NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Duda Loyo

Menikah Dengan Duda Loyo

Status: tamat
Genre:Tamat / Duda / CEO / Pengantin Pengganti / Pernikahan Kilat / Dijodohkan Orang Tua / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Santi Suki

Andhira baru saja kehilangan suami dan harus melahirkan bayinya yang masih prematur akibat kecelakaan lalulintas. Dia diminta untuk menikah dengan Argani, kakak iparnya yang sudah lama menduda.

Penolakan Andhira tidak digubris oleh keluarganya, Wiratama. Dia harus tetap menjadi bagian dari keluarga Atmadja.

Akankah dia menemukan kebahagiaan dalam rumah tangganya kali ini, sementara Argani merupakan seorang laki-laki dingin yang impoten?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Jujur

Bab 18

Andhira segera menutup mulutnya karena sudah keceplosan. Ternyata dia tidak bisa menyembunyikan perasaan yang sedang dirasakan dari temannya ini.

"Aku tidak tahu apa aku sedang menyukai seseorang atau tidak. Tapi, saat ini jantungku selalu berdebar-debar ketika bersama seorang laki-laki," kata Andhira dengan pipi yang merona, karena sejak tadi bayangan Argani selalu memenuhi pikirannya.

"Awaw, itu tandanya kamu suka sama dia. Siapa laki-laki yang beruntung itu?" tanya Yura penasaran. Gadis itu bicara dengan semangat empat lima.

"Jadi, beneran aku suka sama Mas Gani?" batin Andhira sambil memegang kedua pipinya yang terasa panas. 

Ini kedua kalinya Andhira merasakan hal seperti ini kepada laki-laki. Pertama kepada Andhika, walau hanya beberapa waktu. Lalu, sekarang kepada Argani.

"Di-dia adalah seorang laki-laki ...." Andhira terlalu gugup untuk memberi tahu nama Argani.

"Iya. Aku tahu dia itu laki-laki. Siapa namanya? Orang mana? Kamu kenal dia di mana?" tanya Yura gemas karena Andhira terlihat malu-malu.

Andhira mengeluarkan handphone dan memperlihatkan foto Argani yang dia ambil diam-diam ketika sedang bermain bersama. Dia tidak pernah membicarakan tentang cinta-cintaan bersama temannya. Karena kebanyakan teman dia dahulu lebih banyak membicarakan mencari ladang uang dan makanan. Baru kali ini dia membahas masalah percintaan dengan orang lain.

"Gilaaaa! Tampan banget, kayak orang Turki-Eropa. Siapa namanya? Dia punya saudara laki-laki yang tampan seperti dirinya, nggak?" Yura terpesona oleh ketampanan Argani yang memakai baju kasual sehari-hari di rumah.

"Saudara kandungnya sudah meninggal tahun lalu. Kalau kerabat ada beberapa laki-laki muda, tetapi aku tidak begitu dekat dengan mereka. Tidak tahu apa sudah punya pasangan atau belum," balas Andhira.

Yura memelototi foto Argani. Dia merasa tidak asing dengan wajahnya. Gadis itu mencoba mengingat-ingat siapa laki-laki pemilik jambang tipis.

"Kamu belum kasih tahu siapa nama orang ini," ucap Yura.

"Namanya Argani. Aku biasa memanggilnya Mas Gani," balas Andhira.

"Argani? Kok, namanya terasa tidak asing, ya?" Yura masih coba mengingat-ingat lagi.

Andhira pulang kuliah sekitar jam sebelas, sebelum waktunya makan siang. Dia pulang ke rumah dengan terburu-buru. Entah kenapa dia ingin masak ayam betutu dengan sambal marah.

"Kira-kira Mas Gani sibuk nggak, ya?" batin Andhira.

Sambil masak, Andhira mengirim pesan kepada Argani. Betapa senangnya dia ketika laki-laki itu malah meminta dirinya untuk datang ke kantor sambil membawa makan siang. Ini untuk pertama kali bagi dia mendatangi tempat kerja suaminya.

Sambil menggendong Arya, Andhira membawa hasil masakannya ke kantor sang suami. Dia berharap sang suami suka dengan ayam betutu dan sambal matah. Sebelumnya dia belum pernah melihat Argani makan itu.

Orang-orang di kantor tahu kepada Andhira karena mereka dahulu datang ke acara pernikahannya. Mereka menyambut dengan sopan dan membantu mengantar ke ruang Argani yang ada di lantai 17 gedung itu.

Argani sudah tidak sabar menunggu kedatangan Andhira dan Arya. Dia menunggu di depan lift karena mendapat laporan istrinya sudah masuk ke dalam lift beberapa saat yang lalu. Bunyi denting membuat laki-laki itu senang, terlebih lagi ketika pintu kotak besi terbuka dan memperlihatkan anak dan istrinya.

"Mas," ucap Andhira tersenyum manis karena sang suami sudah menyambutnya.

"Papa." Arya mengulurkan tangan minta digendong dan Argani mengambil alih bayi laki-laki itu.

Sebelah tangan Argani menggendong Arya dan sebelahnya lagi menggandeng tangan Andhira. Mereka masuk ke ruang kerja yang luas dan di dekorasi dengan mewah.

Andhira menata makanan di atas meja, sementara Argani bermain dengan Arya di sofa. Biar anteng, bayi itu diberi mainan perangsang gigi, kebetulan dia tadi sudah makan. Arya memang suka menggigit sesuatu karena giginya sudah cukup banyak.

"Gimana rasanya, Mas?" tanya Andhira takut tidak  cocok dengan lidah Argani.

"Enak! Aku suka," jawab Argani dengan raut senang. "Kayaknya aku bisa habiskan ayam ini."

Andhira merasa senang karena hasil masakannya disukai Argani. Tadi, dia sempat pesimis dengan rasanya. Karena selama ini yang masak itu Mbok Karti, dia hanya ikut bantu-bantu, jika Arya sedang tidur. Dia juga akan ikut bantu memasak sang ibu mertua sekaligus belajar darinya.

Setelah selesai makan Argani mengajak Arya bermain menggambar, dia menggelar karpet dan duduk di lantai sambil tengkurap. Semua pensil di meja kerja kini sudah berpindah dan berserakan bersama kertas.

"Kamu gambar apa?" tanya Argani ketika melihat hasil gambar Andhira.

"Ayam," jawab wanita itu diikuti oleh putranya.

Argani menahan tawa ketika melihat hasil karya istrinya yang lebih parah dari anak SD. Wanita itu membuat dua bulatan yang ukurannya berbeda. Bulat kecil merupakan kepala dan bulatan besar itu adalah badannya. Kedua kakinya seperti lidi panjang diberi tiga garis kecil yang merupakan jari-jarinya.

"Kenapa? Jelek, ya?" tanya Andhira. "Aku sejak kecil tidak bisa menggambar."

"Hasil karya kamu sangat estetik. Arya terlihat sangat menyukainya," jawab Argani yang melirik ke arah Arya yang menunjuk-nunjuk sambil bilang "Ayam" dengan cadel.

Andhira dan Arya memutuskan untuk menghabiskan waktu di kantor Argani. Kebetulan laki-laki itu juga tidak banyak kerjaan hari ini.

Karena kelelahan, Andhira ketiduran ketika sedang menyusui Arya di ruang istirahat yang ada di ruang pojok. Argani yang hendak melihat mereka berdua, dibuat terkejut melihat keadaan sang istri. 

"Oooooh, tidak!" pekik Argani di dalam hati.

Ingin membalikan badan, tetapi sayang. Jika tetap melihatnya, senjata pusaka akan bangun. Akhirnya dia memutuskan untuk membuka jas kerja dan menutupi dada Andhira. Dia merasa tidak rela jika ada yang melihatnya, walau makhluk halus sekalipun.

Waktu berlalu tidak terasa, Andhira terbangun karena mendengar suara panggilan Arya yang menempuk-nepuk lengannya. Dia merasa heran karena ada jas yang menutupi badannya.

Mata Andhira terbelalak ketika melihat keadaan pakaiannya saat ini. Dia pun segera merapikan kembali dan mengancingkan bagian yang terbuka. Betapa malu dia dan yakin kalau Argani pasti melihat keadaan dirinya tadi.

"Mama, main," ucap Arya yang sudah merasa bosan berada di sana.

Jam sudah menunjukkan jam empat sore, itu artinya dia sudah tertidur satu jam lebih. Masih ada waktu sekitar satu jam lagi menuju jam pulang. 

Di dalam ruangan itu ada kamar mandi, Andhira membersihkan muka begitu juga dengan Arya, biar terlihat segar. Setelah rapi, mereka menemui Argani.

"Sudah bangun." Argani tersenyum tipis kepada istri dan anaknya.

"Papa, main!" pinta Arya yang menggeliat dalam gendongan ibunya ingin turun.

"Kita jalan-jalan ke taman, yuk!" ajak Argani.

"Tapi, jam kerja belum berakhir," ucap Andhira.

"Tidak apa-apa. Semua pekerjaan aku sudah selesai," balas Argani sambil merapikan meja kerjanya. Laki-laki itu suka dengan kerapihan dan kebersihan. 

Mereka bertiga pun pergi ke taman kota. Sore hari biasanya mulai rame oleh warga yang ingin menghilangkan rasa penat.

Arya dan Argani bermain bola plastik, sedangkan Andhira merekam kegiatan mereka. Terlihat ayah dan anak itu tertawa bahagia.

"A-Arga?" Suara perempuan dari arah belakang membuat Andhira menoleh.

***

1
Yohanes kristianus Tian
Lumayan
Ing
Bagus bgt karyanya Kak, ga nyangka bakal dpt deg deg-annya bener2 tegang bgt kondisi ceritanya serasa ikut di intai & mengintai 😤
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏼💐
Sehat2 slalu 🥰
🤒: Terima kasih sudah membaca karya aku ini, Kak. 🥰

Sudah baca karya aku yang berjudul Trio Kancil sama Mamaku Wanita Super Papaku Super Genius? Ceritanya tidak kalah seru, tapi tanda bacanya masih amburadul 🤭
total 1 replies
Maria
👍👍👍
yudi yudi
👍👍
Fitri Yah
onok2 wae DRAMA mereka...SIKAT aja Gani 😅🤣😂
Ari_nurin
kondisi teler ga sadar kok bs ya memperkosa??
Ari_nurin
walah Andhika punya 2 orang anak cewek semua hasil memperkosa ketika mabuk. itulah minum khamar diharamkan di Islam ..
Ari_nurin
aku ga nyangka ceritanya justru cerita detektif .. tp justru tdk membosankan yg hanya melulu cerita istri mendapatkan cinta sang suami .. ternyata banyak intrik intrik didalamnya .. 😄👍
Ari Sawitri
wow aku kira hanya di guna guna aja .. ternyata face off ya .. amazing
Ari_nurin
umur 1 th bs merangkai kata utuh? dan sdh jelas? Hhhmmm 🤔🤔
Aqila Isra Kaisar
Kecewa
Aqila Isra Kaisar
Buruk
Kadek Yuni
Lumayan
Kadek Yuni
Biasa
Budi Yanto
bagus
family megantara
dari kemarin dapat author yang hebat hebat nulisnya menghayati banget ngga kaku bahasanya,bisa mengalihkan dunia pendrakorannku😍😍😍
Rahma Lia
Luar biasa
Sri Widjiastuti
jangan2 Alena anaknya andhika
Rubiah Hassan
Luar biasa
Sri Widjiastuti
sanusi oplas muka si bagas tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!