Xiao Chen kehilangan seluruh keluarganya akibat sebuah rumor tentang Buku Racun Legendaris yang sebenarnya tidak pernah ada. Keserakahan sekte-sekte besar dan para pendekar buta membuat darah tak bersalah tumpah tanpa ampun.
Dihantam amarah dan keputusasaan, Xiao Chen bersumpah membalas dendam. Ia menapaki jalan terlarang, memilih menjadi pendekar racun yang ditakuti dunia persilatan.
Jika dunia hancur karena buku racun yang tak pernah ada, maka Xiao Chen akan menciptakannya sendiri—sebuah kitab racun legendaris yang lahir dari kebencian, kematian, dan dendam abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33: Patahnya Baja di Ujung Jari
Halaman utama Yin Wang Zong terasa seperti berada di dalam tungku api yang membara.
Energi Qi dari Guan Tie begitu panas dan liar, menciptakan gelombang udara yang mendorong mundur para pengikut Xiao Chen.
Namun, di pusat badai itu, Xiao Chen berdiri layaknya tiang penyangga langit—tak tergoyahkan, tak tersentuh.
"Satu." ucap Xiao Chen datar.
Guan Tie meraung, kapak perang raksasanya bersinar dengan cahaya perunggu yang menyilaukan. Ia melompat ke udara, mengayunkan senjata seberat ratusan kilogram itu dengan kekuatan penuh ke arah kepala Xiao Chen.
"Tebasan Pemecah Gunung!"
BOOM!
Debu tebal membubung tinggi, menutupi pandangan semua orang.
Tanah di bawah kaki Xiao Chen retak sedalam setengah meter. Ye Fan dan para bandit menahan napas, yakin bahwa tidak ada manusia di Ranah Pembersihan Tubuh yang bisa selamat dari hantaman itu.
Namun, saat debu menipis, sebuah pemandangan mustahil tersaji. Xiao Chen masih berdiri di posisi yang sama. Kapak raksasa itu terhenti tepat satu inci di atas kepalanya, tertahan oleh sebuah perisai energi ungu setipis kertas yang berdenyut dengan pola urat saraf.
"Itu yang pertama," kata Xiao Chen tanpa ekspresi.
Guan Tie terbelalak. "T-tidak mungkin! Kau menggunakan trik apa?!" Ia segera menarik kapaknya, otot-otot lengannya membengkak hingga zirah kulit serigalanya pecah. Ia memusatkan seluruh energinya ke tangan kanan, membuat kulitnya berubah menjadi warna hitam besi yang mengkilap.
"Tinju Penghancur Karang!"
Ini adalah serangan terkuatnya, sebuah pukulan yang mampu melubangi dinding benteng. Tinju itu melesat dengan suara ledakan udara.
DUM!
Tinju Guan Tie menghantam dada Xiao Chen. Suaranya terdengar seperti besi yang memukul lonceng raksasa.
Namun, bukannya Xiao Chen yang terlempar, justru Guan Tie yang merasakan getaran balik yang dahsyat hingga tulang lengannya berderak. Xiao Chen bahkan tidak berkedip.
"Dua," bisik Xiao Chen. "Satu lagi, Guan Tie. Berikan semua yang kau miliki, atau kau tidak akan pernah punya kesempatan lagi."
Guan Tie kini benar-benar ketakutan. Karisma dan ketenangan Xiao Chen mulai menghancurkan mentalnya.
Dengan teriakan putus asa, ia membakar esensi darahnya, membuat seluruh tubuhnya membara dengan uap merah. Ia menyeruduk maju, menggunakan seluruh berat tubuh dan energinya untuk menabrak Xiao Chen.
Xiao Chen hanya sedikit memiringkan kepalanya. "Tiga. Waktumu habis."
Saat tubuh Guan Tie yang sekeras baja itu mendekat, Xiao Chen mengangkat tangan kanannya.
Ia tidak mengepalkan tinju, ia hanya menjulurkan satu jari telunjuk yang dibalut aura hitam pekat yang sangat tipis namun padat—Sari Racun Penghancur Struktur.
Ting.
Suara sentuhan jari Xiao Chen pada dahi Guan Tie terdengar sangat kecil, namun dampaknya luar biasa. Seketika, cahaya perunggu di tubuh Guan Tie meredup. Retakan-retakan hitam mulai muncul di kulit "besi"-nya, menjalar dengan cepat ke seluruh tubuh seperti kaca yang pecah.
"Teknik Tubuh Besimu hanyalah pengerasan molekul yang kasar," Xiao Chen berbicara tepat di telinga Guan Tie saat pria raksasa itu membeku. "Di mataku, kau hanyalah tumpukan karat yang menunggu untuk diruntuhkan."
Xiao Chen menyentil dahi itu dengan lembut.
KRAKKKK!
Seluruh pertahanan "Tubuh Besi Karang" milik Guan Tie hancur berkeping-keping. Pria raksasa itu terlempar ke belakang, memuntahkan darah hitam, dan jatuh berlutut di tanah. Kulit perunggunya kini layu dan pucat, seluruh jalur Qi-nya telah lumpuh oleh racun yang masuk melalui satu titik sentuhan tadi.
Keheningan yang mencekam menyelimuti halaman. Para anggota Geng Serigala Besi menjatuhkan senjata mereka, gemetar melihat pemimpin mereka yang tak terkalahkan hancur hanya oleh satu jari.
Xiao Chen berjalan mendekati Guan Tie yang terengah-engah. Ia berdiri di hadapannya, bayangannya menutupi tubuh besar sang pemimpin bandit.
"Guan Tie, kau punya kekuatan fisik yang bagus, tapi kau tidak punya otak untuk menggunakannya," ucap Xiao Chen, suaranya kembali dipenuhi karisma yang tak terbantahkan. "Dunia ini sedang berubah. Kau bisa tetap menjadi serigala liar yang akan diburu dan dikuliti, atau kau bisa menjadi taring dari Yin Wang Zong."
Xiao Chen mengulurkan tangannya. Bukan untuk memukul, tapi sebuah tawaran. "Bangkitlah. Aku akan memberimu teknik 'Tubuh Maut Abadi'. Kau tidak akan lagi sekeras besi, tapi kau akan menjadi sedalam jurang yang tak bisa ditembus."
Guan Tie menatap tangan Xiao Chen, lalu menatap matanya. Ia tidak melihat kebencian di sana, ia melihat sebuah visi tentang kekuasaan yang tak terbatas. Dengan sisa tenaganya, Guan Tie bersujud hingga dahinya membentur lantai batu.
"Hamba... Guan Tie... mulai detik ini menyerahkan nyawa dan geng hamba kepada Tuan Xiao Chen!"
Seluruh pengikut di halaman, dari bandit hingga murid sekte, secara serentak berlutut dan berseru dengan suara yang menggetarkan lembah:
"HIDUP SEKTE MAUT TERSEMBUNYI! HIDUP TUAN XIAO CHEN!"
Xiao Chen berdiri tegak di tengah sorakan itu. Ia menatap ke arah cakrawala, di mana matahari mulai terbenam. Wilayah Canglan kini hampir sepenuhnya berada di bawah kendalinya.
"Pion-pion sudah siap," bisik Xiao Chen. "Sekarang, saatnya mengubah lembah ini menjadi benteng maut yang tak tertembus sebelum para 'pahlawan' itu menyadari bahwa iblis mereka telah kembali."
Silat Nusantara • Kultivasi • Dunia Purba • Dimensi
MC tidak naif.
Kekuatan dibangun dari raga, napas, dan kehendak.
👉 Jika suka progres nyata & cerita panjang,
jangan lupa favorit & komentar.