Jessica yang mati penuh penyesalan tiba-tiba kembali ke umur 19 tahun dengan membawa semua ingatannya di kehidupan yang telah ia lalui.
Kali ini, dia tidak akan ditindas lagi, dia akan bersinar dan mendapatkan kebahagiaannya sendiri.
"Bagaimana bisa Jessica tahu ada racun di minuman itu?"
"Jessica mendapat nilai sempurna? Bukankah dia selalu peringkat akhir?"
"Aku tidak akan membiarkan Jessica mengambil posisiku, lihat saja, aku akan memberinya pelajaran!"
"Heh! Mau menindasku? Tidak! Jessica kali ini bukan lawan yang sepadan untukmu! Jangan macam-macam kalau tidak mau menyesal!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Tuduhan dari Michelle
"Benarkah! Kalau begitu bagus! Tidak ada lagi yang perlu ku khawatirkan!" Kakek Sanjaya tertawa senang.
"Lalu, apa yang akan anda lakukan selanjutnya?" Tanya sang asisten.
Drringg.... Drring....
Tiba-tiba ponsel Kakek Sanjaya berdering membuat sang asisten segera mengambil ponsel itu dan melihat panggilan telpon dari Nolan.
Sang asisten menyerahkan ponsel itu pada kakek Sanjaya.
"Panjang umur," ucap Kakek Sanjaya segera mengangkat panggilan telpon itu.
"Kakek, bagaimana keadaan Kakek? Aku dengar Kakek jatuh ke danau saat pergi memancing sendirian?" Tanyain Nolan dari seberang telpon dengan nada suara dipenuhi kecemasan.
"Ha ha ha..." Kakek Sanjaya tertawa bahagia bersamaan dengan seluruh anggota keluarga Sanjaya yang memasuki ruangan untuk menjenguk Kakek Sanjaya.
Mereka semua terkejut melihat kakek Sanjaya yang tampak sangat bahagia, padahal selama ini pria itu jarang-jarang terlihat begitu senang seperti sekarang ini.
"Aku sudah tahu apa yang terjadi! Setelah pulang kemari, segera bawa Jessica menemui Kakek! Aku akan menyuruh ibumu untuk menyiapkan makan malam penyambutan nya!" Kata Kakek Sanjaya penuh kebahagiaan.
Nolan di seberang telpon bingung, dari mana kakeknya mengetahui soal jessica?
Dia merahasiakan hubungan mereka dengan sangat baik karena tidak ingin Jessica diganggu oleh Kakeknya, tapi sekarang....
"Apa kau dengar yang kukatakan?!" Kakek Sanjaya membentak sang cucu setelah tidak mendengar jawaban dari seberang telepon.
"Kakek, baiklah," jawab Nolan.
"Bagus! Bagus! Maka lebih baik lagi jika kalian datang bertiga!" Tegas kakek Sanjaya lalu menutup panggilan telepon itu.
"Ada apa Ayah begitu bahagia?" Tanya putri sulung Kakek Sanjaya.
"Tentu saja bahagia, keluarga kita akan bertambah satu orang lagi, atau mungkin dua orang!" Kata Kakek Sanjaya penuh rasa bahagia, tak sabar lagi untuk menyambut calon cucu menantunya, apa lagi kalau mereka membawa kabar baik tentang seorang cicit.
. .... .
Dua hari kemudian, Nolan kembali dari luar negeri, ia dijemput asistennya di bandara.
"Saya sudah menyelidiki soal Nona Jessica, dia bekerja part time di cafe dekat kampusnya. Apakah kita langsung kesana sekarang?" Tanya Sang asisten yang bisa melihat raut kerinduan di wajah Nolan.
"Antar aku ke sana sekarang," kata Nolan sambil menatap cincin dalam kotak kecil yang ia bawa, dia hendak melamar Jessica.
Sementara Jessica yang berada di cafe, ia mengerutkan keningnya ketika Barto datang bersama Michelle yang wajah Michelle tampak bengkak.
Brak!
Barto memukul meja dengan keras membuat semua orang menatap ke arah sumber suara.
Jessica yang kebetulan berada di depan juga tersentak dengan suara keras itu.
"Maaf, jika kalian ingin mencari keributan, silahkan pergi ke tempat lain," kata Jessica dengan tegas menatap dua orang di hadapannya.
"Sialan kau!" Barto balik melototi Jessica, "aku datang kemari untuk membuat perhitungan denganmu gara-gara apa yang dialami adikku!" Bentak Barto.
Jessica menaikkan alisnya menatapmu Michelle, wajah bengkak Michelle tampak begitu buruk.
Tapi atau hubungannya wajah bengkak perempuan itu dengannya?
Sungguh aneh!
"Aku tidak tahu apa yang kau maksud, tapi jika kau membuatku keributan yang tidak mendasar di sini, aku bisa memanggil pihak keamanan untuk menyeret mu ke kantor polisi!" Tegas Jessica.
"Beraninya!" Barto menggertakkan giginya, "kau lihat wajah Michele, semua ini karena ulahmu! Cepat berlutut minta maaf sebelum ku polisikan masalah ini!" Bentak Barto.
"Kak,, aku sudah bilang, ini hanya salah paham saja. Tidak perlu membawanya ke kantor polisi," ucap Michelle menatap Barto dengan wajah memelas.
Barto menghela nafas menatap sang adik, "Kalau bukan karena kau memohon pada kakak untuk menyelesaikan masalah ini baik-baik, maka kakak sudah membawa masalah ini ke kantor polisi! Dia telah menyuruh orang-orang untuk memukuli mu, bagaimana bisa kakak maafkan dia?!" Kata Barto melototi Jessica.
Jessica menghela nafas, sungguh bodoh sekali tuan muda pertama keluarga Wijaya, "Tolong jangan menuduh tanpa bukti yang jelas, itu termasuk pencemaran nama baik dan penyerangan secara verbal! Aku bisa menuntut kalian beduan" Kata Jessica kesal melihat dua orang dihadapannya.
"Sialan! Apa sekarang kau menuduh Michelle lah yang berbohong?! Panggil bosmu kemari! Aku mau lihat orang seperti apa yang sudah mempekerjakan orang busuk sepertimu!" Bentak Barto dengan amarah memenuhi ubun-ubun.
kata balik keduli ini ga di prediksi sama Jessica
maling teriak maling😎
semangat thor 💪