NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Berbohong

Ketika Cinta Berbohong

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita perkasa / Konflik etika / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:278
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Keluarga Arini dan Rizky tampak sempurna di mata orang lain – rumah yang nyaman, anak yang cerdas, dan karir yang sukses. Namun di balik itu semua, tekanan kerja dan harapan keluarga membuat Rizky terjerumus dalam hubungan selingkuh dengan Lina, seorang arsitek muda di perusahaannya. Ketika kebenaran terungkap, dunia Arini runtuh berkeping-keping. Novel ini mengikuti perjalanan panjang mereka melalui rasa sakit, penyesalan, dan usaha bersama untuk memulihkan kepercayaan yang hancur, serta menemukan makna cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PUTUSAN UNTUK BERPISAH SEMENTARA

Hari setelah malam mereka menghabiskan di rumah lama, Arini bangun lebih awal dari biasanya.

Dia duduk di teras rumah ibu nya, melihat matahari mulai muncul dari balik gunung sambil memikirkan semua yang telah terjadi dalam beberapa minggu terakhir.

Tangannya masih merasakan kehangatan pelukan Rizky dari malam sebelumnya, namun ada bagian dalam dirinya yang masih merasa tidak siap untuk langsung kembali hidup bersama seperti dulu.

Rizky datang pagi itu dengan membawa sarapan – bubur ayam hangat dan teh jahe yang disukai Arini dan Tara.

Saat mereka makan bersama di meja makan, Arini merasa perlu untuk mengatakan sesuatu yang sudah dia pikirkan dengan matang selama malam itu.

"Rizky, saya ingin kita berbicara dengan serius," ujarnya dengan suara yang tenang namun tegas, setelah Tara pergi bermain ke kamar atas dengan boneka barunya.

Rizky segera merasa hati berdebar kencang. Dia menaruh sendoknya dan melihat istri nya dengan penuh perhatian. "Tentu saja sayang. Apa yang ingin kamu bicarakan?"

"Saya sangat berterima kasih atas semua usaha yang kamu lakukan selama ini untuk memperbaiki diri dan membangun kembali kepercayaan saya," mulai Arini, mengambil napas dalam-dalam sebelum melanjutkan.

"Saya melihat bahwa kamu benar-benar berubah dan sungguh-sungguh menyesal dengan apa yang telah kamu lakukan. Tapi saya perlu kamu mengerti bahwa saya masih belum siap untuk kembali hidup bersama denganmu di rumah lama."

Rizky mengangguk perlahan, meskipun dia merasa sedikit kecewa mendengar kata-kata itu. "Saya mengerti, sayang. Saya tidak akan pernah memaksamu untuk melakukan sesuatu yang kamu belum siap."

"Saya tidak ingin kamu salah paham," lanjut Arini dengan cepat.

"Ini bukan berarti saya tidak mencintaimu lagi atau tidak ingin kita bersama. Saya hanya merasa bahwa kita membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar menyembuhkan luka yang ada dan membangun kembali dasar kepercayaan yang kuat untuk rumah tangga kita."

Dia menjelaskan bahwa dia ingin mereka tetap tinggal terpisah untuk sementara waktu – Arini dan Tara akan tetap tinggal di rumah ibu nya, sementara Rizky akan kembali tinggal di rumah lama untuk merawat dan mempersiapkannya agar siap untuk saat mereka benar-benar bisa kembali hidup bersama.

Selain itu, mereka akan tetap melakukan konseling keluarga setiap minggu dan menghabiskan waktu bersama setiap hari setelah Rizky selesai bekerja.

"Saya juga ingin kita membuat perjanjian yang jelas tentang batasan dan ekspektasi kita selama periode ini," ujar Arini.

"Saya perlu tahu bahwa kamu benar-benar serius tentang perubahan ini, dan saya juga perlu waktu untuk belajar mempercayai kamu kembali tanpa rasa takut atau kecurigaan."

Rizky mengambil tangannya dengan lembut. "Saya setuju dengan semua yang kamu katakan, sayang. Jika ini adalah apa yang kamu butuhkan untuk merasa aman dan nyaman, saya akan melakukan apa saja. Saya hanya ingin kamu tahu bahwa saya akan selalu ada untukmu dan Tara, tidak peduli apa pun."

Mereka kemudian membuat daftar perjanjian bersama – Rizky akan selalu memberitahu Arini tentang jadwal kerjanya dan lokasinya jika dia harus bekerja lembur, mereka akan berkomunikasi secara terbuka setiap hari tentang apa yang mereka rasakan, dan mereka akan fokus pada membangun hubungan yang sehat dengan Tara tanpa menyertakannya dalam masalah orang dewasa.

Setelah mereka menyelesaikan pembicaraan, Tara turun dari kamar atas dan langsung berlari ke arah Rizky. "Papa, kita mau kemana hari ini? Bolehkah kita pergi ke taman bermain seperti dulu?"

Rizky mengangkat anaknya dengan penuh cinta dan mencium dahinya. "Tentu saja nak. Kita bisa pergi ke taman bermain setelah Papa membantu Mama mengemas pesanan kue ya."

Hari itu mereka pergi ke taman bermain yang dulu sering mereka kunjungi bersama. Tara bermain dengan sangat senang di ayunan dan seluncuran, sementara Arini dan Rizky duduk bersama di bangku taman, menyaksikan anak mereka dengan senyum hangat.

Beberapa orang tua lain yang mengenal mereka datang menyapa dan memberikan dukungan, mengatakan bahwa mereka senang melihat keluarga mereka bisa bersama kembali.

Sore hari, Rizky mengantar mereka pulang ke rumah ibu Arini dan kemudian pergi ke rumah lama untuk mulai membersihkan dan merawatnya.

Saat dia memasuki rumah yang sunyi, dia merasa hati sedikit berat namun juga penuh dengan semangat.

Dia mulai dengan membersihkan kamar tidur utama – mengganti seprai lama dengan yang baru, membersihkan jendela, dan menyusun ulang barang-barang Arini yang masih tersimpan di lemari.

Saat dia sedang membersihkan lantai kamar, dia menemukan sebuah kotak kecil yang tersembunyi di bawah tempat tidur.

Dia membukanya dan menemukan surat-surat cinta yang pernah dia kirimkan kepada Arini saat mereka masih pacaran, serta beberapa foto lama dari saat mereka pertama kali bertemu.

Dia duduk di lantai dan mulai membaca surat-surat itu dengan hati yang penuh dengan kenangan.

Dalam salah satu surat, dia menulis tentang betapa dia mencintai Arini dan bagaimana dia berjanji untuk selalu menjaga dan mencintainya dengan sepenuh hati.

Rasa bersalah kembali menyelimuti dirinya, namun kali ini disertai dengan tekad yang lebih kuat untuk memenuhi janji yang dia buat dulu.

Dia mengambil telepon dan mengirim pesan singkat kepada Arini: "Saya sedang membersihkan kamar kita. Saya menemukan surat-surat lama saya untukmu. Saya ingat setiap kata yang saya tulis, dan saya berjanji akan membuat semua janji itu menjadi kenyataan kembali. Cinta kamu, Rizky."

Arini melihat pesan itu dengan mata yang berkaca-kaca. Dia sedang duduk di kamar Tara yang sedang tidur siang, menyusun daftar pesanan kue untuk minggu depan.

Dia mengambil kotak kecil yang berisi surat-surat cinta dari Rizky yang dia simpan dengan rapi di lemari bawah tempat tidurnya, membacanya kembali dengan hati yang penuh dengan emosi.

Dia membalas pesan Rizky: "Saya juga sedang melihat surat-surat lama kamu. Saya masih ingat betul perasaan saya saat membacanya dulu. Saya percaya bahwa kamu bisa memenuhi janji itu. Cinta kamu juga, Arini."

Keesokan harinya, Rizky mulai merawat taman belakang rumah lama. Dia memotong rerumputan yang tinggi, menanam bunga-bunga baru yang disukai Arini, dan memperbaiki ayunan kayu yang pernah menjadi favorit Tara.

Dia juga memanggil tukang servis untuk memperbaiki kompor yang rusak dan membersihkan saluran pembuangan yang mampet.

Sementara itu, Arini menghubungi konselor mereka, Dr. Sari, untuk memberitahukan keputusannya untuk berpisah sementara dengan Rizky.

Dr. Sari memberikan dukungan penuh dan mengatakan bahwa ini adalah langkah yang bijak untuk memastikan bahwa mereka benar-benar siap untuk hidup bersama kembali.

"Penting bagi kamu untuk merasa aman dan nyaman sebelum kamu kembali hidup bersama dengan Rizky," ujar Dr. Sari melalui telepon. "Periode pisah sementara ini bisa menjadi waktu yang baik bagi kalian berdua untuk merenung, belajar tentang diri sendiri, dan membangun kembali kepercayaan yang rusak."

Arini juga mulai berbicara dengan beberapa teman yang pernah mengalami masalah serupa dalam rumah tangganya.

Mereka memberikan nasihat dan dukungan yang berharga, mengatakan bahwa waktu adalah obat terbaik untuk menyembuhkan luka hati dan bahwa kesabaran serta komunikasi yang baik adalah kunci untuk membangun kembali hubungan yang sehat.

Malam itu, Rizky datang ke rumah ibu Arini untuk mengantar makanan yang dia masak sendiri – sup kacang merah yang disukai Arini dan bakso yang dibuat sendiri untuk Tara.

Mereka makan bersama di ruang tamu, berbincang tentang perkembangan rumah lama dan rencana mereka untuk masa depan.

"Saya sudah menanam bunga mawar putih di taman belakang," ujar Rizky dengan senyum. "Seperti yang kamu inginkan dulu."

Arini tersenyum melihatnya. "Terima kasih. Saya sangat menantikan untuk melihatnya nanti."

Setelah makan malam, Rizky membantu Tara menyelesaikan pekerjaan rumahnya sebelum membacakan buku cerita untuknya.

Saat anak itu tertidur, Arini dan Rizky duduk bersama di teras depan, melihat langit malam yang penuh dengan bintang-bintang.

"Kamu tidak perlu terburu-buru ya, sayang," ujar Arini dengan suara yang lembut. "Kita memiliki waktu yang cukup untuk membangun kembali rumah dan keluarga kita dengan benar."

Rizky mengambil tangannya dan menciumnya dengan lembut. "Saya tidak akan pernah terburu-buru lagi. Saya akan menunggu selama yang kamu butuhkan. Yang penting adalah kita tahu bahwa kita memiliki masa depan yang cerah bersama."

Mereka berdiri dan berpelukan di teras, menyaksikan bulan yang bersinar terang di langit malam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!