NovelToon NovelToon
Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:61.8k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Aurely Tania Baskoro, dulu percaya hidup akan selalu memihaknya. Cantik, mapan, dicintai, dikagumi. Ia tak pernah mengenal kata kekurangan.

Namun ketika kebangkrutan merenggut segalanya, Aurely harus meninggalkan kota, kampus, dan orang-orang yang katanya mencintainya.

Desa menjadi rumah barunya, tempat yang tak pernah ia inginkan.

Di sana, ia melihat ayahnya berkeringat tanpa mengeluh. Anak-anak kecil bekerja tanpa kehilangan tawa, orang-orang yang tetap rendah hati meski punya segalanya... Dan Rizky Perdana Sigit, pemuda desa yang tulus menolongnya..

Pelan pelan, Aurely belajar bahwa jatuh bukan akhir segalanya. Harga diri tidak selalu lahir dari kemewahan. Dan kadang pertemuan paling penting… terjadi saat kita berada di titik paling rendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 4.

Tubuh Aurely terhempas ke tanah. Motor terguling ke samping. Lututnya terasa perih, telapak tangannya panas.

Ia terduduk kaku di pinggir jalan di antara rumput rumput liar.. napas memburu. Bukan hanya sakit di tubuh, tapi di hatinya.

Air mata jatuh, bercampur debu.

“Kenapa semuanya harus begini?” suaranya pecah.

Dari kejauhan, dari arah belakang.. terdengar suara mesin mobil mendekat.

Tanpa ia sadari, hidupnya akan bertabrakan dengan orang-orang yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Dan amarahnya… menemukan sasaran.

Suara mobil berhenti tidak jauh dari tempat Aurely terjatuh... Pintu terbuka...

“Mas, berhenti bentar ya.” Suara seorang laki laki..

“Iya Mas Rizky, kita bantu.” suara seorang anak kecil terdengar nyaring.. suara yang sudah Aurely kenal beberapa jam lalu.

Aurely masih terduduk di tanah, lututnya masih perih, telapak tangannya terasa lebih panas. Rambutnya berantakan, wajahnya basah oleh air mata..

Perlahan Aurely menoleh ke arah mobil.. Rizky turun dari mobil dan melangkah mendekati..

“Kamu nggak apa-apa?” tanyanya, suaranya rendah dan terkendali.

Dua anak kecil ikut meloncat turun dari bak mobil.

“Ih, Mbaknya yang tadi di pasar jatuh!” teriak Elin

“Motornya tidur!” teriak Elang.

Aurely mendongak.

“Apa-apaan sih kalian? Jangan lihat-lihat!”

Rizky refleks menoleh ke bocil. “Elin, Elang.. diem dulu ya.” Ucap Rizky lembut, pada Elin dan Elang karena membaca situasi.

Aurely berdiri tertatih, mendorong motor dengan kasar mencoba mendirikan motor.

“Bantuin Mbaknya dong, Mas!” kata Elin dengan lantang.

“Aku tidak minta bantuan!” bentak Aurely, suaranya meninggi. “Kalian pikir ini lucu?!”

Rizky mendekat, menegakkan motor agar tidak mengganggu lalu lintas.

“Tenang. Kamu luka. Duduk dulu.” Ucap Rizky

“Jangan sentuh!” Aurely menepis tangannya.

Dua bocil saling pandang.

“Mas, Mbaknya galak,” bisik Elin

“Iya, kayak singa,” jawab Elang polos.

Aurely melotot.

“HEI!”

Rizky menahan senyum, lalu menatap Aurely lebih serius. “Kamu nggak usah marah. Kami cuma mau nolong.”

“Aku nggak butuh ditolong!” suara Aurely bergetar. “Aku bisa sendiri!”

“Kaki kamu berdarah.” Ucap Rizky dengan sabar.

Aurely menunduk. Lututnya memang lecet, darah merembes tipis. Tapi gengsinya jauh lebih sakit. “Bukan urusan kamu.”

Rizky menghela napas. “Kalau kamu pingsan di sini, itu bakal jadi urusan aku juga.”

Aurely tertawa sinis. “Wah, hebat. Pahlawan desa ya?”

Dua bocil terkekeh.

“Mas Rizky pahlawan!”

“Kayak di kartun!”

“Elang , Elin ,” tegur Rizky . “Kalian masuk mobil dulu.”

Ia kembali menoleh ke Aurely. “Namaku Rizki. Rumahmu di mana? Kamu yang bekerja di kios Bu Ridwan tadi kan?”

“Kenapa aku harus kasih tahu?” ucap Aurely ketus.

“Karena jalan ini sepi. Kamu nggak aman sendirian.”

“Ini desa kamu? Kamu Pak Kades? Jangan sok ngatur hidup orang!”

Rizki menatapnya lama. Tatapannya bukan marah, tapi lebih seperti heran. “Kamu boleh marah,” katanya akhirnya. “Tapi jangan nyakitin diri sendiri.”

Kalimat itu membuat Aurely semakin tersulut.

“Kamu tahu apa tentang hidup aku?” suaranya meninggi. “Kamu pikir jatuh dari motor ini masalah terbesar aku?!”

Elin mendekat, menatap luka di lutut Aurely.

“Sakit ya, Mbak? Perih ya? Aku obati mau?”

“DIEM!” Aurely membentak.

Elin terkejut dan langsung memeluk kaki Rizki.

Rizki mengeraskan rahangnya.

“Cukup.”

Nada suaranya tetap tenang, tapi tegas.

“Aku nggak peduli kamu siapa,” lanjutnya. “Di sini, aku nggak bisa ninggalin orang kecelakaan di pinggir jalan.”

Ia mengambil kotak P3K kecil dari mobil.

“Kalau kamu nggak mau aku antar pulang, setidaknya lukamu dibersihin dulu.”

“Iya Mbak Galak.. di jalan ini banyak eek embek..” ucap Elang dengan mimik wajah lucu..

“Kata Mamaku ada banyak bakterrri di situ.” Ucap Elang lagi kini dengan nada serius. Dan ada penekanan di huruf R untuk menunjukkan dia sudah tidak celat lagi

Mendengar kata eek embek.. Aurely mengangkat kedua bahunya begidik ngeri karena jijik .. Apalagi tiba tiba telinganya mendengar suara... “Emmmmbek....”

Aurely menoleh dan beberapa meter dari tempatnya terjatuh ada sekawanan kambing sedang merumput..

Aurely menatap kotak P3K itu. Dadanya naik turun. Harga dirinya berteriak untuk menolak, tapi rasa perih di lututnya dan takut akan infeksi.. tidak bisa dibohongi.

“Cepat,” katanya ketus. “Aku nggak mau lama-lama.”

Rizki berjongkok, menjaga jarak. “Oke.”

Elin mengintip dari belakang. “Mbak namanya siapa?”

Aurely mendengus. “Nggak penting.”

Elang tersenyum polos. “Kalau gitu, kita panggil Mbak Galak aja.”

Rizki menoleh ke Elang yang jongkok di dekatnya.. “Elang!”

Aurely mendengus, menoleh ke arah lain.

Setelah membersihkan luka, dan memastikan motor masih aman dipakai, Rizky mengajak Elin dan Elang pulang.. meninggalkan Aurely yang masih terduduk. “Ayo.” Ucap Rizky ..

Mereka bertiga pergi tanpa suara.. Mobil pelan pelan pergi meninggalkan Aurely.. Elin dan Elang masih menoleh ke arah Aurely..

Beberapa detik kemudian, tangis Aurely pecah. Bukan karena luka di lutut bukan karena panas di telapak tangannya..

Tapi ia menyadari betapa buruknya ia bersikap pada orang yang tulus. Ia menekan lukanya sendiri, meringis. “Kenapa aku selalu begini…” gumamnya parau.

Ia pulang terpincang-pincang. Ibunya kaget melihat luka di kakinya.

“Rel! Kamu jatuh?”

Aurely mengangguk. “Aku… marah-marah sama orang yang nolongin aku.”

Ibunya terdiam, lalu mengusap rambut Aurely dengan lembut. “Kadang, gengsi itu muncul justru saat kita paling takut terlihat lemah.”

Aurely menangis di dalam pelukan Ibunya.. “Aku tadi sedang emosi Bun... teman teman kampus menghina.. dan Kevin.. benar benar .. hu... hu.... “

Ibunya tidak langsung bertanya lebih jauh. Ia hanya memeluk Aurely lebih erat, membiarkan tangis itu mengalir sampai dada anaknya naik turun tak beraturan.

“Bun…” suara Aurely parau, nyaris tak terdengar. “Aku capek jadi aku yang selalu ditinggal.”

Ibunya mengusap punggungnya pelan. “Capek itu nggak salah, Rel. Tapi jangan biarkan capekmu bikin kamu lupa caranya jadi manusia.”

Kalimat itu sederhana, tapi menancap.

“Kalau mereka di sana meninggalkan kamu, lupakan juga mereka,” ucap Ibunya pelan, suaranya bergetar. Tangannya terangkat, menghapus air mata yang masih membasahi pipi Aurely.

“Kamu sekarang tinggal di sini…”

Aurely terdiam. Kata-kata itu berputar di kepalanya, berat untuk diterima. Perlahan, ia mengangguk, meski dadanya terasa sesak. Ibunya menatapnya lama, lalu tersenyum tipis, senyum yang dipaksakan demi menenangkan.

“Kalau suatu hari kamu bertemu lagi dengan orang yang sudah menolongmu,” ucap Ibunya lirih, namun ada ketegasan yang tak bisa disangkal, “kamu harus minta maaf.”

“Iya, Bun…” suara Aurely nyaris tak terdengar. Ia menunduk. “Tapi… apa mereka mau memaafkan?”

Ibunya menghela napas panjang, lalu menggenggam tangan Aurely erat.

“Dimaafkan atau tidak, itu bukan urusanmu,” katanya lembut, menatap wajah Aurely yang penuh keraguan. “Yang penting, kamu sudah melakukan hal yang benar.”

Ia merapikan rambut dan baju Aurely dengan gerakan penuh kasih.

“Sekarang kamu ganti baju dan istirahat. Bunda ke bengkel dulu, mau mengecek motor pinjaman itu. Nanti biar Bunda saja yang jemput Ayah.”

Malam itu, Aurely terbaring dengan lutut diperban seadanya. Pandangannya menatap langit-langit kamar yang lampunya redup. Suara jangkrik dari luar jendela menggantikan bising kota yang dulu selalu ia keluhkan.

Ia tidak membuka ponsel sebelum tidur. Bayangan wajah Rizky muncul tanpa ia undang. Tatapan tenang itu. Nada suaranya yang tidak meninggi meski ia dibentak. Dan dua bocah kecil yang polos, yang ia bentak tanpa alasan.

“Aku jahat… apa mereka memaafkan..” bisiknya lirih.. dan ada perasaan takut di hati Aurely..

1
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
slmt mbk yu sudah smpe tamat

pokok nya ttp smgt tab
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wadihnselalu saja gagal
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
wow ini namanya beneran laki2 sejati bukan mengadalkan hartaborg tua
Siti Naimah
keren banget ceritanya Aurel sama Rizky...ditunggu karya selanjutnya kakak author 👍🙏😍
Arias Binerkah: Terimakasih Kak 🙏🙏🙏♥️♥️♥️
total 1 replies
Neng Saripah
ini ada season 2 nya ga thor kisah rizky sama istrinya ?
Arias Binerkah: Kak, ada novel baru Judul Benih Satu Milyar, yukkk baca yukkk 🙏🙏🙏🙏🙏♥️♥️♥️♥️🥰🥰🥰🥰
total 3 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
akhirnya happy ending 😘
balik horor ceu othor 👻👻👻🥳🥳
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: hooh ya
total 9 replies
Nancy Nurwezia
uda ending ternyata... perasaan baru aja.. pasti kangen sama 3 bocah imut itu..
Arias Binerkah: Terimakasih Kak 🙏🙏🙏♥️♥️♥️
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus ceritanya, ga bertele-tele
Arias Binerkah: Terima kasih Kak 🙏🙏🙏♥️♥️♥️
total 1 replies
Lisa
Wah udh ending nih..g terasa y..terimakasih y Kak Author utk ceritanya yg bagus banget 😊👍 Tetap semangat y Kak utk karya² selanjutnya..
Lisa: oke Kak..aq baca ya
total 3 replies
Neng Saripah
waduh...jangan2 tim keamanan pada heboh 🤭
Siti Naimah
yaah...seharusnya hp dimatikan sementara...biar mendapat ketenangan🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
paling juga bocil tu lagi pada nyariin 🤣🤣
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: tp wis merdeka buu
total 11 replies
Lisa
Wah Rizky udh menyiapkan rmh nih..bahagia selalu y utk kalian..
Siti Naimah
betul 2 surprise Rizky mempersiapkan rumah sendiri... tanpa memberi tau Aurel sebelumnya.bener2 co cwet deh Rizky 🤭😍
Arias Binerkah: Kak, ada novel baru Judul Benih Satu Milyar , yukkk baca yukkk 🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰♥️♥️♥️♥️
total 19 replies
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ehhh riski dah beli rumah kan ya

ahahhaha siap2 ja lah uarel.. hayooo
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ: ayo knp dlu mbk yun🤔🤔🤔
total 3 replies
𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
hahahah kenpa berhnti hayookk

ada pa gerangan buuu 🤣🤣🤣
Siti Naimah
Rizky ternyata sudah menyiapkan rumah sendiri... Kereen banget deh👍😍
Lisa
Setelah 3 bocil pulg..Rizky & Aurely lebih tenang 😊
Ai Emy Ningrum
keren mbul...hidup emang jgn bnyak drama,banyakin derma,dan semakin menyalaaaaa 🙋🏻‍♀️🔥🔥🔥🔥🔥
maem..maem...👶🏻👶🏻👶🏻
Arias Binerkah: Dek embul; He eh.. bis bis.. nyang.. bo bok 👶👶👶😴
total 8 replies
Siti Naimah
nasihat buat Nurul..makanya jangan hanya iri dengki dan kepengen mencelakai orang lain saja.. upgrade diri supaya berakhlak mulia .. meningkatkan ketrampilan..rajin ibadah biar memperoleh kehidupan yg lebih baik .. seperti Aurel gitu😄👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!