunan musik romantis menyambut mereka
" Kamu menyiapkan semua ini Rangga?" Tanya Hana sedikit terkejut
" Iya, aku sengaja melakukannya untukmu. Silakan duduk" ucap Rangga mengeluarkan kursi untuk Hana
" Aku jadi tidak enak padamu"
" Tidak apa-apa, jangan merasa tidak enak. aku ini kekasihmu, jadi aku mau melihatmu bahagia, Hana" jawab Rangga yang kini ikut duduk di depan hana
" Terima kasih kamu sudah terlalu baik padaku" ucap Hana merasa terharu
Tak lama pesanan mereka pun tiba. dua piring steak, lobster, salad, dan berbagai buah-buahan
" Banyak sekali pesananmu, apa kamu mampu menghabiskannya?" ucap Hana
" Aku dengar wanita sangat suka makanan lezat. jadi aku sengaja memesan semua ini. apa kau tak suka?"
" Tidak, bukan begitu maksudku?"
" Iya aku tahu, sekarang nikmatilah" ucapnya sembari menyuapi hana sepotong steak
Setelah mereka merasa cukup kenyang, Rangga menepuk tangan dan dua orang pelayan datang kemudian membersihkan meja mereka. Tak lama, pelayan yang lain menyusul membawa dessert dan nampan yang berisi sekotak cincin berlian
Rangga berdiri mengambil cincin itu dan kemudian berlutut di depan Hana. melihat itu, Hana sangat terkejut dan sedikit malu karena mendapat perhatian dari para pengunjung lain
" Apa yang kau lakukan?" Bisiknya
" Hana maukah kau menjadi istriku?" ucap Rangga menyodorkan cincin pada hana
" Rangga, jangan seperti ini. aku sangat malu" Hana kembali berbisik
" Aku tidak akan bangun sebelum kau menjawabnya" ucap rangga
" Iya, tapi tidak mesti begini" ucapnya tapi Rangga tidak bergeming dan masih saja dengan posisinya
" Baiklah, aku mau jadi istrimu. jadi tolong bangunlah" pinta hana
" Benarkah kau menerima lamaranku?" Tanya Rangga terlihat sangat bahagia
" Iya, sudah ayo berdiri. aku malu jadi perhatian orang" ucap hana
" Terima kasih Hana" ucapnya memeluk Hana sehingga semua pengunjung memberi tepuk tangan
Kabar bahagia itu tak pernah hana beritahu pada ayahnya. dia memang sengaja ingin mengatakannya secara langsung saat ayahnya datang di hari kelulusannya nanti
********
Tak terasa setahun pun berlalu. Rinto segera berangkat ke Los angeles untuk menghadiri acara wisuda Hana. Dia sangat bangga pada putrinya, lantaran bisa lulus dengan nilai yang cukup baik
" Selamat ya nak, akhirnya kamu menyelesaikan pendidikanmu. Ayah sangat bangga padamu" ucap Rinto memeluk putrinya
" Terima kasih Ayah, ini semua berkat ayah" jawab Hana di dalam pelukan ayahnya
" Oh iya, siapa pria yang tadi bersamamu, nak?"
" Kebetulan ayah di sini, bagaimana kalau nanti malam kita makan di luar? aku juga sekalian akan mengenalkan Ayah pada pria yang tadi" ucap hana
" Baiklah jika itu maumu, nak. Ayah ikut saja"
" Terima kasih Ayah" ucap Hana segera menghubungi Rangga
Malam pun, tiba Hana dan ayahnya sudah berada di salah satu restoran terkenal. di sana mereka sedang menunggu kedatangan Rangga, nampak raut kecemasan di wajah Hana
" Tenanglah nak, Ayah yakin dia pasti akan datang" ucap Rinto menenangkan putrinya yang sedari tadi menatap ke arah pintu
" Maafkan aku, Ayah. mungkin dia sedang mengurus sesuatu yang lain"
Baru saja selesai bicara, sosok Rangga pun muncul dengan bernampilan yang rapi, dia tersenyum pada Hana
" Maaf membuatmu menunggu lama" ucapnya penuh penyesalan
" Tidak apa-apa, aku dan ayahku baru saja tiba" jawab Hana sedikit berbohong
" Selamat malam Om, maaf membuat Anda menunggu" ucap Rangga kembali
" Tidak masalah, ayo silakan duduk" pinta pak Rinto
" Terima kasih, om"
Rinto menatap wajah anaknya yang terlihat sangat bahagia ketika rangga duduk di sampingnya. Dia pun tersenyum melihat tingkah putrinya
" Sayang, siapa teman kamu ini?" tanya Pak Rinto
" Ayah, kenalkan ini Rangga. Rangga kenalkan ini ayahku" ucap Hana
" Saya Rangga, om. salam kenal" ucap Rangga
" Ada hubungan apa kau dengan putriku?" tanya rinto menatap setiap gerak-gerik Rangga. dia melihat ada rasa gugup yang sedang melanda nya
" Maaf om, saya kekasih Hana" jawabnya gugup
" Benarkah? apa kau mencintai putriku?"
" Iya Om, aku sangat mencintainya"
" Ayah, sebenarnya Rangga sudah melamarku. Maaf aku sengaja tidak memberitahu ayah, karena memang aku menunggu saat ini" ucap hana
" Lalu? Apa rencana kalian?" tanya Rinto setelah menatap keduanya beberapa saat
" Aku ingin menikahi Hana, tapi aku minta waktu karena aku juga harus menjalankan perusahaan kecil yang diwariskan keluargaku. Mungkin setelah aku sukses, aku akan segera menikahi Putri anda" ucap Rangga
" Baiklah kalau kamu memang serius, buktikan dengan kerja keras dan keberhasilan. jika perusahaan kecilmu bisa naik, maka aku merestui hubungan kalian" jawab Rinto tegas
" Terima kasih Om, saya janji akan membuktikan pada anda" jawab Rangga tersenyum bahagia
Setelah pertemuan itu selesai, mereka pun pulang. sepanjang perjalanan, Hana nampak sangat bahagia. senyum tak henti terukir di bibirnya
" Apa kau senang itu, nak?" Tanya pak Rinto
" Iya ayah, aku senang karena ayah memberi kesempatan pada Rangga" jawabnya tersenyum
" Apa kau mencintainya?"
" Iya Ayah, Rangga adalah orang baik, dia juga pintar. dia yang selalu ada untukku di sini, dia selalu memberiku perhatian ayah" ucap hana
" Ayah senang kalau memang dia pria yang baik, tapi ingat mulai saat ini kamu adalah pemilik perusahaan Santoso. begitu kita kembali ke Indonesia, ayah akan membawamu langsung ke perusahaan"
" Iya Ayah" jawabnya tersenyum dan memeluk lengan ayahnya sembari menyandarkan kepalanya
Seminggu pun berlalu, Rinto dan Hana kini tiba di Indonesia. hari itu juga mereka. Segera ke perusahaan, Rinto meminta semua untuk berkumpul
" Hari ini putriku akan mengantikan posisiku sebagai pemimpin perusahaan kita. Aku harap kalian bisa membantu putriku dalam hal apapun. Aku yakin dia tidak akan mengecewakan kalian semua" ucap Rinto dan diikuti suara tepuk tangan oleh semuanya
" Nak, ini adalah ruanganmu sekarang, Ayah titipkan perusahaan ini padamu" Ucap pak Rinto setelah membawa putrinya ke ruangan yang cukup besar
" Ayah jangan bicara seperti itu, Pokoknya Ayah tenang saja, aku akan selalu menjaga perusahaan yang Ayah bangun kembali dengan susah payah"
" Terima kasih nak, Ayah percaya padamu" ucap pak Rinto yakin pada hana
******
Kini Hana telah menjadi pemimpin perusahaan. setiap hari dia semakin sibuk. dengan penampilan yang sederhana dan kecamatan yang masih melekat di wajahnya. tak banyak yang menyangka, jika dia adalah pemimpin perusahaan
Siang itu Dania, sekretarisnya. mengatakan jika seorang wanita yang bernama Vira ingin menemuinya. dengan wajah yang bahagia, Hana pun meminta Dania untuk membiarkannya masuk
" Hana, aku sangat merindukanmu ucap" Vira begitu masuk ke dalam ruangan
" Kemana saja kamu? kenapa baru muncul sekarang?" Tanya Hana memeluk sahabatnya
" Maaf, aku sangat sibuk. oh iya selamat ya karena kamu sudah jadi pemimpin sekarang" ucap Vira memberikan sebuket bunga padanya
" Iya makasih, ya" jawabnya menerima bunga pemberian sahabatnya
" Gimana keadaan papamu?" Tanya Hana melangkah ke sofa
" Papaku sudah membaik dan sudah kembali ke perusahaan" jawabnya mengikuti langkah Hana ke sofa
" Syukurlah kalau begitu, aku turut senang mendengarnya"
" Aku dengar Rangga sudah melamarmu, benarkah?" Tanya vira
" Iya, itu memang benar. tapi dari mana kamu tahu?" Tanyanya sedikit heran
" Sebenarnya aku baru saja ke rumahmu. tapi di sana hanya ada ayah, dan ayah bertanya apa aku mengenal Rangga? lalu Ayah mengatakan kalau Rangga sudah melamarmu dan aku juga dengar kabar posisimu sekarang dari ayah" jawab vira
" Aku memang ingin memberitahumu tentang kabar itu, tapi nomormu gak bisa dihubungi" ucap Hana dengan wajah cemberutnya
" Hehehe.. maaf, aku memang sempat kehilangan ponsel" jawabnya tertawa
" Lalu gimana? Kapan kalian rencananya akan menikah?" Tanya Vira lagi
" Ayah masih menunggu Rangga untuk sukses. sebenarnya perusahaannya masih kecil, jadi dia masih meminta waktu untuk membuat perusahaannya dikenal orang. jika sudah begitu, maka ayah akan mengizinkan kami menikah" jawabnya
" Lalu di mana dia sekarang? Apa dia sudah kembali ke Indonesia?" Tanya Vira lagi
" Iya. dan dia memintaku untuk menunggu sebentar lagi, dia mengusahakan agar perusahaannya segera naik agar kami bisa segera menikah"
" Aku boleh minta kontaknya? bukan apa-apa, dia kan temanku juga. apalagi kalian akan menikah, jadi gak ada salahnya, kan?"
" Santai aja lah" jawab hana
" Ya udah kalau begitu, aku harus pergi, karena ada urusan lain. nanti lain kali kita makan bareng, ya. Dan ingat, hubungi aku" ucap Vira
" Iya bawel" ucap hana begitu vira beranjak Pergi