Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.
Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.
Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.
Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.
Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"
"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.
Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 21: KEPEDIHAN DAN KEBANGGAN
“Pemberitahuan: Daya hidup saat ini 40% dan tingkat kebencian Kaisar Daqi 75%. Poin saat ini 25 poin.”
Begitu suara sistem terdengar, Mei Zhiyi pun menghela napas lega. Menurunkan tingkat kebencian memang tidak mudah, tapi setidaknya dia bisa menurunkannya sedikit demi sedikit. Liu Yan bukan tidak bisa dibujuk, orang itu hanya perlu menggunakan cara tidak biasa untuk menenangkan hatinya.
Karena terganggu sistem, Mei Zhiyi kehilangan momentum. Liu Yan menyalipnya dengan cepat dan sampai di garis akhir lebih dulu.
Kuda hitamnya meringkik, menandakan bahwa mereka menang dengan cara yang paling adil. Tahu bahwa dirinya menang, Liu Yan berbangga hati.
“Mei Zhiyi, kau kalah. Gaji bulan ini dipotong seperempatnya lagi.”
Sembari menuntun kuda, Mei Zhiyi mengedikkan bahunya. Kalah ya kalah. Tidak ada alasan yang dapat digunakan untuk membantah kekalahan yang dialami.
Dia masih memegang teguh sikap sportifnya terhadap lawan. Terlebih lagi tadi dia memang tidak fokus.
Potong gaji ya potong gaji saja. Tidak perlu menunjukkan wajah bangga seolah sudah mengalahkan seorang atlet berkuda kelas dunia.
Meski Liu Yan tidak mengerti apa maksud kalimat keduanya, tapi dia tahu Mei Zhiyi pasti sedang menggerutu. Wajahnya mungkin terlihat menerima dengan pasrah, tapi hatinya yang berisik itu sedang mengeluh tentangnya.
Dia jadi ingin tertawa. Bagaimanapun, Mei Zhiyi hari ini sudah berjasa membantunya mendapatkan kembali suasana hati baiknya.
“Sudahlah. Karena kau berjasa menemaniku berkuda, potongan bulan ini dibatalkan saja.”
“Tidak jadi memotong gajiku?”
“Kenapa? Mau tetap dipotong?”
“Tidak. Tidak usah dipotong.”
Li Dezai yang sejak tadi berdiri memperhatikan momen pertandingan singkat antara Kaisar dan pelayannya merasa sedang terperangkap dalam ilusi mata. Di dunia ini, selain Duan Jiu, jarang ada orang yang bisa sebanding dengan Liu Yan soal berkuda dan memanah. Bahkan para jenderal yang keras kepala itu juga masih kalah saat bertanding dengan Kaisar mereka.
Tapi Mei Zhiyi… meski tidak menang dalam balapan kuda, tapi dia bisa mencetak hasil seri dengan Kaisar pada panahan sambil berkuda.
Mei Zhiyi hanya seorang pelayan, bukan keturunan keluarga terpandang dan terlebih dia seorang wanita. Tapi, dia ternyata bisa mengimbangi kemampuan berkuda dan memanah Kaisar!
“Kau wanita pertama yang bisa mengimbangiku dalam berkuda dan memanah. Bagus, aku cukup puas. Kuda itu untukmu saja. Li Dezai, suruh orang untuk merawat kuda itu dengan baik!”
Dermawan sekali, pikir Mei Zhiyi. Kuda yang ditungganginya tadi adalah kuda militer, yang punya postur tinggi dan struktur tulang kokoh.
Dapat berlari hingga puluhan mil dan kuat mengangkut gerobak pangan dalam jumlah besar. Kuda ini juga pelari yang cepat. Harganya bisa mencapai puluhan tael per ekornya.
“Yang Mulia, ini adalah kuda yang bagus. Jika aku menerimanya, bukankah itu akan menyakiti hati para prajurit?”
“Jangan khawatir. Kuda ini adalah hadiah dari Nanyu saat kalah perang dahulu. Tak akan mempengaruhi pasukan berkuda negara ini.”
“Apa kuda ini adalah upeti?”
“Ya. Setelah Nanyu kalah perang dan menandatangani perjanjian damai, mereka diharuskan membayar upeti ke Daqi selama sepuluh tahun. Setiap tahunnya, mereka akan mengirimkan banyak sekali harta dan kuda untuk Daqi.”
Saat mengatakan itu, mata Liu Yan seolah sedang melihat masa lalu. Ada kepedihan dan juga kebanggaan dalam tatapan mata yang dingin namun teduh tersebut.
Mei Zhiyi dapat melihatnya. Dia seperti sedang melihat Liu Yan di masa lalu, melihat sosok Liu Yan saat bukan seorang kaisar.
Sepahit apa hidupnya saat itu? Berapa banyak luka yang tertoreh dan melukainya sangat dalam? Bagaimana cara dia bertahan hidup sampai sekarang tanpa ingin bunuh diri? Di bawah tekanan dan penderitaan, apa yang membuatnya tetap mempertahankan hidupnya walau hanya sebuah peluang kecil?
“Yang Mulia, kau pasti lelah hari ini. Mari kita kembali ke istana.”
Suara Mei Zhiyi membuyarkan bayangan Liu Yan yang terperangkap tanpa sengaja pada masa lalu. Pria itu menoleh dan menyunggingkan sedikit senyuman singkat.
“Ya. Mari kembali ke istana.”
Siang hari itu, Mei Zhiyi menemani Liu Yan di Istana Zhaoyang. Tidak ada yang dilakukan pria itu selain duduk di meja kerjanya, mencorat-coret kertas dan membuangnya ketika dirasa tidak bagus. Walau suasana hatinya sudah membaik, Mei Zhiyi yakin Liu Yan tidak akan semudah itu merasa senang.
“Hari ini sampai di sini saja. Mei Zhiyi, kau boleh pergi sekarang.”
“Yang Mulia tidak memerlukanku lagi?”
“Aku akan menyuruh orang memanggilmu jika aku memerlukanmu.”
“Baiklah. Kalau begitu aku akan pulang.”
Dia meninggalkan Istana Zhaoyang setelah berjam-jam menemani Liu Yan dalam kebisuan. Kakinya terasa pegal dan pinggangnya sepertinya perlu diurut. Tapi sayangnya, dia tidak bisa melihat apakah ada bagian tubuhnya yang mengalami cedera atau tidak.
“Tubuh ini benar-benar perlu dilatih. Meski pil pemulih energi telah mengembalikan tenaga dalamku, aku masih harus melatih fisikku. Ini terlalu lemah.”
“Tuan, apakah ingin menukar poin untuk suatu item yang dapat membantu pemulihan kondisi fisik?”
Mei Zhiyi menggelengkan kepala. Mengonsumsi obat akan menimbulkan ketergantungan. Mei Zhiyi dapat menyusun program latihan sendiri untuk memulihkan kebugaran dan kekuatan tubuhnya.
Selain itu, item di toko poin pasti mahal. Sistem kapitalis bernama Xiaotong itu selalu meraup keuntungan darinya.
“Tidak mau. Aku tidak akan mengorbankan poinku untuk hal yang sia-sia. Xiaotong, berapa daya hidupku sekarang?”
“Memperbarui data… Daya hidup saat ini adalah 45% dan tingkat kebencian Kaisar Daqi 72%.”
“Performaku sangat baik. Apa kau tidak berniat memberiku hadiah?”
Sesaat, suara sistem tidak terdengar. Kemudian, suaranya kembali lagi.
“Tuan memang punya performa bagus. Progres misi berjalan lebih signifikan. Permintaan tuan telah dikirim ke sistem pusat.”
Beberapa saat kemudian, sebuah item muncul dalam benak Mei Zhiyi. Objek itu kemudian berubah menjadi sebuah teropong jarak jauh yang harganya lebih dari tiga puluh juta.
“Sistem pusat telah merespon. Untuk menghargai performa tuan, satu hadiah acak telah dikirim.”
“Kau tidak salah? Kenapa sistem pusat tiba-tiba baik hati?”
“Xiaotong tidak tahu. Sistem pusat menentukan.”
Mei Zhiyi berdecih. Sistem pelit dalam memberi poin dan seringkali memberi misi yang tidak masuk akal. Tapi kenapa tiba-tiba memberi hadiah sebuah teropong?
“Untung saja kalian masih punya hati nurani, tahu memberiku suatu barang yang berharga.”
Setelah itu, suara Xiaotong tidak lagi terdengar. Mei Zhiyi merebahkan tubuhnya di tempat tidur, menghirup udara sebanyak-banyaknya.
Pikirannya kemudian tertuju pada sosok Liu Yan beserta misteri di balik wajahnya. Caranya dalam menyalurkan kemarahan yang tertahan terhadap keluarganya sendiri tadi pasti tidak dilakukan sekali dua kali.
“Liu Yan… berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk memahamimu?”
Mei Zhiyi menghela napas. Tanpa sadar, dia pun tertidur.
Malam harinya, pintu kamarnya diketuk. Bibi Cui datang bersama para pengikutnya. Mei Zhiyi agak terkejut karena sudah beberapa hari Bibi Cui tidak datang memanggilnya. Hari ini, masalah apa lagi yang harus dia hadapi?
“Bibi Cui, ada perlu apa? Apakah Kaisar mogok makan lagi?”
“Bukan. Nona, Kaisar menghilang!”
Sontak mata Mei Zhiyi membelalak. Orang sebesar itu mana mungkin bisa hilang?
“Bibi pasti bercanda. Kaisar adalah orang dewasa, bagaimana mungkin hilang? Selain itu, istana ini adalah miliknya. Tempat mana yang tidak bisa kalian periksa? Kenapa malah datang ke tempatku?”
“Terakhir kali, Kaisar datang ke tempatmu tengah malam saat tidak bisa tidur. Apakah Kaisar sungguh tidak pernah datang kemari hari ini?”
“Tadi siang aku baru saja menemaninya berkuda di lapangan panahan. Dia baru mengizinkanku pulang saat sore. Mana aku tahu dia pernah datang atau tidak.”
Bibi Cui mulai panik. Selama ini Kaisar selalu menahan beban dalam hatinya. Hari ini pasti berat sampai membuatnya menghilang. Ke mana sebenarnya Kaisar pergi?
“Nona, kau yang melayani Kaisar dari dekat. Tolong bantu kami menemukan Kaisar. Jika pihak Istana Dalam mengetahuinya, kita tidak akan lepas dari hukuman.”
Mei Zhiyi menghela napas. Sudah malam begini ke mana dia harus mencari Liu Yan?
“Ding! Misi telah aktif. Tuan, silakan temukan Kaisar Daqi!”
Mei Zhiyi ingin mengumpati sistem, tapi ia ingat poinnya dikurangi saat memaki sistem terakhir kali. Jadi, dia terpaksa menahan diri.
“Baiklah. Mari kita cari Kaisar.”
Takut knp knp sama Liu yan
😁😁😁😁
nebak" aja dulu
Emang enak di ghibahin sama Mei