NovelToon NovelToon
THE BLOGGER STORY

THE BLOGGER STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Fantasi Timur / Fantasi Wanita
Popularitas:338.9k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!

Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.

Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.

Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.

Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.

Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?

Novel terjemahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Lin Yao melihat sekeliling dan menyadari bahwa restoran itu sebagian besar dipenuhi oleh orang-orang biasa.

Meski pun pelayan melihat bahwa mereka bertiga berpakaian lusuh, pelayan itu tidak memandang rendah. Malahan bertanya dengan ramah.

"Tuan dan nona ingin makan apa.. ? Restoran kami memiliki hidangan andalan berupa babi rebus, ikan kakap kukus, dan berbagai tumis musiman, semuanya sangat lezat."

Lin Yao memesan babi rebus, tumis sayuran, dan sup telur.

Lin Shun sedikit khawatir dengan harganya, ia mendekatkan kepala ke sang adik perempuan lalu berbisik.

"Yao'er, bukankah memesan begitu banyak makanan itu mahal..?"

Lin Yao menghiburnya.

"Kakak, ini kesempatan langka untuk kita bisa datang kesini. Jadi, mari kita nikmati makanan yang enak. Selain itu, aku juga ingin mencoba masakan mereka. Aku ingin membuka restoran dikota suatu hari nanti, dan aku perlu memahami level pesaingku terlebih dahulu."

Lin Shun sedikit terkejut dengan ambisi adik perempuannya. Dia sudah sangat puas dengan kehidupannya saat ini dan tidak pernah berani bermimpi membuka toko dikota.

Tetapi melihat mata Lin Yao yang berbinar, Lin Shun merasa bahwa mungkin itu benar akan terjadi nanti.

Setelah beberapa saat, semua hidangan disajikan.

Perut babi rebus berwarna cokelat kemerahan yang amat menggoda mata, berkilauan penuh minyak. Aromanya yang kaya tak tertahankan untuk segera dinikmati.

Sayuran tumisnya lembut dan hijau cerah, warnanya yang menyegarkan langsung menarik minat.

Supnya memiliki bunga telur emas yang mengapung ringan didalam kaldu, dihiasi dengan beberapa daun bawang hijau cerah, hingga mengeluarkan aroma gurih yang lembut.

Lin Song tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Dia mengambil sumpitnya dan segera mencapit sepotong perut babi rebus.

Netra Lin Song menyipit, menatap binar wajah kedua kakaknya.

"Perut babi rebus ini sangat lezat. Manis, harum, dan dagingnya empuk." ucap Song antusias.

Lin Song masih muda, dia menganggap semua daging enak.

Lin Yao juga mengambil sepotong perut babi rebus. Menggigit sedikit, mengunyah perlahan, menikmati rasanya.

Perut babi rebus itu memang enak, penampilannya juga sangat menarik, dan karamelisasi gulanya tepat. Satu-satunya kekurangan adalah waktu merebusnya kurang pas, membuat potongan yang lebih tipis agak kering.

Lin Yao kemudian mencicipi dua hidangan lainnya.

Tumis sayurannya menyegarkan, lezat, dimasak dengan sempurna sehingga warna hijau cerah tetap terlihat segar, dan saat digigit sayuran terasa lembut.

Namun bumbunya terlalu sederhana, jika menambahkan sedikit bawang putih cincang mungkin akan lebih meningkatkan rasanya.

Sedangkan untuk sup, telurnya terdistribusi merata dan kuahnya lezat. Dizaman modern, menambahkan udang kering tentu akan membuatnya jauh lebih enak dan gurih lagi.

Lin Yao takjub dengan kebijaksanaan orang-orang zaman dahulu.

Untuk restoran yang melayani masyarakat biasa dikota dengan menawarkan makanan berkualitas seperti itu, mereka membutuhkan posisi strategis serta konsep berbeda untuk sukses jika ingin membuka toko dikota.

Lin Yao makan sambil berpikir.

Lin Shun memperhatikan adik perempuannya tampak melamun. Ia menduga jika Lin Yao kesal karena makanan diRestoran Ziwei sangat enak.

Lin Shun segera meletakkan sumpitnya untuk menghibur sang adik "Yao'er, kakak ternyata lebih menyukai masakanmu."

Lin Yao tersadar dari lamunannya "Kakak, aku baik-baik saja. Restoran Ziwei sudah beroperasi selama bertahun-tahun, pasti memiliki ciri khasnya sendiri. Jika dimasa depan kita ingin membuka restoran dikota, kita perlu memikirkannya dengan matang."

Saat membayar, Lin Shun merasa menyesal.

Makanan ini harganya lima puluh delapan wen, sebagian besar uang tambahan yang dia dapatkan dari berjualan minuman hari ini telah habis.

Setelah pulang, ketiga bersaudara itu lanjut menyiapkan bahan-bahan untuk kios mereka keesokan harinya.

Lin Yao mengeluarkan bunga perilla, hawthorn, dan krisan yang dipetiknya kemarin.

Sambil membuat minuman, Yao berkata "kakak, hari ini para buruh lelaki itu membeli jeroan babi, aku melihat mereka memakannya dengan bakpao. Aku berpikir, kita juga bisa menjual jeroan babi rebus yang diapit bakpao, kita pasti akan menghasilkan lebih banyak uang."

Mata Lin Cheng berbinar "adik, itu ide bagus. Jeroan babi rebus kita memiliki rasa yang fantastis, akan terasa lezat jika diapit bakpao. Ditambah lagi, cara makannya praktis, terutama untuk para pelancong."

"Tapi kakek Wang yang membela kita hari ini, menjual bakpao dan roti. Kita tidak bisa bersikap kejam dengan mencuri bisnisnya. Itu sama saja menantang orang baik untuk marah. Aku berencana ingin memesan beberapa bakpao dari Kakek Wang agar dia bisa mendapatkan penghasilan tambahan."

Lin Cheng mengangguk berulang kali setelah mendengar ini "Kau benar-benar perhatian. Kita tidak bisa melakukan hal seperti menyeberangi sungai lalu membakar jembatan."

Sembari terus berbincang, tiga saudara itu bersibuk menyiapkan dagangan untuk esok hari hingga malam menjelang.

1
Juvita Lin
lanjut kak👍
Ai
itu bpke lin yao ikutan jahat gak sch
Ai
apa mgkn Lin yao tau klo jendral xu blm mati
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺: mungkin Lin Yao udah tau 🙂
total 1 replies
Ai
semangat jendral xu.. sudah dpt suntikan semangat perangnya harus menang trs nikah dch😄
Ai
hah seharusnya Lin yao bukan cuma ahli memasak harusnya dia jg belajar meracik racun Dan membuat senjata spt didunia Modern setidaknya bisa membuat busur panah otomatis utk perlindungan diri klo tdk bisa bela diri.. masa dari dunia Modern cuma bisa masak
gendhis jawi
aduuh.. kang shi awas loh kalau bocorin persembunyian warga
Erina Almayra16
jangan jangan ada sesuatu antara liuzi dengan kang shi
Ai
sudah ditulung malah mentung itulah gambaran ma liuzi bnr2 tdk tau diuntung
Ai
si MA liuzi itu tdk tau diri udah dibeli diberlakukan baik sbg pelayan mlh berhati jahat
Ai
haruse yao'ya yg berjiwa Modern bisa membudidayakan makanan yg mengenyangkan spt singkong atau kentang yg mudah tumbuh atau ubi jalar disekitar hutan jd tdk hanya mengandalkan berburu tp perut semua org bisa kenyang
Ai
ibu yg semprul nek gak bisa ngopeni anak yo ojo digawe kutu kupret, anak gak tau opo2 kok dibentak2 uedan po kowe
Erina Almayra16
potong tangannya 🤣🤣 bercandaa
Ai
tidak dizaman ini tdk jg di zaman kuno banyak org yg tdk tau terima kasih sudah ditlng tp menggonggong😄
Ai
pemerintah zholim maka rakyat nya yg menderita ..bukan cm zaman kuno skr Pun banyak terjadi
SENJA
aduh siapa lagi ini 😤
SENJA
kalau makanan mu ga enak mau ke lapak manapun yah ga laku 🤭
SENJA
ada aja orang yang cari perkara 😤😓
Osie
yaaacckk aku setuju lin yao dgn xu fan zi
Ai
kaisar e zholim itu lengserkan saja😄
SENJA
coba dulu bibi baru komen 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!