NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Mafia

Dinikahi Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Alif Irma

Andreas, sosok mafia berdarah dingin yang bergelar duda tampan dan kaya raya. Dia sudah bercerai sebanyak tiga kali karena ulah putra semata wayangnya. Hingga suatu hari, dia bertemu dengan seorang penari striptis di sebuah club malam. Andreas pun memutuskan untuk menikahinya secara kontrak.

Di satu sisi, Sophia juga sosok single mom yang pekerja keras. Sophia bekerja sebagai penari striptis di sebuah club malam. Pertemuannya dengan Andreas mendatangkan masalah baginya, hingga Sophia memilih menerima segala skenario yang dijalankan oleh Andreas dengan menjadi istri kontraknya.

Lantas apa yang membuat Andreas ingin menikah kontrak dengan Sophia, sosok penari striptis!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Mommy, bagaimana kondisi Noah?" tanya Kenzo sambil berbaring di atas tempat tidur dan bersiap untuk tidur bersama ibu sambungnya.

"Kondisi Noah semakin membaik setelah mendapatkan pendonor sum-sum tulang belakang, itu semua berkat Daddy mu sayang. Berbagai pengobatan akan dijalaninya selama berada di rumah sakit terbaik khusus penderita kanker, mulai dari kemoterapi, radioterapi, terapi target, imunoterapi (termasuk CAR T-Cell Therapy), dan transplantasi sumsum tulang, yang bertujuan membunuh sel kanker di tubuhnya dan menghentikan pertumbuhannya, atau memperkuat sistem imunnya untuk melawannya." ucap Sophia menjelaskan dan besar harapannya putranya segera sembuh.

"Wah, Kenzo berharap Noah segera sembuh ya mom, supaya Kenzo punya teman bermain nantinya." ucap Kenzo dengan antusiasnya dan Sophia hanya mampu mengangguk mendengar ucapannya.

"Mom, Kenzo sudah ngantuk. Kenzo tidur duluan ya. Selamat malam, mom." ucap Kenzo sambil menguap dengan rasa kantuk yang mendera nya.

"Iya sayang, selamat malam." balas Sophia lalu mencium kening Kenzo persis yang sering dilakukannya pada putranya sebelum tidur.

Setelah memastikan Kenzo sudah tertidur pulas, Sophia lalu memutuskan keluar dari kamar tersebut. Dia pun melangkah menuju kamar tamu untuk melihat kondisi Andreas.

Saat berada di ruang tamu, Sophia tampak waspada disekelilingnya, jangan sampai pelayan wanita melihatnya berkeliaran di jam seperti itu. Namun dia langsung teringat dengan perkataan Daniel bahwa setelah jam makan malam usai, semua pelayan wanita kembali ke mes khusus pelayan dan dilarang berkeliaran di rumah utama.

Sophia bernafas lega mengingat ucapan Daniel, dia pun mempercepat langkahnya menuju kamar tamu sambil membawa sebuah buku ditangannya.

Dengan sangat hati-hati, Sophia membuka pintu kamar tamu lalu bergegas masuk ke dalam. Sophia melangkah pelan mendekat kearah tempat tidur, lalu dia pun memutuskan duduk di kursi.

Buku yang di bawanya perlahan dia tunjukan di hadapan Andreas. Sophia menarik nafas dalam-dalam lalu dihembuskannya secara perlahan.

"Lima bulan yang lalu Putraku Noah pernah mengalami koma selama dua Minggu. Kamu ingin tahu apa yang ku lakukan saat itu, aku seperti orang gila dan terus mencaci maki Tuhan, karena aku menganggap Tuhan begitu kejam dan sangat tidak adil kepadaku selama seminggu itu." ucap Sophia tersenyum pilu.

"Namun selang seminggu berikutnya, perlahan-lahan semuanya berubah termasuk kehidupan ku. Aku bahkan mulai merubah pola pikir ku, yang tadinya aku mengabaikan Tuhan karena terus memberikan ujian yang bertubi-tubi kepada keluarga kecilku, perlahan aku sadar bahwa apa yang kita sayangi dan yang kita miliki semuanya akan kembali kepada sang pencipta. Kita dituntut untuk menjalaninya saja, kadang kita bisa bertahan, kadang pula kita tersesat di tengah jalan." ucap Sophia sambil menghembuskan nafas kasar.

"Setiap hari aku terus mendoakan kesembuhan putraku, berharap sedikit keajaiban datang menghampirinya dan benar saja tepat dua Minggu putraku koma, keesokan harinya dia pun mulai siuman. Aku berharap kamu juga secepatnya siuman, kamu memiliki banyak tanggung jawab. Semoga kamu mendengar ucapan ku ini." ucap Sophia sambil menatap wajah pucat Andreas.

"Jangan khawatir, setiap malam aku akan menemanimu disini. Kamu tidak akan kesepian lagi, dengar ya mulai hari ini kamu berhutang budi kepadaku. Karena tugasku semakin bertambah di rumah ini, berarti gajiku juga ikut bertambah kan. Tapi lupakan saja, sekarang aku mau membacakan buku cerita tentang petualangan untuk mu, ku harap kamu menyukainya." ucap Sophia diselingi canda tawa.

Kemudian Sophia mulai membacakan buku tersebut untuk Andreas. Dia tahu orang yang sedang koma itu hanyalah sedang tertidur dalam jangka waktu lama dan ia akan meluangkan waktunya untuk memperhatikan pria tersebut.

Keesokan harinya.....

Sophia terbangun lebih awal, dia pun dengan pelan dan sangat hati-hati turun dari tempat tidur, takutnya membangunkan Kenzo yang masih tertidur pulas. Semalam dia kembali ke kamar Kenzo tepat pukul satu dini hari.

Sophia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tak berselang lama kemudian, Sophia keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang terlilit di tubuhnya.

Dia pun melangkah cepat ke ruang ganti untuk mengenakan pakaiannya. Kebetulan sekali koper yang dibawanya sengaja ia simpan di kamar Kenzo sehingga tak membuatnya harus ke kamar sebelah hanya untuk berpakaian.

Selesai bersiap-siap, Sophia bergegas keluar kamar, dia harus melihat Andreas terlebih dahulu. Karena tugas utamanya di pagi hari adalah merawat Andreas.

Kini Sophia sudah berada di kamar tamu, dia pun mulai mengurus Andreas, melap tubuh pria itu dengan tissue basah dan terakhir menggantikan pakaiannya di bantu oleh Daniel dan Dokter Nicky yang sudah standby memeriksa kondisi Andreas sejak tadi.

Tidak hanya itu, Sophia juga diajari cara mengganti perban untuk Andreas didampingi oleh Dokter Nicky, sekaligus memberitahunya tata cara lainnya dalam merawat pasien.

"Terima kasih sudah membantu saya mengurus tuan Andreas." ucap Sophia kepada kedua pria tersebut.

"Sama-sama Nyonya, memang tugas kami berdua melayani tuan Andreas dengan baik." sahut Dokter Nicky.

"Terus bagaimana dengan kondisinya dok? Kapan dia siuman?" tanya Sophia sambil menghembuskan nafas kasar.

"Belum ada kemajuan dan belum ada tanda-tanda tuan Andreas akan siuman, kita hanya perlu mendoakan kesembuhannya, nyonya." jawab Dokter Nicky dengan jujurnya.

Sophia hanya mampu terdiam mendengar ucapan dokter tersebut, dia pun mengulurkan tangannya lalu menyentuh tangan Andreas.

"Jam berapa sekarang?" tanya Sophia sambil menggenggam tangan Andreas.

"Jam 6 pagi, nyonya." sahut Daniel cepat. "Kebetulan pagi ini, saya ada jadwal meeting bersama klien. Saya mohon kepada nyonya untuk menjaga Tuan Andreas." ucap Daniel sambil memainkan ponselnya dan mulai sibuk mengecek email masuk di ponselnya.

"Ya, aku pasti akan menjaganya, tapi setelah aku selesai menjenguk Putraku." ucap Sophia dengan entengnya.

"Tidak masalah nyonya, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Daniel pamit undur diri, begitupun dengan dokter Nicky.

Sophia hanya mampu mengangguk menanggapi ucapan mereka. Kini hanya Sophia yang berada di kamar tersebut.

"Tuan Andreas, kamu sudah wangi dan segar. Sekarang aku mau berfoto berdua denganmu. Dengan adanya foto kita berdua nantinya akan aku jadikan bukti bahwa aku setiap hari merawat mu dengan baik" ucap Sophia tersenyum sinis, entah apa yang sedang dipikirkannya sekarang.

"Kita berfoto dulu ya" ucap Sophia antusias lalu memotret dirinya bersama Andreas yang koma.

Ckrettt

Ckrettt

Kemudian Sophia mengubah posisi duduknya dan lebih dekat dengan Andreas. Sophia menelan ludahnya dengan kasar mendekatkan wajahnya ke wajah Andreas. Posisinya pun seolah sedang memeluk tubuh Andreas.

"Maaf, aku sudah lancang dekat-dekat dengan kamu. Tapi tenang saja, ini hanya bukti bahwa aku tetap peduli kepada kamu, eeeh maksudku kepada suamiku" ucap Sophia sambil memegangi ponselnya lalu mengambil gambar Andreas.

"Wah hasil fotonya sangat bagus, walaupun kamu sedang tertidur, tapi tetap saja kamu terlihat tampan tuan Andreas." ucap Sophia antusias memberikan pujian untuk Andreas.

Setelah selesai merawat Andreas, Sophia kembali mengurus Kenzo, anak sambungnya. Terakhir dia mendatangi rumah sakit untuk menjenguk putranya. Seperti itulah aktivitas Sophia setiap harinya selama seminggu ini.

1
ardiana dili
lanjut
Mita
lanjut thor
indahlee
lanjutttt
lala
lanjut up
lala
ditunggu bucin nya andres
Ade
next
Mita
lanjut thor
Wulan Sari
ceritanya is the best banget semoga menjadi keluarga yang bahagia salam sukses selalu ya Thor semangat 💪👍 trimakasih 🙂❤️🙏
ardiana dili
lanjut
mama
gengsi mu stinggi langit Andres,yg ngerawat km selama ini tu istri km..bukan kaki tangan km..baik2 deh sm istri🤣
Mita
lanjut thor
lala
lanjut up
ardiana dili
lanjut
Valen Angelina
pasti klo Uda bangun jadi bucin sama Sovia 🤭
Ade: nahhh betul
total 2 replies
ardiana dili
lanjut
lala
lanjut up up up
lala
like
indahlee
lanjutttt
Mita
lanjut thor
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!