NovelToon NovelToon
Suicidal Project

Suicidal Project

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kencan Online / Tamat
Popularitas:268
Nilai: 5
Nama Author: lilbonpcs

Buku ini gua tulis sebagai perwujudan eksistensional gua di dunia ini. Karena gua pikir, sebelum gua mati, gua harus ninggalin sesuatu. Untuk bilang ke orang² yang baca buku gua ini: "Ini gua pernah hidup di dunia, dan gua juga punya cerita." Pada dasarnya, buku ini berisi rangkuman hal² penting yang terjadi dalam hidup gua, yang coba gua ingat² kembali, gua gali kembali, di tengah kondisi gua yang sulit mengingat segala hal yang rumit. Juga, kalau² kelak nanti gua lupa dengan semua hal yang tertulis di buku ini, dan gua baca ulang, terus gua bisa bilang: "Oh... ternyata gua pernah begini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilbonpcs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bank

Gua akhirnya diterima kerja, setelah sekitar 2 bulan menganggur. Sebagai account officer di suatu bank perkreditan swasta. Tugas gua, sesimple cari nasabah dan mengelolanya. Yup, simple...

Untuk orang ekstrovert, but buat gua yang introvert ini, ini menjadi tantangan tersendiri. Awalnya gua benar² enggak yakin dengan pekerjaan gua ini, tapi gua udah terlanjur masuk, sudah terlanjur basah.

Sementara itu aturannya cukup simpel, dapetin minimal 30 nasabah baru, selama kurang lebih 6 bulan, dan akan diangkat jadi karyawan tetap, sementara kalau enggak bisa, akan langsung dipecat. Karena syarat ini, gua jadi bener² lupain sepenuhnya perkara romansa dalam hidup gua. Gua bener² fokus urusan pekerjaan. Karena gua enggak mau dipecat dan nganggur lagi.

Jadi selama bekerja di bank, gua tinggal di mess, jadi emang gua jarang banget pulang ke mess. Bahkan ketika libur, gua memilih tetap di mess, dan tanpa gua ketahui, Ning beberapa kali ke rumah, nyariin gua. Ini gua tahu juga dari nyokap gua.

Gua sengaja mengganti nomer handphone gua, biar baik Ning maupun Sari enggak bisa ngehubungin gua lagi. But, gua cukup kaget, pas tahu Ning sampai nyariin gua ke rumah. Sekarang gua baru sadar, setulus itu dia sama gua.

But, waktu itu, gua yang brengsek ini, sama sekali enggak menyadari effort dari Ning, dan bersikap seolah segala hal yang gua laluin sama Ning, itu enggak pernah terjadi.

Kembali ke masalah pekerjaan gua...

Seorang introvert kek gua, terpaksa harus masuk ke mode ekstrovert biar gua bisa tetap bertahan di perusahaan ini. Jadi, gua putar otak cari cara buat ngedapetin nasabah pertama gua. Hampir gua menyerah, but mengingat sulitnya masuk ke perusahaan ini, gua pikir ulang.

Beberapa orang menganggap gua enggak cocok sama pekerjaan ini. Tapi, itu malah memacu adrenalin gua buat membuktikan kalau gua emang cocok di pekerjaan ini. Yup, dan berkat usaha mati²an yang gua lakuin, gua pecah telor... ah maksudnya, gua dapetin nasabah pertama gua. Enggak hanya itu, gua berhasil mencapai target di waktu yang lebih cepat, hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan, gua diangkat jadi karyawan tetap.

Karena gua makin tenggelam dalam pekerjaan gua, masalah romansa benar² gua lupain. SMS terakhir gua dengan Sari, gua putusin dia secara sepihak. Sejujurnya gua benar² lupa kenangan indah apa yang pernah gua laluin sama Sari, mungkin karena buat gua dulu, dia cuman pelengkap kebosanan aja.

Lalu dengan Ning, dia mati²an mengejar cinta gua. Ber-kali² dia nyariin gua di rumah, dan gua sengaja menghindari dia. Bener² pergi gitu aja. Mungkin sikap dia yang seperti itu, dulu ngebuat gua semakkn ilfeel sama dia. Padahal, kalau gua pikir lagi sekarang, enggak satu pun cewek yang bener² mencintai gua, sama kek Ning mencintai gua waktu itu. Tapi, gua sia²in...

Bekerja di bank, enggak ngebuat finansial gua stabil, atau bahkan ngebuat hidup gua jadi tenang. Enggak, gua benar² makin jatuh ke kegelapan hidup.

Jadi gini...

Tugas gua sebagai account officer, itu bukan cuman nyari nasabah, tapi juga nagih angsuran. Account officer, sebuah kata keren, yang sebenarnya enggak lebih dari tukang kredit.

Pengalaman yang bener² baru...

Dari pekerjaan ini, gua dapet satu ilmu yang enggak gua dapetin waktu gua sekolah, ilmu ngebaca manusia. Benar, ini bukan asal tebak, kek lagi judi main tebak²an benar atau salah. Ilmu yang gua dapetin dari lapangan, sebuah cara untuk menilai apakah orang itu berbohong, apakah orang itu tulus, atau apakah orang itu punya niatan buruk.

Sering gua temuin, manusia² dengan senyum ramah, baik sikapnya, bahkan terlihat bijak. Tapi, semua itu cuman topeng, topeng yang dia pakai untuk mengendalikan opini orang, dan memanipulasinya.

Ada juga, seorang yang memakai kemiskinannya, untuk membenarkan tindakan merugikan orang lain yang ia lakuin. Tipikal orang seperti ini, gua sangat benci, karena gua berasal dari latar belakang yang sama, kemiskinan.

Di pekerjaan ini gua juga belajar sesuatu: "Jangan pernah percaya, apa lagi bergantung pada manusia lain, kalau lu mau selamat."

Gua serius, dipekerjaan gua ini, gua enggak tahu kapan temen² sekantor gua akan nusuk gua dari belakang, atau bahkan nusuk dari depan secara terang²an.

Hal ini, sekali lagi ngebuat individualitas gua semakin tinggi...

Dan pada saat gua lagi di titik terpuruk, gua cuman bisa kembali ke Tuhan... ah enggak, bukan Tuhan, lebih tepatnya gua selalu mencari pembenaran di balik topeng agama. Karena pada titik inilah, gua mulai jatuh ke dosa fanatisme agama.

Semua ini muncul karena moralitas gua menolak sisi realistis diri gua. Sebagai seorang account officer, sering gua berada di titik dimana gua secara terpaksa, harus melakukan segala daya upaya, agar nasabah membayar angsuran pinjamannya, padahal gua tahu bahwa dia tidak berada di kapasitas sedang mampu untuk membayar.

Cara² kekerasan dan penipuan, demi agar gua memenuhi target pelunasan, gua lakuin. Ini pelan² mengikis moralitas gua sebagai manusia. Lalu gua merasa membutuhkan validasi, pembenaran atas apa yang gua lakuin, dengan berlindung di balik topeng agama.

Gua manusia munafik, gua orang itu...

Kefanatikan gua terhadap agama, makin men-jadi² pas gua kenalan sama seorang cewek pondok, seorang santriwati dari salah satu pondok pesantren yang cukup terkenal. Sebutlah namanya Nita.

Momen perkenalan kami, lewat suatu group diskusi randome di facebook. Cewek yang sama sekali enggak ngunggah foto di akun facebooknya, dengan foto profil bergambar bunga anggrek. Awalnya, gua enggak terlalu peduli, pada satu cewek ini. Tapi, tiap kali gua bikin postingan, itu cewek selalu menanggapinya dengan antusias.

Singkatnya, kebetulan waktu itu dia sedang pulang ke rumahnya. Yup, karena dia masih berstatus santriwati, dan seorang mahasiswi di salah satu kampus di kota gua. Rumahnya kebetulan dekat dengan mess gua. Kita janjian ketemuan.

Dia datang dengan adeknya, mereka berdua sama² memakai pakaian islami, dengan hijab yang menutupi bagian atas tubuhnya, dan sebuah cadar yang menutupi mukanya.

Awalnya gua agak kaget, karena dia sosok cewek Islami, sementara gua cowok Katolik yang sudah mulai masuk ke jurang fanatisme. Tapi, dipertemuan pertama kami, dia sama sekali enggak menyinggung masalah agama. Ini ngubah mainset gua tentang orang² bercadar, yang sebelum gua kenal sama Nita, gua pikir yang ada di otak mereka melulu soal agama aja.

Tapi, ini awalnya aja...

Faktanya, jauh lebih dalam dari itu. Persis kek yang gua bilang tadi, pemicu fanatisme agama gua itu adalah perkenalan gua dengan sosok cewek yang bernama Nita.

Yup...

Selanjutnya, gua akan ceritakan siapa itu Nita, dan bagaimana dia mempengaruhi kehidupan spiritualitas gua.

1
lilbonpcs
ehek
DavidTri
ini beneran kisah nyata atau cuma cerita di buat² bang? Walaupun gitu tetap semangat bang, bahkan Kita harus membayangkan Sisyphus bahagia. Sisyphus tahu hidupnya absurd mendorong batu ke puncak gunung, jatuh lagi, diulang selamanya.

Tidak ada tujuan akhir disana. Tidak ada hadiah menanti. Tapi justru saat dia menyadari absurditas itu dan tetap memilih untuk mendorong batu, di situlah kebebasannya muncul.

Bahkan dalam penderitaan, Sisyphus bahagia
bukan karena penderitaannya menyenangkan,
melainkan karena penderitaan itu tidak lagi menguasainya🔥
lilbonpcs: cerita nyata 😄 makasih loh dah komen,
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!