Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 14
Sudah beberapa hari ini Azelva tinggal di rumah utama keluarga Gavintara. Walaupun Azelva hanya berstatus sebagai ibu susu untuk Arlend, namun wanita cantik itu diperlakukan istimewa oleh sang majikan. Bahkan Kellano mengajarkan Arlend untuk memanggil wanita cantik itu dengan sebutan mama.
Tidak hanya oleh Kellano saja, Arjuna dan Yumna juga sangat menyayangi Azelva. Apalagi setelah mereka tahu apa yang menimpa rumah tangga Azelva, Yumna sangat geram dan mengutuk perbuatan suami Azelva dan juga selingkuhannya itu.
Yumna bahkan mendukung penuh keputusan Azelva untuk bercerai dari suaminya. Wanita paruh baya itu tidak rela, wanita baik seperti Azelva diperlakukan semena-mena oleh pria seperti Zidan.
"Waah... gantengnya cucu oma," Yumna menatap takjub pada Arlend yang berada dalam gendongan Azelva. Bayi tampan itu terlihat semakin gembul dan menggemaskan.
Yumna sangat bersyukur Azelva benar-benar merawat cucunya sepenuh hati, mencurahkan perhatiannya dan juga kasih sayangnya seperti pada putranya sendiri. Berkat Azelva juga, cucunya itu tidak kekurangan kasih sayang seorang ibu.
"Iya dong Oma, siapa dulu Omanya," ucap Azelva sambil menirukan suara anak kecil.
Keduanya tertawa lepas. Yumna mengambil alih Arlend dari Azelva. Lalu, wanita paruh baya itu mencium gemas pipi gembul cucunya.
"Kamu jadi pergi ke rumahmu hari ini, Sayang?" Tanya Yumna.
Wanita paruh baya itu sudah menganggap Azelva seperti putrinya sendiri. Apalagi setelah tahu Azelva adalah putri Shawn dan Zalyra. Pantas saja selama ini Yumna merasa familiar dengan wajah Azelva, ia baru tahu ternyata Azelva adalah putri semata wayang Zalyra, sahabatnya.
Padahal kala itu Yumna dan Arjuna datang ke pemakaman mendiang Zalyra, namun saat itu usia Azel masih kecil. Sedangkan, saat Shawn meninggal dunia, Yumna dan Arjuna tidak bisa hadir karena mereka sedang berada di luar negeri.
"Jadi, Tante. Azel ingin masalah Azel dengan Mas Zidan segera selesai," ucap wanita cantik itu.
Hari ini Azelva berencana untuk pergi ke rumahnya. Bukan untuk kembali tinggal di sana, tapi untuk mengakhiri hubungannya dengan Zidan. Azelva ingin segera terbebas dari pria pengkhianat itu.
"Kalau begitu, Kamu ke sana sama Kellan aja. Tante takut Kamu di apa-apain sama suami gilamu itu," ucap Yumna sedikit menggebu.
"Mom!" Tegur Arjuna. Pria paruh baya itu menatap tajam istrinya. Arjuna takut Azelva tersinggung oleh ucapan istrinya. Walau bagaimanapun Zidan masih suaminya Azelva.
"Gak apa-apa, Om. Dia memang suami gila," ucap Azelva dengan kekehan di akhir ucapannya.
Wanita cantik itu sama sekali tidak tersinggung. Walaupun perasaannya pada Zidan belum sepenuhnya hilang, tapi kekecewaannya pada suaminya itu terlalu besar, membuat rasa cintanya perlahan terkikis.
Sebelum Azelva tahu kebusukan Zidan, wanita cantik itu pernah jatuh cinta pada ketulusan Zidan. Walau bagaimanapun, Zidan adalah orang yang sudah mau menerimanya, mau menutupi aibnya di masa lalu. Jika bukan karena Zidan, mungkin Azelva akan menanggung malu seumur hidupnya.
"Kamu sudah siap, Zel?"
Kellano tiba-tiba muncul dengan setelan jasnya yang sudah rapi. Pria itu mencium putranya yang anteng dalam gendongan Mommy Yumna.
"Kamu mau antar Azel kan, Lan?" Tanya Mommy Yumna yang diangguki Kellano.
Setelah semuanya berkumpul, mereka pun sarapan dengan tenang. Tidak ada pembicaraan selama mereka menyantap makanan, hanya ada suara sendok dan garpu saling beradu yang memenuhi ruang makan saat ini. Bahkan Arlend pun nampak tenang dalam strollernya.
Beberapa menit kemudian, mereka selesai dengan sarapannya. Azelva pun pamit pada Yumna dan Arjuna. Namun saat Kellano bersiap untuk mengantar Azelva, tiba-tiba saja wanita cantik itu mengubah rencananya.
"Lan, aku pergi sendiri saja."
Ucapan Azelva itu berhasil menghentikan langkah Kellano. Pria itu menatap Azelva dengan dahi sedikit berkerut.
"Kenapa?" Tanya Kellano.
Hubungan Kellano dan Azelva sedikit mengalami kemajuan. Keduanya mulai intens berkomunikasi. Walaupun Kellano tahu, Azelva melakukan semua ini demi Arlend, tapi itu cukup membuat Kellano senang dengan perubahan Azelva saat ini.
"Aku tidak mau melibatkanmu dalam masalahku."
Azelva cukup tahu diri, Kellano sudah banyak membantunya. Azelva tidak ingin orang-orang beranggapan yang tidak-tidak padanya dan Kellano, yang nantinya akan berakibat buruk pada citra Kellano.
Apalagi jika Zidan tahu selama beberapa hari ini Azel tinggal di rumah Kellano. Walau bagaimanapun juga, status Azel masih istri Zidan. Apa yang akan Zidan pikirkan nantinya? Azelva tidak ingin Zidan memanfaatkan situasi ini untuk kembali menghinanya.
"Tapi Zel---"
"Aku mohon, aku tidak ingin dia semakin menghinaku," ucap Azel penuh permohonan.
"Jadi, selama ini dia selalu menghinamu?"
Bukannya menuruti permintaan Azel, Kellano justru semakin tidak ingin membiarkan Azelva pergi sendiri. Apalagi setelah mendengar ucapan Azelva, Kellano tidak terima jika Zidan menghina Azelva. Walaupun wanita cantik itu istrinya, tetap saja dia tidak berhak menghina Azelva.
"Bukan begitu, tapi---"
Azelva nyaris saja keceplosan, untung saja otaknya kembali sadar tepat waktu.
"Tapi apa?"
"Sudahlah, pokoknya ini urusanku. Aku mau pergi sendiri."
Setelah mengatakan itu, Azelva pergi meninggalkan Kellano yang masih mematung di tempatnya.
Hampir saja aku mengatakan, Mas Zidan menghinaku gara-gara dia, gumam Azelva dalam hati.
...----------------...
"Mas, kenapa Kamu buru-buru?" Tanya Venya. Wanita itu menghentikan langkah Zidan yang terburu-buru keluar dari rumah.
"Aku ada meeting hari ini, Sayang."
Zidan hanya beralasan saja, sebenarnya pria itu buru-buru pergi setelah asistennya mengatakan sudah menemukan keberadaan Azelva saat ini.
"Meeting apa? Kok aku gak tahu?" Tanya wanita itu sambil mengernyitkan keningnya.
Sial, kenapa aku bisa lupa. Venya kan sekertaris ku sekarang, batin Zidan. Pria itu merutuki kebodohannya.
Sejak Azelva mengetahui hubungan mereka, Venya yang sebelumnya hanya staf biasa di perusahaan itu, wanita itu menuntut untuk menjadi sekertaris Zidan, supaya dia bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan Zidan tanpa dicurigai oleh karyawan lain.
Padahal seluruh karyawan Shawn Land sudah mengetahui desas-desus perselingkuhan mereka. Saat pertengkaran hari itu, mereka melihat dengan jelas Zidan yang menggendong Venya keluar dari kantor. Sementara Azelva dibiarkan terkapar di ruangan itu dalam keadaan pendarahan.
"Bukan meeting penting juga sebenarnya, aku dan Fatur ingin membicarakan soal tender Gavintara Corp."
Zidan tidak ingin Venya tahu jika dia sebenarnya ingin membicarakan soal Azelva. Jika Venya tahu, wanita itu pasti akan kembali rusuh dan membuatnya sakit kepala.
"Tapi ini masih pagi, Mas. Apa Kamu tidak merindukanku?"
Venya bergelayut manja di lengan Zidan. Beberapa hari ini keduanya tidak melakukan hubungan suami istri, karena insiden keguguran waktu itu. Kini kondisi Venya sudah kembali membaik, dan dia merindukan sentuhan Zidan.
Awalnya Zidan ingin menolak godaan Venya itu, namun tubuhnya tidak bisa berbohong. Zidan pun sangat merindukan sentuhan Venya yang selalu membuatnya puas.
Keduanya mulai saling melumat dan memagut. Tangan mereka sama-sama bergerak mencari kepuasan. Keduanya tidak peduli walaupun saat ini berada di ruang tamu.
"Astaga menjijikkan!"
Brukkk
Awwssshhhh
Venya meringis karena Zidan tiba-tiba mendorongnya. Wanita itu mengepalkan tangannya lagi-lagi kehadiran istri Zidan mengganggu kesenangannya.
To be continued
bagus pak arjuna gercepdibandingin anaknya
ayo segera kita sambut si regina 👏
ayo Zola cepet cerita jgn byk mikir 🤣