Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Berita tentang HR yang menampar karyawan begitu ramai di perbincangkan, hingga terdengar sampai ke telinga Cal.
Cal masih belum tahu jika karyawan yang di tampar tersebut adalah Luella. Cal hanya memberikan peringatan kepada Manager untuk menjaga kondisi kantor agar tetap kondusif.
Sementara Luella, yang menjadi korban HR hari ini juga mendapat surat teguran pertama dan terakhir karena melawan dianggap melawan HR.
Yang artinya, jika Luella kembali melakukan kesalahan lagi dalam waktu 3 bulan dari terbitnya surat, ia akan siap di pecat kapanpun.
Surat itu Luella terima, dan ia tanda tangani tanpa perlawanan. Bahkan Luella enggan menatap wajah HR tersebut.
Sementara Sarah, ia hanya mengusap lembut tangan Luella untuk membantu menenangkan sahabatnya.
“Mau makan siang?” tanya Sarah dengan hati-hati.
“Makan lah, ayo. Ngapain pusing mikirin kertas ini” jawab Luella.
Sarah hanya diam dan mengerjapkan mata beberapa kali berharap ia salah melihatnya. Tapi lagi dan lagi, Sarah di suguhi sikap Luella yang begitu berbeda. Memang sikap tersebut membuat Sarah begitu tenang, tapi ia juga hawatir karena Luella bisa di pecat kapanpun.
Luella dan sarah terlihat sedang tertawa bersama, dari kejauhan Cal melihat keduanya, lalu memanggil nama Luella.
“Pak Cal tuh” senggol Sarah.
“Siang Pak” ucap Luella.
“Mau lunch?”
“Iya Pak. Pak Cal juga?”
“Iya. Mau join? Kita bisa makan di sekitar sini, ada restoran enak”
“Oh, apa ini tidak masalah Pak?”
“Masalah? Sama siapa Luella? Staff lain?”
“Iya Pak”
“Udah jangan pusing mikirin staff lain. Ayo kalian ikut saya”
Luella dan Sarah mengikuti Cal di belakang, mereka masuk ke dalam mobil Cal kemudian mobil tersebut melaju dengan kecepatan sedang menuju restoran yang sempat di sebut oleh Cal.
“Pak Cal, pernah makan siang di belakang kantor?” tanya Luella
“Oh, tempat itu. Pernah, tapi karena terlalu ramai dan panas saya tidak suka” jawab Cal santai.
“Ohh” Laura dan Sarah menjawab bersama.
“Kalian tahu tentang HR yang menampar staff?” tanya Cal.
“Ini Pak, korbannya di samping bapak” jawab Sarah.
Cal seketika menurunkan kecepatan mobil dan membawanya ke pinggir jalan. Cal berhenti lalu menatap Luella dengan lekat.
“Jadi yang di tampar HR kamu?” tanya Cal
“I-iya Pak” jawab Luella dengan gugup.
“Kenapa kamu gak bilang, saya pikir staff lain. Lalu apa lagi yang di buat sama HR”
“SP ultimate Pak” jawab sarah.
“What the h… lalu kenapa kamu diam Luella, kamu punya nomor saya, setidaknya sampaikan kalau kamu di intimidasi” ucap Cal merasa frustasi.
“Saya baik-baik saja Pak. Saya tidak ingin di salahkan karena direct ke Pak Cal” jawab Luella.
“Oke, thanks Sarah. Saya akan ambil sikap after lunch. Sekarang saya lapar”
“Oke Bapak”
Sarah tersenyum lebar, setidaknya ini adalah cara membalas HR karena bersikap arogan di dalam kantor dan tidak profesional.
Cal kembali mengemudikan mobilnya, hingga sampai pada sebuah restoran yang menjadi salah satu favoritnya.
“Kita makan dulu, ada banyak pilihan disini. Sarah suka pedas?’ tanya Cal
“Suka Pak” jawab Sarah.
“Great! Kita semua suka pedas disini, let’s go jangan tunda makan siang. Urusan pekerjaan, akan saya handle setelah ini”
“Terimakasih Pak Cal” jawab Luella
“My Pleasure, Luella”
Sarah yang mendengar hanya mampu menyembunyikan senyumnya. Dia begitu bahagia melihat sahabatnya dicintai oleh pria-pria hebat. Meskipun Luella sering menyangkal, tapi sarah bisa melihat itu dari usaha Cal.