NovelToon NovelToon
TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK

TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah / Romansa
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Ravela Natakusuma, seorang kapten TNI-AD, tiba-tiba harus menerima perjodohan dengan Kaivan Wiratama, seorang CEO pewaris perusahaan besar, demi memenuhi permintaan ayah Kaivan yang tengah kritis.

Mereka sepakat menikah tanpa pernah benar-benar bertemu. Kaivan hanya mengenal Ravela dari satu foto saat Ravela baru lulus sebagai perwira yang diberikan oleh Ibunya, sementara Ravela bahkan tak tahu wajah calon suaminya.

Sehari sebelum pernikahan, Ravela mendadak ditugaskan ke Timur Tengah untuk misi perdamaian. Meski keluarga memintanya menolak, Ravela tetap berangkat sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai abdi negara.

Hari pernikahan pun berlangsung tanpa mempelai wanita. Kaivan menikah seorang diri, sementara istrinya berada di medan konflik.

Lalu, bagaimana kisah pernikahan dua orang asing ini akan berlanjut ketika jarak, bahaya, dan takdir terus memisahkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kirana tahu rahasia Ravela

Eugghhh...

Kaivan semakin bersemangat mendengar lenguhan yang keluar dari mulut istrinya. Kini tangannya menelusup masuk ke dalam kaos Ravela.

Kaivan penasaran dengan benda yang kemarin hampir bisa dirasakannya, namun gagal karena kemarin Ravela mendorongnya.

Kini akhirnya Kaivan bisa mendapatkan benda kenyal itu, tangannya sedang bermain-main disana, meremas daging lembut yang terasa kenyal itu.

Dan setelah bisa mendapatkan apa yang selama ini ia inginkan, Kaivan tidak bisa berkata-kata lagi. Ini benar-benar luar biasa dan milik Ravela begitu pas di tangannya.

Hingga suara ponsel yang berada di saku Kaivan menyadarkan mereka.

Ravela segera turun dari tampat penampungan air. Ia kini benar-benar malu, ini adalah hal gila yang pernah ia lakukan selama hidupnya. Sedangkan Kaivan jangan ditanya, wajah nya begitu gelap gulita bak mati lampu ditengah malam.

“Sial!” umpat Kaivan, saat mendapati gangguan yang membuatnya benar-benar frustasi.

Ravela tahu saat ini Kaivan benar-benar merasa frustasi. Namun ia tidak ingin menenangkan laki-laki itu, ia sendiri merasa gelisah, sudah seperti pasangan mesum yang kepergok warga kampung.

Setelah Kaivan menerima panggilan ponsel itu, yang memberitahukan jika Jovan telah kembali, barulah Kaivan mengajak Ravela untuk keluar.

Ravela yang mendengar jika Jovan telah kembali segera membuka pintu kamar mandi, tapi belum sempat pintu itu terbuka Kaivan segera mencekal lengannya.

“Vel,” panggil Kaivan dengan pandangan gelisah.

Ravela menatap ke arah Kaivan, "Ada apa Mas?” tanyanya.

“Kamu belum bisa memafkanku?” tanya Kaivan lirih, dengan pandangan sendu.

Ravela terhenyak mendengar ucapan Kaivan, ia menggeleng, “Aku sudah menerima hubungan ini, tapi aku masih butuh waktu. Tolong beri aku waktu sampai nanti kita kembali,” balasnya.

Kaivan bernapas lega, ia tidak menyangka, Ravela bisa dengan cepat menerima bahkan memaafkan dirinya.

“Apakah kita sudah bisa menjalani hubungan kita sebagai mana mestinya?” tanya Kaivan.

Ravela mengangguk pelan. Meskipun Kaivan belum bisa membuatnya yakin sepenuhnya, namun Ravela juga harus berusaha membangun hubungan mereka.

Ravela berpikir jika mereka tetap menjaga jarak, sampai kapan hubungan mereka akan membaik.

“Kalau begitu boleh tidak, jika kita sedang berduaan jangan panggil aku Mas saja?” pinta Kaivan.

Ravela mengernyitkan dahi. “Terus Mas mau dipanggil apa?" tanyanya heran.

“Terserah, mungkin sayang, honey, cinta, atau hubby atau apalah, yang menurut mu pantas,” ucap Kaivan.

Ravela melongo dengan apa yang baru Kaivan katakan, ia tidak menyangka jika Kaivan memiliki sifat kekanakan seperti itu.

“Aku panggilnya Mas sajalah,” ucap Ravela.

Kaivan menggeleng, “Panggilan itu terlalu klasik.”

Ravela kemudian berpikir sejenak. “Sayang?” cicitnya pelan.

Kaivan mengaguk cepat. “Iya, itu lebih baik. Aku juga akan memanggilmu, sayang,” ujarnya senang.

Panggilan itu juga membuat pipi Ravela memanas, bersemu merah.

Setelah sepakat untuk memulai awal yang baru dengan lembaran baru serta panggilan baru. Kini mereka keluar dari kamar mandi dan berjalan kembali menuju tenda.

Sepanjang perjalanan Kaivan terus tersenyum, membuat Ravela menatap aneh ke arahnya.

“Kamu masih pakai cincin kita sebagai liontin?” tanya Kaivan menghentikan langkahnya dan diikuti Ravela.

Ravela mengangguk. “Masih. Kenapa?”

“Aku pengen banget liat kamu pakai cincin itu di jari manismu. Tapi tidak mungkin. Sekarang hubungan kita masih sebatas nikah siri,” ungkap Kaivan.

Kaivan lalu meraih tangan Ravela, mengecup punggung tangannya dengan lembut. “Aku janji, setelah kita balik dari sini, kita urus semuanya. Kita daftarkan pernikahan kita lewat pengadilan agama supaya sah di mata hukum. Setelah itu aku akan dampingi kamu saat kamu melapor ke satuan mu.”

Kaivan menatap Ravela serius. “Gimana, sayang? Kamu setuju kan?”

Ravela mengangguk, “Aku ikut kamu saja, sayang,” ucapnya. Ketika mengucap kata 'sayang' lidah Ravela masih terasa kelu.

Mereka kembali berjalan santai sembari menggandeng tangan, bak ABG baru merasakan jatuh cinta. Maklum Kaivan menjomblo hingga tujuh tahun lamanya.

Disisi lain, Kirana ikut melepas kepergian Jovan. Setelahnya ia kembali ke tenda, saat masuk pandangannya menyapu seisi tenda, namun Ravela tidak ada di sana.

Padahal, hampir dua jam lalu Ravela masih sempat berpapasan dengannya saat izin ke kamar mandi. Kirana melirik jam tangannya. Terlalu lama hanya untuk mandi.

Perasaan tidak enak mulai muncul. Ia berkeliling ke area tenda pengungsi, bertanya pada beberapa warga dan relawan, namun tak satu pun melihat Ravela.

Dengan langkah cepat, Kirana menuju kamar mandi. Kekhawatiran tak bisa ia bendung, membayangkan kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

Namun kekhawatiran itu berubah menjadi keterkejutan saat dari kejauhan Kirana melihat dua sosok berjalan dari arah kamar mandi yakni Ravela dan Kaivan.

Langkah Kirana spontan terhenti. Matanya menyipit, memastikan penglihatannya tidak salah.

Yang membuat dadanya semakin berdesir adalah cara mereka berjalan berdampingan. Jaraknya terlalu dekat, tangan mereka bahkan saling menggenggam.

Kirana tidak menghampiri. Ia memilih berbalik lebih dulu menuju tenda dengan pikiran yang penuh tanda tanya.

Tak lama kemudian, Ravela masuk ke tenda dengan wajah yang terlihat lebih tenang dari biasanya, bahkan tersenyum tipis. Senyum itu justru membuat Kirana semakin curiga.

Tatapan Kirana langsung menusuk.

“Ada apa?” tanya Ravela heran saat menyadari suasana di dalam tenda terasa berbeda.

“Anda dari mana saja Komandan?” tanya Kirana singkat.

“Dari kamar mandi,” jawab Ravela.

Kirana menyilangkan tangan di dada. “Mandi apa sampai hampir dua jam, Komandan?”

Ravela mengernyit. “Kenapa sih kamu nanyanya seperti itu?”

“Karena aku cari kamu ke mana-mana. Dan aku lihat sendiri kamu jalan bareng mas Kaivan sambil pegangan tangan,” jelas Kirana.

Ravela langsung memaku terdiam. Ternyata tadi Kirana melihatnya bersama Kaivan.

Kirana melangkah mendekat, lalu menarik keluar kalung militer yang di kenalan Ravela dan terdapat cincin disana. Jantungnya berdegup saat menyadari cincin itu bertuliskan ’Kaivan ♡ Ravela’.

“Maaf kalau aku lancang. Disini aku sebagai sahabatmu bukan bawahanmu. Sekarang aku ingin kamu menjelaskan ini,” ucap Kirana tegas.

Ravela menghela napas panjang. Tidak ada lagi alasan untuk menghindar dan menutupi itu dari sahabatnya.

“Aku sudah menikah dengan mas Kai. Secara agama,” ungkap Ravela.

Kirana langsung membeku, matanya terbelalak kaget. “A–apa?! Kok bisa?”

Ravela kemudian menceritakan semuanya. Tentang perjodohan dan pernikahan yang terjadi begitu mendadak, atas permintaan ayah Kaivan yang sedang kritis.

Tentang akad yang berlangsung saat Ravela sudah berangkat menjalankan tugas ke Lebanon, hingga akhirnya Kaivan menjalani prosesi itu seorang diri, tanpa mempelai wanita di sisinya.

“Bahkan aku sendiri baru tahu beberapa hari lalu kalau mas Kai itu suami aku,” ucap Ravela lirih.

“Baru tahu waktu disini maksud kamu?”

Ravela mengangguk. “Aku sadar setelah lihat cincin yang mas Kai pakai sebagai liontin. Bentuknya sama persis dengan cincin yang aku punya. Dari situ semuanya mulai terbuka.”

Ravela tersenyum tipis, namun pahit. “Bayangin, saja, Kira. Aku ini istrinya, tapi bahkan tidak tahu kalau laki-laki itu suamiku sendiri.”

Kirana menghela napas pelan. “Aku tidak menyangka kamu sampai harus merasakan hal seberat ini, Vel.”

Ravela mengulas senyum kecil, kali ini lebih pasrah. “Tidak apa-apa, Kira. Mungkin ini memang jalan hidupku.”

Ravela lalu menatap Kirana lebih serius. “Tapi aku minta satu hal. Tolong rahasiakan hubunganku sama mas Kai. Kalau sampai atasan kita tahu sebelum semuanya resmi, aku bisa kena sanksi.”

Kirana langsung mengangguk tanpa ragu. “Tenang, Vel. Rahasia mu akan aman. Aku janji. Pantas saja mas Kaivan selalu menatap mu dengan cara yang berbeda, ternyata sahabat aku ini bininya,” godanya.

“Apaan sih, Kira,” ucap Ravela tersipu.

Kirana hanya tertawa, dan ia bahagia Ravela sudah menemukan pengganti Jovan.

1
Raja Tampan
smua cwok d sukai sm tari, trlalu pd
Sunaryati
Makanya cepat- cepat diurus sesuai aturan negara, untuk nikah secara resmi
Sinchan Gabut
lah, apa hub status tentara sama di gombalin suami Vel Vel... melemah d gombalin cwo lain baru salah 🤣🤣
Sinchan Gabut
Bangun Tari bangun... perlu di guyang air seember? 😏🤣
Kreatif Sendiri
terharu
Alessandro
pas mendung..... bab ini 🙈
Mutia Kim🍑: Hussttt😂
total 1 replies
Alessandro
kamu yg stromg aja meleleh, vela. gmn pembaca ini... meleyot lah pasti
Sunaryati
Kirain Kirana akan marah, syukur dia malah senang. Kalian jangan bersentuhan terlalu jauh sebelum sah di mata hukum.
Mutia Kim🍑: Huhuhu iya kak😭
total 1 replies
tami
plot twist nya bakal lucu kalo suaranya ga merdu 🤣
tami
jirr pede banget tuh si tari 😭
Sinchan Gabut
Gimana, gimana? Sudah SAH tp masih mikir di kira jd wanita gampangan? kalau km g hobah yg ada laki mu yg pindah haluan Vel...
Sinchan Gabut
Bagus Pak Kai, biar sekali2 Vella jg tau kalau lakinya jg butuh penjelasan 😏
Gisha Putri🌛
Tari kepedean bgt🥴
Aruna02
sabar buuu jangan ketus ketus loh 🤪
Aruna02
biarin atuh bangun juga 🤣🤣💋
Pengabdi Uji
Ah elah VELAA kentang bgt gue dibuatnya😌🤭
Pengabdi Uji
Yaudah lah Jovan nggak usah apasih namanya gitu gitu lagi, orangnya dh berkahwin😌
Sunaryati
Astaga Nak Kaivan, ngumpetin istri di kamar mandi adu mulut kalau kedengeran dari luar lenguhan Ravela gimana ? Aduh kaya orang selingkuh tak punya uang, 🤣🤣🤭
Alessandro
caper bgt ni jovan
Alessandro
tiba-tiba gerah thor.... 🔥
Mutia Kim🍑: Butuh AC kak? 😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!