NovelToon NovelToon
Semua Ini Demi Kebahagian Ayah Dan Adik

Semua Ini Demi Kebahagian Ayah Dan Adik

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Ruang Ajaib
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author:

Anjeli Pranita, putri cantik pak Burhan yang biasa di sapa Anjeli. Gadis cantik dengan julukan kembang desa rela putus sekolah semenjak insiden yang membuat Keseharian ayahnya hanya bisa duduk di kursi roda yang usang pemberian tetangganya. Anjeli adalah gadis yang pintar di bidang akademik, murah senyum dan ceria. Namun, kepergian ibunya bersama laki-laki lain dengan alasan sudah capek hidup miskin dan ditambah kondisi ayahnya, menghilangkan senyum dan keceriaan di wajahnya akibat luka yang ditoreh ibunya untuk mereka. Anjeli si gadis sederhana harus menjadi kuat dan tahan banting di umurnya yang masih 16 tahun. Suatu hari, Anjeli yang menjadi tulang punggung untuk keluarga sedang mengais rezeki sebagai kuli panggul di pasar menggantikan pekerjaan bapaknya sebelum kecelakaan. Pagi itu tanpa sengaja Anjeli bertemu seorang nenek yang sedang kelaparan, ia yang memang memiliki hati yang baik memberikan bekal untuk makannya kepada sang nenek itu. Dari pertolongan itu Anjeli diberikan sebuah cincin usang oleh sang nenek sebagai bentuk kebaikan Anjeli. Cincin apakah yang diberikan oleh sang nenek itu kepada Anjeli????? Apakah ada keajaiban untuk Anjeli dan keluarganya??? Yukkkkk….,ikuti cerita Anjeli….

4

Matahari baru saja tergelincir ke arah barat saat Anjeli sampai kembali ke rumahnya. Di tangannya, ada sebungkus kecil benih tomat varietas biasa yang ia beli dari sisa uang kembalian Mak Odah. Tomat adalah tanaman yang jauh lebih rewel daripada kangkung. Ia butuh nutrisi yang pas, air yang konsisten, dan perlindungan dari hama yang lebih ekstra.

"Kalau kangkung hanya butuh waktu singkat, tomat akan memberiku alasan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di kebun," gumam Anjeli.

Ia sengaja memilih tanaman yang butuh perawatan lama agar para tetangga, terutama Bu Sumi, melihatnya benar-benar usahanya bekerja. Jika ia sukses, orang akan berkata, “Wajar saja tomatnya bagus, Anjeli kan seharian mengurusnya di kebun." Itulah strategi penyamaran yang ia susun.

Malam itu, Anjeli kembali memasuki Ruang Ajaib. Ia membawa benih tomat itu masuk. Di dalam sana, Padi Emas yang ia tanam kemarin sudah mulai menampakkan pucuk-pucuk kecil berwarna hijau kekuningan yang mengeluarkan aroma harum seperti pandan.

Anjeli berlutut di sisi lain lahan hitamnya. Ia menyemai benih tomat di sana. Di Ruang Ajaib, ia hanya akan menumbuhkan bibit ini sampai tahap remaja (sekitar dua minggu untuk waktu normal, yang di ruang ajaibnya itu hanya butuh waktu semalam). Setelah bibitnya kuat dan terlihat unggul, baru ia akan memindahkannya ke tanah berbatu di dunia nyata.

Sambil bekerja, Anjeli memperhatikan tangannya. Jari-jarinya yang dulu halus saat masih sekolah, kini mulai kapalan. Namun, sejak sering meminum Air Rohani secara tidak langsung saat bekerja di ruang itu, kulitnya tidak lagi pecah-pecah. Justru, ia merasa kulitnya menjadi lebih bersih dan sehat.

"Aku harus mulai memakai lengan panjang dan penutup wajah ni saat ke pasar," pikirnya. "Jika wajahku terlalu bersih dan cantik sementara aku hidup miskin, orang-orang akan curiga aku melakukan hal yang tidak benar lagi. Astagfirullah, amit-amit”

Anjeli sangat waspada. Ia tahu bahwa kecantikan bisa menjadi kutukan bagi gadis seperti dia yang sedang ditekan hutang.

Keesokan paginya, sesuai rencananya, Anjeli membawa satu ikat kangkung terakhir dari Ruang Ajaib untuk Mak Odah. Namun, saat ia sampai di warung, ada seorang pria paruh baya mengenakan kemeja safari rapi sedang duduk di sana. Di depannya tersedia sepiring cah kangkung yang mengepul.

Pria itu tampak sangat serius mengamati tekstur batang kangkung di piringnya sebelum menyuapnya.

"Mak, ini kangkungnya," sapa Anjeli pelan.

Mak Odah menoleh dengan wajah berseri. "Nah, ini dia orangnya! Pak, ini Anjeli yang menanam kangkung enak ini."

Pria itu berdiri. Tatapannya tajam namun sopan. "Nama saya Pak Hendra. Saya pengelola pasokan sayur untuk beberapa hotel berbintang di kota. Saya baru saja mencoba masakan Mak Odah, dan saya harus akui, tekstur kangkung ini berbeda. Renyah, tidak berserat kasar, dan ada rasa manis alami yang jarang ditemukan."

Jantung Anjeli berdegup kencang. Ini adalah peluang, sekaligus ancaman bagi rahasianya.

"Hanya kangkung biasa, Pak. Itu juga saya tanam di belakang rumah saya, pak.” jawab Anjeli rendah hati.

"Boleh saya lihat kebunmu?" tanya Pak Hendra langsung.

Anjeli terdiam sejenak. Jika ia menolak, pria ini mungkin akan makin penasaran. Jika ia mengizinkan, pria ini akan melihat tanah berbatu yang tidak masuk akal bisa menghasilkan sayur sekelas hotel bintang lima.

"Lahan saya masih berantakan, Pak. Saya baru mulai menanam tomat juga. Mungkin bulan depan, saat tomat saya mulai berbuah, Bapak boleh mampir, gimana?” Anjeli berusaha mengulur waktu. Ia butuh waktu untuk membuat kebunnya terlihat normal dengan pupuk kompos asli dan pagar yang layak.

Pak Hendra tersenyum tipis, seolah bisa membaca keraguan Anjeli. "Baiklah. Ini kartu nama saya. Jika kamu punya hasil panen lain, terutama tomat atau sayur buah, hubungi saya. Saya berani bayar tiga kali harga pasar untuk kualitas seperti ini."

Anjeli menerima kartu nama itu dengan tangan yang sedikit gemetar. Tiga kali harga pasar? Itu artinya jalan keluar untuk hutang ibunya mulai terlihat.

Malamnya, saat Anjeli sedang sibuk mencampur air sumur kristal dengan air biasa untuk menyiram bibit tomat yang baru ia pindahkan ke luar, ia mendengar suara langkah kaki di dekat pagar bambunya yang reyot.

Anjeli segera menyembunyikan botol air rohaninya di balik kain lusuh. Ia mengambil sebilah parang dan berdiri dengan waspada.

"Siapa di sana?!" teriaknya.

Hening. Namun, semak-semak di dekat pohon jati bergerak. Seorang pemuda sebaya Anjeli keluar dengan wajah malu-malu. Itu adalah kawan lamanya saat SD, bernama Danu.

"Njel, ini aku, Danu," katanya sambil mengangkat tangan.

Anjeli menurunkan parangnya, tapi tetap waspada. "Astaga, ngapain kamu malam-malam di kebunku, Nu?"

"Aku, aku tadi lihat ada cahaya redup di kebunmu dari kejauhan. Aku pikir ada pencuri atau orang jahat. Kamu tahu kan, sejak berita hutang ibumu tersebar, banyak orang bermata gelap di desa ini," kata Danu dengan tulus.

Danu adalah anak yatim , dia bekerja sebagai buruh tani serabutan. Selama ini dia diam-diam mengagumi ketegaran Anjeli.

"Aku cuma menyiram tanaman, Nu. Malam hari airnya lebih meresap," alasan Anjeli.

Danu mendekat, melihat bibit tomat yang tertata rapi. "Rajin sekali kamu, Njel. Tapi, apa mungkin tanah ini bisa buat tomat? Apa Kamu butuh bantuan? Aku bisa bantu cangkul besok pagi, gratis. Aku tidak tega lihat kamu kerja sendiri sampai malam begini."

Anjeli menatap mata Danu. Ia melihat ketulusan di sana, tapi ia juga teringat aturan cincin. Rahasia adalah pelindungmu. Ia tidak bisa membiarkan siapa pun, bahkan Danu yang baik hati, berada terlalu dekat dengan proses penyiraman tanamannya.

"Terima kasih, Nu. Tapi aku harus belajar mandiri. Aku tidak mau merepotkan siapa pun lagi," jawab Anjeli tegas namun lembut.

Danu mengangguk kecewa, tapi ia mengerti. Sebelum pergi, ia meletakkan sebuah kantong kecil di pagar. "Ini pupuk kandang dari kandang kambing pamanku. Pakailah, supaya tomatmu tidak kalah dengan batu-batu itu."

Setelah Danu pergi, Anjeli terduduk di tanah. Ia merasa bersalah karena menolak bantuan tulus, tapi ia tidak punya pilihan. Ia mengambil pupuk pemberian Danu dan menaburkannya di atas tanah.

"Maafkan aku, Danu. Aku harus melakukan ini sendirian demi keselamatan kita semua," bisiknya.

Di dalam saku bajunya, cincin itu berdenyut pelan, seolah memberikan penguatan atas keputusan sulit yang baru saja ia ambil. Anjeli tahu, seiring bertambahnya waktu, ia akan semakin sering merasa kesepian dalam menjaga rahasia besar ini. Namun, demi senyum ayahnya dan sekolah adiknya, kesepian itu adalah harga yang rela ia bayar.

1
Wanita Aries
mampir thorr
@Mita🥰
wah kasihan ya rumah Anjeli baru di bangun
Andira Rahmawati
lanjutttt makin seruuu💪💪💪
Lala Kusumah
semangat Anjeli, kamu pasti bisa 💪💪💪
Lala Kusumah
good job Anjeli 💪💪💪👍👍👍😍😍
@Mita🥰
semangat Anjeli
@Mita🥰
semoga sukses selalu thor
@Mita🥰
lanjut thor
@Mita🥰
lanjut
Lala Kusumah
mantaaap 👍👍👍
@Mita🥰
ini ruang ajaib nya bukan di cincin itu ya thor kok lewat pintu
@Mita🥰
bagus ceritanya
@Mita🥰
lanjut
Lala Kusumah
sukses selalu untuk Anjeli ya 🙏🙏🙏
Aretha Shanum
lanjut, suka ceritanya
Putri Hasan
suka ceritanya /Smile/
semangat updatenya 💪💪
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
Evi Lusiana
sedih thor,cerita anjelibkin aku tertampar betapa sringny aku lalai tuk bersyukur atasa nikmat Tuhan
PanggilsajaKanjengRatu: Halo kak, kalo berkenan yuk mampi juga ke cerita ku, judulnya “Cinta Yang Tergadai ”🙏
total 1 replies
Evi Lusiana
bagus thor,cm msih ad typo dikit²,ttp semangat thor
Lala lala
author pelan2 aja nulisnya dan hrs ingat alurnya..
di awal bab emaknya kabur pake motor sm laki lain..trus berganti emaknya kabur dgn laki lain pake mobil merah..
bab ini emaknya malah meninggoy 🙏😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!