Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.23
Beberapa orang yang sudah hadir, langsung di suruh berbaris dengan tertib. Satu persatu akan mencoba keberuntungan. mereka sama sekali tidak diberitahukan bahwa saat ini, jendral Wiliam terkena racun yang mematikan. jadi mereka tak ada yang cemas dan masih begitu percaya diri nya.
Elly diam diam keluar dari gerbang belakang, di bantu oleh bibi sare yang mengawasi para prajurit dan para pelayan yang berlalu lalang.
"Nona, sudah aman." ucap nya yang sudah memastikan.
"Terima kasih bibi, sudah mau membantu ku!"
"Sama sama nona, ini sudah menjadi kewajiban bibi, membantu nona muda." ucap nya dengan pandangan tulus.
"Baiklah bibi, aku akan langsung pergi ke gerbang bagian depan. Agar Mereka tak curiga."
"Baik nona, hati hati dan tetap waspada."
Setelah itu, Elly langsung membungkuk kan badan nya, dan langsung menuju ke halaman gerbang kediaman sang jendral. Tadi dia melewati pintu belakang, yang jarang sekali di kunjungi orang orang. Elly juga harus memaksimalkan akting nya.
"Huft, lelah banget harus jalan seperti ini." gumam nya dengan nada lemah tapi semangat nya tak pernah pudar.
"Harap kepada para tabib, mengantri di barisan terdepan. Jangan ada yang membuat kerusuhan!" pekik para penjaga yang menertibkan barisan orang orang yang berdatangan.
"Aku pasti bisa menyembuhkan jendral Wiliam, dan mendapatkan hadiah itu!" ucap beberapa orang yang langsung percaya diri bahwa Mereka bisa menyembuhkan sang jendral.
"Jangan bermimpi, kau Sama sekali tak memiliki kemampuan untuk meracik obat."
Beberapa orang langsung saling meremehkan. Bahkan tatapan mereka masih begitu sombong.
Saat Elly telah sampai di gerbang kediaman, dia langsung di cegat oleh para prajurit tersebut.
"Tunggu!"
"Deg... Jantung Elly berdetak kencang, saat dia dihentikan oleh para prajurit itu.
"Ada apa?" tanya Elly yang harus berpura pura sebagai seorang nenek nenek tua.
"apa tujuan mu ke sini, nenek tua?"
"Ah, aku ingin ikut sayembara menyembuhkan jendral besar." ucap Elly yang memaksimalkan suara nya dengan lebih berat.
"Apakah kau yakin nenek tua, aku sama sekali meragukan kemampuan mu itu. Sebaiknya pulang saja ke rumah mu itu, aku rasa kau tak bisa menyembuhkan jendral besar!"
Mendengar ucapan prajurit itu, membuat Elly menatap nya sinis. Lagi lagi dia selalu diremehkan seperti ini.
"Jangan meremehkan orang yang lebih tua! Apakah kau melihat penampilan saja, bukan kah semua orang berhak mencoba. jadi kenapa aku tak di perbolehkan untuk ikut!" ucap Elly dengan nada tegas nya. Hal itu membuat para prajurit saling melirik.
Tak lama paman han yang bertugas memastikan sayembara itu lebih tertib, langsung menghampiri keributan tersebut.
"Ada apa ini! Tanya paman han dengan tatapan datar nya.
"Tuan, maaf telah membuat keributan ini. Wanita tua ini, mencoba ikut sayembara nya tuan."
Paman Han menatap prajurit itu dengan tatapan datar nya.
"Lalu apa masalahmu! Biarkan saja nenek tua itu ikut, jangan mencoba menghalangi nya!" ucap paman Han dengan datar nya.
Para prajurit langsung menunduk takut, dan tak menyangka orang kepercayaan sang jendral memperbolehkan wanita tua itu, untuk ikut.
Elly yang mendengar ucapan paman itu, langsung tersenyum tipis. Seperti nya paman han lebih waras dibandingkan mereka semua.
paman Han berjalan menuju ke arah Elly dengan tatapan lembut nya. Dia begitu menghormati orang tua, maka dari itu sikap paman Han benar benar sangat baik dengan nya.
"Nenek tua, apakah kau baik baik saja?" tanya paman Han dengan tatapan khawatir nya.
"Ah, aku sudah lebih baik tuan, terima kasih telah memberikan ku kesempatan ini."
"Sama sama nenek, apakah nenek punya keahlian meracik obat?" tanya nya dengan penasaran.
"Aku sedikit mengetahui jenis jenis penyakit tuan, aku tak sehebat tabib tabib terkenal lainnya." ucap Elly yang tetap rendah diri.
"oh jadi seperti itu, baiklah ayo ikut dengan ku, dan kita coba peruntungan mu ini."
"Tuan, bukan kah nenek tua itu harus mengantri?" ucap prajurit yang tak setuju dengan paman Han.
lanjut up yg banyak thor