NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Di Rumah Setan

Jerat Cinta Di Rumah Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Selingkuh / Rumahhantu / Tumbal / Iblis
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

"Hanya anak yang lahir dari Tulang wangi yang akan selamat! Istrimu, adalah keturunan penganut iblis. Dia tidak akan memberimu anak, setiap kali dia hamil, maka anaknya akan di berikan kepada sesembahannya. Sebagai pengganti nyawanya, keturunan ke tujuh yang seharusnya mati."
Pria bernama Sagara itu terdiam kecewa, istri yang telah ia nikahi sepuluh tahun ternyata sudah menipunya.
"Pantas saja, dia selalu keguguran. Ternyata bukan musuhnya yang membuat anak ku mati, tapi dia sendiri!"
Sagara pulang dengan kecewa, diketahui sang istri adalah seorang paranormal dengan bayaran selangit, kekuatannya tak di ragukan lagi. Ternyata....
"Lang, kamu tahu tidak, ciri-ciri perempuan yang memiliki tulang wangi?" tanya Sagara, putus asa.
"Tahu Tuan, kebetulan kekasihku di kampung merupakan tulang wangi." jawab Alang, membuat Sagara tertarik.
"Dia cantik, tapi lemah. Hari-hari tertentu dia akan merasa seluruh tulangnya nyeri, kadang tiduran berhari-hari."
Sagara tertarik, menatap Alang penuh arti

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bawa ke kota

"Sudahlah. Lagipula, bukan cuma tulang wangi, tapi harus lahir di tanggal satu suro." gumam Saga, menatap keluar mobil dengan putus asa. Sesekali memijat kepalanya, mencari perempuan seperti itu tentu tidaklah mudah. Bagaikan mencari jarum dalam tumpukan jerami. Jangan-jangan, dia memang tidak akan pernah memiliki anak sampai tua, dan mati.

"Kalau boleh tahu, untuk apa mencari perempuan seperti itu, Tuan?" tanya Alang, tiba-tiba jadi ngeri berada di keluarga Saga.

"Untuk melahirkan anak ku." jawab Saga.

"Hah!" Alang terkejut.

"Anak yang dikandung istriku tak akan pernah lahir ke dunia. Kau tahu, harta ku yang banyak itu buat apa? Tanpa anak, sia-sia." terangnya, frustasi.

"Oh." Alang mendesah lega, takutnya, untuk di jadikan tumbal.

"Kalau begitu, aku akan mencari perempuan yang tuan maksudkan." kata Alang, menenangkan Saga.

"Lang, bagaimana kalau ternyata kekasihmu itu ternyata Satu suro?" tanya Saga, entah mengapa dia begitu penasaran dengan kekasih Alang.

Alang sendiri bungkam, dadanya bergemuruh hebat membayangkan jika Niken diambil Saga, dia benar-benar tidak rela.

"Carikan aku perempuan itu bagaimana pun caranya. Kalau kau berhasil akan ku beri uang satu miliyar."

Jumlah yang menggiurkan bagi Alang. Membuat ia berpikir akan segera hidup kaya. Spion depan itu memperlihatkan wajah putus asa Tuan Saga, tapi menggambarkan peta rumit menuju kekayaan.

"Baik tuan." jawab Alang.

Hari-hari berubah sejak Saga tahu rahasia istrinya. Yang tadinya acuh akan segala kegiatan sang istri, kini dia mulai memperhatikan dan menilai, ternyata banyak yang janggal.

"Mas Saga." panggil Gendis meraba dada sang suami, berpakaian terbuka dan longgar, dia menggoda Saga.

Saga membuka mata, terasa pedih dan kesat, tapi segera terbuka lebar dengan paksa, ketika melihat gendis sudah berada di atas dirinya.

"Gendis! Apa yang kamu lakukan?" Saga segera bangun, sehingga istrinya terduduk di sampingnya.

"Mas!" Gendis kesal, tapi kemudian memeluk Saga dan menciumi lehernya. Gerakannya liar dan penuh nafsu.

"Gendis!" Saga menyingkirkan tubuh Gendis, ciuman yang dulu panas membara membangkitkan gairah, kini terasa menjijikan, risih.

"Mas Saga! Ada apa dengan mu?" marah Gendis.

"Aku lelah." jawab Saga, keluar dari kamarnya, meninggalkan Gendis yang kesal setengah mati.

Di luar udara tak begitu dingin, Saga melepas dasinya yang terasa mencekik, pulang dalam kelelahan di rumah pun tidur tak nyaman.

"Tuan." Alang mendekat.

"Alang, kenapa kamu tidak tidur?" tanya Saga, mengeluarkan sebatang rokok dan menyulutnya.

"Aku...." Alang menarik nafas berat, ia ingin bicara tapi ragu.

"Katakan saja." menghembuskan asap rokok hingga jauh, asapnya meluncur lalu menguap pecah menyatu dengan udara.

"Aku minta izin pulang. Niken, kekasihku sakit." kata Alang.

Saga menoleh, dia menatap Alang penuh pertanyaan. Jelas siang tadi ia mendengar, istri kepala desa yang memberi tahu kalau adiknya sakit, kenapa sekarang jadi kekasihnya.

"Yang sakit adik mu, atau kekasihmu?" tanya Saga.

"Adik ku Tuan, adik ku itu adalah saudara angkat. Dialah kekasihku."

"Ha!"

Saga membuang puntung rokok yang masih panjang, dia tertarik dengan kehidupan alang. Kepala desa yang merupakan sepupunya itu bilang, kalau Alang hanya tinggal berdua di rumah ujung kampung yang sepi, pikiran lelaki dewasa sudah bisa menebak kehidupan seperti apa yang Alang jalani.

Alang sendiri menunduk, takut tak diizinkan pulang.

"Kapan?" tanya Saga.

"Besok." jawab Alang.

"Aku ikut, aku ada kepentingan dengan kepala desa kalian itu. Siapa tahu, di sana aku menemukan gadis yang...." Saga tak melanjutkan kata-katanya, takut Gendis mendengar.

"Terimakasih Tuan." Alang begitu senang.

Saga pun sama, sebentar pergi dari rumah akan membuatnya lebih tenang, dibandingkan tidur di rumah tapi merasa terganggu dengan Gendis yang selalu merayunya untuk bercinta. Hamil lagi, di korban kan lagi.

Saga sudah muak!

Di kampung yang asri, Niken tidur seorang diri di ranjang kayu beralaskan kasur sederhana. Matahari cerah tak membuatnya segera beranjak.

Matanya terbuka menatap segala sisi rumah kayu yang penuh kenangan ini. Teringat dulu ia begitu di sayang di tengah keluarga Ibrahim. Sekarang harus tinggal seorang diri.

"Mas Alang." dia bergumam, hatinya di selimuti rasa rindu. Malam terasa pajang, hari terasa sunyi. Niken menangis sedih seorang diri.

"Ken! Niken!" suara seorang perempuan terdengar memanggilnya kencang.

"Iya, Mbok!" Niken menyahut, duduk di tepi ranjang dengan kepala pening, lalu membuka pintu.

"Kamu sudah bangun. Ini Bu Rasni kirim bubur buat kamu, sama obat demam."

Seorang tetangga kepala desa itu masuk, meletakkan rantang berisi makanan titipan Bu kepala desa.

"Terimakasih Mbok, Niken jadi merepotkan." Niken langsung duduk, membuka rantang. Aroma harum bawang goreng membuat perutnya terasa lapar.

"Ndak repot, yang penting kamu cepat sembuh. Jangan lupa obatnya di minum."

"Ndak makan dulu Mbok?" tanya Niken, Mbok Yem itu berdiri pamit.

"Ndak, masih banyak pekerjaan. Dah ya, mbok pulang."

"Nggeh Mbok, terimakasih." kata Niken.

Jam-jam berikutnya Niken tertidur cukup lama karena pengaruh obat yang di minumnya. Keringat mengucur di dahi karena selimut yang menutupi, matahari terang benderang menyinari, sehingga atap seng berkarat gubuk kayu ikut menguap.

"Kau harus mati!"

Sebuah tangan hitam mencekik leher Niken sangat kuat, tanpa aba-aba hingga kuku-kuku panjangnya menancap.

"Agh! Agh!" niken berusaha menahan tangan hitam di lehernya.

"Tulang wangi! Harus mati!"

Makhluk hitam berambut panjang itu bergumam, matanya besar seolah akan keluar dari tempatnya. Air liurnya berwarna hitam pekat, menetes di wajah Niken, baunya seperti bangkai.

Seketika kepala Niken menjadi pening, perutnya bergejolak mual, penglihatannya mengabur. Sepertinya memang akan segera mati.

Tok-tok-tok. "Niken!"

Suara mengejutkan itu membuatnya terbangun.

Niken membuka lebar matanya dengan nafas terengah-engah. Meraba leher yang ternyata tak apa-apa. Ia Menyibak keringat yang mengucur hingga rambutnya basah.

"Niken, ini Mas Alang sudah pulang!"

"Mas Alang?" gumam Niken.

Niken segera beranjak, menyibak selimutnya, berjalan lemas menuju pintu.

"Mas Alang?" Niken terkejut, sekaligus senang Alang sudah pulang.

"Niken." Alang memeluk Niken begitu erat, mengusap rambut Niken yang berkeringat.

"Kamu sakit apa, Ken? mengapa tidak memberi tahu Mas Alang." menatap wajah pucat Niken.

"Cuma demam, Mas." jawab Niken.

Tapi, sosok di belakang Alang menyita perhatian Niken. Sejak membuka pintu pria itu sudah memperhatikan Niken nyaris tak berkedip.

"Oh, ini kenalkan. Tuan Saga tempat Mas Alang bekerja. Sepupunya pak Herman." Alang memperkenalkan Saga.

Niken mengulurkan tangan rampingnya, tersenyum tipis menatap wajah Saga dengan mata sayu yang bening.

Saga menyambutnya, senyumnya tipis tapi matanya tajam. Melirik seluruh tubuh Niken yang masih belia, berpakaian lusuh malah terlihat seksi, apalagi bagian atasnya tak memakai Bra.

"Alang, sebaiknya kamu bawa Niken ikut ke kota."

1
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
gak pantas disebut ustad, iri dengki pembunuh pencuri pulaaa🙄🙄🙄🙄🙄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
hhh... benar, biang keroknya si Jaenal ini ternyata, dah sikaat aja /Hammer//Hammer//Hammer//Cleaver//Cleaver/
Ai Emy Ningrum: udah disikat ,digosok ,dibilas ,diperas trus tinggal jemur deh 😋😋😋
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
Mencurigakan ...
jangan jangan Sagara mau sama Niken karena dia wanita tulang wangi

tinggal Alang nih ....
apakah dia mau menyerahkan Niken ke Sagara 🤔
Dayang Rindu: terimakasih sudah mampir
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
emang apa hubungan seorang paranormal dengan resiko tidak punya anak ?

emang kalau paranormal ga bisa punya anak ??
Dayang Rindu: biasanya ada persyaratan tersendiri kak,
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
kasihan ...
Niken sendirian di rumah kayu itu
ditinggalkan tanpa ikatan yang jelas
hanya memegang janji manusia
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
Ohh ... mereka saudara angkat,
bukan suami istri

tapi ......
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
Mak sum nenek kandung Alang, terus sekaligus keponakan ustadz jahat ituu , Wahh banyak kongkalikong inii🤣🤭
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lhaa kok isooo
apa yg sebenarnya terjadi hayoo
smg di di sini kya yusuf bisa menyadari nya krn 2 anak di besarkan bukan dr tngan sndri melainkan di titipkan
nahh kek mana oraan ne

setelah tau anak2 nya menemukan jalan masing2
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: 💞💞🙈🙈🙈 begitukah
mgkin akan lebih baik ya
tgl kita tonton aja sambil goyang2 apa ya 🤔🤔🤔
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
ngeeceeeesssss ilerrnyaaa bayangin makan mangga muda yang asem nya gak bisa dibayangkan 🤭🙈
Dayang Rindu: bikin ngilu gigi sampai ke hati. 😁
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aamiin ya Rabbal'alamiin 🤲
selamat menjalankan ibadah puasa thor
Ai Emy Ningrum: semoga fit lancar jaya ibadah nya /Pray//Heart/
total 1 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
selamat menajali ibadah mbk sul
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: itu suli
ada kan komenya mbk suli
mbk ning /Chuckle/
total 2 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
wow
niken ngidam nya hiiii aq bayangin aja udh ngerasa gigi ngilu

dulu aq ngidam buah tp semua buah harus manis
klo g manis aq ogah
🙈🙈🙈🙈
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: lebih ngeri kalau kulitnya jadi item, kek kopi /Toasted/
total 4 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
piye jal

kyo lagune kae lho lho
tresno iku esek3
okeh isine lancar traksine
trsno iku esek3
kosong isi ne ora ono regone
urip butuh duit
tresno iku g keno di kresit
☠ SULLY
apakah Niken dan saga
akan menikah secara resmi
di pesantren ,bareng Arimbi & imam
☠ SULLY
selamat ibadah puasa kak
semoga lancar sampai hari kemenangan
aamiin
SENJA
hadeeeh ngapain coba 😭
SENJA
waaaah masih ada hubungan sama gendis kah cuaca ini? 😳
SENJA
kan itu bapakmu kenapa masih rahasia segala
☠ SULLY
Alang dan ustadz Zainal pasti jauh2 hari
merencanakan kejahatan mereka
jgn2 kebakaran rumah haji Ibrahim juga perbuatan mereka
☠ SULLY
jadii nya Arimbi nikah sama imam ,
layaknya saudara angkat donk
Krn di asuh kiyai Hasan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!