NovelToon NovelToon
Hantu Tampan Si Mesum

Hantu Tampan Si Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Dunia Lain / Spiritual / Hantu / Suami Hantu
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Angin Siang Itu Berhembus Cukup Kencang, Memainkan Helai Rambut Panjang Milik Jelita Yang Sedang Duduk Santai Di Selasar Universitas. Bagi Jelita, Dunia Hanya Sebatas Apa Yang Bisa Dilihat Oleh Mata Dan Logika. Baginya, Cerita Hantu Hanyalah Dongeng Pengantar Tidur Untuk Orang-Orang Penakut.​"Hari Ini Kita Gak Ada Kelas! Gimana Kalau Kita Ke Gedung Kosong Sebelah," Ajak Salah Satu Teman Jelita Yang Bernama Dinda. Matanya Berkilat Penuh Rencana Tersembunyi.​Jelita Mengangkat Alisnya Sebelah, Menatap Dinda Dengan Tatapan Remeh. "Buat Apa Kita Kesana? Kamu Mau Ngajak Mojok Ya?" Selidik Jelita Sambil Tersenyum Tipis.​"Kamu Kan Gak Pernah Takut Dan Gak Pernah Percaya Hal Kaya Gitu. Kita Mau Tantang Kamu Kesana Untuk Uji Nyali," Kata Dinda Tegas.​"Bener Juga! Lumayan Hiburan Di Saat Lagi Kelas Kosong," Sambung Ira Yang Tiba-Tiba Bergabung, Memberikan Dorongan Ekstra Agar Jelita Terpojok.​Jelita Tertawa Kecil, Sebuah Tawa Yang Mengandung Kesombongan. "Oke, Siapa Takut? Ayok Kita Kesana."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Mereka bertiga berjalan keluar gedung menuju area parkir. Namun, suasana di sana tampak riuh. Mahasiswa berkerumun di dekat pintu keluar gerbang utama.

​"Ada apa sih? Kecelakaan?" tanya Dinda yang rasa penasarannya selalu mengalahkan rasa takutnya.

​Begitu mereka sampai di depan gerbang, jantung Jelita berdegup kencang. Di sana, bukan sebuah taksi hitam tua yang menunggu, melainkan sebuah kereta kencana modern—sebuah mobil mewah berwarna hitam legam dengan aksen emas yang sangat elegan, namun tanpa ada sopir di dalamnya.

​Pintu mobil bagian belakang terbuka sendiri perlahan begitu Jelita mendekat.

​"Wah... ini levelnya naik lagi?" gumam Ira terpana. "Jel, sepertinya dia menjemputmu lebih awal."

​Di atas kap mobil, terdapat satu tangkai bunga melati putih yang masih segar dan mengeluarkan aroma yang sangat harum, menutupi bau asap kendaraan di sekitar mereka.

​Dinda yang tadi sempat takut, kini kembali histeris. "Jel! Mobilnya mewah banget! Ini mah bukan horor, ini namanya Crazy Rich Ghost! Ayo Jel, tanya dia, boleh nggak aku ikut nebeng sampai depan gerbang kosan? Capek nih jalan kaki!"

​Jelita menoleh ke arah Dinda, lalu ke arah mobil itu. Tiba-tiba, kursi penumpang depan bergeser sedikit, seolah memberi ruang.

Jelita melihat ke arah kursi penumpang yang seolah "mengundang" itu, lalu beralih pada kedua sahabatnya. Ia tersenyum tipis, seolah mendapat izin lewat firasat yang dikirimkan Arjuna.

​"Masuklah. Arjuna sepertinya mengizinkan kalian ikut," ucap Jelita lembut.

​Dinda tidak perlu disuruh dua kali. Ia langsung melompat ke kursi depan dengan wajah super ceria. Sementara itu, Ira, yang biasanya paling logis dan waspada, tampak ragu sejenak. Namun, aroma cendana yang menenangkan dan kemewahan interior mobil yang tidak masuk akal itu mulai meruntuhkan pertahanannya.

​"Baiklah, sekali ini saja... aku juga penasaran bagaimana rasanya naik kendaraan 'sultan' beda alam," gumam Ira sambil masuk ke kursi belakang bersama Jelita.

Begitu pintu tertutup otomatis dengan suara klik yang halus, suhu di dalam mobil langsung berubah menjadi sejuk yang pas. Tidak ada sopir, namun kemudi mulai berputar sendiri dengan sangat tenang.

​"Gila! Ini lebih keren daripada mobil self-driving tercanggih sekalipun!" seru Dinda sambil meraba dasbor mobil yang terbuat dari kayu dipelitur sempurna.

​Saat mobil mulai melaju, Ira menoleh ke luar jendela dan matanya membelalak. "Jel... Dinda... lihat ke luar!"

​Pemandangan di luar jendela bukan lagi jalanan kampus yang macet dan panas. Jalanan itu tampak seperti lorong waktu yang dipenuhi cahaya biru dan ungu. Kendaraan lain di sekitar mereka menghilang, digantikan oleh bayang-bayang pohon raksasa dari era kuno yang melintas dengan cepat.

​Ira, yang tadinya tegang, kini mulai menyandarkan punggungnya ke jok kulit yang sangat empuk. "Jel, aku harus mengakui... ini luar biasa. Aku merasa semua beban pikiranku hilang saat berada di dalam sini."

​"Kan! Apa kataku!" Dinda menoleh ke belakang dengan semangat. "Ira pun akhirnya mengakui kekuatan 'calon ipar' kita ini! Jel, kalau setiap pulang kampus dijemput begini, aku rela deh tiap hari masuk kelas tambahan!"

Tiba-tiba, laci dasbor di depan Dinda terbuka sendiri. Di dalamnya terdapat dua kantong kain sutra kecil. Jelita tersenyum, ia tahu itu adalah bentuk keramahan Arjuna pada sahabat-sahabatnya.

​"Itu untuk kalian," ucap Jelita.

​Dinda dan Ira membuka kantong tersebut. Di dalamnya terdapat sebuah koin emas kuno yang sangat berat dan indah.

​"Ini untuk apa, Jel?" tanya Ira sambil mengamati koin yang memancarkan energi hangat itu.

​"Arjuna bilang, itu adalah 'Jimat Pelindung'. Selama kalian membawa koin itu, tidak akan ada makhluk halus jahat yang berani mendekati kalian. Anggap saja itu ucapan terima kasih karena sudah menjaga 'Ratunya' di kampus," jelas Jelita.

​Ira terdiam, ia menggenggam koin itu dengan erat. Ada rasa haru yang muncul. "Terima kasih, Jel... sampaikan terima kasihku pada Arjuna."

​Dinda? Jangan ditanya lagi. Ia mencium koin emas itu berkali-kali. "Wah, kalau begini sih aku fiks jadi pendukung nomor satu hubungan kalian! Arjuna, kamu memang hantu paling pengertian!"

Tanpa terasa, mobil itu melambat. Saat pintu terbuka, mereka sudah berada tepat di depan gerbang kos Dinda dan Ira ikut turun bersama Dinda—padahal jarak kampus dan kos Dinda biasanya memakan waktu 30 menit karena macet, tapi ini hanya terasa seperti 5 menit.

​Dinda turun dengan gaya bak selebriti, sementara Ira turun dengan senyum yang jauh lebih rileks dari biasanya.

​"Jel, hati-hati ya malam ini," pesan Ira sambil melambai. "Terima kasih tumpangannya, Pangeran!"

​Mobil mewah itu perlahan transparan dan kembali menjadi taksi hitam tua sebelum akhirnya melesat pergi membawa Jelita menuju pertemuan malamnya yang lebih sakral.

Kini Jelita sampai di halaman rumahnya tiba-tiba kendaraan itu menghilang dalam sekejap mata.

Jelita mengerjapkan mata, masih terpana dengan transisi kilat dari mobil mewah kembali ke halaman rumahnya yang tenang. Begitu ia melangkah masuk dan membuka pintu kamar, jantungnya hampir meloncat keluar dari dada.

​Di atas kasurnya yang sederhana, Arjuna sudah menunggu. Pangeran kegelapan itu tidak lagi muncul dalam kabut atau siluet yang menakutkan. Ia berbaring miring dengan satu tangan menyangga kepala, menatap Jelita dengan tatapan intens yang mematikan. Jubah kerajaannya tersampir begitu saja, memperlihatkan aura elegan sekaligus maskulin yang luar biasa—benar-benar seperti model profesional yang sedang melakukan pemotretan bertema royal gothic.

​"Kau terlambat lima menit, Ratu Kecilku," sapa Arjuna dengan suara bariton yang rendah, namun ada nada menggoda di sana.

Jelita terpaku di ambang pintu, tangannya masih memegang tas kuliah. Kamarnya yang tadi pagi berantakan, kini sudah rapi dan harum melati. Cahaya lampu kamarnya meredup secara otomatis, digantikan oleh pendar cahaya kebiruan yang keluar dari tubuh Arjuna.

​"Bagaimana harimu di sekolah manusia itu? Apakah kau merindukanku seperti aku merindukanmu setiap detiknya?" tanya Arjuna sambil bangkit perlahan. Gerakannya sangat luwes, nyaris tanpa suara, hingga ia kini berdiri tepat di depan Jelita.

​Jelita menelan ludah. "A-Arjuna... kau bilang akan menjemputku saat malam benar-benar tiba. Ini bahkan belum jam delapan."

​Arjuna merunduk, napas dinginnya menyapu pipi Jelita, sementara jemarinya yang panjang mulai memainkan tusuk konde perak yang masih tersemat di rambut Jelita.

"Waktu adalah milikku, Jelita. Dan aku tidak sabar ingin melihatmu mengenakan gaun yang sudah kusiapkan untuk pesta penobatanmu malam ini."

Arjuna melambaikan tangannya ke arah lemari baju Jelita. Tiba-tiba, pintu lemari itu terbuka dan di dalamnya tidak lagi berisi kaos atau celana jeans biasa. Sehelai gaun berbahan beludru hitam dengan sulaman benang emas yang membentuk motif naga dan burung phoenix khas kerajaan kuno tergantung di sana, memancarkan cahaya keemasan.

Cup!

​"Pakailah. Para rakyatku sudah berkumpul di aula utama. Mereka ingin melihat wajah manusia yang telah berhasil mencuri jantung pangeran mereka," bisik Arjuna seraya mengecup lembut tanda di leher Jelita, membuat tubuh gadis itu merinding hebat.

​Jelita melihat ke arah cermin. Ia bukan lagi mahasiswi biasa yang tadi pagi bingung soal tugas kuliah. Di samping Arjuna, ia terlihat seperti bagian dari sejarah yang hidup kembali.

​"Apakah... apakah aku akan terlihat pantas bersamamu, Arjuna?" tanya Jelita ragu.

​Arjuna memeluknya dari belakang, menatap pantulan mereka di cermin.

"Kau adalah satu-satunya cahaya di duniaku yang gelap, Jelita. Tak ada yang lebih pantas darimu."

1
Ani Suryani
merah merah karena hantu
Mingyu gf😘
Arjuna jahat
Mingyu gf😘
sadar jelita sadar
Stanalise (Deep)🖌️
Ya, kalau setannya kayak gini visualisasi nya siapa yang ga kepincut. Beneran 🐊 nih the mycth
Stanalise (Deep)🖌️
Tapi thor, sebenarnya nih si Jelita dia emang bisa nglihat atau ngga Thor? #Bertanya dengan nada lembut. 🥺
Greta Ela🦋🌺
Jangan woi. Hantu ini gak tahu tempat, dah tahu sekarang lagi jam kuliah malah diganggu
Greta Ela🦋🌺
Ya wajib lah dengerin dosen. Kocak amat lu
Greta Ela🦋🌺
Hantunya ganteng gini mah🤣
Greta Ela🦋🌺
Hantunya ini ngada2 ya🤣
Blueberry Solenne
Cape banget Ini yang Jadi temen-temennya, harus rebutan Jelita sama Hantu
Wida_Ast Jcy
tidak semudah itu juga kali. kalau teror berakhir otomatis ceritamu tamat donk. ya kan thor
Wida_Ast Jcy
Bukan masalah begitu jelita. namanya juga sahabat mungkin mereka ingin membantu. dan kesian harus membiarkan dirimu
studibivalvia
merinding tapi bikin terang-sang ya kan jel? 🤣
chemistrynana
ALAMAKK TAKUTNYA
arunika25
memangnya hantu tampan itu lebih menakutkan dari hantu biasa. suka posesif gitu padahal baru ketemu.😱
Ani Suryani
hantu cabul
CACASTAR
jujur cerita ini rada bikin merinding tapi campuran romantika saat penggambaran tokoh ya muncul..hantu kok tampan sih
CACASTAR
kenapa jadi gerah bacanya yaaa🤭
CACASTAR
kak Jing Jing ilustrasinya bikin salfok 😄
Blueberry Solenne
Leluhur si Jelitanya jahat banget, wajar lah si Arjuna nuntut haknya, eweh tapi serem ya bagaimana mungkin dua makhluk beda alam bersatu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!