NovelToon NovelToon
Maafkan Mama, Pa

Maafkan Mama, Pa

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Pelakor / Poligami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:283.5k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

"Ma, Papa Anin masih hidup atau sudah pergi ke Sur_ga?" tanya bocah cantik bermata sayu yang kini berusia 5 tahun.

"Papa masih hidup, Nak."

"Papa tinggal di mana, Ma?"

"Papa selalu tinggal di dalam hati kita. Selamanya," jawab wanita bersurai panjang dengan warna hitam pekat, sepekat hidupnya usai pergi dari suaminya lima tahun yang lalu.

"Kenapa papa enggak mau tinggal sama kita, Ma? Apa papa gak sayang sama Anin karena cuma anak penyakitan? Jadi beban buat papa?" cecar Anindita Khalifa.

Air mata yang sejak tadi ditahan Kirana, akhirnya luruh dan membasahi pipinya. Buru-buru ia menyeka air matanya yang jatuh karena tak ingin sang putri melihat dirinya menangis.

Mendorong rasa sebah di hatinya dalam-dalam, Kirana berusaha tetap tersenyum di depan Anin.

Sekuat tenaga Kirana menahan tangisnya. Sungguh, ia tak ingin kehilangan Anin. Kirana hanya berharap sebuah keajaiban dari Tuhan agar putrinya itu sembuh dari penyakitnya.

Bagian dari Novel : Jodoh Di Tapal Batas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 - Satrio Kuncoro

"Aldo tak tau. Tadi aku datang ke rumahnya, tapi cuma ada Hana."

"Aldo ke mana?"

"Kata Hana, Aldo lagi ada pekerjaan di luar pulau. Entah balik kapan," jawab Kirana.

Setelah keduanya berbincang cukup lama, Kirana memutuskan untuk pulang.

Saat keluar dari lift, Kirana tertegun sejenak ketika melangkah ke arah lobi apartemen. Kirana menatap seorang pria berseragam cokelat yang mengenakan jaket dan topi hitam.

Kirana tau jika pria itu memakai seragam cokelat kedinasan bertanda polisi karena jaketnya tak dikancingkan guna menutup tubuhnya. Wajahnya juga begitu familiar di ingatannya.

Deg...

Kirana berjalan mendekati pria yang sedang berdiri di meja resepsionis.

"Satrio Kuncoro," sapa Kirana seraya menatap intens lawan bicaranya tersebut.

"Ya," sahut pria itu secara refleks dan menoleh ke arah Kirana.

Pupil mata Kirana dan pria yang memang bernama Satrio Kuncoro itu pun sama-sama melebar karena terkejut.

"Kamu petugas polisi yang waktu itu datang ke rumahku kan?"

"Ah, maaf Bu. Sepertinya Anda salah orang,"

"Namamu-Satrio Kuncoro!" tegas Kirana seraya tangannya membuka sisi jaket di bagian baret nama yang tertera di seragam kepolisian pria itu.

"Mumpung kita bertemu di sini. Jadi, bapak tolong jelaskan ke suamiku kalau saat itu cuma periksa karena ada dugaan pencuri masuk ke rumahku. Gara-gara kedatangan bapak waktu itu, suamiku jadi salah paham. Tolong ya, Pak."

Satrio yang panik, tiba-tiba mendorong tubuh Kirana.

BUGH !!

"Aduh !!" jerit Kirana refleks terkejut.

Walau tidak begitu kencang, namun Kirana cukup oleng ke belakang. Beruntung Kirana segera memegang erat meja resepsionis sehingga tak jatuh ke lantai.

☘️☘️

Polisi bernama Satrio itu pun segera berlari keluar apartemen, lalu menaiki taksi yang kebetulan standby dekat lobi.

"Cepat jalan!"

"Ke mana, Pak?" tanya si sopir taksi.

"Udah jalan aja! Ngebut! Mau saya masukin penjara kamu!" ancam Satrio.

"Eh, tunggu. Pak Satrio!" teriak Kirana seraya berusaha jalan cepat dengan perutnya yang buncit ke taksi yang dinaiki oleh Satrio Kuncoro.

BRUMM...

Namun sayang, Kirana tak mampu mengejarnya.

"Ughhh..." keluh Kirana karena perutnya mendadak terasa nyeri. Telapak tangannya terus mengelus perutnya yang berisi si kembar. "Sabar ya, Sayang. Maaf mama ajak kalian lari-lari hari ini," imbuhnya.

Kirana berusaha mengatur nafasnya. Ia dibantu oleh pihak sekuriti apartemen untuk duduk di kursi yang ada di lobi.

Lalu, Kirana membuka botol minum pribadi miliknya yang berisi air putih. Ia meneguknya sembari menghela nafas. Kirana tak menyangka jika Satrio Kuncoro akan kabur hanya karena ia minta tolong perkara waktu itu.

"Kenapa pria itu malah kabur?" batin Kirana terbesit sebuah kecurigaan. Namun masih samar-samar.

"Loh, ibu kenal sama polisi yang tadi?" tanya salah satu sekuriti apartemen.

"Kenal dekat sih enggak, Pak. Cuma tau namanya Satrio Kuncoro,"

"Oh, begitu."

"Apa bapak kenal dengan pria tadi?" tanya Kirana.

"Sama kayak ibu. Kenal dekat sih enggak. Cuma pria tadi beberapa kali saya lihat berkunjung ke apartemen ini,"

Kirana sontak menegakkan tubuhnya di sandaran kursi tempat di mana dirinya duduk saat ini. Ia cukup terkejut mendengar penuturan sekuriti yang ada di hadapannya tersebut.

"Apa Satrio Kuncoro tadi punya unit di gedung ini, Pak?"

"Tidak, Bu. Setahu saya, dia bertandang ke sini ke unit temannya."

"Nama temannya siapa, Pak?"

"Aduh, maaf Bu. Soal itu bukan wewenang saya menjawabnya karena menyangkut pribadi dan kenyamanan penghuni di sini," jawab sekuriti tersebut apa adanya. "Ibu bisa melapor ke manajemen untuk informasi lebih lanjut," sarannya.

Kirana pun paham. Bapak sekuriti ini hanya bekerja sesuai SOP apartemen. Kirana pun tak memaksa. Kemudian ia memilih untuk pulang ke rumahnya. Tubuh dan pikirannya sedang letih, butuh istirahat.

Sore harinya.

Usai mandi, Kirana yang tubuhnya masih dalam kondisi terbalut bathrobe, mendadak terkejut karena telinganya mendengar suara teriakan serta ged0ran pintu yang cukup kencang.

DOR...DOR...DOR...

"KIRANA !! KELUAR KAU !!" teriak seseorang.

"Siapa ya?" batin Kirana merasa bingung karena seakan dirinya tak mengenal suara yang sedang memanggil namanya itu.

Bersambung...

🍁🍁🍁

*Masih flashback dulu ya. 💋💋

1
Siti Zubaedah
ceritanya menarik...tp bcnya mash hrs nunggu ..kdng jl kelamaan sk lupa alurnya.ayo semangat berkarya....
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
ayo gercep. banyak hama bertebaran menuju anin & Kirana.
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Aldo kasihan kamu digebukin 😅😅😅
Teh Euis Tea
aku jg punya thor🤭🤭🤭🤭🤭🤭
kaylla salsabella
nah ini papa Seno baru kepala keluarga tegas sat set gak kaya aldo 😁😁😁
Sugiharti Rusli
meski begitu pasti nanti baik Seno, dr. Heni akan mencoba koneksinya juga agar bisa menemukan Kirana dan Anin yah, meski sekarang mereka harus menemui si Mia terlebih dahulu,,,
Sugiharti Rusli
padahal berita yang Aldo sampaikan ke sang bunda itu berita baik sekaligus buruk kan, mereka punya cucu lain tapi sekarang sakit dan belum tahu kondisinya gimana
Sugiharti Rusli
hadeh memang yah si Seno mah ga boleh melihat atau mendengar sang istri tereak dikit langsung aja posesif yah🙉🙉🙉
As Lamiah
ayo Aldo semangat jangan sampai kalah sama Bastian yg maungambil hati Kirana dengan rencana liciknya semoga aja Kirana sadar kalo pengacaranya licik dan bermaksud tak baik
Ari Atik
gk sama dg punyaku...😂
♒ Fuji Rachma
biasanya emak² yg pegang senjata kek gitu, ewh skrg malah pak komandan yg pake tuh senjata 🤣🤣
gercep dong BangDo, lebih sat set bapakmu ah
Anonymous
PERCUMA CEMBURU JUGA 🎸🎸
ceuceu
kirain yang dari rotan 😁
Al Fatih
AQ juga punya penebah kasur kayak gitu bun🤭.
Nah gitu ..,, papa seno tolong d bantuin bang Aldo nya biar bisa ambil tindakan sat set,, semoga bisa segera bertemu sama Anin...
Putri Dhamayanti
penebah kasurnya beruntung sekaliii bisa nempel² bang Aldo 👍 🤭

Cuss lah langsung temuin mia do, dokter Heni kudu ikut ini mah biar Lancar jaya urusan. Klo Aldo doang yg dateng bisa huru hara lg 😄
siapa tau klo ketemu dokter Heni mia jd segan sehingga mau jujur cerita dimana Kirana dan Anin saat ini 🐣
Putri Dhamayanti: hahaha iya dong,,, 😄 aku udah naksir Aldo jaman dia masih sekolah dulu. Cowok baik dan berprestasi 👍
total 2 replies
Tutik Karlos
lanjutkan thooorrrr.... double up nya
mkn serruuu
pak komandan sat set sat set
mau ketemu cucunya.
🌷Vnyjkb🌷
itulah hebatnya kak safira,,, penemuan baru mulu🤣🤣🤣
Siti Amyati
lanjut kak
Iccha Risa
aduh bund jangan salah paham, tenang dulu kalo Bunda tau alasan Abang Aldo ga tau punya anak kembar getok tuh pala Abang pake centong sayur. Abang tuh abay sama kehamilan Kirana, egois jadi ga tau apa2 dech soal kehamilan Kirana, kejem ga tuh bund malah kena hasutan Hana lagi
Tuti Tyastuti
𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘥𝘰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!