NovelToon NovelToon
Dibalik Tumpukan Digit

Dibalik Tumpukan Digit

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:407
Nilai: 5
Nama Author: Syintia Nur Andriani

Judul: Di Balik Tumpukan Digit
Deskripsi:
Pernikahan Arini dan Reihan yang dulunya penuh hangat dan tawa kini mendingin di dalam sebuah rumah mewah yang megah namun terasa hampa. Terjebak dalam ambisi mengejar status dan kekayaan, Reihan perlahan berubah menjadi orang asing yang hanya mengenal angka dan prestasi kerja. Di tengah kemewahan yang melimpah, Arini justru merasa miskin akan kasih sayang. Novel ini mengisahkan perjuangan seorang istri yang berusaha meruntuhkan tembok "kesibukan" suaminya, menagih janji pelukan yang hilang, dan membuktikan bahwa dalam sebuah pernikahan, kehadiran lebih berharga daripada sekadar kemakmuran materi. Sebuah drama domestik yang menyentuh tentang titik jenuh, kesepian di tengah keramaian, dan upaya menemukan kembali detak cinta yang sempat mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syintia Nur Andriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Rahasia di Balik Nisan Kosong

Bab 11: Rahasia di Balik Nisan Kosong

Mobil hitam itu berhenti di sebuah panti rehabilitasi jiwa yang terisolasi di pinggiran kota. Petugas keamanan menyeret Arini masuk ke sebuah kamar kecil yang dingin, menguncinya dari luar. Arini meringkuk di sudut ruangan, memegang kertas kecil dari Bima seolah itu adalah satu-satunya pegangan hidupnya. Koordinat di kertas itu menunjukkan sebuah alamat di sebuah desa terpencil di kaki gunung.

Tiga hari Arini mendekam dalam kehampaan, sampai suatu malam, pintu kamarnya terbuka secara misterius. Bukan petugas yang datang, melainkan seorang perawat tua yang menaruh nampan makanan dengan tangan gemetar. Di bawah piring, ada sebuah kunci dan secarik kertas: "Mobil menunggu di gerbang belakang. Bima sudah mengatur semuanya."

Arini melarikan diri malam itu juga. Dengan sisa tenaga yang ada, ia menuju koordinat yang diberikan. Setelah perjalanan panjang yang melelahkan, ia sampai di sebuah rumah kayu tua yang dikelilingi kebun bunga lili putih—bunga yang sangat disukai Reihan.

Di teras rumah, duduk seorang wanita paruh baya dengan rambut yang memutih namun memiliki mata yang sangat mirip dengan Reihan. Tajam, namun dalam.

"Aku sudah menunggumu, Arini," suara wanita itu lembut, namun berwibawa.

"Siapa Anda? Bagaimana Anda tahu namaku?" tanya Arini dengan waspada.

Wanita itu tersenyum sedih. "Namaku Eleanor. Dunia mengenal aku sebagai wanita yang bunuh diri bersama suamiku, Hendra Wijaya, pada tahun 1998. Tapi kenyataannya... aku dipaksa menghilang agar Reihan bisa menjadi senjata yang sempurna bagi ayahmu dan Dirgantara."

Arini terkesiap. "Ibu kandung Reihan? Tapi Reihan bilang... dia melihat ayahnya tergantung dan ibunya meninggal karena depresi!"

"Itu adalah narasi yang ditanamkan oleh ayahmu, Surya Atmadja," Eleanor berdiri, langkahnya tenang. "Ayahmu memalsukan kematianku dan mengirimku ke sini dengan ancaman bahwa jika aku muncul, dia akan membunuh Reihan yang saat itu masih remaja. Reihan dibesarkan dengan kebencian palsu yang diarahkan pada orang-orang yang salah, sementara musuh sebenarnya—ayahmu—justru menjadi 'penyelamat' yang memberinya modal."

Arini merasakan seluruh dunianya berputar. "Jadi, Reihan mengira dia membalas dendam pada Dirgantara, padahal dia sebenarnya bekerja untuk pria yang menghancurkan keluarganya secara total? Dan pernikahan kami..."

"Pernikahan kalian adalah cara Surya untuk memastikan Reihan tidak akan pernah curiga. Siapa yang akan curiga pada mertua yang memberikan putrinya sendiri?" Eleanor mendekati Arini, menyentuh wajahnya dengan lembut. "Tapi Surya salah satu hal. Dia tidak menyangka bahwa kau, Arini, akan memiliki keberanian untuk mencari kebenaran sampai ke sini."

Arini merasakan api baru menyulut jiwanya. Bukan lagi sekadar api balas dendam karena harga diri yang diinjak, tapi api keadilan. "Reihan harus tahu. Dia hidup dalam kebohongan besar."

"Reihan tidak akan percaya padamu sekarang. Dia sudah terlalu jauh dalam kegelapan," ucap Eleanor, matanya berkilat misterius. "Tapi, ada satu hal yang sangat ditakuti Surya dan Dirgantara. Sebuah dokumen asli kepemilikan saham mayoritas yang tidak pernah mereka temukan. Dokumen yang membuktikan bahwa seluruh harta mereka saat ini adalah milik Hendra Wijaya—milik Reihan."

"Di mana dokumen itu?" tanya Arini cepat.

Eleanor menatap ke arah sebuah makam tanpa nama di belakang rumah. "Di bawah nisan kosong itu. Aku menyimpannya selama 20 tahun untuk saat seperti ini. Tapi untuk mengambilnya, kau harus siap menjadi lebih dari sekadar istri yang teraniaya. Kau harus siap menghancurkan seluruh kerajaan ayahmu tanpa sisa."

Arini menatap nisan itu, lalu menatap tangannya yang kotor. "Ayahku sudah membuangku. Reihan sudah mempermalukanku. Aku tidak punya apa-apa lagi untuk ditakuti."

Malam itu, di bawah sinar rembulan yang pucat, Arini menggali tanah di bawah nisan kosong tersebut. Di dalam kotak besi yang berkarat, ia menemukan bukti yang akan membalikkan keadaan. Namun, saat ia berhasil menggenggam dokumen itu, suara langkah kaki terdengar dari balik pepohonan.

Sesosok bayangan muncul. Bukan Bima, bukan pula petugas keamanan. Itu adalah Reihan. Dia berdiri di sana dengan wajah yang pucat pasi, menatap wanita yang sangat ia kenal namun sudah lama dianggapnya mati.

"Ibu...?" suara Reihan pecah, sebuah suara yang belum pernah Arini dengar sebelumnya—suara seorang anak kecil yang ketakutan.

Puncak emosi terjadi di sana. Rahasia terbesar telah terbuka. Namun, di saat yang sama, sebuah mobil hitam lain muncul dari kegelapan. Ayah Arini, Surya Atmadja, keluar dengan senapan di tangannya dan senyum iblis yang paling lebar.

"Perjamuan yang indah," ucap Surya dingin. "Sepertinya aku harus membereskan semua saksi sejarah malam ini juga."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!