Demi melunasi hutang keluarga, Amara (19) nekat merantau ke Jakarta dengan rahasia tubuh yang tak lazim: ia mampu menghasilkan ASI meski masih perawan. Keajaiban itu membawanya menjadi pengasuh bayi milik Arlan, pengusaha dingin yang dikhianati istrinya.
Saat bayi Arlan menolak segala jenis susu formula, hanya "anugerah" dari tubuh Amara yang mampu menenangkannya. Namun, rahasia itu terbongkar. Bukannya marah, Arlan justru terobsesi. Di balik pintu kamar yang tertutup, Arlan menyadari bahwa bukan hanya putranya yang haus akan kehangatan Amara—ia pun menginginkan "jatah" yang sama.
Antara pengabdian dan gairah terlarang, Amara terjebak dalam jerat cinta sang tuan yang posesif. Apakah ini jalan keluar bagi kemiskinannya, atau justru awal dari perbudakan nafsu yang manis?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prolog
Senja di Desa Sukamaju selalu membawa ketenangan bagi orang lain, namun tidak bagi Amara. Gadis berusia sembilan belas tahun itu duduk bersimpuh di atas dipan kayu yang sudah reyot. Tangannya meremas pinggiran baju kurungnya yang terasa semakin sesak di bagian dada. Ada rasa nyeri yang berdenyut-denyut, seolah-olah ada sesuatu yang mendesak ingin keluar dari dalam tubuhnya.
Sejak sebulan lalu, tubuh Amara mengalami perubahan aneh. Meski ia masih suci dan belum pernah disentuh lelaki manapun, kelenjar di dadanya terus memproduksi cairan kehidupan. Setiap pagi, ia harus diam-diam mengganti kain penutup dadanya yang basah kuyup. Ia merasa seperti sebuah anomali, sebuah rahasia medis yang ia simpan rapat-rapat karena takut dianggap aneh oleh orang-orang desa.
Namun, rasa sakit fisik itu tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya saat melihat sang ibu, Sumiyati, menangis di dapur. Utang peninggalan mendiang ayahnya sudah menumpuk, dan para penagih utang mulai berdatangan dengan ancaman kasar. Amara melihat kedua adiknya, Sekar dan Bimo, yang sedang berbagi satu piring nasi jagung tanpa lauk. Hati Amara hancur berkeping-keping melihat pemandangan itu.
"Ibu, Amara akan berangkat ke Jakarta besok," ucapnya dengan suara yang bergetar namun tegas. Ia tahu, kecantikannya yang polos dan tubuhnya yang ranum bisa menjadi beban di desa, tapi di kota besar, ia berharap itu bisa menjadi jalan untuk mencari nafkah yang layak.
Perjalanan menuju ibu kota terasa seperti mimpi buruk yang panjang. Amara duduk di dalam bus ekonomi yang sesak, memeluk tas ranselnya erat-erat. Sepanjang jalan, ia hanya bisa memandang ke luar jendela, melihat sawah-sawah hijau berganti menjadi deretan pabrik, lalu akhirnya berubah menjadi gedung-gedung pencakar langit yang angkuh. Jakarta menyambutnya dengan hawa panas dan kebisingan yang mencekik.
Sesampainya di sebuah mansion megah di kawasan elit, Amara merasa sangat kecil. Bangunan itu begitu besar, seolah-olah bisa menelan dirinya bulat-bulat. Di sanalah ia bertemu dengan Arlan Aditama, seorang pria yang memiliki segalanya kecuali kebahagiaan. Arlan adalah sosok yang dingin, dengan tatapan mata yang sekeras baja dan hati yang sudah membatu sejak istrinya pergi demi pria lain.
Di rumah mewah itu, suasana terasa mencekam. Tangisan bayi berusia tiga bulan, Kenzo, menggema di setiap sudut koridor. Bayi malang itu adalah korban dari pengkhianatan ibunya sendiri. Kenzo menolak semua susu formula yang diberikan. Ia merindukan kehangatan manusia yang asli, bukan plastik botol yang steril dan dingin. Arlan, yang frustrasi melihat putranya menderita, hampir kehilangan akal sehatnya.
Saat Amara pertama kali melangkah masuk ke kamar bayi, sesuatu yang aneh terjadi. Dada Amara berdenyut hebat. Aroma bayi yang khas itu memicu reaksi hormonal yang luar biasa di tubuhnya. Amara merasa dadanya kencang dan berat, seolah-olah tubuhnya mengenali kebutuhan bayi itu. Ada sebuah koneksi primitif yang tiba-tiba terjalin antara gadis perawan dari desa dan bayi yang haus akan kasih sayang ibu itu.
Amara tahu ia berada di ambang keputusan yang berbahaya. Jika ia memberikan apa yang ia miliki kepada Kenzo, ia mungkin akan menyelamatkan nyawa bayi itu, namun ia juga akan terjerat dalam hubungan yang rumit dengan Arlan. Arlan yang penuh luka, Arlan yang penuh amarah, dan Arlan yang kini menatapnya dengan penuh kecurigaan namun juga dengan ketertarikan yang tidak ia sadari.
Gairah yang akan tumbuh di mansion ini bukan hanya tentang sentuhan kulit, melainkan tentang pertemuan dua kutub yang berbeda. Amara adalah kehidupan yang mengalir jernih, sementara Arlan adalah kekosongan yang gelap. Di tengah kemewahan yang sunyi, rahasia tentang cairan manis yang keluar dari tubuh Amara akan menjadi jembatan sekaligus jurang di antara mereka.
Kini, Amara berdiri di depan pintu kamar bayi, bersiap untuk menghadapi takdirnya. Ia bukan hanya datang untuk menjadi seorang pengasuh yang mengganti popok atau mengayun buaian. Ia datang sebagai sumber kehidupan. Ia datang untuk memadamkan dahaga Kenzo, dan tanpa ia sadari, ia juga akan memadamkan kekosongan di hati sang tuan rumah yang selama ini mati rasa.
Prolog ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang. Sebuah kisah tentang pengabdian seorang anak kepada keluarganya di desa, yang menyeretnya ke dalam pusaran gairah di ibu kota. Di bawah lampu kristal mansion Aditama, tetesan pertama itu akan segera jatuh, mengubah hidup Amara, Kenzo, dan Arlan untuk selamanya. Dan perjalanan penuh gairah itu, baru saja dimulai.
...✨ Dear Readers, ✨...
...Selamat datang di cerita pertamaku. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mampir dan membaca. Semoga kalian menikmati setiap alur dan emosi yang ada di dalam cerita ini ya, guys 🤍...
...Perlu aku sampaikan, cerita ini murni fiksi. Apabila terdapat kesamaan nama, tempat, atau kejadian dengan dunia nyata, itu hanyalah ketidaksengajaan semata....
...📌 Penting:...
...Novel ini diperuntukkan khusus untuk usia 21+. Mohon bijak dalam membaca dan pastikan kamu merasa nyaman dengan isi ceritanya....
...Dukung karya ini dengan cara sederhana tapi berarti:...
...💬 tinggalkan like, komen, dan jangan lupa follow ya, guys....
...⚠️ Info penting lainnya, mohon tidak melompat bab, karena hal tersebut sangat mempengaruhi alur cerita dan retensi buku ini. Nikmati ceritanya secara berurutan agar pesan yang ingin disampaikan bisa terasa utuh....
...✨ Selamat membaca dan semoga terhanyut dalam ceritanya. ✨...
...— Your Grace 🤍...