NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: Surat Ancaman Tanpa Nama

​Sinar matahari pagi yang masuk melalui sela-sela tirai apartemen Kiara terasa seperti pisau yang menusuk mata Ryuga. Sang CEO terbangun dengan posisi leher kaku, namun hal pertama yang ia sadari bukanlah rasa sakit di tubuhnya, melainkan hilangnya beban hangat di bahunya.

​Kiara tidak ada di sampingnya.

​"Kiara?" suara Ryuga serak, khas orang baru bangun tidur.

​Ia melihat Kiara berdiri di dekat pintu, membelakanginya. Tubuh wanita itu tampak tegang. Di tangannya, selembar foto dan amplop coklat digenggam begitu erat hingga kertasnya melengkung.

​"Pak Ryuga, lihat ini," bisik Kiara tanpa menoleh.

​Ryuga berdiri, mengabaikan jasnya yang kusut, dan mendekat. Saat ia melihat foto tua itu foto ayahnya bersama ayah Kiara rahangnya mengeras. Kenangan pahit sepuluh tahun lalu seperti diputar ulang secara paksa.

​"Siapa yang mengirimnya?" tanya Ryuga, suaranya kembali dingin dan penuh otoritas.

​"Diselipkan di bawah pintu fajar tadi. Tidak ada cap pos, tidak ada nama," Kiara membalik foto itu, menunjukkan tulisan tinta merah yang menyeramkan: Waktu tidak menyembuhkan, ia hanya menyembunyikan.

​Brak!

​Dino terbangun karena kepalanya menghantam kaki meja saat mencoba merenggangkan tubuh. "Aduh! Siapa yang menaruh meja di atas kepalaku?"

​Ia mengerjap-kerjap, melihat Ryuga dan Kiara yang tampak sangat serius di depan pintu. Dino bangkit dengan rambut acak-acakan dan kaos yang miring. "Wah, pagi-pagi sudah ada drama? Apa Pak Bos Kulkas ketahuan selingkuh?"

​"Dino, lihat ini," Kiara menyodorkan foto itu.

​Dino mengambilnya, lalu mendadak wajah konyolnya berubah serius. Ia berlari ke arah komputernya tanpa mencuci muka. "Tunggu, aku pernah melihat latar belakang foto ini. Jam besar itu... itu bukan di Jakarta. Itu di gudang lama Dewangga di pesisir utara."

​"Kau yakin?" Ryuga mendekat, berdiri di belakang Dino.

​"Pak, jangan meragukan ingatan visual seorang fotografer profesional," Dino mendengus sambil mengetik cepat. "Tapi yang aneh bukan lokasinya. Lihat sudut kanan atas foto ini. Ada bayangan seseorang di pantulan kaca jam. Kalau aku enhance(memperbaiki) ..."

​Dino menekan beberapa tombol, dan layar monitor menunjukkan sosok pria dengan seragam keamanan Dewangga—wajah yang sangat dikenal oleh Ryuga.

​"Samsul? Kepala tim keamanan ku sekarang?" Ryuga mengepalkan tangannya. "Dia sudah bersama keluargaku sejak aku masih kecil."

​"Artinya, pengkhianat itu ada di dalam selimutmu sendiri, Pak Bos," Dino menoleh dengan wajah prihatin. "Dan sepertinya, dia baru saja memberitahu kita kalau dia tahu di mana kalian bersembunyi."

​~~~~

​Suasana apartemen yang sempit itu mendadak terasa menyesakkan. Kiara langsung menuju lemari kecilnya, mengambil sebuah tas taktis. "Kita tidak bisa di sini lebih lama lagi. Jika Samsul yang mengirim ini, dia tahu apartemen ini milik saya."

​"Kita ke gudang itu," ucap Ryuga mutlak.

​"Itu jebakan, Pak Ryuga!" protes Kiara.

​"Memang," Ryuga menatap Kiara dengan intensitas yang membuat wanita itu terdiam. "Tapi itu satu-satunya cara untuk menyeret naga itu keluar dari sarangnya. Aku bosan menjadi mangsa."

​Ryuga meraih tangan Kiara, mengusap bekas luka kecil di pergelangan tangannya yang ia obati semalam. "Kau bilang kau ingin membersihkan nama ayahmu, kan? Ini jalannya."

​Kiara menatap tangan Ryuga, lalu menatap matanya. Di tengah ancaman maut yang baru saja tiba di depan pintu, perasaan di antara mereka justru terasa memberikan kekuatan.

​"Dino, siapkan peralatan mu. Kita berangkat sekarang," perintah Kiara.

​"Siap, Kapten! Tapi tolong," Dino menyambar jaketnya, "kita naik mobil yang lebih manusiawi ya? Bokongku masih sakit kena jok motor bebek semalam!"

​Pukul 09.00 WIB

​Saat mereka keluar dari gedung apartemen, sebuah mobil hitam legam sudah menunggu di seberang jalan. Mesinnya menyala, namun kacanya gelap pekat. Ryuga menarik Kiara ke belakang tubuhnya, sementara Dino bersembunyi di balik tempat sampah.

​Ponsel Ryuga bergetar. Sebuah pesan dari nomor tak dikenal masuk:

"Langkah pertama yang bagus, Tuan Muda. Mari kita lihat seberapa cepat kau bisa lari dari kebenaran."

​Ryuga menatap mobil itu dengan pandangan membunuh. "Permainan baru saja dimulai, Kiara."

Bayangan di Kaca Spion

​Mobil hitam di seberang jalan itu tidak bergerak, hanya mesinnya yang menderu rendah, terdengar seperti geraman predator yang sedang bersantai. Ryuga tidak melepaskan cengkeramannya pada lengan Kiara. Ia bisa merasakan otot-otot Kiara menegang, siap untuk meledak dalam aksi kapan saja.

​"Dino, masuk ke dalam mobil bututmu. Ikuti kami dari jarak aman. Jika terjadi sesuatu, kau adalah mata kami," perintah Ryuga tanpa mengalihkan pandangan dari mobil misterius itu.

​"Hah? Pak Bos, mobilku itu kalau dipakai mengejar mobil sport bisa-bisa mesinnya copot di jalan!" protes Dino, namun ia tetap bergerak lincah menuju motor bebeknya memilih kendaraan yang paling lincah untuk menembus kemacetan Jakarta.

​Ryuga menarik Kiara menuju sebuah SUV sewaan yang sudah disiapkan Dino secara rahasia sejak subuh tadi. Begitu mereka masuk, Ryuga langsung mengunci pintu.

​"Pak Ryuga, Anda sadar kan kalau Samsul itu orang kepercayaan Anda?" Kiara bertanya sambil memasang sabuk pengaman dengan gerakan taktis. "Jika dia pengkhianatnya, maka seluruh sistem keamanan Dewangga Tower sudah jatuh ke tangan musuh."

​Ryuga terdiam sejenak, tangannya mencengkeram kemudi hingga buku jarinya memutih. "Dia adalah orang yang mengajariku cara menembak. Dia yang memegang payung di pemakaman orang tuaku. Jika dia benar-benar terlibat... aku sendiri yang akan memastikan dia tidak akan pernah melihat matahari lagi."

​Dalam Perjalanan Menuju Pesisir – 10.30 WIB

​SUV itu melaju di tol pelabuhan. Di belakang mereka, mobil hitam itu masih membuntuti, menjaga jarak tepat tiga mobil di belakang. Kiara terus memantau kaca spion samping sambil memegang sebuah tablet yang terhubung dengan kamera kecil di helm Dino.

​"Dino bilang mobil itu terdaftar atas nama perusahaan cangkang milik Sheila," lapor Kiara.

​"Sheila lagi," desis Ryuga. "Dia benar-benar tidak tahu kapan harus berhenti bermain api."

​Di tengah ketegangan itu, Ryuga melirik ke arah Kiara. Wanita itu sedang fokus, namun ada setetes keringat yang mengalir di pelipisnya. Secara spontan, Ryuga merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah saputangan sutra berwarna abu-abu.

​"Pakai ini," ucap Ryuga pelan.

​Kiara menoleh, sedikit terkejut. "Saya tidak apa-apa, Pak."

​"Ini perintah CEO. Lap keringatmu. Kau terlihat... berantakan," dusta Ryuga. Padahal dalam hatinya, ia merasa Kiara terlihat sangat memukau dalam mode waspada seperti itu.

​Kiara mengambil saputangan itu. Wangi sandalwood(kayu Cendana) yang khas langsung menyerang indranya, memberikan rasa tenang yang aneh di tengah situasi hidup dan mati. "Terima kasih... Ryuga."

​Ryuga hampir saja menginjak rem mendadak saat mendengar Kiara menyebut namanya tanpa embel-embel 'Pak'. Itu adalah sebuah kemajuan kecil dalam hubungan mereka yang terasa lebih dahsyat daripada ledakan bom.

​Di belakang mereka, Dino sedang berjuang mati-matian dengan motor bebeknya.

Dino \[Pesan Suara\]: "Ki! Katakan pada Bos Kulkas untuk jangan mengebut! Aku hampir terbang kena angin dari truk kontainer! Dan tolong... kalau kalian mau lanjut pacaran di dalam mobil, ingat aku masih mengawasi dari kamera belakang! Mataku perih melihat ke uwuan kalian di tengah misi!"

​Kiara tersenyum tipis mendengarnya, sementara Ryuga hanya memutar bola matanya, meski sudut bibirnya sedikit terangkat.

​Kawasan Gudang Tua – 11.15 WIB

​Mereka sampai di sebuah kawasan pergudangan tua yang berkarat di pinggir laut. Aroma garam dan besi beradu di udara. Ryuga menghentikan mobilnya tepat di depan bangunan yang ada di foto tadi.

​"Kita di sini," bisik Ryuga.

​Baru saja mereka turun, mobil hitam yang membuntuti mereka berhenti di depan gerbang. Pintunya terbuka, namun bukan Samsul atau Sheila yang keluar.

​Seorang pria bertubuh kurus dengan pakaian serba hitam dan masker menatap mereka. Di tangannya, ia memegang sebuah jam dinding kuno yang ukurannya cukup besar—jam yang persis dengan yang ada di foto.

​"Selamat datang di rumah, Tuan Muda," suara pria itu terdengar lewat pengeras suara kecil. "Waktunya untuk melihat apa yang Ayah Anda sembunyikan di dalam detak terakhirnya."

​Tiba-tiba, gerbang gudang tertutup otomatis dengan dentuman keras. Mereka terjebak di dalam.

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!