NovelToon NovelToon
ASTRALAKSANA

ASTRALAKSANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy
Popularitas:200
Nilai: 5
Nama Author: Im Astiyy_12

Sedikit tentang Arderos, geng motor dengan 172 kepala di dalamnya. Geng yang menjunjung tinggi solidaritas, pertemanan, dan persaudaraan di atas segalanya. Sama seperti slogan mereka yang berbunyi "Life in solidarity, solidarity for life." Kuat dan tangguh itulah mereka. Selain itu makna logo Arderos juga tak kalah keren dari slogannya.

• Sayap, yang memiliki simbol kebebasan, kekuatan, dan kecepatan. Bisa juga mewakili perlindungan atau penjagaan.
• Pedang, simbol kekuatan, keberanian, dan ketegasan.

Semua elemen itu saling melengkapi, dan tak akan lengkap jika salah satunya hilang. Sama halnya dengan Arderos yang tidak akan lengkap jika tak bersama.

"Solidaritas tanpa syarat, persaudaraan tanpa batas!"

"Riding bebas, tapi jangan kebablasan!"

Dengan lima pilar utama yang menjadikan pondasi itu kokoh. Guna mempertahankan rumah mereka dari segala macam badai.

Akankah lima pilar itu bisa bertahan hingga akhir tanpa luka atau kehilangan?.

~novel yang ku pindah dari wp ke sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Im Astiyy_12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belenggu!

THE ETERNALLY; our home

Banyak typo bertebaran :)

Happy reading....

...Nyatanya, bulan yang terlihat sangat dekat, begitu jauh untuk digapai....

.......

........

.........

...--The Eternally our home--...

Baku hantam terjadi malam ini, setelah mendapatkan banyak laporan yang membuat warga resah akhirnya Arderos turun tangan menangani masalah ini.

Jalanan padat dengan pedagang kaki lima yang berjuang mengais rezeki, untuk menghidupi anak dan istri mereka di rumah. Menjadi sasaran empuk bagi para gangster itu.

Para pedagang kaki lima itu hanya bisa berdoa agar dagangan mereka tidak hancur saat dua kubu itu saling menyerang.

Suara hantaman terdengar memenuhi Indra pendengaran, lampu-lampu jalan menemani setiap pukulan keadilan yang ingin para pemuda itu tegakkan.

Anggota Carzeon mulai kewalahan menghadapi serangan membabi buta para anggota Arderos, begitu juga dengan sang ketua yang sebentar lagi akan tumbang di bawah kaki Astra.

Dan dengan lihainya Astra menghindari pukulan serta tendangan dari Lion, dia tak bisa meremehkan kekuatan Lion karena level bela diri mereka berada di tingkat yang sama.

Sesekali dia terkena bogeman dari Lion, namun tak dapat mengurangi ketampanan seorang Astra, justru semakin tampan dengan wajah bonyok seperti itu.

Bumi juga melawan beberapa anak Carzeon, meskipun tak segesit Astra tapi strategi nya sangat matang, sehingga wajahnya tak terlalu bonyok.

Begitu juga dengan anggota lainnya, mereka mengerahkan seluruh tenaganya untuk melawan Carzeon. Sebisa mungkin mereka tak menimbulkan kerusakan pada gerobak-gerobak para pedagang.

Namun itu cukup sulit, sudah ada dua gerobak yang rusak karena ulah Carzeon.

Bughh!!

Brakk!!!

Astra membanting tubuh Lion ke aspal, membuat sang empu tak dapat bangkit lagi, "PERGI KALIAN SEMUA!! " seru nya mengusir gangster itu.

"Tunggu Astra! Gue bakal bales lo berkali-kali lipat dari yang lo perbuat ke gue sialan!! " ujar Lion dengan api kebencian yang sangat kentara di matanya.

Astra tak peduli, dia langsung menghampiri para anggotanya. "Jaya, lo total semua kerugian mereka." perintah nya langsung di laksanakan oleh Jaya.

Para pedagang kaki lima yang semula bersembunyi, kini mulai keluar satu-persatu.

"Nak Astra terimakasih, karena kalian kami bisa berjualan dengan tenang di sini." ujar salah satu pedagang yang memaki topi serta handuk kecil di pundaknya.

Astra mengangguk, "Untuk semua kerugian akan di urus oleh teman saya."

"Terimakasih nak Astra dan lainnya terimakasih." ujar yang lainnya tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih kepada para pemuda itu.

"Kami senang bisa membantu kalian," timpal Satya yang sedari tadi hanyalah diam.

Bukan hanya sekali atau dua kali para pemuda ini membantu pedagang kecil seperti mereka, namun sudah berkali-kali. Meski bukan sepenuhnya salah mereka, mereka tetap bertanggung jawab atas semua kerusakannya.

Setelah membereskan segala kerusakan dan mengganti rugi, Semua anggota Arderos meninggalkan tempat itu.

...~The Eternally; our home~...

Seorang gadis cantik duduk dengan tenang sembari menatap air mancur di hadapannya.

Gadis cantik dengan Piyama pink bergambar strawberry serta switer di pundaknya dengan warna senada.

Dorr!

"AAAAAA! "

"Ngapain Lo disini malam-malam?" tanyanya, lalu duduk di samping gadis itu.

"Ck! Lo ngagetin gue Astra! " serunya.

Astra menatap gadis itu tak percaya, "Wahh, wahh, lo panggil gue Astra?"

"Iya lah itu kan nama lo."

Astra memiting leher gadis cantik itu, membuatnya kesulitan bernafas. Dia memberontak menepuk-nepuk lengan Astra untuk dilepaskan. "Iya, ya, Bang Astra yang cekep nya nggak ada obat, lepasin adek nya yah, Calya nggak bisa nafas abangg!" serunya.

Astra tertawa lalu melepaskan lengannya dari leher adiknya.

"Abang dari mana si, jam segini baru balik?" tanya Calya tanpa memperhatikan wajah abangnya.

Tangan Astra tergerak mengacak rambut adiknya, "Main lah dek, kemana lagi."

"Calya kesepian tau bang," adunya, kini dia menatap wajah abangnya.

"Kesepian kenapa? Kan ada Kirana terus bang Lintang."

"Kirana kerja part time, kalo bang Lintang sibuk belajar."

"Muka Abang kenapa?" sambungnya baru menyadari kalau wajah tampan abangnya bonyok.

"Biasa lah, urusan cowok" balasnya.

Calya hanya menggulirkan matanya malas, sudah sering abangnya pulang dengan keadaan seperti ini. "Mau Calya obatin?"

"Udah di obatin Arka tadi di markas."

"Sana masuk, nggak baik angin malam." perintah Astra, dengan patuh Calya masuk kedalam rumah.

Kini Astra hanya duduk sendirian di bangku itu, angin malam semakin dingin namun terhalang dengan jaket yang dia kenakan.

Suara gemericik air mancur membuatnya tenang, serta bulan yang bersinar begitu indah di tengah-tengah gelapnya langit malam.

"Belum tidur? "

Astra yang tengah mendongakkan kepalanya menatap langit menoleh ke belakang, tanpa ada niat menjawab pertanyaan tersebut.

"Wajah lo kenapa? " tanyanya lagi, kini dia duduk di samping Astra.

"Bukan urusan Lo!"

"Sa, lo kenapa si? Gue kangen lo yang dulu." ujarnya lirih.

Astra diam seolah tak peduli dengan kehadiran Lintang, netra hitam legamnya menatap datar air mancur yang berada di depannya.

"Gue kangen Lo yang selalu ceria, Lo yang selalu ingetin gue minum obat, istirahat, gue kangen itu Sa, mana adik gue yang dulu? " ungkapnya dengan sendu.

Astra tertawa hambar, "Terus, gue harus gimana bangsat? "

"Gue mau Lo balik kayak dulu."

"Ngga bisa."

"Kenapa? Lo pasti bisa kalo mau usaha,"

"Astra yang dulu udah mati! "

"Nggak! Lo harus berubah! "

Astra menatap tajam sang kembaran, "Kenapa lo maksa! "

"Gue cuma mau yang terbaik buat lo,"

Astra terkekeh, dia tak habis pikir dengan pemikiran kembarannya ini, "Kebaikan gue? Gue bahkan udah capek hidup, jadi Lo nggak perlu sok peduli tentang hidup gue! " tekannya lalu pergi dari sana meninggalkan Lintang sendirian.

"Kita sama-sama hidup dalam tekanan Sa, bedanya gue nggak bisa ngelawan kayak lo." lirihnya, dadanya terasa sesak.

Tekanan dari orang tuanya membuatnya terbelenggu, tak bisa lari ataupun memberontak. Dia terkurung dengan semua ekspektasi orang tuanya.

...~The Eternally; our home~...

Seperti biasa Astra berangkat ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu, karena Astra memang tak biasa sarapan. Kali ini dia berangkat lebih pagi dari biasanya.

Sedari neneknya meninggal tak pernah ada lagi yang mengingatkannya untuk makan apalagi sarapan.

Astra melangkahkan kakinya menuruni tangga, pemandangan yang ia lihat pertama kali adalah keharmonisan keluarganya.

"Bang sarapan dulu," ujar Calya mengajak abangnya itu sarapan.

Astra menatap adiknya sebentar, "Gue sarapan di sekolah," balasnya lalu keluar begitu saja dari sana.

Di luar, motor kesayangannya sudah si panaskan oleh Mang Yanto penjaga gerbang Altarich.

"Den Astra mau berangkat?"

"Iya mang, Astra berangkat dulu." pamitnya lalu melesatkan motornya melintasi gerbang.

Astra menepikan motornya di trotoar, dia melihat seorang anak kecil yang tengah berdagang membawa banyak roti di dalam plastik besar itu.

"Berapa dek, harganya?" tanya Astra menghampiri anak kecil tersebut.

"Harganya 4rb kak satu bungkus, kakak mau beli?"

"Iya, kaka borong semua, totalnya berapa?"

Anak kecil itu nampak sedikit kebingungan, "E-emm, nggak tau kak."

Astra mengeluarkan lima lembar uang merah dari dalam dompetnya, "Cukup?"

Anak kecil itu mengangguk dengan antusias, "Cukup kak, terimakasih."

"Nama kamu siapa?" tanyanya lagi, kini mereka duduk di kursi pinggir jalan.

"Raka kak,"

"Kamu nggak sekolah?"

"Lagi libur kak, ngerawat mama lagi sakit."

Hati Astra sedikit menghangat, anak sekecil ini sudah bergelut dengan kejamnya dunia.

Kejam? Kadang kita terlalu sibuk menyalahkan dunia, dunia yang tak adil, dunia yang kejam, dan dunia yang menyebalkan. Hingga lupa bagaimanapun caranya bersyukur.

...~TBC~...

...Jangan lupa bahagia :)...

...Seberat apapun masalah kalian, jangan lupa bersyukur....

...Self love 🤗...

1
KHAI SENPAI
sok cantik 😭
Nischaaa_
lu belum muncul lu bukan ubi kan??!
Nischaaa_: biasa ... trauma
total 2 replies
Nischaaa_
Gue kira Taehyun ternyata Soobin tohhh😭
ChocoMint!: samaaa aku jugaaaa😭
total 3 replies
Nischaaa_
astaga ... Sagara dan Aksara. Dua nama itu ....
Nischaaa_
INI NYELEKIT NYA YANG LANGSUNG BIKIN SEMUA BADAN GUE MERINDING ANJING😭
Nischaaa_: ohh enggak-enggak, aku cuma iya sedikit ... hehe, tapi aku memaklumi jika sudah lulus kontrak
total 6 replies
Nischaaa_
suka banget narasi kamu 😭
ChocoMint!: terimakasih, aku seneng dengernya 😭💞
total 1 replies
Nischaaa_
namanya agak sulit dibaca yah ...
ChocoMint!: kalo sering di baca pasti nanti terbiasa, mudah kok😊🙄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!