NovelToon NovelToon
Istri Bawel Ustadz Galak

Istri Bawel Ustadz Galak

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Gadis Bar-bar×Ustadz galak+Benci jadi Cinta+Cinta Manis,Komedi Romantis】Karakter Utama Namira Salsabila (Mira) Gadis mungil berusia 18 tahun yang baru saja menanggalkan seragam SMA-nya ini adalah definisi nyata dari kata "unik". Mira dikenal karena sifatnya yang sangat cerewet dan "bawel", namun di balik rentetan bicaranya, ia memiliki hati yang luar biasa penyayang, terutama jika sudah berhadapan dengan anak kecil. Secara fisik, Mira memiliki pesona baby face yang menggemaskan: Wajah & Kulit: Kulitnya putih bersih dengan wajah yang cenderung baby blues (sangat imut dan awet muda). Mata & Alis: Bulu matanya lentik alami layaknya memakai maskara, dipadukan dengan alis tebal yang konon katanya melambangkan sifat boros dalam keuangan—sebuah mitos yang ternyata menjadi kenyataan dalam gaya hidupnya. Hidung & Bibir: Memiliki bentuk bibir yang khas ("bibir terbalik") dan hidung yang proporsional (tidak mancung namun tidak pesek), menambah kesan imut pada wajahnya. Postur Tubuh: Tubuhnya san.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

Suasana di halaman ndalem benar-benar berubah jadi seperti karpet merah festival film. Para santri putra terpaksa membuat pagar betis untuk menahan laju wartawan yang sudah menodongkan kamera dan mikrofon.

"Itu mereka! Gus Ayyan dan Ning Namira keluar!" teriak salah satu fotografer.

Lampu flash kamera menyambar-nyambar seperti kilat. Namira yang tadinya panik, tiba-tiba teringat jati dirinya sebagai influencer papan atas. Ia menarik napas dalam, membetulkan letak hijabnya yang berwarna emerald, lalu berjalan anggun di samping Ayyan.

Ayyan, dengan wibawa seorang Gus, menggandeng tangan Namira dengan protektif. Wajahnya tetap tenang—mode "Kulkas Premium" sudah aktif sempurna.

"Gus Ayyan! Bagaimana rasanya jadi viral satu Indonesia?"

"Ning Namira, apa benar Anda akan tetap tinggal di pesantren meski sudah punya 100 juta followers?"

"Apa rahasianya Gus bisa terlihat begitu romantis di video payung itu?"

Pertanyaan-pertanyaan itu terlontar bersahutan. Ayyan berhenti tepat di depan kerumunan wartawan, memberi isyarat agar mereka tenang.

"Assalamu’alaikum semuanya," suara bariton Ayyan menggema, seketika membuat suasana sunyi. "Terima kasih atas perhatiannya. Kami hanya pasangan suami istri biasa yang ingin menunjukkan bahwa kehidupan di pesantren itu indah, modern, dan penuh kasih sayang. Viral atau tidak, tugas saya tetap mengajar di sini, dan istri saya tetap akan belajar menjadi bagian dari keluarga besar ini."

Namira ikut tersenyum ke arah kamera salah satu TV nasional. "Dan kabar bahagianya, hari ini saya baru saja diterima di jurusan Psikologi! Jadi, konten ke depan mungkin bakal lebih banyak tentang tips kesehatan mental dari sudut pandang santri. Doakan ya!"

Tiba-tiba, seorang wartawan nyeletuk, "Ning, boleh minta pose 'Payung' sekali lagi buat pembukaan berita?"

Namira melirik Ayyan sambil menahan tawa. Ayyan menghela napas, menatap langit yang untungnya agak mendung. Ia mengambil payung hitam yang memang sudah disiapkan Namira di balik pintu.

Klik! Klik! Klik!

Suasana jadi riuh rendah. Ayyan memayungi Namira dengan tatapan mata yang tajam namun penuh perlindungan. Foto itu pun diambil dan langsung menjadi headline berita sore itu: "The Real Prince and Princess of Pesantren: Romansa Halal yang Mengguncang Dunia Digital."

Begitu sesi wawancara selesai dan mereka kembali masuk ke dalam rumah, Namira langsung lemas dan duduk di lantai kayu. "Mas... aslinya capek juga ya jadi artis beneran."

Ayyan duduk di sampingnya, melepaskan pecinya sebentar. "Baru tahu? Makanya, jangan terlalu ambisius. Sekarang, mending kamu siapkan perlengkapan buat ke kampus besok. Ingat, besok saya antar pakai motor gede."

"Siap, Mas! Tapi Mas..." Namira menatap Ayyan dengan mata berbinar jahil. "Besok pas nganter, Mas tetep pakai baju koko yang tadi ya? Biar satu kampus tahu kalau saingan mereka itu ustadz spek bidadara!"

Ayyan hanya bisa menyentil dahi Namira pelan.

"Sudah, jangan mulai halu. Cepat mandi dan persiapan ngaji!"

"Iya iya mas, tapi emang boleh ya mas lagi datang bulan ngaji?" tanya namira.

Ayyan menghentikan gerakannya yang hendak beranjak, lalu menatap Namira dengan tatapan teduh namun tetap terlihat mengedukasi. Ia tersenyum tipis melihat wajah polos istrinya yang tampak bingung itu.

"Pertanyaan bagus," ucap Ayyan sambil kembali duduk di tepi kasur. "Dalam aturan fikih, memang ada perbedaan pendapat soal ini, Namira. Tapi secara umum, wanita yang sedang haid memang dilarang membaca Al-Qur'an dengan niat tilawah (ibadah membaca)."

Namira mengangguk-angguk. "Nah, makanya Mas! Berarti aku libur dong ngajinya? Asyik, bisa maraton drakor!"

Ayyan langsung menggelengkan kepala, membuat harapan Namira pupus seketika. "Eits, tunggu dulu. Yang dilarang itu membaca ayat Al-Qur'an. Tapi kalau belajar artinya, mendengarkan penjelasan saya, atau membaca buku-buku pengetahuan umum dan psikologi buat kuliah besok, itu tidak dilarang."

"Yahhh..." Namira cemberut.

"Lagipula," lanjut Ayyan sambil mengambil sebuah kitab kecil dari rak. "Kamu masih bisa berzikir, membaca selawat, atau berdoa. Dan karena besok kamu sudah mulai kuliah, malam ini kita ganti sesi ngajinya jadi sesi 'Pembekalan Mahasiswi Baru'. Saya mau tes sejauh mana persiapan mental kamu masuk ke lingkungan umum."

Namira langsung duduk tegak. "Wah, kalau ini aku siap, Mas! Mental aku kan sudah setebal baja gara-gara sering dihujat netizen dulu sebelum viral."

"Bagus. Tapi ingat, di kampus nanti kamu bukan cuma bawa nama Namira Salsabila sang influencer, tapi ada nama pesantren dan nama saya yang melekat di jilbabmu," ucap Ayyan dengan nada yang sedikit lebih berat. "Saya tidak melarang kamu bergaul, tapi jaga batasan. Mengerti?"

Namira tersenyum manis, lalu dengan manja menyandarkan kepalanya di bahu Ayyan. "Iya, Mas Gus sayang... Aku bakal jaga diri baik-baik. Kalau ada cowok yang macam-macam, aku tinggal panggil 'Pasukan Santri' buat jemput aku, gimana?"

Ayyan terkekeh. "Tidak perlu seheboh itu. Cukup telpon saya, nanti saya yang jemput pakai motor paling berisik supaya mereka tahu siapa suamimu."

Malam itu pun berlalu dengan diskusi hangat soal dunia kampus. Besok pagi adalah harinya!

Pukul 07.00 WIB.

Namira sudah siap dengan outfit mahasiswi barunya: rok plisket hitam, kemeja oversize putih yang dimasukkan rapi, dan hijab senada. Ia terlihat sangat segar dan cantik. Sementara itu, di halaman ndalem, Ayyan sudah memanaskan mesin motor gedenya yang berwarna hitam legam. Suara mesinnya yang berat seolah memanggil seluruh penghuni pesantren untuk menengok.

"Ayo, Namira! Nanti terlambat ospeknya," seru Ayyan dari atas motor.

Namira berlari keluar dengan tas punggungnya. Begitu ia sampai di samping motor, ia tertegun melihat suaminya. Ayyan memakai kemeja koko modern slim-fit berwarna navy, celana kain, dan kacamata hitam.

"Mas... kita mau ke kampus atau mau syuting film aksi?" tanya Namira takjub.

"Sudah, jangan banyak tanya. Cepat naik," jawab Ayyan sambil membetulkan letak helmnya.

1
Ayumarhumah
Hay ... aku sudah mampir tetap semangat ya 💪💪💪
Rina Casper: iya makasih ya kakk sudah mampir🤭 semoga suka dengan novelnya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!